Syarat Menikah Dengan TNI AD, TNI AL & TNI AU

Syarat Menikah Dengan TNI AD, TNI AL & TNI AU

Syarat Menikah Dengan TNI AD, TNI AL & TNI AU 

 

Nikahan TNI Rumit? Jangan Khawatir! Berikut Daftar Berkas dan Persyaratan Nikah TNI AD 2018

Banyak yang beranggapan bahwa mengurus nikahan TNI itu sangat rumit dan ribet. Padahal sebetulnya,syarat dokumen untuk nikahan TNI tidak jauh berbeda dengan  pernikahan non-TNI.  Hanya saja sebelum memasukkan data ke KUA, mereka wajib melakukan tes khusus dan tahapan sesuai Peraturan Panglima TNI tentang Tata Cara Pernikahan.

Perbedaan mendasar tentang menikah dengan anggota TNI adalah seorang prajurit haruslah memiliki surat izin nikah (SIN) sebelum mendaftarkan diri ke kantor urusan agama (KUA). Setelah mendapatkan nomer surat tersebut, barulah akan dibuat kartu penunjukan istri yang artinya anda bisa melanjutkan proses pernikahan dengan anggota TNI.

Mungkin anda bertanya-tanya, sebenarnya kapan tni dapat izin menikah? Nah disinilah keistimewaannya. Seorang prajurit TNI baru bisa menikah setelah mendapatkan izin dari atasan atau pejabat yang berwenang. Sebelum menghadap atasan, berikut ini daftar berkas atau dokumen Persyaratan Nikah TNIAD 2018 yang harus anda persiapkan:

  1. Surat permohonan izin kawin dari satuan Kompi.
  2. Surat permohonan izin kawin dari satuan Batalyon.
  3. Surat keterangan dari bagian personalia Batalyon.
  4. Surat persetujuan dari para bapak/wali calon istri atau calon suami.
  5. Surat yang menyatakan belum pernah menikah dari kedua belah pihak (ditandatangani oleh lurah, camat dan kepala KUA).
  6. Surat keterangan belum menikah (janda dari pamong praja setempat).
  7. Surat pernyataan kesanggupan calon istri untuk mendampingi prajurit dan memahami kewajiban sebagai istri anggota TNI AD yang dibubuhi materai.
  8. Surat keterangan menetap bagi kedua orang tua (wali) dari calon suami dan istri yang diketahui oleh aparat desa domisili mereka.
  9. Surat Keterangan Bersih Diri (SKBD) yang harus ditandatangani oleh muspika yaitu: lurah, camat, danramil dan kapolsek.
  10. Surat pernyataan pendapat dari pejabat agama TNI Angkatan Darat.
  11. Surat keterangan dokter militer.
  12. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari calon istri dan kedua orang tuanya. (Jika orang tua adalah TNI/Polri, lampirkan security clearance dari satuannya).
  13. Melampirkan berkas atau surat keterangan untuk nikah (model N1), Surat keterangan asal-usul (model N2) dan surat keterangan tentang orang tua (model N4) dari kantor KUA domisili.
  14. Jika berstatus janda/duda, lampirkan surat keterangan cerai/kematian pasangan terdahulu.
  15. Surat pernyataan yang berisi kesanggupan untuk merawat anak tiri, apabila calon sudah memiliki anak.
  16. Surat keterangan pindah agama jika calon beralih agama ketika akan menikah.
  17. Surat pernyataan yang berisi kesanggupan untuk menjadi anggota persatuan istri prajurit (PERSIT). Jangan lupa untuk menghafal mars dan hymne Kartika Chandra Kirana sebagai salah satu syarat ibu persit yang harus dikuasai.
  18. Surat pernyataan yang berisi kesanggipan untuk berdomisili/tinggal di asrama.
  19. Surat pernyataan yang berisi kesanggupan memasuki/akseptor KB (Keluarga Berencana).
  20. Melampirkan fotokopi KTP calon istri dan kedua orang tuanya.
  21. Fotokopi akta kelahiran calon suami dan calon istri.
  22. Fotokopi ijazah terakhir.
  23. Resume riwayat pendidikan.
  24. Surat Keterangan Hasil Penelitian Personel atau SKHPP.
  25. Menyiapkan pasfoto calon suami istri ukuran 6 x 9 sebanyak 10 lembar (foto gandeng menggunakan pakaian dinas harian untuk calon suami dan pakaian persit untuk calon istri).
  26. Pasfoto calon istri ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar mengenakan pakaian persit .

Selain dokumen, juga ada beberapa tahapan lain yang harus dilaksanakan seperti:

  1. Penelitian Khusus atau Litsus

Jangan lupa untuk banyak membaca materi tentang ilmu kewarganegaraan. Oh iya, tahapan ini juga untuk mengecek tentang pandangan anda mengenai gerakan terlarang seperti gerakan-gerakan makar di Indonesia seperti PKI.

  1. Pemeriksaan Kesehatan

Jangan sembarangan ya, untuk uji kesehatan haruslah dilakukan di rumah sakit khusus TNI AD. Tidak hanya calon istri, namun juga calon suami harus melakukan pemeriksaan kesehatan ini.Jangan khawatir dengan banyaknya rumor tentang uji keperawanan. Karena hal tersebut bukanlah satu dari persyaratan nikah TNI. Uji kesehatan meliputi jantung tes urin, cek darah, rontgen di bagian dada dan lain sebagainya.

  1. Pembinaan Mental

Jangan membayangkan ini seperti sidang nikah TNI. Pembinaan mental berisi tentang bagaimana masing-masing mengemukakan kepribadiannya. Pada beberapa kesempatan, terkadang anda mungkin akan ditanyakan tentang pengetahuan agama. Selain itu, anda akan mendapatkan nasihat dalam menjalani kehidupan berumahtangga.

  1. Menghadap ke pejabat kesatuan calon suami

Jika semua persyaratan nikah dengan TNI anda sudah lengkap, maka saatnya menghadap pejabat kesatuan sang calon suami. Pada tahap ini, anda akan memberikan laporan secara administratif yang telah dilalui.

  1. Pengajuan nikah ke KUA

Setelah itu, barulah anda dapat mengajukan tanggal untuk bisa menikah secara sah dalam catatan sipil.

Ternyata Persyaratan Nikah TNIAD 2018 ini super lengkap dan banyak ya! Rata-rata, untuk bisa menyelesaikan semua persyaratan diatas memakan waktu mulai dari satu hingga dua bulan. Oleh karena itu, sebaiknya anda menyiapkan Persyaratan Nikah TNI ini jauh-jauh hari. Apalagi jika anda dan calon suami tinggal di domisili yang berbeda. Selamat berjuang ya!

Artikel Terkait

 

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp