Ide Pose dan Tema Unik Pre Wedding Ala TNI AD, TNI AL dan TNI AU

Ide Pose dan Tema Unik Pre Wedding Ala TNI AD, TNI AL dan TNI AU

Ide Pose dan Tema Unik Pre Wedding Ala TNI AD, TNI AL dan TNI AU

foto prewedding abri tni baret merah pegang senjata laras panjang baju loreng muslimah jilbab unik

Kebanggaan akan menikah dengan anggota TNI tentu menjadi suatu hal yang ingin anda abadikan dalam dokumentasi gambar – gambar melalui foto pre wedding. Ide pose dan tema pre wedding ala TNI AD, TNI AL dan TNI AL akan mewujudkan kebanggaan dan kebahagiaan anda sebagai calon Ibu Bayangkari. Foto prewedding  para anggota TNI pada umumnya bersifat formal dan terkesan kaku. Artikel ini akan memberikan tips membuat pre wedding anggota TNI secara non formal untuk menghindari kesan kaku. Cara untuk membuat pose dan ide unik foto pre wedding TNI adalah dengan mengambil poin utama pada TNI dan mencari keunikan yang ada di dalam poin utama tersebut. Poin utama yang dimaksudkan disini adalah hal identik yang ada pada TNI. Dimana poin utama TNI antara lain adalah Senjata, Seragam, Baris berbaris, Perang, Pesawat tempur, Kapal laut, dan Laut.

Ide pose dan tema pre wedding ala TNI AD, TNI AL dan TNI AL : Senjata

Penggunaan senjata dalam prewedding adalah suatu hal yang biasa digunakan. Dengan pose berdiri gagah memegang senjata atau setengah berlutut menodongkan senjata. Ide unik prewedding menggunakan senjata misalnya dengan menjatuhkan senjata dan tangan kedua calon mempelai pengantin saling bersentuhan mengambilnya. Atau anda dapat meletakkan sejata seraya tiduran bersama di rumput nan hijau. Anda juga dapat menggunakan bantuan anak-anak balita yang berderet menggunakan diapers tanpa busana dan menggunakan baret atau memegang senjata, dan anda dengan pasangan saling menggenggamkan tangan didepan dada, seolah harapan kedepan memiliki generasi (anak) berjiwa TNI yang cinta bangsa dan tanah air.contoh foto prewedding tni ad depok bogor bandung jakarta baret merah muslimah jilbab hijab sentaja laras panjang kopasus cijantung

Ide pose dan tema pre wedding ala TNI AD, TNI AL dan TNI AL : Seragam

Sama halnya dengan penggunaan senjata, penggunaan seragam dalam prewedding TNI AD, TNI AL dan TNI AU adalah hal yang biasa digunakan karena seragam merupakan identitas utama seorang perwira TNI. Keunikan pose dengan menggunakan misalnya anda menggunakan daster dan pasangan anda menggunakan sarung – atasan kaos oblong, pasangan anda sedang mengamati anda dari kejauhan yang sedang menjemur seragam kebanggaannya.

Ide pose dan tema pre wedding ala TNI AD, TNI AL dan TNI AL : Baris Berbaris

Ide pose baris berbaris ala TNI yang formal dapat anda ubah dengan baris berbaris bersama anak-anak balita yang berderet panjang memegang ujung baju anda dan pasangan. Selain itu, ide unik baris berbaris yang dapat anda lakukan adalah dengan bekerjasama bersama  keluarga besar anda dengan beragam seragam mereka. Sebagai wujud penyatuan dua keluarga besar.

Ide pose dan tema pre wedding ala TNI AD, TNI AL dan TNI AL : Perang

Ide pose prewedding umum tentang perang yang biasa digunakan adalah hanya saling menodongkan senjata. Bila anda menginginkan ide yang unik anda dapat membuat latar pasca perang, dimana anda dan pasangan duduk berdua, mempelai pria terluka tangannya dan mempelai wanita sedang mengobatinya. Atau ide pose prewedding lainnya adalah dengan melibatkan kawan – kawan TNI dengan membuat set seolah mempelai pria sedang berpamitan untuk ikut ke medan perang kepada mempelai wanita dan para kawan TNI sedang menanti untuk perang bersama. Beikut contoh foto foto Preweddingnya

Begitu banyak ide-ide unik prewedding anggota TNI AD, TNI AL dan TNI AU lainnya yang dapat dikupas dalam keseharian namun memberikan kesan mendalam. Selamat mencoba dan selamat berbahagia. [LS168]

Syarat Menikah Dengan TNI AD, TNI AL & TNI AU

Syarat Menikah Dengan TNI AD, TNI AL & TNI AU

Syarat Menikah Dengan TNI AD, TNI AL & TNI AU 

Banyak yang beranggapan bahwa mengurus nikahan TNI itu sangat rumit dan ribet. Padahal sebetulnya tidak lho. Syarat dokumen untuk nikahan TNI pun tidak jauh berbeda dengan pernikahan non-TNI.  Hanya saja sebelum memasukkan data ke KUA, mereka wajib melakukan tes khusus dan tahapan sesuai Peraturan Panglima TNI tentang Tata Cara Pernikahan.

Yang menjadi perbedaan mendasar tentang menikah dengan anggota TNI adalah seorang prajurit haruslah memiliki surat izin nikah (SIN). Surat ini harus dimiliki sebelum mendaftarkan diri ke kantor urusan agama (KUA). Setelah mendapatkan nomor surat tersebut, barulah akan dibuat kartu penunjukan istri. Jika sudah mendapatkan kartu tersebut artinya anda bisa melanjutkan proses pernikahan dengan anggota TNI.

Mungkin anda bertanya-tanya, sebenarnya kapan TNI dapat izin menikah? Kenapa harus mendapat izin terlebih dahulu? Seorang prajurit TNI baru bisa menikah setelah mendapatkan izin dari atasan atau pejabat yang berwenang. Sebelum menghadap atasan,  ada beberapa berkas atau dokumen Persyaratan Nikah TNI AD yang harus anda persiapkan.

Berkas atau Dokumen Syarat Nikah TNI

  1. Surat permohonan izin kawin dari satuan Kompi.
  2. Surat permohonan izin kawin dari satuan Batalyon.
  3. Surat keterangan dari bagian personalia Batalyon.
  4. Surat persetujuan dari para bapak/wali calon istri atau calon suami.
  5. Surat yang menyatakan belum pernah menikah dari kedua belah pihak (ditandatangani oleh lurah, camat dan kepala KUA).
  6. Surat keterangan belum menikah (janda dari pamong praja setempat).
  7. Surat pernyataan kesanggupan calon istri untuk mendampingi prajurit dan memahami kewajiban sebagai istri anggota TNI AD yang dibubuhi materai.
  8. Surat keterangan menetap bagi kedua orang tua (wali) dari calon suami dan istri yang diketahui oleh aparat desa domisili mereka.
  9. Surat Keterangan Bersih Diri (SKBD) yang harus ditandatangani oleh muspika yaitu : lurah, camat, ramil dan kapolsek.
  10. Surat pernyataan pendapat dari pejabat agama TNI Angkatan Darat.
  11. Surat keterangan dokter militer.
  12. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari calon istri dan kedua orang tuanya. (Jika orang tua adalah TNI/Polri, lampirkan security clearance dari satuannya).
  13. Melampirkan berkas atau surat keterangan untuk nikah (model N1). Surat keterangan asal-usul (model N2) dan surat keterangan tentang orang tua (model N4) dari kantor KUA domisili.
  14. Jika berstatus janda/duda, lampirkan surat keterangan cerai/kematian pasangan terdahulu.
  15. Surat pernyataan yang berisi kesanggupan untuk merawat anak tiri, apabila calon sudah memiliki anak.
  16. Surat keterangan pindah agama jika calon beralih agama ketika akan menikah.
  17. Surat pernyataan yang berisi kesanggupan untuk menjadi anggota persatuan istri prajurit (PERSIT). Jangan lupa untuk menghafal mars dan hymne Kartika Chandra Kirana sebagai salah satu syarat ibu PERSIT yang harus dikuasai.
  18. Surat pernyataan yang berisi kesanggupan untuk berdomisili/tinggal di asrama.
  19. Surat pernyataan yang berisi kesanggupan memasuki/akseptor KB (Keluarga Berencana).
  20. Melampirkan fotokopi KTP calon istri dan kedua orang tuanya.
  21. Fotokopi akta kelahiran calon suami dan calon istri.
  22. Fotokopi ijazah terakhir.
  23. Resume riwayat pendidikan.
  24. Surat Keterangan Hasil Penelitian Personel atau SKHPP.
  25. Menyiapkan pas foto calon suami istri ukuran 6 x 9 sebanyak 10 lembar. (foto gandeng menggunakan pakaian dinas harian untuk calon suami dan pakaian persit untuk calon istri).
  26. Pas foto calon istri ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar mengenakan pakaian persit.

Selain dokumen, juga ada beberapa tahapan lain yang harus dilaksanakan seperti:

Penelitian Khusus atau Litsus

Bagi yang akan menikah dengan anggota TNI akan penelitian khusus yang harus dilalui. Jangan lupa untuk banyak membaca materi tentang Ilmu Kewarganegaraan. Oh iya, tahapan ini juga untuk mengecek tentang pandangan anda mengenai gerakan terlarang seperti gerakan-gerakan makar di Indonesia seperti PKI (Partai Komunis Indonesia).

Pemeriksaan Kesehatan

Selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan. Untuk ini jangan sembarangan ya! Tahap uji kesehatan haruslah dilakukan di rumah sakit khusus TNI AD. Tidak hanya calon istri, namun juga calon suami harus melakukan pemeriksaan kesehatan ini. Jangan khawatir dengan banyaknya rumor tentang uji keperawanan. Karena hal tersebut bukanlah satu dari persyaratan nikah TNI. Uji kesehatan meliputi tes jantung, tes urin, cek darah, rontgen di bagian dada, dan lain sebagainya. Pemeriksaan kesehatan sangat lah penting, hal ini untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan di masa depan. Jika ada yang salah pun bisa segera diatasi atau dicegah. Tidak hanya orang yang menikah dengan anggota TNI saja yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Bagi pasangan lain non TNI pun sangat penting untuk melalui tahap ini. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan?

Pembinaan Mental

Jangan membayangkan ini seperti sidang nikah TNI. Pembinaan mental berisi tentang bagaimana masing-masing mengemukakan kepribadiannya. Pada beberapa kesempatan, terkadang anda mungkin akan ditanyakan tentang pengetahuan agama. Selain itu, anda akan mendapatkan nasihat dalam menjalani kehidupan berumahtangga. Hal ini tentunya sangat berguna bagi anda dan pasangan. Pastikan untuk melakukan tahapan ini dengan baik ya!

Menghadap ke Pejabat Kesatuan Calon Suami

Jika semua persyaratan nikah dengan TNI anda sudah lengkap, maka saatnya menghadap pejabat kesatuan sang calon suami. Pada tahap ini, anda akan memberikan laporan secara administratif yang telah dilalui.

Pengajuan Nikah ke KUA

Setelah semua berkas dan tahapan di atas sudah terlaksana, barulah anda dapat mengajukan tanggal untuk bisa menikah secara sah dalam catatan sipil. Jika sudah, tinggal melanjutkan ke berbagai persiapan pernikahan selanjutnya, yaitu pesta pernikahan.

 

Ternyata Persyaratan Nikah TNI AD ini super lengkap dan banyak ya! Rata-rata, untuk bisa menyelesaikan semua persyaratan diatas memakan waktu mulai dari satu hingga dua bulan. Oleh karena itu, sebaiknya anda menyiapkan Persyaratan Nikah TNI ini jauh-jauh hari. Pastikan untuk mengecek ulang semua persiapan berkas dan dokumen yang harus dilengkapi. Jangan sampai ada kesalahan ya! Apalagi jika anda dan calon suami tinggal di domisili yang berbeda. Selamat berjuang ya!

Artikel Terkait