Informasi Lengkap Exposure dan White Balance

Kemampuan seorang fotografer dalam mengoperasikan kamera yang dimiliki tentu tidak bisa diragukan lagi. Kamera menjadi senjata dan teman menangani berbagai project dari klien. Namun bagaimana dengan fotografer pemula? Mulai dari mana ya untuk belajar tentang kamera? Nah yuk simak Seri Belajar Fotografi DSLR kali ini agar anda lebih kenal dengan gear anda :

Seri Belajar Fotografi DSLR

Seri Belajar Fotografi DSLR, Segitiga Exposure 

Exposure

Pengaturan dasar saat mengambil foto adalah paham tentang exposure, salah satu komponen penting dalam segitiga exposure adalah shutter speedShutter speed merupakan kecepatan rana dalam membuka dan menutup saat menangkap gambar. Angka shutter speed biasanya dalam satuan detik seperti 1/25s, 1/125s. dan seterusnya. Fungsi rana adalah untuk jalan masuknya cahaya untuk sampai ke dalam sensor kamera. Nah, angka shutter speed rendah menunjukan gerakan rana pelan, dan begitu juga sebaliknya. Semakin lambat rana menutup itu artinya cahaya masuk semakin banyak dan gambar semakin terang, jika kecepatan rana tinggi maka cahaya yang masuk sedikit.

Selain sebagai jalan masuk cahaya dan berpengaruh dalam mengatur gelap terangnya sebuah foto, ada fungsi lainnya lho. Saat pengambilan foto tentu objek yang anda abadikan tidak hanya benda diam saja, kan? Terkadang anda perlu mengabadikan orang berjalan, berlari, bahkan hingga gerakan melompat. Disinilah salah satu fungsi shutter speed untuk pengambilan gambar. Saat angka shutter speed rendah, maka saat anda mengabadikan suatu objek bergerak akan terlihat gerakan/ motion dari objek tersebut. Teknik ini merupakan moving atau slow speed dimana kamera akan menangkap gerakan objek.

Berbeda dengan teknik moving atau slow speed di atas, jika anda ingin mengabadikan gambar bergerak menjadi seolah diam atau terkunci anda dapat menaikan angka shutter speed. Teknik mengabadikan gerak ini biasa disebut dengan freezing, anda membekukan objek anda ke dalam frame. Namun, tidak asal membekukan, biasanya fotografer akan menangkap momen tertentu yang pas dengan teknik ini. Sehingga foto yang tercipta menggambarkan dengan benar situasi dari objek saat difoto.

Slow speed dan light painting :

Tips Foto Pernikahan yang Unik Pada Acara Resepsi

Freezing :

Jika anda menggunakan kamera DSLR tentu saat ini sudah ada button yang memudahkan anda dalam mensetting kamera, seperti adanya tanda A atau aperthure priority. A pada kamera ini merupakan salah pengaturan otomatis yang disediakan oleh kebanyakan kamera, dimana shutter speed dan ISO akan tersetting otomatis sedangkan anda bebas menentukan aperthure atau diafragma-nya. Gampang ya? Eits tapi anda tentu harus tau maknanya aperthure ini.

Aperthure atau diafragma ini dilambangkan dengan f, jika anda melihat di lensa anda tentu akan ada. Ini adalah ‘bukaan’ yang dimiliki lensa anda, yang mana semakin kecil angkanya maka bukaan akan semakin lebar, jika angka besar maka lubang bukaan akan semakin kecil. Lalu apa fungsinya? Bukaan ini juga merupakan salah satu jalan masuk cahaya, namun memiliki fungsi tambahan, yaitu sebagai pengatur ruang tajam.

Ruang tajam atau depth of field adalah untuk mengatur seberapa luas area tajam atau fokus dalam foto anda. Jika anda ingin membuat sebuah foto dengan objek utama tajam dan latarnya blur atau bokeh anda perlu menggunakan angka bukaan kecil. Ingat ya, angka bukaan berarti seperti f 2, f 1.8, f 1.4, atau bisa lebih tinggi dari 2 namun tidak sampai f 8 atau setidaknya jangan f 10. Karena saat mencapai angka bukaan besar area fokus lensa akan semakin luas, yang mana berarti efek bokeh yang anda inginkan tidak akan sebokeh angka bukaan kecil. Foto bokeh biasa disebut DOF Sempit sedangkan sebaliknya adalah DOF Luas.

Baca juga,

Seri Belajar Fotografi Pemula : Tips Fotografi Hitam Putih

Contoh foto angka bukaan kecil, DOF Sempit :

4 Hal Yang Menandakan Pria Sudah Siap Menikah
objek utama fokus dengan background bokeh

Contoh foto angka bukaan besar DOF Luas :

semua terlihat fokus dan tidak blur

Pernah dengar ISO atau ASA? Pasti sudah sering ya. Pada seri belajar fotografi DSLR tentu pembahasan tentang ISO tidak boleh terlewatkan. ISO merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan exposure yang tepat saat pengambilan foto. Fungsi ISO menyeimbangkan 2 komponen segitiga exposure lainnya, yaitu shutter speed dan aperthure. ISO merupakan kesensitifan sensor kamera atau pengatur intensitas cahaya yang sampai pada sensor. Angka pada ISO biasanya dimulai dari 100, 200, 400, 800, 1600, dan seterusnya. Bagaimana fungsi kerjanya? Jika angka ISO kecil maka sensitivitas sensor rendah, angka ini pas jika digunakan di tempat pemotretan yang memiliki cukup sumber cahaya.

Rendahnya angka ISO juga merapatkan pixel gambar anda, yaitu foto semakin tajam dan dapat menangkap detil dengan jelas. Namun jika anda menggunakan angka ISO 100 tetap kurang pencahayaan setelah diseimbangkan dengan shutter speed dan aperthure, anda dapat menambahkan angka ISO. Semakin tinggi angka ISO, sensor semakin sensitif dan dapat menangkap cahaya lebih banyak. Tapi anda akan mendapati grainy atau noise yaitu bintik pada kamera yang semakin bertambah jika angka ISO semakin tinggi. Ini disebabkan oleh merenggangnya pixel gambar anda. Tidak dilarang kok, bahkan terkadang ada fotografer sengaja menambahkan noise foto demi kesan artistik tertentu. Tergantung dengan kebutuhan foto anda.

Lalu apa itu ASA? ASA ini biasa dipakai di kamera film ya, jadi di Seri Belajar Fotografi DSLR kali ini tidak akan dibahas!

Seri Belajar Fotografi DSLR, White Balance

White Balance

Memahami White Balance sebenarnya cukup rumit, meski tidak rumit sekali ya. White Balance ini merupakan pengaturan yang berhubungan dengan suhu di lokasi pemotretan. Selain itu fungsi White Balance, menunjukan warna putih sebagaimana mestinya dalam kondisi pencahayaan apapun di lokasi pada kamera. Jika secara kasat mata kita mampu melihat putih, kamera harus melakukan perhitungannya sendiri sehingga dapat menemukan kesimbangan warna putih yang benar. Ada beberapa White Balance pada kemara, seperti Daylight, Tungsten, Shade, dan sebagainya. Mengatur White Balance juga bisa dilakukan dengan skala Kelvin.

Bagaimana caranya agar kita tau penggunaan White Balance sudah tepat atau belum? Hal ini akan terlihat sangat jelas kok di foto. Nantinya jika anda menggunakan White Balance salah foto akan memiliki kecenderungan ke satu warna, misal kebiruan, kekuningan, bahkan terkadang kehijauan. Peristiwa tersebut juga bisa dinamakan colour cast. Detil warna setiap objeknya akan tercampur aduk dan tidak dapat menemukan warna aslinya sebagaimana saat anda melihatnya dengan mata langsung atau dengan penggunaan White Balance yang tepat.

Baca juga,

Seri Belajar Fotografi : Tips Fotografi Fashion Pemula

Nah, bagaimana pembahasan Seri Belajar Fotografi DSLR tentang Exposure dan White Balance di atas? Pengaturan di atas bisa dilakukan jika anda menggunakan setting mode kamera Manual, yang mana mulai dari shutter speedaperthure, hingga White Balance anda sendiri yang mengatur. Temukan pengaturan hingga pencahayaan normal dan sesuai dengan ekspetasi pengambilan gambar anda ya. Jika terus dilatih, maka jari anda akan terbiasa saat memindahkan pengaturan exposure dan White Balance ketika memotret di lapangan. Sekian saja Seri Belajar Fotografi DSLR dari Alienco kali ini, semoga bermanfaat ya!

7 Responses

Comments are closed.