4 Tips Persiapan Pernikahan Dalam Islam

4 Tips Persiapan Pernikahan Dalam Islam

4 Tips Persiapan Pernikahan Dalam Islam

4 Tips Persiapan Pernikahan Dalam Islam Insyaallah akan membantu anda menyambut hari berbahagia anda menyunting pasangan anda sesuai hukum islam. Persiapan sebelum membina mahligai rumah tangga setidaknya ada 4 point utama yang baiknya anda siapkan dengan matang : 1. Siap dalam pemikiran, 2. Siap dalam psikologi ( jiwa ), 3. Siap fisik, 4. Siap keuangan.

contoh foto pengantin muslim perkawinan islam unik depok tangerang bogor
alienco.net

4 Tips Persiapan Pernikahan Dalam Islam akan memberikan gambaran umum hal yang baik anda lakukan dalam membina rumah tangga anda bersama pasangan anda. Berikut ulasan 4 point persiapan sebaiknya anda lakukan segera :

  1. Siap dalam pemikiran memiliki 3 kandungan yakni : a. Siap Pengetahuan Agama, b. Siap Visi Kepribadian, c. Siap dalam visi pekerjaan. Seorang yang visi agamanya bagus dia akan memahamai dasar-dasar hukum agama sehingga dapat menerapkan dalam hidup berumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Hukum islam juga mengatur hak dan kewajiban sebagai suami / istri. Seorang yang visi pribadinya telah siap maka tindakan dan perbutanya akan menjadi baik. Karena pendewasaan dalam dirinya telah sempurna untuk mampu memahami istri juga orang lain. Seorang yang visi pekerjaannya jelas maka ia siap memenuhi kebutuhan keluarganya tercukupi dari hasil rezeki halal.
  2. Siap dalam psikologis artinya seseorang telah siap menerima semua beban untuk berpearan sebagai suami atau istri yang baik. Susah dan senang dapat dijalani dengan baik karena kematangan jiwa.
  3. Siap dalam fisik artinya seorang calon suami atau calon istri mempunyai umur yang cukup ( matang alat reproduksi ) sehingga benar-benar siap berumah tangga. Sebaiknya menikah pada usia yang tepat, Selain itu juga pengertian siap dalam fisik ialah kedua pasangan saling menerima fisik mereka satu sama lain. Dikarena kan manusia tiada yang sempurna pastilah ada kekurangan fisik yang dimiliki setiap orang.
  4. Siap Keuangan artinya si suami ( istri tidak wajib ) sanggup menopang kebutuhan dapat tercukupi dengan baik ( meski tidak harus kaya raya ) yang paling penting cukup ( hidup sederhana ). Sehingga tercipta suasana keluarga yang hangat dan harmonis tidak terjadi perselisihan masalah financial yang kurang tercukupi.

Memang ada istilah “Tiada manusia yang sempurna”, mungkin dari keempat Kesiapan di atas ada salah satunya yang memang belum siap, maka dari pada itu kedua pasangan satu sama lain harus lah saling pengertian dan memakluminya. Bukankah tujuan menikahan untuk saling mengerti dan mengisi kekurangan satu sama lain. Demikianlah artikel singkat Tips Persiapan Pernikahan Dalam Islam. Semoga bermanfaat selamat berbahagia.

10 Contoh Foto Lamaran Atau Tunangan Ala Alienco

10 Contoh Foto Lamaran Atau Tunangan Ala Alienco

10 Contoh Foto Lamaran Atau Tunangan Ala Alienco

10 Contoh Foto Lamaran Atau Tunangan Ala Alienco – Lamaran adalah prosesi awal sebelum kedua belah pihak yaitu pengantin laki-laki dan perempuan bertemu untuk berijab qobul. Pada suatu lamaran pernikahan, seserahan lamaran nikah merupakan kebudayaan di Indonesia yang sudah lama sekali membudaya. Pada artikel 10 Contoh Foto Lamaran Atau Tunangan Ala Alienco akan membahas kebutuhan anda menjelang prosesi lamaran pernikahan anda. Pada saat lamaran tiba rasa berdebar dan nervous pasti akan anda rasakan meskipun anda dan pasangan telah menjalin kasih. Sejarah seserahan sebenarnya berasal dari sebuah prosesi adat ketimuran yang mana bertujuan untuk mengiringi lamaran pinangan keluarga pria pada saat lamaran di rumah mempelai wanita. Pada suatu lamaran pernikahan mempunyai ciri khusus, jika lamaranya di terima maka seserahan yang diberikan keluarga laki-laki akan diterima oleh mempelai perempuan. Tanda kedua tentang seserahan adalah untuk menunjukkan kemampuan mempelai pria. Makna seserahan yang terakhir adalah sebagai proses meyakinkan kepada semua orang bahwa laki-laki tersebut mampu dan sanggup memberikan nafkahi istri lahir maupun batin.31

Pada dasarnya seserahan pada lamaran kepada seorang perempuan itu menandakan bahwa wanita tersebut kalau menerima berarti mereka berdua sudah bertunangan. Filosofinya, pada saat prosesi lamaran pernikahan sering sekali dilangsungkan juga dengan prosesi tunangan. Prosesi lamaran juga bertujuan untuk meyakinkan keluarga kedua belah pihak untuk saling mempersiapkan rencana kedepan setelah prosesi lamaran. Memang benar didalam islam tidak ada istilah lamaran, namun islam itu agama yang fleksibel. Artinya agama islam dapat membaur dengan budaya apapun asalkan tidak melanggar norma-norma agama dan sesusilaan.

10 Contoh Foto Lamaran Atau Tunangan Ala Alienco ini diharapkan dapat menjadi teladan yang baik buat calon pengantin yang berencana mau menikah. Seserahan tidak harus mewah namun semampunya saja contohnya saja di daerah jawa, Jogja, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sunda, Betawi, Palembang, Lampung, Balikpapan, maupun seserahan Chinese semuanya sama tinggal menyesuaikan dengan adat kebiasaan masing-masing budaya. Kalau anda masih bingung mau diisi apa seserahan tersebut maka anda cukup mengisi sesuai standart seserahan yaitu kebutuhan mempelai wanita dari ujung rambut hingga ujung kaki.
10-foto-lamaran-alienco-phography_2
10-foto-lamaran-alienco-phography_3 10-foto-lamaran-alienco-phography_4 10-foto-lamaran-alienco-phography_5

Tahap-Tahap Prosesi Lamaran Atau Pertunangan Dalam Islam

Tahap-Tahap Prosesi Lamaran Atau Pertunangan Dalam Islam

Tahap-Tahap Prosesi Lamaran Atau Pertunangan Dalam Islam yang Benar

Tahap-tahap prosesi lamaran atau pertunangan dalam islamAgama islam hanya mengajarkan beberapa bentuk curahan kasih sayang dan cinta sesudah melalui satu proses yang sangat sakral yaitu pernikahan. Tentu setiap orang pasti memiliki keinginan untuk menikah, sebab menikah adalah salah satu momen yang paling indah dan hanya dinikmati satu kali dalam seumur hidup. Dengan begitu, dalam memilih pasangan yang nantinya akan dijadikan sebagai pendamping hidup, tentu harus betul-betul yang matang dan sesuai dengan diri orang masing-masing.

Tahap-tahap prosesi lamaran atau pertunangan dalam islam ada 4, antara lain :

Ta’aruf atau perkenalan

Hal yang paling penting dari ta’aruf yaitu harus saling mengenal satu sama lain, saling memberitahu keadaan keluarga, dan hal yang lain. Kaidah yang harus dijaga dalam proses yang satu ini yaitu saling menghormati apa yang disampaikan oleh lawan bicara, mengikuti semua aturan pergaulan dalam ajaran islam, tidak berkhalwat, dan tidak mengumbar pandangan. Apabila diantara kalian ada yang belum berani untuk bertatap muka langsung, maka anda bisa mencoba jalan alternative yaitu dengan mencari tentang kepribadian calon pasangan dengan cara meminta teman kita pria maupun wanita untuk mengorek informasi dari orang-orang yang ada didekatnya.

Khitbah atau yang disebut lamaran

contoh foto lamaran keuntungan jasa foto alienco photography

Khitbah merupakan jalan pembuka menuju pintu pernikahan. Atau dapat juga dibilang sebuah jenjang yang memisahkan antara pemberitahuan persetujuam seorang wanita yang dipinang oleh seorang pemuda pria dan pernikahannya. Yang suatu saat keduanya sepakat untuk melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, ini hanya sekedar janji untuk menikah yang tidak akan mengandung akad nikah. Umumnya khitbah merupakan suatu peminangan seorang pria pada seorang pihak wanita.

Nikah

contoh foto pernikahan islam kebaya putih

Nikah sebenarnya tidak ada satu pun nas di dalam Al – Quran yang menetapkan batasan waktu antara khitbah dan juga nikah. Sebelum melaksanakan prosesi akad nikah, setiap calon pengantin pria harus mengetahui syarat dan rukun dari akad nikah itu sendiri, supaya tidak terjadi sebuah kekeliuran.

Walimatul ursy atau resepsi pernikahancontoh-pernikahan-islam-asril-anisa-balai-komando-alienco-photography

Setelah akad nikah boleh dilangsungkan acara resepsi pernikahan, namun juga boleh ditunda terlebih dahulu jika belum bisa membiayainya.

Demikian info Tahap-Tahap Prosesi Lamaran Atau Pertunangan Dalam Islam yang Benar

Syarat Pernikahan dalam Islam

Syarat Pernikahan dalam Islam

Syarat Pernikahan dalam Islam

Syarat Pernikahan dalam IslamSyarat dalam pernikahan ada banyak, penjelasannya adalah sebagai berikut:

foto keluarga adrian maulana artis indonesia

Rukun akad nikah dalam Islam ada tiga:

  1. Adanya kedua mempelai yang tak mempunyai penghalang keabsahan nikah seperti adanya hubungan dari keturunan, sepersusuan. Atau pihak laki-laki adalah kafir sementara wanitanya muslimah atau semacamnya.
  2. Adanya ijab (penyerahan), yang diucap wali atau orang yang mengganti posisinya dengan mengucapkan pada calon suami, ‘Saya nikahkan saudara dengan fulanah’ atau ucapan semacamnya.
  3. Adanya qabul (penerimaan), ialah kata yang diucapkan suami atau adanya orang yang menggantikan posisin dengan mengucapkan, ‘Saya menerimnya.’ atau semacamnya.

Syarat-syarat sahnya menikah adalah:

    1. Kedua mempelai telah ditentukan, baik dengan isyarat, nama ataupun sifat.
    2. Kerelaan kedua mempelai.
    3. Yang melakukan akad untuk pihak wanita adalah walinya. diKarenakan dalam masalah pernikahan, Allah mengarahkan perintahnya pada para wali.
    4. Ada saksi dalam akad nikah.

Adapun syarat untuk wali, sebagai berikut:

  1. Berakal.
  2. Baligh.
  3. Merdeka (bukan budak).
  4. Kesamaan agama. Maka tidak sah wali kafir bagi orang Islam laki-laki dan perempuan. Begitu juga tak sah perwalian orang Islam untuk orang kafir laki-laki ataupun perempuan.
  5. Adil,. Sebagian ulama menjadikan hal itu sebagai syarat, tapi sebagian lainnya menselesaikan dengan syarat sebelumnya. Sebagian lagi menyelesaikan syarat dengan kemaslahatan untuk yang diwali untuk menikahkan.
  6. Laki-laki.
  7. Bijak, yaitu orang yang bisa mengetahui kesetaraan dan kemaslahatan pernikahan.

Para wali harusruntut menurut ahli fiqih. Maka tidak diperbolehkan melewati wali terdekat, kecuali bila wali terdekat tidak ada atau tidak memenuhi syarat. Wali wanita adalah ayahnya, lalu orang yang diwasiatkan supaya menjadi walinya, kemudian kakek dari bapak sampai atas, terus  anak laki-lakinya, lalu cucu sampai ke bawah. Lalu saudara laki-laki sekandung,  berikutnya saudara lelaki seayah, lalu anak dari keduanya.  Lalu paman sekandung, lalu paman sebapak, lalu anak dari keduanya. Kemudian yang terdekat dari keturunan dari asobah seperti dalam waris. Kemudian penguasa muslim sebagai wali bagi yang tidak mempunyai perwalian.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang syarat pernikahan dalam Islam, semoga bermanfaat informasi sedikit yag kami sampaikan.

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp