Wajib Ketahui! Prosesi Pra Pernikahan Adat Gorontalo

Wajib Ketahui! Prosesi Pra Pernikahan Adat Gorontalo

Wajib Ketahui! Prosesi Pra Pernikahan Adat Gorontalo

Jika beberapa waktu lalu Alienco sempat membahas mengenai konsep pernikahan berdasarkan prosesi adat, seperti Adat Jawa, Adat Sunda, dll. Nah pada artikel kali ini Alienco akan berbagi informasi mengenai pernikahan berdasarkan prosesi Adat Gorontalo. Mungkin beberapa dari kalian masih banyak yang belum mengetahuinya kan? Karena prosesi dengan Adat Gorontalo ini termasuk yang jarang kita tau. Meski begitu, prosesi dengan Adat Gorontalo ini sangat menarik untuk kita ketahui lho.

Gorontalo merupakan satu daerah yang berada di ujung utara Pulau Sulawesi, tepatnya Provinsi Gorontalo, berdekatan dengan Sulawesi Utara. Pada rangkaian prosesinya, ternyata ada beberapa tahapan lho. Mulanya akan ada prosesi pra pernikahan dan prosesi hari H. Di artikel ini Alienco akan membahas pada tahan prosesi pra pernikahan, yaitu upacara Momondho dan upacara Modutu.

Upacara Momondho

Momondho ini memiliki arti pengesahan yang menyatakan kedua calon pengantin sudah siap menikah. Pada upacara Momondho, kedua calon pengantin akan dibekali nasihat-nasihat mengenai kehidupan berumah tangga. Bertujuan agar kedua calon pengantin nantinya akan siap saat sudah berumah tangga, biasanya akan digelar pada 40 hari jelang hari pernikahan.

Semenjak upacara Momondho hingga hari H pernikahan, mempelai wanita akan diperlakukan secara khusus. Menjalani berbagai ritual untuk merawat tubuh agar tampil cantik pada hari pernikahan dengan dibantu oleh keluarganya. Bahan yang digunakan untuk perawatan tubuh tersebut  menggunakan bahan tradisional, seperti batang pohon mangga kulitnya digerus, dicampur air rendaman beras untuk dijadikan lulur.

Jika pada Adat Jawa aka nada proses pingitan, begitu juga dengan Adat Gorontalo. Mempelai wanita akan menjalani proses pingitan, yang mana ia tidak akan diijinkan untuk keluar rumah sejak dimulainya upacara Momondho. Hal ini untuk menjaga mempelai wanita dari polusi yang dapat merusak perawatan tubuhnya.

Simak juga Tahapan Lengkap Prosesi Pernikahan Adat Batak

Upacara Modutu

Selanjutnya adalah upacara Modutu, yang mana setelah menerima nasihat-nasihat di upacara Momondho, mempelai wanita akan menerima biaya dan bantuan dana pernikahan dari pihak pria. Proses pemberiannya pun ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu :

Tonggu

Ini adalah pembayaran adat dari pihak pria kepada keluarga mempelai wanita untuk menyampaikan maksud dan tujuan atas kedatangan mereka.

Kati

Disini sebagai pembayaran adat, memilih kakak atau adik dari mempelai untuk meminta direstu kepada seluruh anggota keluara mempelai wanita.

Tonelo

Seperti halnya seserahan, tonelo berarti mas kawin. Tonelo memiliki makna sebagai jaminan dari pengantin pria terhadap pengantin wanita.

Tutu Lopolidudu

Merupakan pembayaran adat yang diserahkan kepada perias pengantin dan juga pelaminan. Karena keduanya berperan penting untuk merias mempelai dan memperindah tempat pernikahan.

Baluwa Loumonu

Pada Adat Gorontalo ada yang disebut juru langir. Juru langir ini merupakan orang yang akan membantu perawatan kecantikan bagi mempelai wanita. Nah pada baluwa loumonu ini pembayaran adat diberikan kepada juru langir.

Tapahula

Tidak seperti pembayaran adat lainnya yang berupa uang, tapahula merupakan kosmetik, pakaian, dan perlengkapan lainnya untuk mempelai wanita.

Pomana

Digunakan sebagai simbol persatuan dari kedua pengantin berupa tempat sirih pinang. Selain itu, sirih pinang juga memiliki makna yang dalam, sirih yang bermakna urat serta pinang bermakna daging. Terdapat pula gambir yang mengandung makna darah dan tembakau yang memiliki makna rambut dan aroma tubuh.

Ayuwa

Berisi buah-buahan, seperti jeruk bali, nanas, nangka, tebu, dan kelapa. Buah-buahan yang dipilih juga memiliki arti lho, yaitu jeruk bali bermakna otak, nangka melambangkan perut, dan lain-lain. Ayuwa ini merupakan ungkapan bahwa kedua mempelai menunjukkan ramah tamahnya kepada satu sama lain.

 

Nah menarik banget ya ternyata. Selain itu masih banyak hal unik dan menarik yang bisa dibahas dari prosesi pernikahan Adat Gorontalo lho! Lain kali Alienco akan ulas lebih lengkap. Ditunggu ya!

Info Lengkap Busana Pengantin Pernikahan Adat Koto Gadang

Info Lengkap Busana Pengantin Pernikahan Adat Koto Gadang

Info Lengkap Busana Pengantin Pernikahan Adat Koto Gadang

Kalian mungkin sudah banyak melihat pernikahan dengan konsep adat kan? Karena hingga kini masih banyak pasangan pengantin yang memilih menggunakan konsep tradisional adat daerah mereka sebagai konsep pernikahannya. Pernikahan Adat Jawa, Adat Sunda, Adat Batak merupakan beberapa contoh prosesi adat yang sering digunakan, selain itu ada juga prosesi pernikahan dengan Adat Minang. Pada pernikahan adat tentu yang sangat menarik adalah busana pengantinnya. Setiap adat memiliki ciri khas dan makna pada tiap busananya.

Seperti contoh pada Adat Minang, di kepala pengantin wanita terdapat hiasan kepala berupa tiara yang tersusun dari barisan sunting. Namun, ternyata ranah Minang, tepatnya Sumatera Barat, tidak hanya memiliki satu adat pernikahan saja lho! Selain Adat Minang tepatnya Padang Pesisir, ada pula sebuah konsep pernikahan Koto Gadang. Oiya, jika secara geografis, busana Adat Minangkabau biasanya untuk pengantin yang berasal dari Padang Pesisir. Sedangkan Koto Gadang merupakan wilayah yang berada di dataran tinggi Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Mungkin kamu pernah membaca artikel Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang! kan?  Nah kali ini Alienco akan berbagi informasi mengenai busana pengantin Koto Gadang. Supaya kalian tidak bingung membedakan busana pengantin Adat Minangkabau dan Adat Koto Gadang.

Busana Pengantin Pria

Untuk busana pengantin pria atau bisa juga dipanggil marapulai, mereka akan memakai Baju Gadang atau bisa disebut Baju Roky. Warnanya dipilih yang senada dengan busana pengantin wanita. Biasanya menggunakan kain yang bernuansa keemasan. Warna emas tersebut juga bisa dipadukan dengan warna lain, entah itu emas-putih, emas-ungu, emas-biru, dan sebagainya. Yang jelas warna emas yang selalu ada. Baju Gadang dipasangkan dengan celana panjang yang longgar, juga dengan warna yang senada. Untuk melengkapi penampilannya, biasanya akan ada balapak digunakan sebagai kain samping. Juga dengan keris yang diselipkan di pinggang pengantin pria.

Busana Pengantin Wanita

Jika pada busana pengantin Adat Minangkabau pengantin wanita menggunakan tiara di atas kepalanya, pada busana pengantin wanita Koto Gadang berbeda. Pengantin wanita Koto Gadang akan mengenakan penutup kepala sederhana yang terbuat dari beludru dengan sulam emas berupa selendang, atau biasa disebut Tengkuluk Talakuang. Untuk bajunya, pengantin wanita akan menggunakan baju kurung berbahan beludru Batabua. Pada kain beludru tersebut juga bertabur beberapa kalung emas, yaitu kalung dukuah, kalung cakiek, juga kalung keroncong, bahkan juga kalung dirham. Seperti pada pengantin pria, kain bapalak juga digunakan oleh pengantin wanita. Namun tidak disamping, pada pengantin wanita kain tersebut digunakan sebagai selendang yang disampirkan di bahu.

Untuk aksesoris, pengantin wanita akan mengenakan beberapa perhiasan. Gelang yang disebut garobah dengan ukuran besar beserta gelang-gelang kecil sebagai pelengkap yaitu gelang marjan, gelang pilin kepala bunting dan kareh emas. Memiliki khas pernak-pernik berwarna keemasan, pada jemari pengantin wanita Koto Gadang akan memakai beberapa cincin. Seperti cincin mato tujuh, cincin mato lima, cincin kankuang, cincin mato berlian, dan cincin belah rotan. Mato atau mata, merupakan hiasan yang terdapat pada cincin tersebut.

Berikut beberapa foto pengantin dengan busana Koto Gadang yang pernah Alienco abadikan :

Unik banget kan? Nggak hanya busana pengantin Koto Gadang aja lho. Busana pengantin dengan konsep tradisional dan adat lainnya juga unik dan sangat menarik untuk disimak, tentu saja juga dilestarikan. Nah sekian artikel kali ini, selanjutnya Alienco akan bahas mengenai busana pengantin yang lain! Ditunggu ya!

Tips Kombinasikan Dekorasi Pernikahan Tradisional dan Modern

Tips Kombinasikan Dekorasi Pernikahan Tradisional dan Modern

Tips Kombinasikan Dekorasi Pernikahan Tradisional dan Modern

Mempersiapkan pernikahan memang repot yang menyenangkan. Apalagi ketika menentukan konsep pernikahan. Meskipun membingungkan dengan banyaknya pilihan konsep, tapi memilihnya merupakan keseruan persiapan pernikahan. Mulai dari konsep pernikahan modern, serta beragam konsep tradisional berdasarkan adat yang ada di Indonesia. Tentu setiap konsep memerlukan dekorasi yang berbeda.

Biasanya dari pihak orang tua, lebih sering menyarankan pernikahan diadakan dengan konsep tradisional. Sedangkan kamu dan pasangan ingin konsep modern. Mengatasi perbedaan tersebut bisa lho. Ketika bingung menentukan akan menggunakan konsep modern atau tradisional, kamu bisa menggabungkan keduanya. Perbedaan tersebut bisa disatukan dengan mengkombinasikan dekorasi dari kedua konsep tersebut.

Yuk langsung simak beberapa tips di bawah ini :

Perbanyak Referensi

Kalau kamu terlalu takut atau bingung mengkombinasikannya, saat ini mencari informasi sudah sangat mudah lho. Tentunya di internet akan banyak referensi yang bisa ditemukan. Atau kamu bisa bertanya-tanya pada teman, anggota keluarga, atau siapapun yang berpengalaman. Kumpulkan dan catat ide-ide yang kamu dapat. Kemudian diskusikan dengan pasanganmu bagaimana baiknya.

Baca juga 3 Alasan Kenapa Memilih Konsep Prosesi Adat Untuk Pernikahan

Kombinasikan Berbagai Pola dan Warna

Yang menarik dari konsep tradisional adalah kamu tidak perlu memikirkan lagi ornament dekorasi apa yang cocok. Karena keberagaman varian pola dan warna yang ada memudahkanmu untuk mix and match dengan berbagai benda. Untuk memadukannya dengan perabotan modern juga tidak sulit kok.  Jangan takut untuk mencoba berbagai padu padannya ya! Kamu juga bisa sambil mencari-cari referensi dari internet atau bertanya kepada teman yang berpengalaman.

Datangi Pameran Pernikahan

Ada pameran pernikahan yang sedang diselenggarakan di kotamu? Kalau begitu jangan sia-siakan kesempatan ini. Disana pasti akan ada ratusan vendor yang siap membantumu. Kamu bisa mengajak pasanganmu kesana. Selain vendor dekorasi yang sudah pasti kamu butuhkan, banyak juga vendor lain yang bisa melengkapi kebutuhanmu, seperti vendor foto, vendor katering, dan sebagainya. Kamu bisa jalan-jalan dengan pasangan dan bertemu serta diskusi langsung dengan beberapa vendor sekaligus dalam satu hari. Tidak selelah jika kamu survei satu persatu di internet dan mendatanginya. Cukup menyiapkan uang untuk tiket masuk pameran, maka banyak persiapan pernikahanmu yang bisa selesai sekaligus disini.

Menggunakan Wedding Organizer

Ngga pede dengan kemampuan mix and match dan hasil browsing kamu dan pasangan? Sudah pergi ke pameran pernikahan? Nah tentunya kamu sudah menemukan beberapa vendor incaran. Ini saatnya kamu minta bantuan ke tenaga profesional, yaitu Wedding Organizer. Banyak juga Wedding Organizer yang siap mewujudkan ide mix and match yang kamu buat kok. Kamu bisa mencari Wedding Organizer yang sesuai kriteria dengan melihat portofolio mereka. Tinggal mengatur jadwal temu dan diskusikan konsep kalian.

Jangan lupa lihat juga artikel ini ya 6 Pertanyaan Wajib Saat Meeting Dengan Vendor

Jangan Lupakan Nilai Budaya

Konsep tradisional, terutama tata cara adat istiadat tentunya memiliki nilai-nilai budaya suku tersebut. Kamu tidak boleh sampai mengabaikan hal ini ya. Jangan menggunakan barang atau pola, bahkan aksara khusus tanpa tau maksud dan maknanya. Semua yang berhubungan dengan adat biasanya memiliki arti yang mendalam bagi suku tersebut.

 

Nah, mudah kan? Kalau kamu mengikuti tips-tips di atas, pernikahan impian dengan kombinasi 2 konsep dekorasi akan terlihat blend dan yang pastinya memorable. Kamu punya tips lain? Boleh banget berbagi di kolom komentar yang ada di bawah ya!

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Kamu pasti sudah pernah membaca artikel Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco ini, kan? Nah sebagai bagian dari Suku Minangkabau, tradisi di Koto  Gadang memiliki banyak kesamaan dengan tradisi yang ada pada Suku Minangkabau termasuk dalam hal ini adalah tradisi pengantin. Prosesi pengantin pada Suku Minangkabau memiliki tatacara yang cukup banyak. Namun demikian, pada adat di Nagari Koto Gadang hal ini dibuat lebih sederhana. Jika ingin lebih tahu mengenai tradisi pernikahan di Koto Gadang, Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan Koto Gadang di bawah ini!

Mencari Jodoh

Sebagaimana layaknya pada banyak suku di Indonesia, jodoh bagi seorang gadis lebih ditentukan oleh pihak orang tua ataupun orang-orang yang lebih tua dari kalangan keluarga. Tradisi ini juga berlaku pada Suku Minangkabau. Setelah melihat sang gadis telah menjadi perawan yang telah tiba waktunya untuk menikah maka orangtua dan kerabat yang dituakan di kalangan keluarga si gadis telah bersiap mencari-cari dan memilihkan suami yang akan menjadi pendamping si gadis. Acara ini dilaksanakan secara khusus dengan mengadakan pertemuan dan permusyawaratan di rumah sang ibu. Di sini yang diajak dalam permusyawaratan antara lain ayah dan ibu, mamak-mamak (paman) si gadis dan saudara perempuan ibu lainnya. Pelaksanaan pertemuan khusus ini sengaja dilakukan pada malam hari agar tidak banyak diketahui oleh tetangga ataupun pihak lainnya.

Maresek-resek

Acara ini merupakan langkah penjajakan kepada kedua orang tua calon dari jodoh yang dianggap sesuai. Di sini yang berperan adalah saudara-saudara perempuan ibu dan kerabat dekat lainnya dari pihak perempuan. Acara dilakukan dengan kunjungan ke orang tua calon yang diinginkan untuk dijodohkan. Tentunya tidak secara langsung karena memang di Indonesia ini basa-basi masih sangat berperan. Setelah bertemu dengan kedua orang tua calon jodoh yang diharapkan, maka diadakan percakapan-percakapan yang bersifat silaturahmi dan saling menanyakan kabar. Dilanjutkan dengan bincang-bincang ringan, dan selanjutnya dilanjutkan dengan acara inti yaitu menyampaikan keinginan melakukan perjodohan anak gadis dengan anak laki-laki tuan rumah.

Ma Antakan Tando

Jika kedua orang tua calon jodoh menerima dan menyambut baik langkah perjodohan ini maka akan dilakukan acara selanjutnya yaitu pertemuan dengan kerabat lain yang lebih banyak. Dalam acara ini diharapkan hadir adalah mamak-mamak, orang Sumando, mak dang, Etek, Bako dan Ipa-Bisan lainnya yang mungkin belum tahu tentang hal ini. Di sini disampaikan hasil dari pertemuan dengan calon jodoh laki-laki. Setelah itu dibuatlah persiapan untuk melakukan acara Ma Antakan Tando yaitu memberi antara sebagai tanda perjodohan. Di suku Minangkabau ini yang berperan aktif dalam hal ini adalah dari pihak perempuan. Sedangkan dari pihak keluarga besar calon jodoh melakukan persiapan menyambut kedatangan pihak wanita. Hal ini dilakukan melalui musyawarah dengan keluarga besar lainnya dari pihak laki-laki.

Upacara Pernikahan

Lazimnya pernikahan dilakukan pada siang hari sebelum waktu sholat dzhuhur. Acara dilaksanakan di kediaman pengantin wanita. Sebelum sampai di acara pernikahan (akad nikah), dilakukan penjemputan calon pengantin laki-laki oleh utusan dari keluarga wanita. Utusan ini dibekali dengan berbagai perangkat bawaan diantaranya Boko (kotak) yang berisi pilih pan japuik. Ini merupakan simbol dari adat penjemputan. Pada acara ini di sediakan uang sebesar Rp 10.000. Dari uang ini separuh diberikan kepada Kekerabatan Anak nagari dan separuh lagi diberikan kepada orang tua pengantin laki-laki. Tak lupa disertakan carano (dulang) sirih lengkap yang merupakan bawaan yang tak boleh dilupakan. Kelengkapan lainnya adalah uang logam Rp 100 an sebanyak 10 buah dan Rp 1000an sebanyak 10 buah. Untuk mahar biasanya diberikan seperangkat alat sholat yang dibawa oleh Anak Mamak.

Menjemput Calon Pengantin Pria

Sebagai bagian terpenting dalam tradisi upacara pernikahan di Koto Gadang adalah acara penjemputan pengantin. Rombongan penjemput dari pengantin wanita ini datang ke tempat pengantin laki-laki untuk melakukan upacara penjemputan. Setelah sampai di tempat pengantin pria, maksud kedatangan rombongan ini disampaikan oleh utusan yang mendapat tugas khusus dari Niniak Mamak pengantin wanita. Di sini disampaikan bahwa kedatangan mereka beramai-ramai ini tak lain dan tak bukan adalah melakukan penjemputan pengantin wanita. Tak lupa juga rombongan ini membawa barang-barang yang telah disiapkan. Setelah penyampaian maksud kedatangan, barang-barang bawaan ini diserahkan untuk diterima dan dicek oleh pihak pengantin pria. Saat ini acara pemeriksaan ini biasanya bersifat formalitas, dan setelah diterima baik dan dianggap telah terpenuhi syarat yang diinginkan oleh pihak pengantin wanita barulah rombongan diperbolehkan membawa calon pengantin pria ini. Selain dari rombongan penjemput, keluarga pihak  pengantin pria juga menyertakan rombongan pengantar yaitu orang tua, mamak, bako dan keluarga lainnya yang dihormati.

Simak juga nih Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

Sesampainnya di rumah Anak Daro rombongan penjemput dan pengantar calon pengantin ini. Kemudian Bako (keluarga dari pihak ayah) mempersilakan Marapulai yaitu pengantin laki-laki dan pengantarnya yang terdiri dari laki-laki ditempatkan di ujung rumah. Di dalam rumah penghulu dan kerabat pengantin wanita telah bersiap menyaksikan acara pernikahan ini.

Akad Nikah

Karena agama Islam merupakan agama mayoritas dan hampir sebagian besar suku Minangkabau beragama Islam, maka pernikahan dilakukan mengikuti tradisi syariat Islam. Kedua pengantin dihadirkan tetapi di sini tidak disandingkan. Hal ini berbeda dari masa lalu dimana pengantin wanita tidak menghadiri acara akad ini tetapi diwakili oleh ayah. Sedangkan mahar yang sekarang menjadi favorit sebagai syarat pernikahan adalah seperangkat alat sholat. Setelah semua siap barulah penghulu melaksanakan akad nikah sebagaimana telah ditentukan dalam syariat Islam.

Acara selanjutnya adalah makan Bajamba, di sini semua yang hadir membuat lingkaran. Biasanya terdiri dari 5-6 orang. Makanan disediakan untuk setiap lingkaran yang ada, makanan diletakkan di bagian tengah dan kemudian disantap bersama-sama oleh semua hadirin. Hidangan yang umum disajikan adalah Lauak Kadang, Bibia, Bulai Bubadak juga tak lupa karabu randang. Pada acara ini tamu selain makan juga melakukan percakapan-percakapan yang mengakrabkan kedua belah pihak. Setelah semua menikmati hidangan yang disediakan dan makan minum telah selesai acara ini ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Batandang

Acara berikutnya merupakan acara khusus bagi kedua pengantin. Pada kira-kira jam 19.00 atau jam 20.00 ini kedua pengantin datang ke rumah Bako. Di sini telah hadir undangan yang khusus diberikan kepada anak-anak muda yang akan menemani Anak Daro (pengantin wanita) dan Marapulai (pengantin pria). Biasanya dilakukan perbincangan-perbincangan sambil bercanda dan bersenda gurau ala anak muda. Tak lupa juga dihidangkan makanan dan minuman untuk menemani tamu dan kedua pengantin. Baju khusus untuk acara ini adalah baju Suto yaitu baju yang dibuat dari kain sutra sebagai baju resmi acara batandang ini.

Selanjutnya pada esok hari, kedua orang tua dari marapulai melakukan penjemputan Anak Daro dan meminta mereka mau datang berkunjung pada malam harinya. Di sini juga diadakan acara yang sama seperti yang dilakukan di rumah Bako sebelumnya, kedatangan mereka disambut oleh anak-anak muda yang merupakan teman-teman dekat dari pengantin pria yang akan menemani kedua pengantin.

 

Nah demikianlah acara pernikahan di Nagari Koto Gadang. Jadi jika nantinya kamu mendapat jodoh dari sana, kamu sudah dapat membayangkan apa yang akan kamu laksanakan nanti.

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Salah satu bagian dari prosesi pernikahan Adat Jawa lengkap adalah Upacara Panggih. Upacara Panggih ini ada sedikit perbedaan di berbagai bagian daerah di Jawa. Hal ini terutama karena perbedaan latar belakang juru rias atau dalam sebuah perkawinan Jawa disebut Juru Sumbaganya. Orang awam kadang menyebutnya “dukun”. Juru rias inilah yang akan menjadi penuntun pelaksanaan sebuah acara pernikahan Adat Jawa.

Kata Panggih adalah kata bahasa Jawa yang berarti “temu”. Jadi sesuai dengan asal katanya, Upacara Panggih ini merupakan upacara pertemuan antara pengantin lelaki dan pengantin perempuan.  Acara ini biasanya dilaksanakan setelah acara akad nikah secara agama.  Sedangkan acara Panggih ini mempunyai tujuan agar kedua mempelai dipertemukan dalam sebuah pertemuan yang disaksikan oleh seluruh undangan dan keluarga. Ini bertujuan agar nantinya dapat mencapai tujuan perkawinan yang diharapkan yaitu ketenangan dan kasih sayang dalam sebuah rumah tangga.

Untuk pelaksanaan Upacara Panggih yang umum dilaksanakan ada urut-urutannya juga yang harus diikuti oleh kedua pengantin. Orang tua dan para tamu juga harus mengikuti lho. Nah, di sini akan diuraikan urut-urutan Upacara Panggih yang dilaksanakan menurut Adat Jawa. Jikalau nanti kamu akan melaksanakan pernikahan mengikuti Adat Jawa akan mempunyai gambaran apa saja kira-kira yang akan dilaksanakan, ya!

Sanggan

Pada acara Sanggan ini pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa uborampe yang harus disiapkan sebelumnya. Yaitu Sanggan yang terdiri dari pisang raja setangkep, sirih ayu, kembang setaman, dan benang lawe.  Perlengkapan ini dibawa oleh utusan dari pihak pengantin pria. Ini merupakan simbol untuk menebus pengantin wanita oleh pengantin pria kepada keluarga agar dapat dikeluarkan dan dipertemukan. Selain itu hal ini juga sebagai tanda perhatian kepada keluarga pengantin wanita dengan membawakan buah tangan atau oleh-oleh.

Setelah bertemu dengan keluarga pengantin wanita, diadakan prosesi kembar mayang.  Adapun kembar mayang adalah rangkaian janur yang dipasang di sekeliling batang pisang. Ini akan membentuk gunung dengan hiasan utama bunga pinang, ditambah dengan daun beringin, nanas, melati, padi, kapas, dan cengkir. Singkatnya kembar mayang ini melambangkan bahwa dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dihadapi dengan tabah dan lurus. Sehingga akan terbentuk kehidupan yang saling mengayomi, berbahagia dan indah. Selain itu juga keluarga akan menjadi makmur dengan melimpahnya sandang dan pangan.

Disini kembar mayang berjumlah empat buah yang melambangkan status kedua mempelai masih bujangan dan perawan. Dalam acara ini kembar mayang disentuhkan kepada kedua mempelai dan setelah itu dibuang ke tempat tertentu. Dengan membuang kembang mayang ini diharapkan kesialan atau bencana juga ikut terbuang. Dengan harapan kedua pasangan pengantin nantinya tidak menghadapi kesulitan dalam perjalanan kehidupannya.

Adapun jumlah kembar mayang yang dipakai ada versi yang berbeda. Ada yang memakai 4 buah, tetapi ada yang mencukupkan dengan 2 buah saja. Hal ini tidak menjadi masalah mungkin yang penting adalah acara pembuangan yang dilambangkan seperti yang diuraikan di atas.

Balangan Gantal

Prosesi selanjutnya adalah acara Balangan Gantal (melempar gantal). Disini pengantin pria dan wanita saling melempar gantal. Gantal yang dilemparkan ini sudah disiapkan sebelumnya yang merupakan lintingan daun sirih sebanyak tujuh buah. Yang empat buah diberikan kepada pengantin pria sedangkan yang tiga buah diberikan kepada pengantin wanita. Prosesi ini merupakan lambang bertemunya pengantin dalam sebuah perjodohan yang diikat dengan benang kasih. Dan dengan benang kasih tersebut, dapat menghalau gangguan-gangguan yang bersifat ghaib. Hal inilah maksud dari pelemparan.

Wijikan dan Mecah Endog

Setelah acara Gantalan selesai kemudian diikuti dengan prosesi Wijikan. Dalam prosesi pengantin wanita membungkuk dan membasuh kaki pengantin pria dengan baki yang sudah disiapkan. Wijikan ini merupakan perlambangan bahwa seorang istri harus berbakti kepada suami yang menjadi pemimpinnya. Adapun kewajiban suami adalah mengayomi (melindungi) dan mengayemi (memberi ketenangan) kepada sang istri. Prosesi ini diikuti dengan mecah endog (memecah telur). Disini telur yang akan dipecahkan sudah disiapkan terlebih dahulu. Telur diambil oleh Juru Rias selanjutnya disentuhkan ke dahi mempelai. Setelah itu telur dipecah dengan cara dilemparkan ke bawah. Makna prosesi ini adalah bahwa suami istri dalam keluarga harus selalu berusaha mengutamakan pikiran dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang  dihadapi. Dengan demikian dapat diperoleh solusi yang merupakan hasil dari pemikiran bersama.

Untuk prosesi ini ada juga yang memakai urutan dengan memecah telur lebih dahulu oleh pengantin pria dengan cara diinjak di atas baki. Baru setelah itu kaki pengantin pria yang kotor dicuci oleh pengantin wanita. Disini yang ingin dilambangkan adalah bahwa pengantin prialah yang akan mengambil tanggung jawab atas pengantin wanita yang telah dinikahinya. Begitu juga semua hal yang nantinya akan dialami oleh keluarganya. Adapun istri selalu mendukung suami dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab tersebut.

Ngombe Degan

Ngombe Degan ini berarti minum air kelapa muda. Di sini pengantin pria dan wanita saling minum air kelapa muda yang telah disiapkan.  Harapannya dengan prosesi ini keluarga yang terbentuk nanti akan menjadi keluarga yang berguna bagi masyarakat. Seperti halnya pohon kelapa yang merupakan pohon yang mempunyai banyak kegunaan. Selain itu juga, kehidupan keluarga akan selalu merasakan kesegaran dan kebahagiaan.

Singeb Sindur dan Kanthen Astha

Di prosesi ini sang ibu dari pengantin wanita menyelimutkan sindur (selendang) ke punggung mempelai. Kemudian ayah mempelai wanita memegangi ujung sindur dan kemudian membimbing kedua pengantin menuju kursi pelaminan. Pengantin pria dan pengantin wanita berjalan pelan-pelan sambil bergandengan kelingking (yaitu kelingking kiri pria menggandeng kelingking kanan wanita).

Dalam menjalankan prosesi ini diharapkan bahwa kedua pengantin akan selalu saling bersama dalam menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Selain itu juga orang tua masih tetap dapat memberi bimbingan kepada kedua pengantin.

Timbangan/Pangkon

Pangkon artinya pangku, disini dilaksanakan dengan cara sang ayah pengantin wanita duduk kemudian pengantin pria dan pengantin wanita masing-masing duduk di lutut. Sang ayah disini menimbang-nimbang kasih sayang yang akan diberikan terhadap kedua pengantin. Biasanya ibu pengantin wanita bertanya kepada sang ayah “awrat ingkang pundi?” (mana yang lebih berat). Dan sang ayah memberikan jawaban “niki sami mawon awrate” (ini sama saja beratnya). Di sini orang tua pengantin wanita dianggap sudah tidak membedakan lagi status anak dan menantu, pengantin pria sudah dianggap sama yaitu seperti anak-anaknya sendiri. Beliau tidak akan membedakan kasih sayang ataupun bimbingan yang akan diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang telah menikah tersebut.

Selanjutnya ayah memegang kedua pundak anak dan membimbing keduanya untuk duduk di pelaminan. Di sini sebagai orang tua sudah mengesahkan kedua anak untuk duduk berdampingan dan menempatkannya dalam sebuah rumah tangga.

Kacar Kucur atau Tampa Kaya (menerima penghasilan)

Prosesi ini dilaksanakan dengan cara pengantin pria menuangkan kaya (penghasilan nafkah). Dilambangkan dengan biji-bijian, bunga, uang logam, beras kuning, dan bumbu dapur. Kaya ini dituangkan ke kain yang dibentangkan oleh pengantin wanita. Setelah semua kaya dituangkan, kemudian pengantin wanita membungkusnya baik-baik lalu menyerahkannya kepada sang ibu.

Disini dilambangkan bahwa dalam rumah tangga, pengantin pria sebagai penanggung jawab ekonomi keluarga, harus memenuhi kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selanjutnya nafkah ini dikelola oleh pengantin wanita selaku istri.  Sang istri harus benar-benar mengelola dengan baik semua penghasilan yang telah diperoleh dan menggunakannya untuk keperluan keluarganya. Dan jika telah tercukupi, dapat juga ikut membantu orang tua.

Yuk simak juga Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Dhahar Klimah/Dhahar Kembul/Dulangan

Dalam acara Dhahar Klimah ini pengantin pria membuat kepalan-kepalan nasi yang diambil dari nasi kuning yang disiapkan, juga lauk pauk dan air minum. Selanjutnya pengantin wanita makan kepalan-kepalan nasi yang telah dibuatkan pengantin pria berikut lauk pauk dan yang lain.  Maksud yang dikandung adalah bahwa pengantin pria nantinya sebagai suami harus selalu memenuhi kebutuhan sang istri baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Hal itu berupa bimbingan-bimgingan dalam kehidupan berumah tangga. Selain itu juga sang istri diharapkan dapat menjaga rahasia keluarga dengan baik.

Sungkeman

Sungkeman menjadi prosesi terakhir yang dilaksanakan dalam Upacara Panggih. Kedua orangtua dari pihak pengantin pria maupun pengantin wanita duduk di tempat yang telah disediakan.  Pertama, pengantin wanita melakukan sungkem kepada ayahnya yaitu dengan cara berjongkok di hadapan ayah. Kemudian memohon restu ayah. Dalam keluarga Jawa yang bersifat patriarki, pria dianggap menjadi pemimpin keluarga, jadi pengantin wanita mendahulukan sungkem kepada ayah. Setelah selesai sungkeman kepada ayah dilanjutkan kepada ibu.  Pengantin pria juga melakukan sungkem kepada ayah mertua dan ibu mertua.  Sungkeman awal ini dilakukan kepada orang tua dari pengantin wanita dengan menghormatinya sebagai tuan rumah dan yang mempunyai hajad di acara pernikahan ini. Sungkeman selanjutnya kepada kedua orang tua pengantin pria. Disini pengantin pria melakukan sungkeman kepada ayah lalu kepada ibunya. Setelah selesai dilanjutkan oleh pengantin wanita kepada ayah mertua dan ibu mertua.

Makna yang terkandung berupa ungkapan rasa terima kasih kepada kedua orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Juga memohonkan doa restu agar nantinya keluarga yang akan dibina menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Itu juga berarti bahwa anak-anak bagaimanapun tinggi kedudukan ataupun pangkat yang dimilikinya tetaplah harus menaruh hormat kepada orangtua. Karena kedua orangtua lah yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Selesailah Upacara Panggih, yang merupakan bagian utama dalam sebuah perkawinan Adat Jawa.  Ada sedikit tambahan, yaitu Acara Mertui. Yaitu acara penjemputan orang tua pengantin pria oleh orang tua pengantin wanita di depan rumah. Acara ini biasanya dilakukan sebelum sungkeman. Tetapi untuk saat ini di masyarakat umum tidak banyak dilakukan. Tetapi untuk pengantin Adat Jawa yang ketat, terutama bagi bangsawan atau keturunan bangsawan atau Kraton Jawa. Hal ini masih dilakukan sebagai salah satu prosesi wajib yang tak dapat ditinggalkan.

Baca juga artikel Tradisional Yang Elegan! Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

Manfaat dan Makna Pingitan Sebelum Pernikahan

Manfaat dan Makna Pingitan Sebelum Pernikahan

Manfaat dan Makna Pingitan Sebelum Pernikahan

Tentu kamu pernah mendengar istilah ‘pingitan’ kan? Ya, memang sudah menjadi tradisi di sebagian besar masyarakat di Indonesia, terutama di daerah Jawa bahwa sebelum waktu acara pernikahan. Calon pengantin wanita harus mengikuti masa ‘pingitan’. Biasanya seminggu sebelum hari H, calon pengantin harus berada di dalam rumah, tidak boleh ditemui oleh calon pengantin pria. Tentunya bagi pasangan yang sudah benar-benar saling mencintai dan merasa dekat, masa-masa pingitan menjadi ‘siksaan’ tersediri, rasa rindu ingin bertemu, gelisah dan lain-lain sering bercampur aduk. Waktu yang seminggu terasa seperti setahun.

Namun ternyata, masa-masa ‘pingitan’ ini memiliki manfaat dan makna lho, yuk langsung simak saja

Menjaga Stamina Calon Pengantin

Acara di hari pernikahan biasanya memakan waktu yang cukup lama, apalagi jika menggunakan acara adat dengan berbagai kegiatan akan banyak membutuhkan tenaga dan stamina yang prima. Nah di masa pingitan ini, kedua calon pengantin diharapkan benar-benar mempersiapkan diri untuk kegiatan-kegiatan yang akan diadakan. Jangan sampai pada acara pernikahan justru pasangan pengantinnya malah jatuh sakit karena kelelahan.

Baca juga, Wajib Baca! 4 Tips Tampil Cantik dan Fit di Hari Pernikahan

Menjaga Aura Pengantin Wanita

Selain menjaga stamina dan kebugaran, masa pingitan bisa sebagai masa-masa untuk memanjakan diri dengan perawatan tubuh dan kecantikan calon pengantin wanita khususnya. Dengan berdiam di rumah, tubuh kamu akan terasa lebih segar, ditambah lagi dengan perawatan khusus akan membuat kecantikanmu lebih berpendar saat hari pelaksanaan pernikahan nanti.

Menjaga Rasa Rindu

Rasa  rindu ingin bertemu tentunya akan kamu rasakan di masa-masa pingitan ini. Makin lama waktu pingitan maka rasa rindu bertemu akan terasa lebih kuat, dan nanti akan terbayarkan ketika kamu bertemu dengan pasanganmu di pelaminan di hari pernikahan.  Hal ini tentunya akan terasa lebih membahagiakan bagimu, dibanding jika rasa rindu yang kamu rasakan hanya sedikit saja.

Melatih Rasa Saling Percaya dan Menjaga Diri

Kepercayaan dari kedua belah pihak calon pengantin merupakan hal yang sangat penting nantinya ketiga membina hubungan keluarga. Di masa pingintan ini calon pengantin tetap harus saling menjaga kepercayaan meskipun lama tidak berjumpa. Nantinya ketika benar-benar harus terpisah oleh karena keadaan, masing-masing pihak sudah benar-benar mampu mempercayai pasangannya yang mungkin berada cukup jauh di sana.

Hal-hal yang membahayakan atau merugikan bisa terjadi kapan saja, terlebih kalau kamu berada di luar rumah. Nah kamu dapat lebih menjaga diri jika kamu berada di rumah beserta keluarga. Kamu juga akan belajar menahan diri nantinya sehingga akan tahu mana yang layak kamu kerjakan nanti dengan statusmu yang bukan lajang lagi.

 

Nah, bagaimana? Ternyata manfaat dan makna pingitan sebelum pernikahan dalam juga, ya. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat, ya!

4 Tips Selaraskan Warna Kebaya dan Beskap bagi Pengantin

4 Tips Selaraskan Warna Kebaya dan Beskap bagi Pengantin

4 Tips Selaraskan Warna Kebaya dan Beskap bagi Pengantin

Sebagai sepasang pengantin, memakai busana senada ibarat kata adalah kewajiban. Karena agar kedua pengantin dapat terlihat selaras dan cocok. Namun, apa jadinya kalo kedua warna dari pakaian pengantin justru berlawanan? Bukan hanya warna, bagaimana kalau jenis bajunya tidak sepasang?

Lalu jika konsep pernikahan tradisional menggunakan busana kebaya bagi pengantin wanita, pengantin pria tentu harus memakai beskap. Bagaimana menyelaraskan kedua busana tersebut agar terlihat padu? Saat si pengantin wanita ingin memakai kebaya berwarna merah jambu, apakah beskap pengantin pria harus merah jambu juga? Ada beberapa pengantin pria yang tidak menyukai warna pink. Nah, yuk simak 4 tips selaraskan warna kebaya dan beskap bagi pengantin, supaya kedua mempelai dapat merasa nyaman di hari bahagianya

Tentukan Kesamaan Warna dari Pilihan Tone Kebaya

Ada kebaya yang terkadang tidak hanya satu warna saja, ada pula yang memiliki 2 atau bahkan lebih tone warna. Pilih lah satu warna, entah yang dominan atau tidak dari kebaya pengantin wanita, untuk disamakan dengan beskap pengantin pria. Cara itu membuat busana kedua pengantin masih memiliki keselarasan.

Memilih Dengan Gradasi Warna

Warna pastel saat ini sedang banyak digandrungi oleh para wanita. Warnanya yang terlihat lembut membuat beberapa pengantin wanita menjadikannya sebagai panduan memilih warna bagi kebaya pengantinnya. Bagi pengantin pria yang merasa tidak ‘pede’ dengan warna-warna pastel bisa mengambil warna yang satu tingkat di atas pilihan warna pastel pengantin wanita. Menggunakan gradasi warna sebagai panduan masih membuat busana kalian serasi, kok!

Pakai Aksesoris

Selain menggunakan kain adat, aksesoris seperti korsase juga bisa menjadi penghubung kedua busana. Bisa memilih warna korsase yang sama seperti kebaya atau disamakan dengan hand bouquet.

Baca juga, 5 Pilihan Hand Bouquet sesuai Tema Pernikahan

Memakai Warna Kain Bawahan yang Sama dengan Busana Pengantin Pria

Jika si pengantin wanita bersikeras menggunakan warna kebaya pilihannya namun tidak sesuai dengan pengantin pria. Mungkin cara ini bisa dilakukan. Kebaya biasanya dipakai berpasangan dengan kain bawahan seperti kain batik atau bahkan songket. Nah kain bawahan pengantin wanita ini bisa disamakan dengan warna dari busana pengantin pria.

 

4 tips selaraskan warna kebaya dan beskap bagi pengantin di atas bisa kamu terapkan bersama pasangan. Dijamin kalian berdua akan sama-sama nyaman!

Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Indonesia tidak hanya kaya akan keindahan alam dan sumber daya alamnya saja. Tapi keragaman suku dan budaya yang dimiliki Indonesia juga berlimpah. Dari ranah Minang misalnya, memiliki tradisi pernikahan dengan Adat Minangkabau yang tentunya berbeda dengan tradisi Adat Jawa ataupun Adat Bali. Keterlibatan keluarga besar kedua mempelai memiliki peran penting. Dari tiap prosesi di keseluruhannya sarat akan nasihat-nasihat. Maka dari itu, prosesi pernikahan Adat Minangkabau ini masih lestari dan banyak dilakukan pada zaman ini. Yuk simak apa saja sih yang ada di prosesi pernikahan Adat Minangkabau setelah akad nikah dilaksanakan.

  1. Mamulangkan Tando.

Setelah akad nikah dan menjadi pasangan suami istri yang sah, tanda yang diberikan pada saat mengikat janji ketika lamaran akan dikembalikan ke pihak masing-masing.

  1. Malewakan Gala Marapulai

Pada acara ini, akan diumumkan gelar untuk pengantin pria yang menandakan kehormatan dan kedewasaan. Biasanya gelar ini diumumkan secara langsung oleh ninik mamak pada kaumnya.

  1. Balantuang Kaniang (Mengadu Kening)

Dengan dipimpin oleh sesepuh wanita dan kedua pengantin saling menyentuhkan keningnya. Mereka diharuskan untuk duduk berhadapan dengan wajah yang dipisahkan kipas, yang kemudian secara perlahan kipas diturunkan. Baru boleh saling menyentuhkan kening mereka.

  1. Mangaruak Nasi Kuniang

Diawali dengan kedua pengantin yang saling berebut daging ayam yang disembunyikan di dalam nasi kuning. Prosesi ini memiliki simbol kerjasama di antara suami istri untuk saling melengkapi satu sama lain.

  1. Bamain Coki

Ranah Minang memiliki permainan tradisional mirip dengan catur dan dimainkan oleh dua orang dengan sebuah papan mirip halma. Permainan ini disebut Coki. Dimaksudkan agar kedua pengantin bisa saling meluluhkan egonya dan terus mesra.

  1. Tari Payung

Tarian yang dipercaya sebagai tarian pengantin baru ini penarinya akan menggunakan payung. Hal ini melambangkan suami yang memiliki peran sebagai pelindung istri.

Demikianlah artikel mengabadikan keunikan prosesi pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco. Meskipun prosesinya panjang, hal ini tentu saja patut dilestarikan. Semoga bermanfaat!

Tips Pemilihan Seragam Untuk Keluarga Dihari Pernikahan Kamu.

Tips Pemilihan Seragam Untuk Keluarga Dihari Pernikahan Kamu.

Tips Pemilihan Seragam Untuk Keluarga Dihari Pernikahan Kamu.tips-pemilihan-seragam-untuk-keluarga-dihari-pernikahan-kamu-aliencophoto

Menyediakan seragam keluarga untuk pernikahan mu adalah suatu keharusan, seragam keluarga dikenakan oleh keluarga dan saudara dekat kedua mempelai agar terlihat kompak, seragam keluarga juga berguna agar para keluarga terlihat berbeda dengan tamu – tamu lainya di pesta pernikahanmu. Seragam ini juga berguna untuk memperkenalkan kedua keluarga yang mungkin belum pernah bertemu untuk saling mengenal karna memakai baju yang sama. Karna banyaknya hal yang harus dipertimbangkan, memilih seragam untuk keluargamu adalah hal yang tidak mudah. Oleh karena itu Berikut Tips Pemilihan Seragam Untuk Keluarga Dihari Pernikahan Kamu.

Tentukan model dan Warna seragam

Model dan warna adalah hal pertama yang harus kamu tentukan sebelum membeli bahan seragam. Dalam pernikahan tradisional atau dengan adat, kamu bisa memilih memakai seragam dengan model kebaya, baju kurung, kebaya encim atau yang lainya, sedangkan untuk pernikahan internasional biasanya lebih memilih menggunakan dress. Untuk lelaki di pernikahan tradisioanal bisa menggunakan deskap, batik atau baju datuk. Sedangkan untuk internasional biasa menggunakan jas.

Hal yang terpenting lainya adalah warna, ada baiknya kamu mendiskusikan hal ini dengan team dekorasi untuk memberi saran kira – kira warna apa yang cocok dengan warna dekorasimu. Jangan sampai warna seragam mereka menyatu dengan warna backround, jadi tentukanlah warna yang sesuai dan kamu sukai.

Data siapa saja yang akan memakai seragam

Untuk seragam pernikahan umumnya dipakai oleh kedua keluarga inti kedua pengantin, dan juga para sahabat masing – masing pengantin. Tergantung kemauan pengantin, tapi kamu harus sesuaikan dengan budget juga ya.

Lakukan survey tempat kamu membeli bahan

Di berbagai daerah banyak sekali tempat untuk berbelanja bahan seragam, kalau kamu di Jakarta, saya sarankan kamu untuk mengunjungi pasar mayestik di kebayoran. Ada banyak sekali toko bahan di sana tinggal kamu sesuaikan dengan budget yang kamu miliki.

Jika kamu memiliki budget terbatas untuk membuat seragam, saya sarankan untuk menyewa ada banyak sekali tempat penyewaan seragam yang bisa menghemat budget kamu.

 

Tips Pelayanan Jasa Foto Video Pernikahan

Tips Pelayanan Jasa Foto Video Pernikahan

Tips Pelayanan Jasa Foto Video Pernikahan

Foto dan Video pernikahan merupakan dokumentasi yang dapat mengingatkan kita mengenai kenangan saat-saat pasangan suami istri sedang duduk di pelaminannya. Foto-foto pernikahan yang diambil seorang fotografer tersebut dapat diperlihatkan kepada anak-anaknya sehingga mereka juga dapat menikmati kebahagian ayah dan ibunya ketika menikah dulu.

foto wedding candid tangisan jurnalisme hitamputih (1)
alienco.net

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita harus ekstra teliti dalam menentukan jasa fotografi mana yang akan kita pergunakan sekarang. Sesuatu yang terpenting dalam dunia fotografer selain dapat mendapatkan gambar yang berkualitas dan bagus yaitu pelayanan yang bagus kepada pelanggan yang kita miliki. Untuk tips  pelayanan jasa foto video pernikahan yang bagus juga terpapat pada pemilihan  jasa foto yang kita gunakan. Jika kita memilih jasa foto yang spesial maka pelayanannya juga akan spesial namun jika kita menyewa jasa foto yang biasa saja maka hasilnya juga akan biasa saja.

Memilih jasa foto dan video pernikahan yang dapat kita anut beberapa tips yaitu:

  1. Meminta masukan mana-mana jasa fotografi yang bagus dari teman-teman.
  2. Banyak dari masyarakat yang mencari jasa fotografi dan video ke dalam brosur yang disebar atau dimuat di koran. Iklam-iklan tersebut terdapat banyak diberbagai tempat seperti tembok-tembok jalan yang dicoret-coret dan di tempel di tiang-tiang listrik.
  3. Adapula perusahaaan yang mempromosikan jasa fotografinya ke dalam website sehingga akan mempermudah kita dalam mencari-cari jasa fotografer yang tepat untuk pernikahan serta agenda anda akan lancar tanpa suatu harapan.

Jaman sekarang banyak yang mempromosiakan sesuatu hal seperti jasa fotografi pernikahan di sosial network misanya saja google+, Twitter, Facebook dan instagram. Ini merupakan hal yang sangat membantu fotografi profesional karena dengan majunya perkembangan jaman, kita tidak perlu mengabil langkah jauh untuk  mempromosikan perusahaan. Dengan sebuah foto saja sudah dapat disimpulkan bahwa kita harus memilih dan memilah jasa fotografi yang akan kita gunakan dalam even kita karena itu akan menentukan kualitas dokumentasi kita yang kita perlukan.

Demikian info Tips pelayanan jasa foto video pernikahan.

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp