Prosesi Nikah TNI : Upacara Pedang Pora & Pagar Kehormatan

Prosesi Nikah TNI : Upacara Pedang Pora & Pagar Kehormatan

 

Prosesi Nikah TNI : Upacara Pedang Pora & Pagar Kehormatan 

Kesakralan prosesi nikah TNI sangat terasa dimanapun penyelenggaraannya. Suasana khidmat membahana setiap jiwa yang menghadirinya. Seluruh mata hanya terjuru pada kedua mempelai pengantin yang serasi dalam langkah gerak nan pasti. Serempak suara kaki yang mengiringi dan serempak selaras panjang yang memayungi. Suasana yang tidak akan terlupakan bagi setiap mempelai wanita yakni isteri TNI.

Tidak banyak orang yang mengetahui makna setiap gerak dan prosesi yang dijalani dalam pernikahan TNI. Mereka hanya mampu terkagum – kagum melihat keindahan gerak para TNI pengiring pengantin, kegagahan TNI sang pengantin dan kecantikan mempelai wanita layaknya seorang puteri yang berada diantara laki-laki perkasa. Sebuah  kebanggaan tersendiri dan kenangan terindah yang tidak akan terganti bagi mempelai wanita yang berada dalam prosesi ini.

Pelaksanaan prosesi nikah TNI dilaksanakan berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Kasal (Juklak) Nomor Juklak/13/III/2005 tanggal 24 Maret 2005. Prosesi nikah TNI merupakan  tradisi upacara pernikahan yang telah dijalankan sejak dahulu. Tradisi upacara pernikahan TNI merupakan sebagai simbol bahwa seorang prajurit TNI baik itu seorang Perwira, Bintara maupun Tamtama telah memasuki kehidupan yang baru, yakni kehidupan berumah tangga secara resmi dan syah. Prosesi pernikahan TNI yang dilaksanakan secara resmi adalah pernikahan untuk yang pertama kalinya. Maka dapat diartikan pula prosesi pernikahan TNI ala tentara ini sebagai simbol lepas lajang nya.

Prosesi nikah TNI ala tentara ini bagi Perwira dikenal dengan sebutan Upacara Pedang Pura. Sedangkan bagi Bintara atau Tamtama prosesi TNI ala tentara dikenal dengan sebutan Pagar Kehormatan. Upacara Pedang Pura dilaksanakan sebagai simbol wujud penghormatan sesama perwira dan begitu pula dengan Pagar Kehormatan dilaksanakan sebagai simbol penghormatan sesama Bintara atau Tamtama. Baik dalam prosesi Pedang Pura maupun Pagar Kehormatan memiliki prosesi yang sama, dan sama pula dalam hal pembentukan tim TNI sebagai iringan pengantin. Tim tersebut terbagi menjadi 3 (tiga) kelompok, diantaranya yaitu Gapura Pedang, Gapura Kehormatan dan Payung Pura.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa walaupun banyak orang yang mengagumi keindahan dan kekhidmatan prosesi nikah TNI namun banyak orang yang tidak paham atau belum memahami makna dari setiap gerak para TNI pengiring pengantin. Dalam artikel yang berjudul Prosesi Nikah TNI : Upacara Pedang Pora & Pagar Kehormatan ini, anda akan diajak untuk memahami lebih dalam setiap langkah prosesi nikah TNI. Adapun prosesi – prosesi dan maknanya diantaranya adalah:

  1. Gapura Pedang

Gapura Pedang adalah suatu formasi yang memiliki bentuk berupa lorong pedang, gapura pedang dilaksanakan pada saat kedua mempelai pengantin akan melewati formasi tersebut. Gapura pedang merupakan sebuah lambang penghormatan kepada kedua mempelai pengantin yang memasuki kehidupan berumah tangga.

  1. Gapura Kehormatan

Gapura kehormatan merupakan pelaksanaan penghormatan secara militer disaat kedua mempelai pengantin memasuki formasi. Gapura Kehormatan juga sebagai simbol penghormatan bagi kedua mempelai pengantin yang memasuki kehidupan rumah tangga.

  1. Payung Pura

Payung Pura merupakan formasi berbentuk lingkaran yang dibentuk dari payung pedang, payung pura dilaksanakan yaitu pada saat pengantin mempelai pria telah  menyampaikan laporan kepada Inspektur upacara. Dan lagi – lagi payung pura juga merupakan simbol penghormatan kepada kedua mempelai pengantin. Disaat itu pula dilaksanakan Ikrar Wirasatya oleh kedua mempelai.

  1. Ikrar Wirasatya

Ikrar Wirasatya merupakan pernyataan janji setia yang dilafalkan oleh kedua mempelai pengantin atau secara simbolik disampaikan oleh narator atau pembawa sajak. Ikrar Satya berisikan tentang Perwira, Bintara dan Tamtama sebagai suami dituntut untuk bertanggung jawab dalam berumah tangga, demikian pula sang isteri dituntut agar apat memberikan pengertiannya sebagai istri prajurit dan sebagai ibu rumah tangga dapat turut serta mendorong keberhasilan atau kesuksesan tugas suami dalam mengabdi.

Demikianlah informasi dalam artikel Prosesi Nikah TNI : Upacara Pedang Pora & Pagar Kehormatan, semoga dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi anda para pembaca alienco.net. Selamat Berbahagia. [LS68]

Kisah : Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan

Kisah : Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan

Kisah : Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan

Rasa ingin tahu tentang asal-usul janur kuning pernikahan yang kerap kali dipasang di depan rumah calon pengantin pada saat resepsi pernikahan, tentu sekilas pernah terbesit dalam benak pikiran anda. Pemasangan janur kuning tentunya memiliki tujuan dan maksud. Janur Kuning sendiri berarti daun kelapa berwarna kuning.

Asal kata janur berasal dari bahasa Jawa, yaitu sejane neng nur yang berarti arah menggapai cahaya Ilahi. Sementara kuning bermakna dari kata sabda dadi, yang berarti kun fayakun Allah SWT yang berasal dari hati dan jiwa yang bening. Begitu dalam makna religi pada kata janur kuning. Dimana pihak yang memiliki hajat pesta resepsi pernikahan  disimbolkan harapannya untuk menggapai ridho Ilahi melalui jasmani rohani yang bersih pada pelaksanaan hajatnya. Harapan yang baik pada acara yang baik itulah esensi sesungguhnya yang ada pada janur kuning.contoh foto janur kuning

Peralatan Membuat Janur Kuning

Untuk pembuatan janur kuning, pada artikel ini akan dibahas mengenai tutorial janur kuning pernikahan. Pembuatan janur kuning itu susah, namun gampang bagi yang telah bisa dan terbiasa. Dibutuhkan keuletan dan pantang menyerah bagi mereka yang baru mulai belajar membuat janur kuning.

Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat janur kuning pernikahan diantaranya :

  • pisau kecil atau cutter
  • paku
  • benang kasur
  • jarum pentul
  • steples beserta isinya
  • janur atau daun kelapa berwarna kuning sebanyak 7 papah
  • gedebong pisang
  • tempolong
  • hiasan janur (buah-buahan atau bunga)

Janur kuning yang biasa dipasang di depan rumah dikenal dengan sebutan umbul-umbul. Umbul-umbul digunakan sebagai simbol bahwa adanya resepsi pernikahan. Dibuat dengan bidang sebatang bambu, disepanjang bambu dihiasi dengan daun kelapa yang kuning hingga melambai di ujung bambu.

Jenis Janur Kuning

Sedangkan jenis janur kuning pernikahan lainnya adalah kembar mayang dan mayang sari. Kembar mayang dibuat sebanyak dua buah yang sejenis, sesuai namanya kembar. Bagian-bagian yang terdapat pada kembar mayang  diantaranya tatakan, awak, dan mahkota. Kembar mayang merupakan simbol dari kedua mempelai pengantin yang harus memiliki kesamaan perasaan hati, pikiran dan perbuatan satu sama lain.

Jenis janur kuning selanjutnya adalah mayang sari. Mayang sari biasa ditempatkan di kanan dan kiri kursi pelaminan. Pada umumnya, mayang sari memiliki tinggi 180cm. Mengenai bentuk, disesuaikan selera pembuatnya dan identik dengan hiasan bunga dan buah dib agian atas. Mayang sari terdiri dari mahkota (kipas, buah-buahan dan bunga), badan bagian atas, badan bagian bawah dan tatakan.

Bila anda ingin membeli janur kuning pernikahan, harga yang ditawarkan untuk janur kuning yang besar kisaran Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) sedangkan untuk ukuran kecil janur kuning dihargai Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah).

Namun, bila anda ingin membuat janur kuning sendiri untuk itu membutuhkan keahlian khusus. Anda kreasikan batang janur (daun kelapa berwarna kuning) dengan menggunakan gunting dan streples.

Baca juga,

Ronce Melati Pengantin Adat Jawa Barat

Tutorial

  • Rangkai setiap batang yang telah anda kreasikan hingga melingkari batang bambu panjang yang telah dipersiapkan.
  • Komposisi banyaknya janur harus disesuaikan dengan keseimbangan bambu pada saat didirikan. Agar saat berdiri, lambaian janur akan nampak cantik dan tidak terlalu melengkung atau terlalu kaku.
  • Selain itu, pastikan pula anda mengikat telah mengikat kencang bambu yang digunakan dengan tali dan paku yang telah dipersiapkan. Agar janur tidak jatuh sehingga membahayakan orang yang melintas.

 

Demikianlah  Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Selamat berbahagia.