Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Melaksanakan pernikahan dengan menggunakan upacara adat merupakan salah satu alternatif bagi sebagian masyarakat  Indonesia. Terlebih lagi bagi orangtua yang masih merasa sangat terikat dengan budaya dan adat istiadat daerahnya. Pernikahan menggunakan adat daerah asalnya menjadi satu-satunya pilihan yang diambil, selain dalam upaya menghormati leluhur. Juga dalam rangka melestarikan adat budaya yang saat ini makin dirasakan semakin sedikit digunakan. Apalagi untuk pernikahan yang diselenggarakan di daerah perkotaan. Banyak dari pengantin yang akan menikah lebih memilih konsep kekinian dalam pelaksanaannya. Namun, tidak sedikit juga yang masih mempertahankan budaya daerahnya dalam melaksanakan pernikahan. Bukan dari tekanan orangtua namun keinginan dari diri pasangan.

Pernikahan Adat Jawa

Bagi masyarakat Jawa, khususnya dari daerah Jawa Tengah ataupun Yogyakarta, pernikahan dengan upacara adat masih sangat terasa kental. Sekilas memang terasa agak rumit karena banyak sekali prosesi-prosesi yang harus dijalani. Juga banyak uborampe dan sarana-sarana yang harus disiapkan sampai pilihan tempat atau venue yang tersedia. Bagi orang Jawa perantauan, pelaksanaan pernikahan menggunakan Adat Jawa menjadi hambatan tersendiri,  khususnya di kota-kota besar. Salah satunya adalah masalah tempat/venue yang memadai. Terlebih lagi jika pengantin dan keluarganya mempunyai relasi yang cukup banyak sehingga perlu mengundang tamu yang cukup banyak. Masalah venue atau tempat penyelenggaraan pernikahan benar-benar harus diperhatikan. Banyak alternatif tempat penyelenggaraan pernikahan yang tersedia, tetapi belum tentu tempat-tempat tersebut mendukung untuk penyelenggaraan adat pernikahan tersebut. Sebuah pernikahan yang bernuansa Adat Jawa khususnya.

Nah, buat kamu yang masih mencari alternatif venue yang pas untuk pernikahan Adat Jawa ini, pastikan untuk memilih Rumah Sarwono sebagai pilihan utama. Berikut ini hal-hal yang direkomendasikan mengapa Rumah Sarwono menjadi pilihan utama.

Tempat yang strategis

Pertimbangan utama dalam pemilihan sebuah venue pernikahan adalah tempat yang strategis. Disini berarti bahwa yang dipilih adalah tempat yang mudah dijangkau oleh tamu-tamu yang diundang dan keluarga. Rumah Sarwono yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu KM 18.2 RT. 12 RW. 1, Pejaten Timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain mudah dijangkau juga dekat dengan pusat kota. Jadi bagi tamu undangan khususnya yang berada di daerah Jakarta, akan sangat mudah menjangkau Rumah Sarwono. Baik dengan kendaraan pribadi maupun taksi. Selain itu juga tersedia lokasi parkir kendaraan yang memadai sehingga tamu tidak akan merasa kesulitan untuk masalah kendaraan ini. Tentu hal ini menjadi nilai tambah buat pernikahan kamu, karena tamu akan merasa nyaman menghadiri acara pernikahan kamu.

Fasilitas tersedia sangat lengkap

Untuk melaksanakan pernikahan menurut Adat Jawa akan lebih mengesankan jika venue penyelengaraan pernikahan tersebut juga bernuansa Jawa. Rumah Sarwono sebagai venue yang spesifik untuk penyelenggaraan pernikahan dengan menggunakan Adat Jawa telah menyiapkan semuanya itu secara lengkap.  Tersedia banyak fasilitas yang cukup mendukung untuk itu. Ruangan-ruangan yang berupa aula, rumah Joglo dan taman memberikan nuansa tradisional Jawa yang kental di setiap sudutnya. Sejak masuk dari gerbang utama, nuansa kejawaan sudah sangat terasa, terutama dengan bentuk gedung yang berupa rumah Joglo yang merupakan ciri utama Rumah Jawa.  Selain ruangan yang tersedia, ada pula panggung dan gebyok antik, ini memang sangat khas untuk pernikahan Jawa. Juga tersedia koleksi-koleksi peninggalan kuno yang  ditata sedemikian rupa sehingga tampak mengesankan suasana di rumah-rumah tradisional Jawa.

Salah satu bangunan utama lainnya yaitu Pendopo Solo. Tempat ini sebagai tempat tambahan untuk pelaksanaan pesta pernikahan yang membutuhkan ruangan yang lebih luas lagi. Sering digunakan sebagai tempat untuk upacara agama yang berupa akad nikah bagi yang beragama Islam dan pemberkatan bagi yang beragama Kristen. Pendopo Solo ini adalah pilihan yang tepat. Selain itu tempat ini juga dapat digunakan sebagai perluasan tempat untuk penyelenggaraan resepsi jika untuk bangunan utama dirasakan masih kurang. Tentunya dengan penataan ulang agar sesuai dengan peruntukan sebagai penyelenggaraan resepsi.

Fasilitas tambahan lainnya berupa pendingin udara (AC) untuk setiap ruangan telah tersedia. Sehingga tamu undangan tidak perlu merasa kepanasan. Area parkir yang luas adalah pilihan yang tepat untuk yang berkendara.

Baca juga, Tips Cerdas Ketika Memilih Venue Pernikahan

Fasilitas tambahan

Selain itu pemandangan yang tersaji di tempat ini merupakan pemandangan yang bernuansa perkampungan Jawa. Juga terdengar musik khas Jawa dari gamelan yang dimainkan serta ada pembatik dan pemahat kayu yang turut serta menambah kekhasan suasana Jawa.

Dan yang tak kalah pentingnya untuk sebuah acara pernikahan adalah hidangan yang disajikan. Di sini tersedia berbagai menu tradisional Jawa dan juga menu internasional. Beragam hidangan khas Jawa ini dapat dipesan untuk menemani tamu yang datang. Tinggal pilih paket hidangan mana yang cocok dengan pesta pernikahan yang diselenggarakan.

Sebagai event organizer pernikahan khususnya yang bernuansa Adat Jawa. Rumah Sarwono juga telah menyiapkan semua yang diperlukan acara pernikahan, dari dekorasi sampai uborampe atau pernik-pernik yang diperlukan. Jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi mencari vendor  lain untuk keperluan tersebut.

Paket pernikahan yang ditawarkan lengkap

Sebagai event organizer dan penyedia venue pernikahan Jawa ini, Rumah Sarwono telah menyiapkan banyak paket pilihan yang bisa kamu ambil. Kamu bisa memilih paket semi outdoor atau paket outdoor, semua dapat dilayani di Rumah Sarwono ini. Tentunya kamu pastikan juga paket yang kamu pilih sesuai dengan anggaran yang kamu sediakan ya. Untuk penggunaan tempat sebagai venue saja, tersedia paket wedding seharga Rp 25.000.000 dengan kapasitas tamu 1000 orang dan waktu penggunaan selama 6 jam. Paket ini juga mencakup fasilitas kamar rias 3 buah, 2 buah gebyok untuk pelaminan, 1 set kursi pelaminan, 150 kursi besi, 1 set meja dan kursi akad nikah. Jugs petugas kebersihan dan parkir, mushola, dan perijinan. Jika undangan tidak banyak, kamu bisa menyewa separuh area dengan fasilitas sama, dan harganya hanya Rp 17.000.000. Kalau dalam waktu 6 jam masih kurang, kamu bisa menambahnya dengan perhitungan harga Rp 1.000.000 untuk setiap jam tambahan. Jadi tidak perlu khawatir!

Sedangkan untuk paket khusus, tersedia paket Joglo seharga Rp 32.500.000 dengan kapasitas tamu 600 orang. Jika membutuhkan lebih banyak tempat untuk tamu. Di Rumah Sarwono tersedia paket Joglo + Taman dengan kapasitas tamu 800 orang seharga Rp 40.500.000. Sedangkan untuk penggunaan seluruh Area dengan maksimal tamu 1000 orang, dipatok harga Rp 50.500.000. Semua paket khusus ini sudah mencakup penyediaan tenda, dekorasi, dan tambahan lainnya serta standing AC, lho!

Adapun untuk hidangan acara pernikahan, Rumah Sarwono mempunyai paket istimewa dengan harga mulai 80.000 sampai Rp 110.000/pax untuk paket menu buffet minimal 200 tamu undangan. Nah jika kamu ingin memakai menu pondokan, tersedia paket dengan kisaran harga Rp 15.000 – Rp 25.000 saja!

 

Rumah Sarwono sebagai penyelenggaraan acara pernikahan bernuansa Adat Jawa tentu akan melayani semua kebutuhan kamu secara profesional, rapi, dan memuaskan. Rumah Sarwono akan sangat senang memberikan pelayanannya secara maksimal. Jadi pastikan pilihan utama kamu ke Rumah Sarwono ya!

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Salah satu bagian dari prosesi pernikahan Adat Jawa lengkap adalah Upacara Panggih. Upacara Panggih ini ada sedikit perbedaan di berbagai bagian daerah di Jawa. Hal ini terutama karena perbedaan latar belakang juru rias atau dalam sebuah perkawinan Jawa disebut Juru Sumbaganya. Orang awam kadang menyebutnya “dukun”. Juru rias inilah yang akan menjadi penuntun pelaksanaan sebuah acara pernikahan Adat Jawa.

Kata Panggih adalah kata bahasa Jawa yang berarti “temu”. Jadi sesuai dengan asal katanya, Upacara Panggih ini merupakan upacara pertemuan antara pengantin lelaki dan pengantin perempuan.  Acara ini biasanya dilaksanakan setelah acara akad nikah secara agama.  Sedangkan acara Panggih ini mempunyai tujuan agar kedua mempelai dipertemukan dalam sebuah pertemuan yang disaksikan oleh seluruh undangan dan keluarga. Ini bertujuan agar nantinya dapat mencapai tujuan perkawinan yang diharapkan yaitu ketenangan dan kasih sayang dalam sebuah rumah tangga.

Untuk pelaksanaan Upacara Panggih yang umum dilaksanakan ada urut-urutannya juga yang harus diikuti oleh kedua pengantin. Orang tua dan para tamu juga harus mengikuti lho. Nah, di sini akan diuraikan urut-urutan Upacara Panggih yang dilaksanakan menurut Adat Jawa. Jikalau nanti kamu akan melaksanakan pernikahan mengikuti Adat Jawa akan mempunyai gambaran apa saja kira-kira yang akan dilaksanakan, ya!

Sanggan

Pada acara Sanggan ini pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa uborampe yang harus disiapkan sebelumnya. Yaitu Sanggan yang terdiri dari pisang raja setangkep, sirih ayu, kembang setaman, dan benang lawe.  Perlengkapan ini dibawa oleh utusan dari pihak pengantin pria. Ini merupakan simbol untuk menebus pengantin wanita oleh pengantin pria kepada keluarga agar dapat dikeluarkan dan dipertemukan. Selain itu hal ini juga sebagai tanda perhatian kepada keluarga pengantin wanita dengan membawakan buah tangan atau oleh-oleh.

Setelah bertemu dengan keluarga pengantin wanita, diadakan prosesi kembar mayang.  Adapun kembar mayang adalah rangkaian janur yang dipasang di sekeliling batang pisang. Ini akan membentuk gunung dengan hiasan utama bunga pinang, ditambah dengan daun beringin, nanas, melati, padi, kapas, dan cengkir. Singkatnya kembar mayang ini melambangkan bahwa dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dihadapi dengan tabah dan lurus. Sehingga akan terbentuk kehidupan yang saling mengayomi, berbahagia dan indah. Selain itu juga keluarga akan menjadi makmur dengan melimpahnya sandang dan pangan.

Disini kembar mayang berjumlah empat buah yang melambangkan status kedua mempelai masih bujangan dan perawan. Dalam acara ini kembar mayang disentuhkan kepada kedua mempelai dan setelah itu dibuang ke tempat tertentu. Dengan membuang kembang mayang ini diharapkan kesialan atau bencana juga ikut terbuang. Dengan harapan kedua pasangan pengantin nantinya tidak menghadapi kesulitan dalam perjalanan kehidupannya.

Adapun jumlah kembar mayang yang dipakai ada versi yang berbeda. Ada yang memakai 4 buah, tetapi ada yang mencukupkan dengan 2 buah saja. Hal ini tidak menjadi masalah mungkin yang penting adalah acara pembuangan yang dilambangkan seperti yang diuraikan di atas.

Balangan Gantal

Prosesi selanjutnya adalah acara Balangan Gantal (melempar gantal). Disini pengantin pria dan wanita saling melempar gantal. Gantal yang dilemparkan ini sudah disiapkan sebelumnya yang merupakan lintingan daun sirih sebanyak tujuh buah. Yang empat buah diberikan kepada pengantin pria sedangkan yang tiga buah diberikan kepada pengantin wanita. Prosesi ini merupakan lambang bertemunya pengantin dalam sebuah perjodohan yang diikat dengan benang kasih. Dan dengan benang kasih tersebut, dapat menghalau gangguan-gangguan yang bersifat ghaib. Hal inilah maksud dari pelemparan.

Wijikan dan Mecah Endog

Setelah acara Gantalan selesai kemudian diikuti dengan prosesi Wijikan. Dalam prosesi pengantin wanita membungkuk dan membasuh kaki pengantin pria dengan baki yang sudah disiapkan. Wijikan ini merupakan perlambangan bahwa seorang istri harus berbakti kepada suami yang menjadi pemimpinnya. Adapun kewajiban suami adalah mengayomi (melindungi) dan mengayemi (memberi ketenangan) kepada sang istri. Prosesi ini diikuti dengan mecah endog (memecah telur). Disini telur yang akan dipecahkan sudah disiapkan terlebih dahulu. Telur diambil oleh Juru Rias selanjutnya disentuhkan ke dahi mempelai. Setelah itu telur dipecah dengan cara dilemparkan ke bawah. Makna prosesi ini adalah bahwa suami istri dalam keluarga harus selalu berusaha mengutamakan pikiran dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang  dihadapi. Dengan demikian dapat diperoleh solusi yang merupakan hasil dari pemikiran bersama.

Untuk prosesi ini ada juga yang memakai urutan dengan memecah telur lebih dahulu oleh pengantin pria dengan cara diinjak di atas baki. Baru setelah itu kaki pengantin pria yang kotor dicuci oleh pengantin wanita. Disini yang ingin dilambangkan adalah bahwa pengantin prialah yang akan mengambil tanggung jawab atas pengantin wanita yang telah dinikahinya. Begitu juga semua hal yang nantinya akan dialami oleh keluarganya. Adapun istri selalu mendukung suami dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab tersebut.

Ngombe Degan

Ngombe Degan ini berarti minum air kelapa muda. Di sini pengantin pria dan wanita saling minum air kelapa muda yang telah disiapkan.  Harapannya dengan prosesi ini keluarga yang terbentuk nanti akan menjadi keluarga yang berguna bagi masyarakat. Seperti halnya pohon kelapa yang merupakan pohon yang mempunyai banyak kegunaan. Selain itu juga, kehidupan keluarga akan selalu merasakan kesegaran dan kebahagiaan.

Singeb Sindur dan Kanthen Astha

Di prosesi ini sang ibu dari pengantin wanita menyelimutkan sindur (selendang) ke punggung mempelai. Kemudian ayah mempelai wanita memegangi ujung sindur dan kemudian membimbing kedua pengantin menuju kursi pelaminan. Pengantin pria dan pengantin wanita berjalan pelan-pelan sambil bergandengan kelingking (yaitu kelingking kiri pria menggandeng kelingking kanan wanita).

Dalam menjalankan prosesi ini diharapkan bahwa kedua pengantin akan selalu saling bersama dalam menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Selain itu juga orang tua masih tetap dapat memberi bimbingan kepada kedua pengantin.

Timbangan/Pangkon

Pangkon artinya pangku, disini dilaksanakan dengan cara sang ayah pengantin wanita duduk kemudian pengantin pria dan pengantin wanita masing-masing duduk di lutut. Sang ayah disini menimbang-nimbang kasih sayang yang akan diberikan terhadap kedua pengantin. Biasanya ibu pengantin wanita bertanya kepada sang ayah “awrat ingkang pundi?” (mana yang lebih berat). Dan sang ayah memberikan jawaban “niki sami mawon awrate” (ini sama saja beratnya). Di sini orang tua pengantin wanita dianggap sudah tidak membedakan lagi status anak dan menantu, pengantin pria sudah dianggap sama yaitu seperti anak-anaknya sendiri. Beliau tidak akan membedakan kasih sayang ataupun bimbingan yang akan diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang telah menikah tersebut.

Selanjutnya ayah memegang kedua pundak anak dan membimbing keduanya untuk duduk di pelaminan. Di sini sebagai orang tua sudah mengesahkan kedua anak untuk duduk berdampingan dan menempatkannya dalam sebuah rumah tangga.

Kacar Kucur atau Tampa Kaya (menerima penghasilan)

Prosesi ini dilaksanakan dengan cara pengantin pria menuangkan kaya (penghasilan nafkah). Dilambangkan dengan biji-bijian, bunga, uang logam, beras kuning, dan bumbu dapur. Kaya ini dituangkan ke kain yang dibentangkan oleh pengantin wanita. Setelah semua kaya dituangkan, kemudian pengantin wanita membungkusnya baik-baik lalu menyerahkannya kepada sang ibu.

Disini dilambangkan bahwa dalam rumah tangga, pengantin pria sebagai penanggung jawab ekonomi keluarga, harus memenuhi kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selanjutnya nafkah ini dikelola oleh pengantin wanita selaku istri.  Sang istri harus benar-benar mengelola dengan baik semua penghasilan yang telah diperoleh dan menggunakannya untuk keperluan keluarganya. Dan jika telah tercukupi, dapat juga ikut membantu orang tua.

Yuk simak juga Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Dhahar Klimah/Dhahar Kembul/Dulangan

Dalam acara Dhahar Klimah ini pengantin pria membuat kepalan-kepalan nasi yang diambil dari nasi kuning yang disiapkan, juga lauk pauk dan air minum. Selanjutnya pengantin wanita makan kepalan-kepalan nasi yang telah dibuatkan pengantin pria berikut lauk pauk dan yang lain.  Maksud yang dikandung adalah bahwa pengantin pria nantinya sebagai suami harus selalu memenuhi kebutuhan sang istri baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Hal itu berupa bimbingan-bimgingan dalam kehidupan berumah tangga. Selain itu juga sang istri diharapkan dapat menjaga rahasia keluarga dengan baik.

Sungkeman

Sungkeman menjadi prosesi terakhir yang dilaksanakan dalam Upacara Panggih. Kedua orangtua dari pihak pengantin pria maupun pengantin wanita duduk di tempat yang telah disediakan.  Pertama, pengantin wanita melakukan sungkem kepada ayahnya yaitu dengan cara berjongkok di hadapan ayah. Kemudian memohon restu ayah. Dalam keluarga Jawa yang bersifat patriarki, pria dianggap menjadi pemimpin keluarga, jadi pengantin wanita mendahulukan sungkem kepada ayah. Setelah selesai sungkeman kepada ayah dilanjutkan kepada ibu.  Pengantin pria juga melakukan sungkem kepada ayah mertua dan ibu mertua.  Sungkeman awal ini dilakukan kepada orang tua dari pengantin wanita dengan menghormatinya sebagai tuan rumah dan yang mempunyai hajad di acara pernikahan ini. Sungkeman selanjutnya kepada kedua orang tua pengantin pria. Disini pengantin pria melakukan sungkeman kepada ayah lalu kepada ibunya. Setelah selesai dilanjutkan oleh pengantin wanita kepada ayah mertua dan ibu mertua.

Makna yang terkandung berupa ungkapan rasa terima kasih kepada kedua orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Juga memohonkan doa restu agar nantinya keluarga yang akan dibina menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Itu juga berarti bahwa anak-anak bagaimanapun tinggi kedudukan ataupun pangkat yang dimilikinya tetaplah harus menaruh hormat kepada orangtua. Karena kedua orangtua lah yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Selesailah Upacara Panggih, yang merupakan bagian utama dalam sebuah perkawinan Adat Jawa.  Ada sedikit tambahan, yaitu Acara Mertui. Yaitu acara penjemputan orang tua pengantin pria oleh orang tua pengantin wanita di depan rumah. Acara ini biasanya dilakukan sebelum sungkeman. Tetapi untuk saat ini di masyarakat umum tidak banyak dilakukan. Tetapi untuk pengantin Adat Jawa yang ketat, terutama bagi bangsawan atau keturunan bangsawan atau Kraton Jawa. Hal ini masih dilakukan sebagai salah satu prosesi wajib yang tak dapat ditinggalkan.

Baca juga artikel Tradisional Yang Elegan! Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

4 Hal yang Sering Dikeluhkan Tamu Saat Acara Pernikahaan

4 Hal yang Sering Dikeluhkan Tamu Saat Acara Pernikahaan

4 Hal yang Sering Dikeluhkan Tamu Saat Acara Pernikahaan

 

Hal yang terkadang lupa untuk kita pertimbangkan adalan pemilihan venue yang nyaman untuk para undangan,terkadang kita terlalu fokus  pada semua hal-hal detail wedding saja. Nah berikut kita akan membahas beberapa komentar keluhan tamu undangan yang sering terjadi.

keluhan tamu saat acara pernikahaan 1 : Sulit Mendapat Parkiran

Gedung yang megah, jarak yang dekat, lokasi yang strategis dipinggir jalan dan harga yang pas sesuai budget cukup sempurna, tapi hal penting yang kalian harus ingat jangan lupa kalian pikirkan tentang lahan  parkir yang dimiliki gedung tersebut, kalian harus memastikan lahan parkir yang tersedia dengan jumlah tamu undangan seimbang, jangan sampai tamu undangan mengeluh karna susahnya mencari lahan parkir yang jauh dari lokasi  gedung.

keluhan tamu saat acara pernikahaan 2 : Kebersihan Gedung

Penting untuk diingat, fasilitas dalam gedung yang kalian sewa harus sepaket dengan kebersihan, bayangkan jika dalam acara seramai itu tapi tidak ada team kebersihan, pastinya hal ini akan merusak pemandangan dalam acara pernikahanmu, banyak piring kotor berserakan dan tidak ada team yang membersihkannya. Maka dari itu pastikan dengan baik gedung yang kalian sewa memiliki team yang baik dalam urusan kebersihan, sehingga tidak membuat risih para tamu undangan yang hadir.

keluhan tamu saat acara pernikahaan 3 : Suhu ruangan yang panas

Menghemat biaya tidak ada salahnya tapi kalian juga harus memastikan bahwa suhu ruangan yang kalian sewa mempunyai Air conditioning (AC) yang berfungsi dengan baik. Pastikan dengan jumlah tamu yang diundang dan suhu ruangan yang sesuai kebutuhan. Disarankan untuk wedding pesta outdoor menyiapkan standing air conditioning agar tamu tidak mengeluh kepanasan.

keluhan tamu saat acara pernikahaan 4 : Salah Lagu

Pernah kah kamu menghadiri suatu acara pernikahaan dan band music yang ada di acara tersebut membawakan lagu yang tidak sesuai? Seperti lagu sedih atau galau. Uhhh.. jangan sampai hal ini terjadi di weddingan kamu ya, karena ini akan merusak moment bahagia kamu! Konfirmasikan dengan WO atau Band music untuk lagu-lagu yang akan dibawakan. Dan luangkan lah waktu untuk mencari lagu-lagu yang akan kamu pilih dalam wedding mu nanti, kamu juga bisa memilih lagu wedding favorit kalian waktu semasa pacaran loh..!

Persiapakan wedding day kamu dengan baik ya, jangan sampai hal-hal tadi menimpa kamu! We wish you the best for your wedding preparation!

Sekian 4 Hal yang sering dikeluhkan tamu saat acara pernikahaan Semoga tidak terjadi di wedding day kamu yaa!

 

Ini Dia Makna Dari Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Ini Dia Makna Dari Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Ini Dia Makna Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Untuk apa sebenarnya Bleketepe dalam pernikahan? Nah, Ini dia Makna pemasangan Bleketepe yang harus kamu tau. Pemasangan Bleketepe yang di lakukan oleh orang tua pengantin merupakan sebuah perwujudan dari suatu tempat pensucian khayangan para dewa yang disana di namakan dengan Bale katapi. Sedangkan Bale yang mempunyai arti tempat, kemudian Katapi mempunyai makna Membersihkan dan serta memilahkan kotoran-kotoran untuk kemudian di buang. Sebenarnya pemasangan Bleketepe dapat di artikan secara luas sebagai ajakan Bapak Ibu dan calon pengantin kepada semua orang yang terlibat pada acara hajatan yang di gelar tersebut untuk berproses mensucikan hati bersama. Kemudian siapapun yang di undang dan juga masuk dikelilingi Bleketepe serta mengikuti upacara yang di laksanakan tersebut maka dengan harapan akan bersih lahir batin.foto tuwuhan bleketepe pernikahan adat jawa alienco photography

Bukan hanya itu tetapi ada yang lainnya pula. Ini Dia Makna Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau, jika harapan untuk menjadi suci terwujud, maka semua orang yang di undang masuk ke tempat upacara tersebut akan menjadi suci serta dapat memancarkan cahaya kesucian yang disebut dengan Nur Harapan supaya semua Orang yang terlibat di dalam upacara perkawinan memancarkan Nur atau cahaya yang di simbolkan dengan adanya pemasangan janur ataupun daun kelapa muda di semua area upacara pernikahan tersebut. Selain itu juga pemasangan Bleketepe ini di maksudkan untuk tolak bala ataupun juga bisa di artikan sebagai permohonan supaya dari awal hingga akhir dalam upacara pernikahan tersebut terhindar dari mara bahaya dan juga segala yang jahat. Baik itu yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Ini Dia Makna Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau – Bleketepe ini di lakukan oleh orang tua pengantin pada awal pemasangan Tarub. Bleketepe ini terbuat dari daun kelapa yang masih hijau dan kemudian di anyam dngan ukuran kisaran 50 cmm x 200 cm. tentu kita sudah mengetahui makna dari pemasangan Bleketepe tersebut, semoga hal tersebut menambah wawasan pengetahuan kita.

Silakan Baca Juga : Perbedaan Antara Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa JogjaUpacara-upacara pra nikah adat jawa, 14 Tatacara Persiapan Pernikahan Adat Jawa

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman

Dalam pernikahan banyak sekali prosesi yang akan di lalui oleh pengantin, disini kami akan mencoba mengulas mengenai Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman. Tumbuhan padai merupakan lambang dari kehidupan pokok dari masyarakat jawa yang memang sebagian besar hidupnya dari pekerjaan bertani. Di samping itu juga tumbuhan padi ini dalam adat kepercayaan jawa mempunyai hubungan yang erat dengan Dewi Sri yang di Anggap sebagai Dewi rumah tangga atau dewi kesuburan. Melalui simbol padi, orang tua disini mengharapkan kehidupan yang bahagia dari kedua mempelai tersebut.

contoh foto siraman jawa modern jasa tengah yogyakarta
alienco.net

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman selain padi dalam Tuwuhan prosesi siraman tersebut bukan hanya pasang padi saja tetapi ada hal yang lainnya diantaranya:

Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Maksud dari dipilih pisang yang sudah masak adalah, di harapkan dari pasangan tersebut setelah menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja ini mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan di nikahkan tersebut kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti halnya Seorang raja.

Simbolis berikutnya dalam acara tuwuhan dengan menggunakan Tebu wulung berwarna merah. Tebu ini di maknakan sebagai sumber rasa manis, ini di gunakan untuk melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang jawa berarti sepuh ataupun tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan di harapkan kedua mempelai mempunyai jiwa yang sepuh yang selalu bertindak dengan kebijaksanaan.

Kemudian Cengkir Gading ,ini merupakan simbol dari kandungan sebagai tempat jabang bayi atau lambang keturunan, kemudian daun r

andu ini di simbolkan juga sebagai sandang dan juga pari sewuli yang memunyai arti pangannya selalu tercukupi, yang terakhir adalah gohong apa-apa ataupun bermacam-macam dedaunan seperti halnya daun beringin yang melambangkan pengayoman dengan harapan terbebas dari segala halangan.

Demikian Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman, yang banyak mengandung makna, semoga ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita semua.

Yuk Simak Runtutan Acara  Siraman Dalam Pernikahan Yang Benar

Yuk Simak Runtutan Acara Siraman Dalam Pernikahan Yang Benar

Yuk Simak Runtutan Acara Siraman Yang Benar 

Makna siraman seperti yang kita ketahui begitu dalam. Nah sekarang Yuk Simak Runtutan Acara Siraman Siraman Yang Benar.

  1. Bunga dari taman di taburkan ke dalam air. Disini air yang di gunakan untuk siraman bisa berupa air yang dingin dan juga dapat di ganti pula dengan air yang hangat supaya calon pengantinnya tidak kedinginan. Air tersebut di masukkan ke dalam bejana yang terbuat dari tanah liat yang di gunakan untuk menampung air, kemudian masukkan 2 butir kelapa yang masih terdapat sabutnya diikat menjadi satu kemudian baru di masukkan ke dalam air tersebut.

    contoh foto siraman kembang goyang dodol dawet payung putih calon pengantin
    alienco.net
  2. Kemudian calon pengantin yang telah mengenakan busana siraman dengan alas kain dan bagian luar memakai kain putih (mori), dalam kondisi rambut yang terurai, calon pengantin di jemput oleh orang tua dari kamar pengantin kemudian di bombing ke tempat upacara siraman tersebut. Kemudian di belakang mereka mengiringi para pini sepuh serta petugas yang juga membawa baki yang berisi seperangkat kain yang terdiri dari sehelai kain motif grompol, sehelai kain motif nagasari handuk dan juga pedupan. Seperangkat kain dan juga handuk tersebut di gunakan ketika upacara siraman telah usai. Kemudian setelah sampai pada tempat upacara calon pengantin di persilahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh orang tua.

    contoh foto siraman jawa modern jasa tengah yogyakarta
    alienco
  3. Tidak cukup sampai di situ Yuk Simak Runtutan Acara Siraman Yang Benar, selanjutnya? Ya, setelah diawali dengan doa menurut kepercayaan dari masing-masing, orang tua dari calon pengantin mengawali mengguyur atau menyiram calon pengantin dengan air bersih dari dalam pegaron yang sudah di taburi dengan bunga siraman serta butir-butir kelapa hijau yang di gandeng.
  4. Upacara Siraman ini diakhiri dan ditutup oleh juru paes atau bisa juga oleh sesepuh yang ditunjuk.

Dari keempat tahap berikut tentunya di lakukan dengan khidmat, semoga dengan adanya ulasan Yuk Simak Runtutan Acara Siraman Yang Benar. Dapat memberikan wawasan baru terhadap Anda, semoga hal tersebut dapat bermanfaat.

Baca juga artikel berikut : Kumpulan Foto Foto Pernikahan Adat jawa dengan Make Up Paes oleh Hj. Tienuk Rifki , Yuk intip tentang Make Up Pengantin Khas Jawa Jauh Lebih Dalam

Perbedaan Antara Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa Jogja

Perbedaan Antara Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa Jogja

Perbedaan Antara Pernikahan Adat Jawa Solo Dengan Adat Jawa Jogja

Indonesia dengan berbagai macam etnisnya memberikan keberagaman budaya bagi bangsa ini. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang berbeda- beda, hal inilah yang mengakibatkan setiap ritual yang ada di daerah satu berbeda dengan di daerah yang lainya. Tak terkecuali dalam hal upacara pernikahan. Meski hampir satu rumpun, tahukan anda bahwa antara daerah solo dan daerah Jogja memiliki budaya pernikahan yang berbeda.

Meski Satu Rumpun, Pernikahan Adat Solo dan Adat Jogja Memiliki Beberapa Perbedaan

meski satu Etnis Jawa dan tempatnya juga hampir berdekatan, antara pernikahan Adat Jawa Solo dengan pernikahan adat Jawa Jogja memiliki perbedaan yang cukup signifikan jika dilihat dari ritual yang harus dijalani calon mempelai. Dari pada sobat penasaran, berikut kami paparkan perbedaan ritual pernikahan adat Jawa Solo dengan pernikahan adat Jawa Jogja:

Pertama, pada pernikahan adat Jawa Solo ada upacara yang dinamakan dengan tradisi potong rambut dan Dodol Dawet (dodol (bahasa Jawa) = jualan). Sementara itu di pernikahan adat Jawa Jogja tidak ada namanya tradisi potong rambut atau Dodol Dawet (jualan dawet). Setelah melakukan siraman pengantin langsung diteruskan dengan tradisi Dulangan.

Kedua, perbedaan yang mencolok lainya adalah ketika malam “midodaremi”. Dalam pernikahan adat jawa solo terdapat tradisi yang dinamakan ‘upacara jual beli kembang mayang’. Sedangkan untuk perniakahan adat Jawa Jogja, kembang Mayang sudah dipersiapkan sejak sore sebelum dilakukanya acara Malam Midodareni.contoh foto pernikahan lempar sirih adat jogja dan adat solo

Ketiga,  perbedaan lainya dapat anda temui pada pelakasanaan Panggih. Untuk upacara lempar sirih pada pelaksanaan panggih pernikahan adat Jawa Solo hanya melakukanya satu kali pelemparan saja, baik itu dari mempelai wanitanya atau mempelai perempuanya. Sementara dalam pernikahan adat jawa Jogja bagi seorang pria harus melempar 4 sirih, dan wanitanya melempar 3 linting daun sirih.

Sekarang anda sudah tahu bukan perbedaan antara model pernikahan adat Jawa Solo dengan pernikahan adat Jawa Jogja. Sekian dulu ulasan dari kami, semoga bermanfaat.

Macam–Macam Jenis Kebaya Pengantin Yang Mungkin Kamu Belum Tau

Macam–Macam Jenis Kebaya Pengantin Yang Mungkin Kamu Belum Tau

Macam-macam Kebaya Pengantin

Salah satu identitas wanita Indonesia adalah pakaiannya, yakni kebaya. Macam-macam jenis kebaya pernikahan di Indonesia beragam. Tentunya hal ini akan menambah keanggunan para pengantin wanita Indonesia. Macam macam kebaya berikut ini dapat menjadi rekomendasi untuk anda kenakan, baik saat anda melangsungkan pernikahan atau anda sedang menghadiri acara resepsi pernikahan.

Macam-macam kebaya pengantin yang pertama adalah kebaya jawa, kebaya ini sering digunakan oleh para pengantin wanita Jawa dengan berbagai jenis bahan dan model. Biasanya pengantin jawa menggunakan kebaya Jawa menggunakan kebaya berwarna hitam dengan berbahan bludru berkombinasi dengan hiasan berwarna gold. Kebaya hitam bludru pengantin ini dipadukan dengan kain batik yang diikat dengan stagen yang dililit di pinggang sehingga kencang dan kain tidak mudah lepas.

Macam-macam kebaya Pengantin tradisional selanjutnya adalah kebaya kutubaru, kebaya ini juga identik dengan nuansa jawa. Namun, yang membedakannya dengan kebaya jawa adalah bentuk dan warnanya yang lebih bercorak dan colourfull. Kebaya kutubaru merupakan pakaian kebaya dengan kain penghubung antara sisi baju yang kanan dengan sisi baju sebelah kiri, biasanya kebaja kutubaru ini akan bertambah anggun dengan penggunaan stagen yang terlihat. Stagen selain untuk mengikat kencang kain tapi juga berfungsi untuk menambah terlihat langsing bagi para penggunanya. Para pengantin wanita, jarang menggunakan jenis kebaya kutubaru ini, namun kebaya jenis ini sering digunakan oleh para tamu undangan.

contoh foto pengantinwanita adat sunda jawa kebaya tradisional depok jakarta bogor
www.Alienco.net

Macam-macam kebaya Indonesia selanjutnya adalah kebaya bali, kebaya bali tidak jauh berbeda dengan jenis kebaya jawa yang membedakannya hanyalah adanya selendang yang melingkar di bagian pinggang. Hiasan selendang di pinggang penggunanya akan menambah kesan manis dan langsing. Biasanya kebaya jenis ini digunakan oleh masyarakat Bali dalam menghadiri berbagai kegiatan adat atau kegiatan spiritual.

Macam-macam bentuk kebaya yang terakhir adalah kebaya encim, yang merupakan perpaduan antara kebaya Indonesia dengan pakaian shanghai (Cina). Ciri khas dari kebaya ini adalah kerahnya yang berbentk V dan berhiaskan bordir. Kebaya Encim ini merupakan kebaya yang digunakan oleh nona none betawi.

Diantara macam-macam kebaya di Indonesia,  kini telah bermunculan macam-macam kebaya modern. Hal ini menyesuaikan dengan trend busana kekinian. Macam macam kebaya pengantin terbaru ini, biasanya memodifikasikan bahan dan aksesoris kebaya serta bentuk leher maupun bagian lainnya tanpa menghilangkan identitas kebaya yang ada.Selain memodifikasi hiasan pada kebaya, bawahan pasangan kebaya yang digunakan pun beragam dapat menggunakan jeans, kain berbentuk rok mini, atau berbagai bentuk rok lainnya.

Selain itu, hal yang terbaru dari kebaya adalah adanya macam macam kebaya muslim. Bentuk kebaya yang memang panjang dan menutup aurat tubuh wanita disesuaikan kelonggarannya agar tidak membentuk lekuk tubuh wanita muslimah yang menggunakannya.

contoh pose wedding photography aang n juwi kebaya muslim bogor depok bandung
alienco.net

Apapun macam bentuk kebaya anda, hal yang terpenting adalah perawatan kebaya tersebut. Setiap penggunaan kebaya selama tidak kotor dan bau maka kebaya tersebut  cukup anda dry clean. Anda harus menghindari mencuci kebaya dengan menggunakan mesin cuci terlebih jika kebaya anda memiliki banyak hiasan payet. Anda cukup mencuci dengan tangan dan diremas-remas dengan deterjen yang aman. Saat menyetrika kebaya anda, hindari melipat. Gantung dan gunakan plastic pelindung agar keindahan kebaya anda tetap terjaga.

Demikianlah artikel macam-macam kebaya pengantin, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda para pembaca alienco.net, selamat berbahagia. [LS]

Contoh Foto Pernikahan Adat Melayu

Contoh Foto Pernikahan Adat Melayu

Contoh Foto Pernikahan Adat Melayu

 Foto Pernikahan Adat Penting Ga sih??

Penting banget!!! Karena melalui foto pernikahan adat melayu, anak cucu kita akan tetap mengenal bangsanya dalam era globalisasi ini. Mereka akan tau bahwa bangsanya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya, bukan hanya kaya akan kekayaan alamnya tetapi juga kaya akan budaya, bahasa, dan adat istiadatnya. Melalui sebuah prosesi pernikahan akan nampak kekayaan adat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia (red. Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Mengenal Tradisi Negri lewat pernikahan).

foto pernikahan adat melayu penari palembang balai samudra
alienco.net
inay pernikahan adat melayu padang
alienco.net
foto adat melayu baju biru balai samudra
alienco.net
foto pengantin wanita adat melayu palembang
alienco.net

Salah satu adat budaya yang dimiliki Indonesia ialah adat melayu. Pada artikel ini anda akan mengenal pernikahan adat melayu beserta contoh foto pernikahan adat melayu. Pernikahan adat melayu melalui tahap yang sangat panjang  mulai dari sebelum upacara pernikahan hingga setelah upacara pernikahan. Pernikahan menurut orang melayu adalah sejarah kehidupan seseorang.  Karena itu, masyarakat melayu merasa penting untuk melaksanakan prosesi pernikahan sesuai dengan adat yang berlaku, dengan tujuan mendapatkan restu.

Pernikahan Adat Melayu: Upacara Pernikahan

Upacara Menggantung-Gantung. Upacara ini merupakan upacara persiapan hari H pernikahan. Kegiatan yang dilakukan dalam upacara ini adalah mulai dari dekorasi tenda, perlengkapan pelaminan, menghias kamar pengantin. Upacara yang dilakukan H-3 pernikahan ini, merupakan cerminan gotong royong yang sangat kental dalam adat melayu.

Upacara Berinai. pada pernikahan adat melayu Upacara ini juga dikenal upacara memerahkan kuku. Padahal dalam upacara ini bukan hanya memerahkan kuku tapi beragam kegiatan lainnya. Upacara yang merupakan pengaruh dari ajaran Hindu ini, ditujukkan agar pengantin siap menjalani pernikahan tanpa ada kendala masalah. Prosesi memerahkan kuku dilaksanakan secara bersamaan oleh kedua calon mempelai pengantin di tempat yang berbeda. Tapi, biasanya upacara berinai pada mempelai pria lebih didahulukan.

Upacara Berandam. Upacara yang bermakna membersihkan diri pengantin baik jasmani maupun rohaninya. Agar dalam  menjalankan hidup yang baru dijalani dengan jiwa yang bersih. Upacara ini dilakukan setelah waktu shalat Ashar, dipimpin oleh Mak Andam, didampingi orang tua dan kerabat. Diiringi dengan rebana prosesi berndam dilaksanakan, kedua pengantin harus mandi berlimau dan berganggang dahulu. Upacara berandam dilaksanakan di kediaman pengantin perempuan terlebih dahulu, setelah itu baru dilaksanakan pada pihak laki-laki. Kegiatan utama berandam adalah membersihkan rambut tipis di sekitar tengkuk, leher dan wajah; dengan menggunakan sirih pinang dan jampi serapah untuk menaikan seri muka; memperindah kening kemudian dilakukan mandi tolak bala atau dikenal dengan mandi bunga. Karena menggunakan 5 atau 7 atau 9 jenis bunga. Mandi ini bertujuan sempurnakan kesucian, menjauhkan bencana dan menaikan seri wajah.

Upacara Khatam Al Qur’an. Upacara ini mencerminkan bahwa pengantin wanita telah diajarkan dengan baik ajaran agama Islam. pada pernikahan adat melayu Sehingga pengantin perempuan akan siap berperan sebagai istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya kelak. Pada upacara ini pengantin wanita membaca alqur’an surat Dhuha sampai dengan Al Fatihah yang diakhiri dengan do’a khatam Al Qur’an. Pengantin wanita di pelaminan didampingi orang tua atau guru mengajinya atau teman sebayanya.

Pernikahan Adat Melayu: Upacara Perkawinan

Upacara ini bukan hanya meliputi prosesi akad, tetapi serangkaian kegiatan lainnya. Dimulai dari kedatangan calon pengantin pria dan rombongan ke kediaman pengantin perempuan dengan membawa seserahan. Dan susunan upacara perkawinan antara lain upacara antar belanja (seserahan),upacara akad nikah, upaya menyembah, upacara tepuk tepung tawar,upacara nasihat perkawinan,upacara jamuan santap bersama.

Pernikahan Adat Melayu: Upacara Langsung

Setelah akad pernikahan dan upacara perkawinan selesai, selanjutnya adalah upacara hari langsung. Upacara langsung terdiri dari mengarak pengantin laki-laki, penyambutan arak-arakan laki-laki, upacara bersanding, upacara resepsi, upacara alu-aluan dan tahniah, upacara pembacaan do’a, upacara santap nasi hadap-hadapan, upacara memberikan ucapan tahniah (terima kasih) pada tamu undangan.

Artikel singkat tentang pernikahan adat melayu semoga menambah wawasan anda dan turut serta mempertahankan kekayaan bangsa.   Selamat Berbahagia [LS]

Artikel Terkait:

Tips Foto Pernikahan : Mengatur Pose dengan Natural

Tips Foto Pernikahan : Mengatur Pose dengan Natural

Tips Foto Pernikahan

Mengapa Pada foto pernikahan sangat tergantung pada gaya sang fotografer mengambil foto? Karna ini akan menjadi alasan utama kenapa penyelenggara pernikahan mempercayakan foto pernikahannya kepada kita. Cara ini juga bisa menjadi perbedaan antara Fotografer satu dengan Fotografer yang lain, karna gaya yang di ambil seorang fotografer akan mempengaruhi hasil foto yang ia hasilnya nantinya. Di kesempatan pengambilan foto pengantin, beberapa fotografer mungkin akan menyuruh sang pengantin pria untuk berdiri tegap sambil mengapit tangan pengantin wanita di sampingnya, tersenyum tipis dan menghadap kamera ketika akan di foto berpasangan. Namun ada juga fotografer yang akan menyuruh sang pengantin pria menggendong pengantin wanita sambil tertawa lepas untuk foto pernikahan. Kedua metode ini memang memiliki tujuan yang sama, namun dengan gaya yang berbeda dari setiap fotografer, tentu akan menjadikan kedua foto tersebut terlihat berbeda.

Perbanyak Gaya dalam Foto Pernikahan, dengan banyak mencari inspirasi

Sumber inspirasi untuk mengarahkan gaya pada Foto Pernikahan sangatlah banyak, di era digital seperti ini kita bisa dengan muda mencari foto-foto yang bagus untuk inspirasi gaya kita. Salah satunya bisa dari majalah pernikahan, majalah wanita, situs internet, atau bahkan bisa terinspirasi dari foto-foto yang telah kita buat sebelumnya. Bahkan gaya-gaya foto klasik tempo dulu bisa menjadi pilihan gaya yang bagus setelah di adaptasi dengan gaya modern saat ini.

Foto Pernikahan
www.Alienco.net

Tips Mencari Gaya untuk Foto Pernikahan yang akan anda buat

Jadilah fotografer yang berbeda dengan mencari dan mengembangka gayanya sendiri, dengan begitu kita akan menjadi fotografer yang di cari karna unik dan original. Kadang kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan tampilan baru pada foto pernikahan kita, ini tentu akan memudahkan kita dalam bekerja. Gaya foto pernikahan akan sangat di pengaruhi oleh keadaan di lokasi pernikahan, cahaya yang tersedia, dan lain-lain. Kita juga harus pintar mengadaptasi gaya jika menemukan situasi yang tidak memungkinkan untuk memakai gaya yang kita rencanakan. Atau bisa juga memanfaatkan Mesin koreksi seperti Photoshop untuk membantu menjadikan gaya foto kita terlihat mendominasi.

Foto Pernikahan
www.Alienco.net

Mengembangkan Gaya atau Style foto Pernikahan

Sebagian Fotografer mungkin menganggap gaya saat pengambilan foto Pernikahan, tidak banyak berpengaruh dengan kualitas foto yang ia hasilkan. Kini anggapan tersebut harus di fikirkan kembali, karna dengan terus mengembangkan cara kita mengarahkan gaya maka foto yang akan di hasilkan tetap terlihat modern bahkan ketika di lihat oleh anak atau cucu sang pengantin nantinya. Seorang fotografer yang baik adalah yang mencari ide dan mengadaptasikannya kemudian hari, sedangkan fotografer yang buruk hanya akan menyalin tanpa mengadaptasikannya terlebih dahulu. Jadi pertahankan prinsip fotografi dengan membuat gaya atau style kita sendiri, gambar dan style foto pernikahan yang menarik adalah sebuah investasi yang bernilai tinggi untuk jangka panjang. [Ra]

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait:

 

 

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp