Perbedaan Upacara Panggih Jogja dan Panggih Solo

Perbedaan Upacara Panggih Jogja dan Panggih Solo

Ritual Khas Pernikahan Jawa Jogja dan Jawa Solo

Perbedaan Upacara Panggih Jogja dan Panggih Solo. – Kalau membicarakan tentang pernikahan adat Jawa, tentu yang banyak diketahui adalah Adat Jawa Jogja dan Jawa Solo. Tata cara pernikahannya sedikit banyak memang serupa. Bahkan dalam hal busana dan dekorasinya pun sama. Termasuk juga di dalamnya Upacara Panggih. Kedua pernikahan adat tersebut sama-sama melaksanakan Urutan Lengkap Upacara Panggih.

Namun, taukah kamu bahwa terdapat perbedaan Upacara Panggih pada masing-masing tradisi tersebut? Nah, untuk tau apa perbedaan Upacara Panggih Jogja dengan Upacara Panggih Solo, simak penjelasan di bawah ini :

Penjelasan Singkat Upacara Panggih

Upacara Panggih sendiri merupakan pertemuan pengantin pria dengan pengantin wanita yang dilaksanakan pada acara resepsi berdasarkan Adat Jawa. Saat pelaksanaannya, kedua pengantin akan dibantu oleh orangtua yang diarahkan oleh seorang Juru Rias. Pelaksanaan Upacara Panggih ini pun dilaksanakan oleh seluruh tamu undangan lho.

Perbedaan Upacara Panggih Jogja dengan Upacara Panggih Solo

Penyerahan Sanggan

Perbedaan Upacara Panggih

  • Upacara Panggih Jogja

Sanggan merupakan sebuah wadah/bakul yang terbuat dari rotan berbentuk priuk. Isi sanggan pada Upacara Panggih Jogja beragam, yaitu sesisir pisang raja, gambir, kembang telon, suruh ayu, dan lawe wenang. Benda-benda tersebut memiliki maknanya tersendiri lho. Pisang raja memiliki pengharapan agar pengantin akan berwibawa seperti seorang raja. Gambir menjadi tanda bahwa kedua pengantin sudah mantab menikah. Kembang telon yang merupakan raja di taman, diharapkan untuk selalu mengingat nasihat dari kedua orangtuanya. Suruh ayu memiliki arti pengantin agar tampak cantik dan menarik. Terakhir, lawe wenang melambangkan ikatan suci pernikahan kedua pengantin.

  • Upacara Panggih Solo

Sanggan ini kemudian diisi dengan sesisir pisang raja beralaskan kertas keemasan, dan dibawa oleh pihak pengantin pria di barisan terdepan iring-iringan. Secara simbolis, pisang sanggan ini sebagai tanda bahwa pengantin pria ingin menebus pengantin wanita dari keluarganya.

Kembar Mayang

Nah pada tahap Kembar Mayang ini, perbedaan Upacara Panggih Jogja dan Solo terlihat jelas. Pada Upacara Panggih Jogja disebut Kepyok Kembar Mayang, di Upacara Panggih Solo disebut Bertukar Kembar Mayang. Kembar Mayang adalah rangkaian anyaman janur yang dijadikan hiasan.

  • Upacara Panggih Jogja

Pembawa Kembar Mayang pada Upacara Panggih Jogja biasanya budhe atau bibi mempelai pria. Seperti yang disebutkan di atas, pada Upacara Panggih Jogja tahapan ini disebut Kepyok Kembar Mayang. Kata kepyok berarti gerakan ulap-ulap atau bersentuhan. Kembar Mayang disini hanya disentuhkan kepada pengantin pria untuk membuang sial. Setelah disentuhkan, kembar mayang ini kemudian dibuang keluar.

  • Upacara Panggih Solo

Bertukar Kembar Mayang merupakan tahapan yang dilakukan hanya di Upacara Panggih Solo. Kembar Mayang pada Upacara Panggih Solo dibawa oleh 4 orang yang belum menikah, yakni 2 perempuan dan 2 laki-laki. Jika pada Upacara Panggih Jogja kembar mayang tanda membuang sial, pada Adat Solo, kembar mayang dari pengantin pria dibawa masuk dan diletakkan di samping pelaminan.

Oiya, pada Upacara Panggih Solo, pihak mempelai wanita juga membawa kembar mayang. Tapi, kembar mayang ini ditukar dengan milik pengantin pria. Kembar mayang dari keluarga wanita akan dibawa keluar. Nah, kembar mayang inilah yang berarti membuang sial.

Balangan Gantal

Perbedaan Upacara Panggih

Gantal merupakan daun sirih yang di dalamnya terdapat kapur sirih, kemudian diikat dengan benang. Balangan berarti saling melempar. Nantinya kedua mempelai akan saling melempar gantal kepada satu sama lain.

  • Upacara Panggih Jogja

Jumlah gantal pada Upacara Panggih Jogja adalah 7 buah gantal. 4 diantaranya dibawa oleh pengantin pria, dan 3 sisanya dibawa pengantin wanita. Kemudian dilemparkan secara bergantian. Tahapan ini mengartikan awal perkenalan kedua pengantin yang kemudian bersatu dalam ikatan dan kejernihan pikiran.

Perbedaan Upacara Panggih

  • Upacara Panggih Solo

Perbedaan Upacara Panggih

Tahap balangan gantal pada Upacara Panggih Solo ini memiliki ketentuan dari cara pelemparannya lho. Pengantin wanita akan melemparkan gantal-nya kearah kaki pengantin pria sebagai tanda akan menjadi istri yang patuh pada suami. Untuk pengantin pria, gantal dilemparkan ke jantung pengantin wanita sebagai tanda ia akan menjadi suami yang mengayomi istrinya.

Wiji Dadi (Wijikan dan Mecah Endog)

Wijikan berarti membasuh atau mencuci, mecah endog yaitu memecah telur. Pemecahan telur ini memiliki makna hilangnya keperawanan istri oleh suami.

  • Upacara Panggih Jogja

Pengantin wanita akan duduk dan mencuci kaki mempelai pria merupakan tanda pengabdiannya sebagai seorang istri. Dipandu oleh Juru Rias, telur yang ada sebelum dipecahkan akan disentuhkan terlebih dahulu ke dahi pengantin wanita. Kemudian diletakkan di baki yang disiapkan untuk mencuci kaki pengantin pria dan dipecahkan..

  • Upacara Panggih Solo

Bedanya dengan Upacara Panggih Jogja adalah telur ini dipecahkan sendiri oleh pengantin pria. Caranya dengan meletakkan telur di atas baki, yang kemudian diinjak oleh pengantin pria yang berdiri di depan pengantin wanita yang sedang duduk. Setelah telur dipecahkan, pengantin wanita akan membasuh dan membersihkan kaki suaminya.

Setelah membersihkan, akan ada yang namanya Junjung Drajat, yaitu suami akan membantu istrinya untuk berdiri. Disini berarti harkat, martabat, dan derajat keduanya setara.

Kalau di atas adalah Urutan Upacara Panggih yang sama namun pada pelaksanaannya berbeda, proses selanjutnya sangat berbeda :

 Upacara Panggih Jogja

  • Penyerahan Sanggan

  • Kembar Mayang

  • Balangan Gantal

  • Wiji Dadi (Wijikan dan Mecah Endog)

  • Menuju Pelaminan dengan Kelingking Saling Terkait

Kelingking kanan pengantin wanita akan saling terkait dengan kelingking kiri pengantin pria. Kemudian keduanya akan berjalan menuju ke pelaminan bersama-sama. Tahapan ini melambangkan tanggung jawab pengantin wanita sudah bukan lagi milik orangtuanya tetapi milik suaminya.

  • Tampa Kaya

Diisi dengan biji-bijian hingga uang logam, tampa kaya ini adalah lambing nafkah yang diberikan oleh suami kepada istri. Istri berkewajiban untuk sebijak mungkin dalam mengelola harta yang diberi dari suami. Saat proses pemberian harta ini, diusahakan untuk tidak berceceran. Karena tercecer merupakan lambang dari pemborosan.

Setelahnya dilanjutkan dengan memberikan tampa kaya tersebut kepada orangtua. Hal ini mengandung arti bahwa anak berbakti dan akan membantu apabila orangtua membutuhkan bantuan.

  • Dhahar Klimah

Pada tahap ini, pengantin pria akan membuatkan 3 kepal nasi yang kemudian nasi tersebut akan dimakan oleh pengantin wanita. Dhahar dalam bahasa Indonesia berarti memakan.

  • Mapag Besan

Disini orangtua pengantin wanita akan menjemput orangtua pengantin pria. Mapag berarti menjemput, dan Besan adalah orangtua menantu. Proses ini sebagai lambang kerukunan kedua belah pihak.

  • Sungkeman

Perbedaan Upacara Panggih

Puncak dari Upacara Panggih Jogja adalah sungkeman. Kedua pengantin akan sungkem kepada orangtua sebagai ucapan terimakasih untuk kasih sayang orangtua dan permohonan maaf atas kesalahan mereka. Penting diketahui, sebelum melakukan sungkeman, pengantin pria harus meletakkan kerisnya terlebih dahulu.

Baca juga,

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Upacara Panggih Solo

Video Upacara Panggih Solo

  • Penyerahan Sanggan

  • Kembar Mayang

  • Balangan Gantal

  • Wiji Dadi (Wijikan dan Mecah Endog)

Urutan Lengkap Upacara Panggih

  • Sinduran

Pada prosesi ini, kedua mempelai akan berdiri berdampingan dan diselimuti kain sindur oleh ibu mempelai wanita. Ujung dari kain sindur akan dipegang oleh ayah mempelai wanita. Kain Sindur merupakan selendang kain berwarna merah putih. Dibantu oleh sang ibu yang mendorong dengan memegang bahu pengantin dari belakang, kedua pengantin dipimpin sang ayah berjalan ke pelaminan. Hal ini melambangkan bimbingan sang ayah, dan dukungan dari ibu untuk rumah tangga kedua pengantin.

  • Pangkon Timbang

Ayah mempelai wanita akan duduk di pelaminan, kemudian kedua mempelai akan duduk masing-masing di paha sang ayah. Tahapan ini melambangkan bahwa ayah mempelai wanita sedang menimbang kasih sayang untuk kedua pengantin. Lalu ibu mempelai wanita akan bertanya pada sang ayah, “Berat yang mana pak?” yang dijawab sang ayah “Sama saja.” Ini berarti sang ayah akan memberikan kasih sayang seakan-akan keduanya adalah anaknya sendiri.

  • Tanduran/Tanem Jero

Disini sang ayah akan mendudukan kedua pengantin di pelaminan sembari memegang bahu keduanya. Seolah-olah seperti menanam/menancapkan keduanya sesuai dengan posisi masing-masing di rumah tangga.

  • Kacar Kucur

Perbedaan Upacara Panggih tahap ini hanya dari sebutannya saja, pada Upacara Panggih Jogja menyebut tampa kaya. Sedangkan disini tampa kaya adalah lambang hartanya, dan kacar kucur nama prosesinya. Nantinya mempelai wanita akan menerima harta yang diberikan suami dengan kacu gembaya. Setelah tampa kaya dituangkan, kemudian kacu gembaya diikat dan diberikan kepada ibunya. Ini memiliki makna bahwa saat mendapat rejeki, juga tak lupa dan berbagi pada orangtua.

  • Dulangan/Suap-suapan

Perbedaan Upacara Panggih

Berbeda dengan Upacara Panggih Jawa, pada proses ini kedua mempelai akan saling menyuapi nasi satu sama lain. Memiliki makna suami istri saling berbagi, kompak, dan saling menghargai.

  • Ngunjuk Tirta Wening

Setelah saling menyuapi, keduanya akan bersama-sama meminum air putih. Hal ini untuk melambangkan harapan kejernihan hati bagi keduanya.

  • Mapag Besan

  • Sungkeman

Perbedaan Upacara Panggih

Untuk mapag besan dan sungkeman tidak terdapat perbedaan Upacara Panggih Solo dengan Upacara Panggih Jogja. Prosesi dan maknanya juga sama.

Nah, meski terlihat serupa, ternyata lumayan banyak ya perbedaannya. Bahkan meski beberapa rangkaian pada Upacara Panggihnya sama, namun berbeda pada proses pelaksanaannya. Menarik sekali ya! Sekali lagi kita semakin menyadari keanekaragaman budaya di Indonesia meski hanya melihat dari prosesi pernikahan saja. Semoga bermanfaat ya!

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih. – Salah satu bagian dari prosesi pernikahan Adat Jawa lengkap adalah Upacara Panggih. Upacara Panggih ini ada sedikit perbedaan di berbagai bagian daerah di Jawa. Hal ini terutama karena perbedaan latar belakang juru rias atau dalam sebuah perkawinan Jawa disebut Juru Sumbaganya. Orang awam kadang menyebutnya “dukun”. Juru rias inilah yang akan menjadi penuntun pelaksanaan sebuah acara pernikahan Adat Jawa.

Kata Panggih adalah kata bahasa Jawa yang berarti “temu”. Jadi sesuai dengan asal katanya, Upacara Panggih ini merupakan upacara pertemuan antara pengantin lelaki dan pengantin perempuan.  Acara ini biasanya dilaksanakan setelah acara akad nikah secara agama.  Sedangkan acara Panggih ini mempunyai tujuan agar kedua mempelai dipertemukan dalam sebuah pertemuan yang disaksikan oleh seluruh undangan dan keluarga. Ini bertujuan agar nantinya dapat mencapai tujuan perkawinan yang diharapkan yaitu ketenangan dan kasih sayang dalam sebuah rumah tangga.

Untuk pelaksanaan Upacara Panggih yang umum dilaksanakan ada urut-urutannya juga yang harus diikuti oleh kedua pengantin. Orang tua dan para tamu juga harus mengikuti lho. Nah, di sini akan diuraikan urut-urutan Upacara Panggih yang dilaksanakan menurut Adat Jawa. Jikalau nanti kamu akan melaksanakan pernikahan mengikuti Adat Jawa akan mempunyai gambaran apa saja kira-kira yang akan dilaksanakan, ya!

Urutan Lengkap Upacara Panggih :

Sanggan

Pada acara Sanggan ini pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa uborampe yang harus disiapkan sebelumnya. Yaitu Sanggan yang terdiri dari pisang raja setangkep, sirih ayu, kembang setaman, dan benang lawe.  Perlengkapan ini dibawa oleh utusan dari pihak pengantin pria. Ini merupakan simbol untuk menebus pengantin wanita oleh pengantin pria kepada keluarga agar dapat dikeluarkan dan dipertemukan. Selain itu hal ini juga sebagai tanda perhatian kepada keluarga pengantin wanita dengan membawakan buah tangan atau oleh-oleh.

Kembar Mayang

Setelah bertemu dengan keluarga pengantin wanita, diadakan prosesi kembar mayang.  Adapun kembar mayang adalah rangkaian janur yang dipasang di sekeliling batang pisang. Ini akan membentuk gunung dengan hiasan utama bunga pinang, ditambah dengan daun beringin, nanas, melati, padi, kapas, dan cengkir. Singkatnya kembar mayang ini melambangkan bahwa dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dihadapi dengan tabah dan lurus. Sehingga akan terbentuk kehidupan yang saling mengayomi, berbahagia dan indah. Selain itu juga keluarga akan menjadi makmur dengan melimpahnya sandang dan pangan.

Disini kembar mayang berjumlah empat buah yang melambangkan status kedua mempelai masih bujangan dan perawan. Dalam acara ini kembar mayang disentuhkan kepada kedua mempelai dan setelah itu dibuang ke tempat tertentu. Dengan membuang kembang mayang ini diharapkan kesialan atau bencana juga ikut terbuang. Dengan harapan kedua pasangan pengantin nantinya tidak menghadapi kesulitan dalam perjalanan kehidupannya.

Adapun jumlah kembar mayang yang dipakai ada versi yang berbeda. Ada yang memakai 4 buah, tetapi ada yang mencukupkan dengan 2 buah saja. Hal ini tidak menjadi masalah mungkin yang penting adalah acara pembuangan yang dilambangkan seperti yang diuraikan di atas.

Urutan Lengkap Upacara Panggih

Balangan Gantal

Prosesi selanjutnya adalah acara Balangan Gantal (melempar gantal). Disini pengantin pria dan wanita saling melempar gantal. Gantal yang dilemparkan ini sudah disiapkan sebelumnya yang merupakan lintingan daun sirih sebanyak tujuh buah. Yang empat buah diberikan kepada pengantin pria sedangkan yang tiga buah diberikan kepada pengantin wanita. Prosesi ini merupakan lambang bertemunya pengantin dalam sebuah perjodohan yang diikat dengan benang kasih. Dan dengan benang kasih tersebut, dapat menghalau gangguan-gangguan yang bersifat ghaib. Hal inilah maksud dari pelemparan.

Wijikan dan Mecah Endog

Setelah acara Gantalan selesai kemudian diikuti dengan prosesi Wijikan. Dalam prosesi pengantin wanita membungkuk dan membasuh kaki pengantin pria dengan baki yang sudah disiapkan. Wijikan ini merupakan perlambangan bahwa seorang istri harus berbakti kepada suami yang menjadi pemimpinnya. Adapun kewajiban suami adalah mengayomi (melindungi) dan mengayemi (memberi ketenangan) kepada sang istri. Prosesi ini diikuti dengan mecah endog (memecah telur). Disini telur yang akan dipecahkan sudah disiapkan terlebih dahulu. Telur diambil oleh Juru Rias selanjutnya disentuhkan ke dahi mempelai. Setelah itu telur dipecah dengan cara dilemparkan ke bawah. Makna prosesi ini adalah bahwa suami istri dalam keluarga harus selalu berusaha mengutamakan pikiran dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang  dihadapi. Dengan demikian dapat diperoleh solusi yang merupakan hasil dari pemikiran bersama.

Untuk prosesi ini ada juga yang memakai urutan dengan memecah telur lebih dahulu oleh pengantin pria dengan cara diinjak di atas baki. Baru setelah itu kaki pengantin pria yang kotor dicuci oleh pengantin wanita. Disini yang ingin dilambangkan adalah bahwa pengantin prialah yang akan mengambil tanggung jawab atas pengantin wanita yang telah dinikahinya. Begitu juga semua hal yang nantinya akan dialami oleh keluarganya. Adapun istri selalu mendukung suami dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab tersebut.

Urutan Lengkap Upacara Panggih

Ngombe Degan

Urutan Lengkap Upacara Panggih selanjutnya adalah Ngombe Degan, ini berarti minum air kelapa muda. Di sini pengantin pria dan wanita saling minum air kelapa muda yang telah disiapkan.  Harapannya dengan prosesi ini keluarga yang terbentuk nanti akan menjadi keluarga yang berguna bagi masyarakat. Seperti halnya pohon kelapa yang merupakan pohon yang mempunyai banyak kegunaan. Selain itu juga, kehidupan keluarga akan selalu merasakan kesegaran dan kebahagiaan.

Singeb Sindur dan Kanthen Astha

Di prosesi ini sang ibu dari pengantin wanita menyelimutkan sindur (selendang) ke punggung mempelai. Kemudian ayah mempelai wanita memegangi ujung sindur dan kemudian membimbing kedua pengantin menuju kursi pelaminan. Pengantin pria dan pengantin wanita berjalan pelan-pelan sambil bergandengan kelingking (yaitu kelingking kiri pria menggandeng kelingking kanan wanita).

Dalam menjalankan prosesi ini diharapkan bahwa kedua pengantin akan selalu saling bersama dalam menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Di Urutan Lengkap Upacara Panggih, ini juga berarti orang tua masih tetap dapat memberi bimbingan kepada kedua pengantin.

Timbangan/Pangkon

Pangkon artinya pangku, disini dilaksanakan dengan cara sang ayah pengantin wanita duduk kemudian pengantin pria dan pengantin wanita masing-masing duduk di lutut. Sang ayah disini menimbang-nimbang kasih sayang yang akan diberikan terhadap kedua pengantin. Secara, pada Urutan Lengkap Upacara Panggih ibu pengantin wanita bertanya kepada sang ayah “awrat ingkang pundi?” (mana yang lebih berat). Dan sang ayah memberikan jawaban “niki sami mawon awrate” (ini sama saja beratnya). Di sini orang tua pengantin wanita dianggap sudah tidak membedakan lagi status anak dan menantu, pengantin pria sudah dianggap sama yaitu seperti anak-anaknya sendiri. Beliau tidak akan membedakan kasih sayang ataupun bimbingan yang akan diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang telah menikah tersebut.

Selanjutnya ayah memegang kedua pundak anak dan membimbing keduanya untuk duduk di pelaminan. Di sini sebagai orang tua sudah mengesahkan kedua anak untuk duduk berdampingan dan menempatkannya dalam sebuah rumah tangga.

Kacar Kucur atau Tampa Kaya (menerima penghasilan)

Prosesi ini dilaksanakan dengan cara pengantin pria menuangkan kaya (penghasilan nafkah). Dilambangkan dengan biji-bijian, bunga, uang logam, beras kuning, dan bumbu dapur. Kaya ini dituangkan ke kain yang dibentangkan oleh pengantin wanita. Setelah semua kaya dituangkan, kemudian pengantin wanita membungkusnya baik-baik lalu menyerahkannya kepada sang ibu.

Pada Urutan Lengkap Upacara Panggih, ini dilambangkan bahwa dalam rumah tangga, pengantin pria sebagai penanggung jawab ekonomi keluarga, harus memenuhi kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selanjutnya nafkah ini dikelola oleh pengantin wanita selaku istri.  Sang istri harus benar-benar mengelola dengan baik semua penghasilan yang telah diperoleh dan menggunakannya untuk keperluan keluarganya. Dan jika telah tercukupi, dapat juga ikut membantu orang tua.

Yuk simak juga Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Dhahar Klimah/Dhahar Kembul/Dulangan

Dalam acara Dhahar Klimah ini pengantin pria membuat kepalan-kepalan nasi yang diambil dari nasi kuning yang disiapkan, juga lauk pauk dan air minum. Selanjutnya pengantin wanita makan kepalan-kepalan nasi yang telah dibuatkan pengantin pria berikut lauk pauk dan yang lain.  Maksud yang dikandung adalah bahwa pengantin pria nantinya sebagai suami harus selalu memenuhi kebutuhan sang istri baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Hal itu berupa bimbingan-bimgingan dalam kehidupan berumah tangga. Selain itu juga sang istri diharapkan dapat menjaga rahasia keluarga dengan baik.

Urutan Lengkap Upacara Panggih

Sungkeman

Urutan Lengkap Upacara Panggih adalah Sungkeman. Kedua orangtua dari pihak pengantin pria maupun pengantin wanita duduk di tempat yang telah disediakan.  Pertama, pengantin wanita melakukan sungkem kepada ayahnya yaitu dengan cara berjongkok di hadapan ayah. Kemudian memohon restu ayah. Dalam keluarga Jawa yang bersifat patriarki, pria dianggap menjadi pemimpin keluarga, jadi pengantin wanita mendahulukan sungkem kepada ayah. Setelah selesai sungkeman kepada ayah dilanjutkan kepada ibu.  Pengantin pria juga melakukan sungkem kepada ayah mertua dan ibu mertua.  Sungkeman awal ini dilakukan kepada orang tua dari pengantin wanita dengan menghormatinya sebagai tuan rumah dan yang mempunyai hajad di acara pernikahan ini. Sungkeman selanjutnya kepada kedua orang tua pengantin pria. Disini pengantin pria melakukan sungkeman kepada ayah lalu kepada ibunya. Setelah selesai dilanjutkan oleh pengantin wanita kepada ayah mertua dan ibu mertua.

Makna yang terkandung berupa ungkapan rasa terima kasih kepada kedua orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Juga memohonkan doa restu agar nantinya keluarga yang akan dibina menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Itu juga berarti bahwa anak-anak bagaimanapun tinggi kedudukan ataupun pangkat yang dimilikinya tetaplah harus menaruh hormat kepada orangtua. Karena kedua orangtua lah yang telah melahirkan dan membesarkannya.

 

Selesailah Urutan Lengkap Upacara Panggih, yang merupakan bagian utama dalam sebuah perkawinan Adat Jawa.  Ada sedikit tambahan, yaitu Acara Mertui. Yaitu acara penjemputan orang tua pengantin pria oleh orang tua pengantin wanita di depan rumah. Acara ini biasanya dilakukan sebelum sungkeman. Tetapi untuk saat ini di masyarakat umum tidak banyak dilakukan. Tetapi untuk pengantin Adat Jawa yang ketat, terutama bagi bangsawan atau keturunan bangsawan atau Kraton Jawa. Hal ini masih dilakukan sebagai salah satu prosesi wajib yang tak dapat ditinggalkan.

Baca juga artikel Tradisional Yang Elegan! Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp