Ini Dia Makna Dari Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Ini Dia Makna Dari Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Ini Dia Makna Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Untuk apa sebenarnya Bleketepe dalam pernikahan? Nah, Ini dia Makna pemasangan Bleketepe yang harus kamu tau. Pemasangan Bleketepe yang di lakukan oleh orang tua pengantin merupakan sebuah perwujudan dari suatu tempat pensucian khayangan para dewa yang disana di namakan dengan Bale katapi. Sedangkan Bale yang mempunyai arti tempat, kemudian Katapi mempunyai makna Membersihkan dan serta memilahkan kotoran-kotoran untuk kemudian di buang. Sebenarnya pemasangan Bleketepe dapat di artikan secara luas sebagai ajakan Bapak Ibu dan calon pengantin kepada semua orang yang terlibat pada acara hajatan yang di gelar tersebut untuk berproses mensucikan hati bersama. Kemudian siapapun yang di undang dan juga masuk dikelilingi Bleketepe serta mengikuti upacara yang di laksanakan tersebut maka dengan harapan akan bersih lahir batin.foto tuwuhan bleketepe pernikahan adat jawa alienco photography

Bukan hanya itu tetapi ada yang lainnya pula. Ini Dia Makna Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau, jika harapan untuk menjadi suci terwujud, maka semua orang yang di undang masuk ke tempat upacara tersebut akan menjadi suci serta dapat memancarkan cahaya kesucian yang disebut dengan Nur Harapan supaya semua Orang yang terlibat di dalam upacara perkawinan memancarkan Nur atau cahaya yang di simbolkan dengan adanya pemasangan janur ataupun daun kelapa muda di semua area upacara pernikahan tersebut. Selain itu juga pemasangan Bleketepe ini di maksudkan untuk tolak bala ataupun juga bisa di artikan sebagai permohonan supaya dari awal hingga akhir dalam upacara pernikahan tersebut terhindar dari mara bahaya dan juga segala yang jahat. Baik itu yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Ini Dia Makna Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau – Bleketepe ini di lakukan oleh orang tua pengantin pada awal pemasangan Tarub. Bleketepe ini terbuat dari daun kelapa yang masih hijau dan kemudian di anyam dngan ukuran kisaran 50 cmm x 200 cm. tentu kita sudah mengetahui makna dari pemasangan Bleketepe tersebut, semoga hal tersebut menambah wawasan pengetahuan kita.

Silakan Baca Juga : Perbedaan Antara Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa JogjaUpacara-upacara pra nikah adat jawa, 14 Tatacara Persiapan Pernikahan Adat Jawa

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman

Dalam pernikahan banyak sekali prosesi yang akan di lalui oleh pengantin, disini kami akan mencoba mengulas mengenai Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman. Tumbuhan padai merupakan lambang dari kehidupan pokok dari masyarakat jawa yang memang sebagian besar hidupnya dari pekerjaan bertani. Di samping itu juga tumbuhan padi ini dalam adat kepercayaan jawa mempunyai hubungan yang erat dengan Dewi Sri yang di Anggap sebagai Dewi rumah tangga atau dewi kesuburan. Melalui simbol padi, orang tua disini mengharapkan kehidupan yang bahagia dari kedua mempelai tersebut.

contoh foto siraman jawa modern jasa tengah yogyakarta
alienco.net

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman selain padi dalam Tuwuhan prosesi siraman tersebut bukan hanya pasang padi saja tetapi ada hal yang lainnya diantaranya:

Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Maksud dari dipilih pisang yang sudah masak adalah, di harapkan dari pasangan tersebut setelah menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja ini mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan di nikahkan tersebut kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti halnya Seorang raja.

Simbolis berikutnya dalam acara tuwuhan dengan menggunakan Tebu wulung berwarna merah. Tebu ini di maknakan sebagai sumber rasa manis, ini di gunakan untuk melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang jawa berarti sepuh ataupun tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan di harapkan kedua mempelai mempunyai jiwa yang sepuh yang selalu bertindak dengan kebijaksanaan.

Kemudian Cengkir Gading ,ini merupakan simbol dari kandungan sebagai tempat jabang bayi atau lambang keturunan, kemudian daun r

andu ini di simbolkan juga sebagai sandang dan juga pari sewuli yang memunyai arti pangannya selalu tercukupi, yang terakhir adalah gohong apa-apa ataupun bermacam-macam dedaunan seperti halnya daun beringin yang melambangkan pengayoman dengan harapan terbebas dari segala halangan.

Demikian Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman, yang banyak mengandung makna, semoga ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita semua.

Perbedaan Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa Jogja

Perbedaan Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa Jogja

Perbedaan Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa Jogja

Indonesia dengan berbagai macam etnisnya memberikan keberagaman budaya bagi bangsa ini. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang berbeda- beda, hal inilah yang mengakibatkan setiap ritual yang ada di daerah satu berbeda dengan didaerah yang lainya. Tak terkecuali dalam hal upacara pernikahan. Meski hampir satu rumpun, tahukan anda bahwa antara daerah solo dan daerah Jogja memiliki budaya pernikahan yang sudah berbeda.

Meski Satu Rumpun, Pernikahan Adat Solo dan Adat Jogja Memiliki Beberapa Perbedaancontoh pernikahan adat jawa dengan konsep unik dan menarik

meski satu Etnis Jawa dan tempatnya juga hampir berdekatan, antara pernikahan Adat Jawa Solo dengan pernikahan adat Jawa Jogja memiliki perbedaan yang cukup signifikan jika dilihat dari ritual yang harus dijalani calon mempelai. Dari pada sobat penasaran, berikut kami paparkan perbedaan ritual pernikahan adat Jawa Solo dengan pernikahan adat Jawa Jogja:

Pertama, pada pernikahan adat Jawa Solo ada upacara yang dinamakan dengan tradisi potong rambut dan Dodol Dawet (dodol (bahasa Jawa) = jualan). Sementara itu di pernikahan adat Jawa Jogja tidak ada namanya tradisi potong rambut atau Dodol Dawet (jualan dawet). Setelah melakukan siraman pengantin langsung diteruskan dengan tradisi Dulangan.

Kedua, perbedaan yang mencolok lainya adalah ketika malam “midodareni”. Dalam pernikahan adat jawa solo terdapat tradisi yang dinamakan ‘upacara jual beli kembang mayang’. Sedangkan untuk perniakahan adat Jawa Jogja, kembang Mayang sudah dipersiapkan sejak sore sebelum dilakukanya acara Malam Midodareni.

Ketiga,  perbedaan lainya dapat anda temui pada pelakasanaan Panggih. Untuk upacara lempar sirih pada pelaksanaan panggih pernikahan adat Jawa Solo hanya melakukanya satu kali pelemparan saja, baik itu dari mempelai wanitanya atau mempelai perempuanya. Sementara dalam pernikahan adat jawa Jogja bagi seorang pria harus melempar 4 sirih, dan wanitanya melempar 3 linting daun sirih.

Sekarang anda sudah tahu bukan? Perbedaan Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa Jogja. Sekian dulu ulasan dari kami, semoga bermanfaat.

Mau Tahu Tata Cara Tradisi Pernikahan Adat Jawa Tengah?

Mau Tahu Tata Cara Tradisi Pernikahan Adat Jawa Tengah?

Tradisi Pernikahan Adat Jawa Tengah

Setiap daerah yang ada di Indonesia pasti memiliki adat istiadat pernikahan yang unik. Meski daerah satu dengan daerah lain memiliki perbedaan tatacara dalam menyelenggarakan pernikahan, namun esinsi/ inti dari pernikahan setiap daerahnya sama.

Jawa Tengah Ternyata Memiliki Budaya Pernikahan Yang Unik

Inilah Tradisi Pernikahan Adat Jawa Tengah :

Salah satu daerah yang memiliki ciri khas budaya dalam pernikahanya adalah Jawa Tengah. Memiliki ritual tersendiri, tradisi pernikahan adat Jawa Tengah sangatlah khas dan jarang anda bisa temui di daerah- daerah lain. Untuk lebih jelasnya, berikut tata cara pernikahan yang ada di Jawa Tengah.

  1. Midodareni

    kumpulan foto persiapan pernikahan malam midodareni
    alienco

Midodadareni adalah acara silaturrahmi serta perkenalan antara keluarga calon mempelai. Disana nantinya ada pembicaraan antar sesepuh keluarga mengani pernikahan putra/ putri calon mempelai mereka.

  1. Upacara Injak Telur

Upacara Injak Telur ini mengandung makna agar pengantin wanitanya segera memiliki keturunan. Pasalnya upacara injak telur ini sangat diidentikkan dengan pecah wiji dadi.

  1. Sikepan Sindur

Sikepan sindur ini dilakukan oleh ibu pengantin wanita. Sementara makna dari upacara ini adalah dengan sindur diharapkan mereka akan semakin erat karena dipertemukan/ dipersatukan oleh sang ibunda.

  1. Acara Pangkuan

Acara ini biasa juga disebut dengan ungkapan timbang bobot. Pada ritual ini pengantin laki-laki akan duduk di paha sebelah kanan sang ayah dan untuk pengantin wanitanya akan duduk disebalah kiri paha sang ayah pengantin wanita. Lalu sang ayah akan di tanya oleh ibu, mana diantara keduanya yang paling berat! Maka ayah akan menjawab sama berat.

  1. Kacar Kucur

    contoh foto siraman jawa modern jasa tengah yogyakarta
    alienco

Upacara ini memberikan gambaran betapa sulitnya mencari nafkah dalam kehidupan rumah tangga yang dilambangkan dengan biji-bijian, beras kuning, dan uang recehan yang semuanya akan diberikan kepada sang ibu. Pemberian kepada sang ibu ini melambangkan mereka selamanya tidak akan pernah lupa kepadanya.

  1. Dulang-Dulangan/ Dahar Klimah

Kedua mempelai akan saling suap- suapan sebanyak 3 kali lalu dilanjutkan dengan minmu air putih. Itulah beberapa rangkain Tradisi pernikahan adat Jawa Tengah yang sobat harus tahu, semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih. Alienco.net

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp