Upacara Pedang Pora, Prosesi Pernikahan Anggota Militer

Upacara Pedang Pora, Prosesi Pernikahan Anggota Militer

Upacara Pedang Pora, Prosesi Pernikahan Anggota Militer

Pedang pora merupakan prosesi pernikahan yang dilakukan oleh anggota militer. Biasanya tamu yang datang pada prosesi ini kebanyakan adalah anggota militer juga. Tentu saja kan yang menikah anggota militer jadi wajar saja jika tamu yang datang juga dari rekan sejawat. Namun demikian prosesi ini juga dihadiri oleh tamu undangan lain yang tidak dari kalangan militer. Seperti keluarga besar pengantin, tetangga ataupun relasi dari kedua orang tua pengantin.

Tradisi pedang pora ini memang khusus diadakan di kalangan militer saja. Nah hal ini dimaksudkan sebagai tanda seorang anggota militer meninggalkan kehidupan lajangnya, memasuki kehidupan baru berkeluarga. Untuk menghormati dan menghargai hal ini maka tradisi Pedang Pora dilakukan. Kata pora berasal dari Pura atau Gapura. Jadi Pedang Pora merupakan gapura dari pedang yang dibentuk dengan barisan pedang terhunus. Barisan ini terdiri dari teman-teman perwira dan bisa juga dari junior di angkatannya.

Upacara Pedang Pora

Sebagai sebuah tradisi yang dilakukan di kalangan perwira militer, pedang pora dilakukan oleh semua perwira pria yang berstatus militer aktif. Biasanya mereka adalah lulusan dari Akademi Militer, baik dari Akmil di Magelang, maupun Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Darat, Akademi Kepolisian. Selain itu juga mereka dari lulusan Sepawamil, IDP, Secapa Reguler, dan Semapa PK juga berhak melakukan upacara ini.

Karena tradisi ini adalah sebagai penghormatan kepada seorang perwira militer yang melepaskan kehidupan lajangnya, tentu saja hanya dilakukan sekali dalam kehidupan seorang perwira militer.  Jika perwira tersebut seorang duda yang kemudian ingin menikah lagi tentu saja tidak perlu diadakan tradisi ini. Karena perwira ini kan tidak melepas masa lajangnya, dan memang tidak akan diadakan. Tradisi ini juga hanya berlaku bagi pernikahan seorang perwira laki-laki atau pria, jadi seorang perwira militer wanita yang menikah, tradisi ini tidak diadakan.

Pedang Pora, Sangkur Pora, Hasta Pora

Pedang Pora merupakan tradisi yang hanya dilakukan di kalangan perwira militer. Untuk tingkatan Bintara dan Tamtama tentu tidak diadakan tradisi Pedang Pora. Meskipun begitu di kalangan ini ada juga tradisi yang mirip dengan Pedang Pora, yaitu tradisi Sangkur Pora untuk kalangan Bintara. Memang hampir mirip dengan Pedang Pora, tetapi yang dipakai adalah pedang yang lebih pendek atau sangkur. Sedangkan untuk kalangan Tamtama diadakan juga yang disebut dengan Hasta Pora. Kata hasta mempunyai arti tangan. Jadi di sini Hasta Pora adalah tangan menunjuk ke atas menyerupai pedang terhunus. Hampir sama dengan tradisi Pedang Pora hanya di sini yang membentuk gapura adalah dari tangan-tangan yang diarahkan ke atas. Selain itu ada juga tradisi yang disebut Kadga Pora atau Penyet Pora. Ini adalah tradisi upacara pelepasan masa lajang yang dilakukan oleh tingkatan taruna. Yang digunakan di sini adalah kadga/ponyet yaitu pedang yang lebih kecil.

Ada beberapa perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk upacara Pedang Pora ini, biasanya dipersiapkan oleh pengantin atau panitia yang telah ditunjuk. Perlengkapan terdiri dari kalungan bunga bisa dari bunga anggrek atau bunga melati, buket tangan, kaos tangan. Juga lilin bor berwarna putih atau merah jambu, baki berlapis dengan tapak, pdang dan cincin dalam wadah cincin. Tetapi tergantung dari masing-masing kesatuan perlengkapan dapat menyesuaikan.

Sedangkan untuk upacara ini yang terlibat untuk pelaksanaannya adalah satu pasukan pedang, inspektur upacara berikut cadangan bila berhalangan. Termasuk juga komandan upacara dan cadangannya, perwira upacara dan cadangannya, petugas pembawa puisi, master of ceremony dan cadangannya. Bahkan untuk petugas untuk pembawa lilin dan pembawa baki.  Bisa juga dihadirkan Korps Drumband untuk menyertai pelaksanaan prosesi ini. Biasanya dibantu oleh adik-adik angkatan mempelai pria. Setelah semua persiapan yang diperlukan telah tersedia maka barulah prosesi pedang pora ini dapat dilaksanakan untuk kedua mempelai.

Baca juga, Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Tahapan Pelaksanaan Prosesi Pedang Pora

Sebelum pelaksanaan prosesi utama, pasukan khusus untuk melakukan prosesi ini membuat formasi baris yang berhadapan. Jumlah anggota dalam pasukan ini terdiri dari 12 orang yang mengenakan seragam militer lengkap. Setelah barisan siap, Komandan Regu Pedang Pora ini menyampaikan laporan kepada pengantin bahwa upacara pedang pora telah siap dilaksanakan. Kedua pengantin tentunya sudah harus di tempat acara ini, agar upacara dapat segera dilakukan. Pada saat penyampaian laporan ini, anggota lain yang berformasi baris berhadapan kemudian serempak menghunuskan pedang ke atas, membuat bentuk seperti gapura.

Selanjutnya, kedua pengantin melangkahkan kaki ke bawah gapura pedang-pedang ini. Setelah sampai di bagian tengah, acara penyematan cincin pernikahan dilakukan. Sedangkan kepada pengantin wanita diberikan pakaian seragam Persit. Seragam ini sebagai simbol bahwa pengantin wanita tersebut telah resmi bergabung ke dalam wadah Persatuan Isteri Tentara.

Setelah penyerahan seragam ini, dilanjutkan dengan pembacaan puisi. Komandan regu selanjutnya memberi aba-aba kepada pasukan untuk membuat posisi Tegak Pedang. Usai pembacaan puisi, kedua pengantin dipersilakan melangkah dan duduk di pelaminan.

Tujuan Tradisi Pedang Pora

Tradisi pedang pora merupakan tradisi yang bertujuan untuk penghormatan kepada perwira yang meninggalkan kehidupan lajangnya. Tujuan lainnya adalah sebagai sarana bagi pengantin wanita untuk lebih jauh mengenal kehidupan dalam dunia militer yang bagi pengantin dari kalangan sipil tentu merupakan dunia yang baru baginya.

Makna Tradisi Pedang Pora

Pedang Pora juga memberi perlambangan rasa solidaritas, persaudaran dan kehendak memohon perlindungan Tuhan. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun, gapura yang dibentuk dari pedang-pedang ini adalah sebagai simbol bahwa pengantin telah masuk ke gerbang dunia kehidupan yang baru. Yaitu kehidupan berkeluarga di lingkungan militer.

Selain sebagai lambang kehidupan yang baru dimasuki, Pedang Pora juga membawa arti yang lebih dalam bagi kehidupan seorang perwira. Bagaimanapun juga, dalam segala hal yang dialami nantinya baik yang menggembirakan atau yang menyedihkan, istri sebagai pendamping setia akan selalu dilibatkan.  Sikap dan jiwa ksatria dilambangkan oleh pedang terhunus dalam sebuah formasi yang menyerupai sebuah gapura. Ini berarti bahwa kedua pengantin telah siap baik secara fisik maupun mental untuk mengatasi semua halangan ataupun semua hambatan yang akan datang dalam kehidupan berkeluarga selanjutnya. Gerbang kehidupan baru dilambangkan dengan posisi formasi pasukan yang berhadapan. Di sini berarti mempelai telah memasuki suatu kehidupan baru setelah melewati gerbang ini.

Pada saat lewat di bawah gapura ini, kedua pengantin melangkah dengan mantap, ini mencerminkan suatu harapan dan doa supaya selanjutnya dalam menghadapi hambatan atau halangan yang akan ditemui. Kedua pengantin akan selalu bersama. Sedangkan sebagai ungkapan kegembiraan dari adik-adik angkatan perwira yang menikah ini, maka dilambangkan dengan formasi berbanjar, ini juga sebagai tanda kesetiaan mereka kepada sang perwira.

 

Tidak berbeda dengan tradisi pernikahan lainnya, baik di daerah tertentu atau pada suku tertentu, setiap langkah yang dilakukan dalam acara pernikahan ini tentu menyiratkan makna dan lambang yang dalam. Meskipun dalam pelaksanaannya agak beragam tetapi tujuan utamanya adalah sebagai doa kepada Yang Maha Kuasa.

Ini Dia Alasan Kamu Harus Memilih Konsep Outdoor Wedding!

Ini Dia Alasan Kamu Harus Memilih Konsep Outdoor Wedding!

Ini Dia Alasan Kamu Harus Memilih Konsep Outdoor Wedding!

Pernikahan berkonsep outdoor adalah konsep pernikahan yang menggabungkan sebuah pesta pernikahan dengan lingkungan alam, semua prosesi acara pernikahan dilakukan di luar ruangan. Hal ini tentu berbeda jauh dengan suasana pernikahan indoor yang dibatasi oleh dinding-dinding. Dalam pernikahan outdoor, andalan utama adalah pemandangan alam sekitar dan pesta yang lebih informal, membuat pengantin, keluarga dan tamu undangan menjadi lebih merasakan suasana yang berbeda.

Apakah kamu ingin mengadakan pesta pernikahan kamu secara outdoor? Tentu ini menjadi salah satu pilihan yang hanya kamu dapat menentukannya. Tetapi apa saja kelebihan sebuah pesta pernikahan yang dilakukan secara outdor ini dibandingkan dengan pesta yang dilakukan indoor, berikut ini ada sedikit info yang dapat menjadi pertimbangan buat kamu jika nanti memilih outdoor sebagai konsep utama pernikahan kamu. Tentu saja kamu harus melakukan persiapan yang lebih serius karena akan banyak kebutuhan yang tak diduga.

Pernikahan Outdoor

Melaksanakan pesta pernikahan secara outdoor tentu akan memberikan suasana yang berbeda dari pernikahan secara indoor, dan tentunya persiapan untuk sebuah pesta pernikahan outdoor ini membutuhkan perhatian dan keseriusan tersendiri. Ini adalah menjadi hal yang wajar karena dengan persiapan yang serius akan menjadikan pernikahan outdoor kamu menjadi sebuah momen yang sangat mengesankan, baik untuk kamu berdua, keluarga maupun semua tamu undangan yang akan menghadirinya.

Pemandangan Alam Yang Indah

Kebanyakan orang memang menyukai suasana alam yang natural, apalagi dengan pemandangan yang indah. Ini akan mendatangkan ketenangan dan kedamaian. Oleh karena itu biasanya orang berliburan ke tempat-tempat yang mempunyai pemandangan alam yang indah. Demikian juga sebuah pesta pernikahan outdoor juga akan menyuguhkan pemandangan alam yang eksotik dan natural. Suasana venue yang sudah mendukung membuat kamu tidak perlu lagi menyediakan banyak anggaran untuk mendekor. Kamu cukup menyediakan pelengkap  yang dibutuhkan untuk melayani tamu, misalnya meja dan kursi jika tidak memakai konsep pesta kebun.

Kapasitas Ruang Yang Lebih Luas

Tanpa adanya batasan dinding yang ada menjadikan venue pernikahan outdoor ini dapat mengakomodasi jumlah tamu yang lebih banyak. Jika tamu yang diundang cukup banyak ataupun membawa keluarga kecil mereka yaitu anak-anak kecil, kamu tidak perlu risau jika mereka berlarian di acara pesta kamu, karena tempat yang luas tentu akan lebih banyak tempat tersedia untuk aktivitas mereka. Tetapi harus kamu pertimbangkan juga ya karena tempat yang lebih luas tentu akan membutuhkan anggaran yang lebih besar. Jadi pilihlah lokasi outdoor yang selain pas dengan jumlah tamu yang akan kamu undang, juga masih dapat kamu tanggung dengan anggaran yang telah kamu siapkan.

Baca juga Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Waktu Penataan Dekorasi Yang Lebih Singkat

Pemandangan indah yang diberikan oleh venue pernikahan outdoor menjadikan kebutuhan dekorasi menjadi lebih ringan, bahkan mungkin bisa tidak diperlukan sama sekali. Tentu ini mengurangi kebutuhan dan biaya dekorasi tambahan yang memang harus diadakan jika dilaksanakan secara indoor.

Suasana Informal Dan Rileks

Suasana seperti ini agak sulit dihadirkan oleh sebuah venue yang bersifat indoor. Dengan pernikahan outdoor maka suasana informal dan rileks ini akan segera terasa ketika hadir di tempat ini. Seperti bukan mengikuti sebuah upacara yang resmi dengan banyak kesan formal, tetapi lebih seperti mendatangi sebuah pesta yang penuh dengan keakraban dan suasana rileks. Bagi pengantin yang menginginkan suasana yang rileks dan non formal ini maka pernikahan outdoor akan menjanjikannya.

Fotografer Lebih Leluasa

Tanpa adanya banyak hambatan apakah dengan batasan dinding atau meja kursi yang digunakan, maka fotografer akan lebih leluasa mengambil angle yang pas untuk foto pernikahan kamu. Jadi nanti kamu bisa mendapatkan hasil foto yang benar-benar akan lebih sesuai dengan keinginan.

Hasil Dokumentasi Yang Lebih Alami

Dengan pencahayaan natural, maka hasil foto akan menjadi lebih alami dan biasanya pencahayaan dari alam akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Tentu kamu akan senang jika mendapatkan hasil dokumentasi momen membahagiakan kamu yang benar-benar berkualitas.  Sinar matahari akan sangat membantu bagi seorang fotografer handal untuk menghasilkan foto yang bagus untuk sebuah foto pernikahan.

 

Itu beberapa kelebihan pernikahan yang memakai konsep outdoor. Meskipun begitu, jika kamu memilih pernikahan outdoor, kamu juga harus mempertimbangkan dengan baik, karena pernikahan outdoorpun tentu ada kekurangannya. Jadi pastikan kamu dapat mengantisipasinya, jangan sampai nanti pernikahan outdoor kamu menjadi kurang maksimal.

Ini Dia Prosedur Mengurus Pernikahan di Gereja Katolik!

Ini Dia Prosedur Mengurus Pernikahan di Gereja Katolik!

Ini Dia Prosedur Mengurus Pernikahan di Gereja Katolik!

Acara pernikahan merupakan acara penting bagi kedua calon pengantin. Semua persiapan telah dilakukan untuk menyambut acara ini. Gaun pernikahan, tema dan konsep pernikahan sudah ditentukan. Bagi yang beragama Kristen atau Katolik tentu juga harus mempersiapkan upacara pernikahan di gereja. Namun demikian untuk upacara pernikahan ini juga kamu perlu mengkonfirmasi dengan pihak gereja ya, karena tidak setiap saat gereja bisa dipakai untuk upacara pernikahan. Jadi buat kamu yang ingin mempersiapkan upacara pernikahan gereja, tips berikut ini dapat membantu kamu.

Mendaftar Kursus Pra Nikah

Sebelum menikah, pasangan pengantin katolik harus mengikuti kursus. Kursus ini dilaksanakan paling tidak pada waktu 6 bulan sebelum upacara pemberkatan. Tujuan kursus ini untuk menyiapkan pasangan pengantin menjalani kehidupan berkeluarga nantinya. Siapkan diri ya, datangi gereja katolik yang kamu pilih dan siapkan yatu:

  1. Surat pengantar dari gereja masing-masing : Surat ini dapat kamu peroleh dari gereja katolik yang kamu ikuti. Bisa jadi kamu berasal dari gereja yang sama, kalau demikian akan lebih mudah. Tapi kalau dari gereja yang tidak sama, kamu harus meminta surat pengantar ini dari masing-masing gereja yang diikuti.
  2. Salinan Surat Baptis
  3. Salinan akte kelahiran
  4. Salinan kartu KK dari gereja katolik masing-masing.

Setelah melakukan pendaftaran, petugas dari pihak gereja memilihkan jadwal yang kosong dan juga menentukan lokasi pelaksanaan kursus nanti. Oh ya kamu juga harus mempersiapkan biayanya ya, besarnya dapat kamu tanyakan ke gereja tempat kamu mendaftar.

Mengikuti Acara Kursus

Jadwal kursus biasanya ditentukan pada tiga hari weekend. Jadi kamu siapkan diri ya. Materi yang akan diberikan adalah beberapa hal yang terkait dengan kehidupan setelah pernikahan yang meliputi pengenalan diri, pengelolaan ekonomi, kehidupan sex dalam keluarga, kehidupan berkeluarga secara umum dan persiapan rencana untuk masa mendatang. Jika kamu selesai, gereja akan memberikan sertifikat kursus sebagai tanda kamu telah mengikuti kursus pra nikah ini. Sertifikat ini wajib dibawa ketika pendaftaran pernikahan nanti di gereja, jadi simpan baik-baik ya.

Simak juga, Mengurus Surat dan Dokumen Pernikahan Pada Beberapa Agama

Pendaftaran Untuk Penyelidikan Kanonik

Penyelidikan Kanonik ini adalah istilah dari pihak gereja untuk memastikan kalau kamu benar-benar siap memasuki masa pernikahan sebenarnya. Di sini hanya dilakukan wawancara oleh Pastur atau Romo jadi tidak perlu takut ya. Hal yang sangat ditekankan oleh Pastur atau Romo ini adalah apakah kamu memang benar-benar telah menyiapkan diri untuk membina kehidupan berkeluarga. Jangan sampai nanti setelah menikah ternyata salah satu dari pasangan tidak siap sehingga akan terjadi hal yang tak diinginkan. Untuk pendaftaran ini kamu bawa beberapa dokumen penting di antaranya :

  1. Surat pengantar dari gereja masing-masing yang asli
  2. Surat baptis yang asli, surat ini sudah diperbarui paling tidak 6 bulan sebelumnya.
  3. Selinan sertifikat kursus Pra Nikah untuk diserahkan kepada petugas gereja, sedangkan aslinya juga harus kamu tunjukkan ya.
  4. Fotokopi kartu KK Gereja katolik masing-masing
  5. Fotokopi akte kelahiran
  6. Fotokopi KTP pengantin
  7. Foto berdampingan 4 x 6 sebanyak 4 lembar dengan pengantin pria berdiri sebelah kanan.

Jika pasangan kamu tidak beragama katolik, siapkan juga 2 orang saksi untuk datang pada waktu penyelidikan kanonik. Kamu harus benar-benar hati-hati memilih saksi ini ya. Kenapa? Karena saksi ini nanti akan diminta penjelasan  mengenai pasangan kamu belum menikah dan tidak berhalangan untuk melakukan pernikahan dengan kamu.

Sedangkan bila kedua pasangan yang beragama katolik, Kursus Persiapan Pernikahan dan Penyelidikan Kanonik ini akan dilaksanakan di gereja paroki dari calon wanita. Jika nantinya kamu repot harus ke gereja masing-masing, mungkin karena kamu dan pasangan tinggal di suatu tempat sedangkan gereja asal jaraknya cukup jauh. Nah kamu dapat “menumpang” upacara pernikahan di gereja setempat. Tetapi kamu harus membawa surat pengantar dari pastor paroki di daerah tersebut untuk menikah di gereja pilihan.

Nah agar tidak repot-repot dua kali kerjaan, nih. Waktu pendaftaran penyelidikan katolik ini sekalian saja kamu daftarkan pernikahan kamu di kantor catatan sipil. Jadi lebih mudah, karena pihak gereja akan sangat senang memberikan bantuan. Beberapa dokumen juga kamu harus siapkan lagi ya:

  1. Surat baptis terbaru dan salinan surat nikah
  2. Salinan akte kelahiran
  3. Salinan KTP
  4. Salinan KK yang sudah dilegalisir
  5. Salinan surat keterangan menikah yang dikeluarkan oleh kelurahan
  6. Salinan KTP saksi pernikahan
  7. Foto Calon berdampingan ukuran 4×6 sejumlah 6 lembar

Mendaftarkan Tanggal Upacara Pernikahan

Waktu pendaftaran Kursus Persiapan pernikahan ini kamu juga bisa sekalian mendaftarkan tanggal pernikahan kamu. Nah untuk jadwal ini kamu tidak bisa menentukan sendiri ya, karena kamu juga harus konfirmasi ke pihak gereja kapan waktu yang tersedia untuk pelaksanaan acara pernikahan. Pada waktu perayaan Advent dan Pra paskah gereja Katolik tidak akan menerima upacara pemberkatan untuk pernikahan. Jadi pastikan kamu tidak memilih di tanggal-tanggal ini ya. Untuk pastinya, kamu bisa tanyakan dulu kapan waktu kosong yang bisa kamu pilih. Lalu, kamu kompromikan dengan jadwal rencana pernikahan kamu ya.

Baca juga artikel 8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

Biaya Pernikahan

Untuk melaksanakan upacara pemberkatan pernikahan di gereja ini tentulah kamu juga harus menyiapkan biayanya ya. Berapa besar biaya yang harus disiapkan bisa kamu tanyakan langsung ke pihak gereja. Karena memang tidak ada keseragaman untuk masing-masing gereja dalam menentukan besaran biaya ini. Yang pasti biasanya adalah biaya listrik dan AC, selain itu juga siapkan biaya untuk persembahan berupa buah, bunga dan bunga persembahan untuk Goa Maria, persembahan ini dilakukan pada waktu misa pemberkatan pernikahan.

Biaya lain adalah biaya untuk tempat, yang biasanya adalah tambahan untuk penataan ruang gereja dengan dekorasi khusus. Selain itu jika kamu mempunyai request khusus untuk acara pemberkatan ini, siapkan juga biaya-biaya yang diperlukan, agar nanti pada waktu pemberkatan, kamu sudah tenang karena semua sudah disiapkan.

 

Nah setelah semua persiapan ini, kamu juga perlu mempersiapkan buku misa untuk pemberkatan kamu. Tapi sebelumnya, kamu harus meminta persetujuan dari Romo/Pastur yang akan memberikan pemberkatan pernikahan. Saat ini ada peraturan baru yang harus diikuti, yaitu adanya pemilihan lagu-lagu gereja untuk mengiringi upacara pemberkatan.

 

Ini Dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Ini Dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Ini Dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Pernikahan memang harus direncanakan, karena pernikahan ada acara yang bersifat monumental bagi semua pasangan. Nah dalam persiapan ini ada juga lho yang merasa yakin bahwa ada hal-hal yang harus dilakukan, sehingga seolah-olah menjadi mitos yang harus dipercaya. Nah mitos-mitos ini memang ada karena dipercaya oleh banyak kalangan. Jadi kamu akan mendapat tips yang tepat untuk menghindari mitos tersebut ya. Apa saja sih mitos pernikahan yang banyak dipercaya? Yuk simak 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui di bawah ini

Persiapan pernikahan minimal 1 tahun

Sekilas mitos ini ada benarnya, hidup setelah pernikahan akan berlangsung dalam waktu yang lama. Jadi tentunya membutuhkan persiapan dalam waktu yang lama agar nantinya benar-benar matang dalam pelaksanaan pernikahannya. Namun demikian ternyata tidak demikian adanya, kamu bisa kok mempersiapkan pernikahan dalam waktu yang lebih singkat, misalnya 6 bulan sebelum acara pernikahan. Namun jika karena suatu hal, kamu harus melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat dan benar-benar urgent, sebaiknya gunakan jasa Perencana pernikahan, ini mengingat bahwa mereka umumnya telah memiliki jam terbang lebih banyak untuk persiapan sebuah pernikahan.

Bridezilla Syndrome!

Bisa jadi sebuah mempersiapkan sebuah acara pernikahan menjadikan hal yang membuat pihak pengantin menjadi panik secara berlebihan. Hal ini sangatlah wajar karena biasanya pernikahan adalah hal yang baru pertama di alami. Agar terhindar dari hal ini, sebaiknya cobalah untuk menyertakan pasanan dalam setiap hal yang terjadi, jika pasangan mungkin tak punya waktu bisa juga kamu mengajak teman atau keluarga. Jadi kamu bisa berbagi beban kepada mereka. Beberapa hal dapat kamu percayakan kepada orang yang kamu yakini bisa melaksanakan tugas tersebut. Jadi kamu nanti akan tetap santai tapi serius.

Harus pakai vendor mahal

Sebagian pengantin wanita merasa bahwa mempersiapkan pernikahan ini harus benar-benar dilakukan dengan sempurna sesuai dengan yang diimpikan sehingga harus membutuhkan vendor yang mahal. Kata pepatah ada uang ada barang. Namun demikian ternyata tidak selalu demikian, pernikahan impian dapat diwujudkan oleh vendor yang benar-benar berpengalaman dan memahami konsep dan tema atau keinginan pengantin yang dilayani meskipun tanpa harus membayar cukup mahal. Justru vendor yang berpengalaman biasanya tahu mencari celah bagaimana mewujudkan suatu konsep pernikahan dengan biaya yang dapat disesuaikan kebutuhan.

Cari vendor? Yuk simak artikel Tips Cerdas Memilih Vendor dengan Media Sosial

Hari pernikahan adalah milik berdua

Memang dalam pernikahan ini akan menyatukan dua anak manusia. Ya, kamu dan pasanan kamu dan hari pernikahan memang menjadi hari yang akan membuat kamu dan pasangan kamu mendapat perhatian lebih dari tamu undangan. Namun demikian jangan dilupakan juga bahwa masih ada keluarga dari kedua belah pihak. Nah kamu juga tetap harus memperhatikan masukan atau koreksi dari mereka. Bagaimanapun juga mereka tentu lebih berpengalaman dari kamu dalam beberapa hal. Nah kamu dapat meminta ide-ide dari mereka semua dan mengkompromikannya untuk acara pernikahan  kamu. Dengan demikian semua menjadi merasa dihargai dan dihormati.

Pengiring adalah teman satu kelompok di sekolah dulu

Pengiring pengantin memang biasanya diambil dari orang yang benar-benar dianggap dekat bagi kedua pengantin. Dan kamu tentunya tidak harus mengambil semua teman kelompok kamu di sekolah dulu untuk menjadi pengiring pengantin kamu nantinya. Kamu bisa memilih orang yang benar-benar kamu anggap dekat dan juga merasa cocok dengan kamu dan pasangan kamu. Tidak semua orang senang kok menjadi pengiring pengantin, apalagi harus berseragam khusus.

Harus memakai gaun putih

Warna putih memang menjadi warna favorit untuk sebuah pernikahan, apalagi untuk gaun yang dikenakan atau baju yang dipakai oleh pengantin laki-laki. Namun demikian sah-sah saja kamu memilih warna lain yang merupakan warna kesukaanmu untuk acara spesial kamu tersebut. Yang penting kamu harus memperhatikan juga suasana dan konsep pernikahan kamu, agar nanti warna yang kamu pilih untuk gaun dan pakaian tetap cocok dengan dekorasi atau konsep warna untuk acara pernikahan kamu.

Nah simak juga nih artikel Beberapa Inspirasi Gaun Pengantin Berwarna ini!

Hari pernikahan adalah pelabuhan akhir cinta setiap pasangan sehingga kamu menjadi perfeksionis di depan undangan.

Memang benar bahwa sebaiknya pernikahan adalah menjadi perjalanan akhir cinta sepasang manusia yang belum mempunyai pasangan. Tetapi ingat bahwa masih panjang kehidupan yang akan dijalani nanti setelah pernikahan. Dengan mengingat hal ini, kamu tidak perlu menjadi perfeksionis dalam persiapan pernikahan kamu, sehingga semua hal harus menjadi hal yang paling sempurna dan tidak boleh ada kesalahan. Kamu bisa kok menyiapkan hal-hal yang memang benar-benar cukup sempurna dengan persiapan biaya yang secukupnya. Tidak perlu memaksakan harus melaksanakan suatu acara jika memang biaya yang ada tidak cukup. Apalagi harus meminjam kepada keluarga lain atau orang lain.

Tak perlu repot dengan biaya nikah, toh nanti balik modal

Memang benar makin banyak tamu undangan yang diundang ke sebuah acara pernikahan, maka biasanya uang hadiah yang diterima oleh pengantin maupun orang tua cukup besar. Apalagi jika yang diundang adalah orang-orang terpandang atau orang-orang kaya, biasanya uang yang diberikan cukup besar. Namun demikian tentunya ini bersifat gambling, toh kamu tidak boleh menjadikan hal ini sebagai andalan untuk menutupi biaya pernikahan nantinya. Sebaiknya kamu siapkan benar-benar biaya yang memang diperlukan dan jangan sampai kamu berhutang setelah acara pernikahan ini. Apalagi jika memakai jasa vendor, tentu vendor telah menyiapkan segalanya dengan berharap akan dibayar pada tepat waktu.

 

Nah itu dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui, kamu boleh percaya atau tidak. Yang jelas semoga artikel tersebut bermanfaat, ya!

 

 

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Kamu pasti sudah pernah membaca artikel Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco ini, kan? Nah sebagai bagian dari Suku Minangkabau, tradisi di Koto  Gadang memiliki banyak kesamaan dengan tradisi yang ada pada Suku Minangkabau termasuk dalam hal ini adalah tradisi pengantin. Prosesi pengantin pada Suku Minangkabau memiliki tatacara yang cukup banyak. Namun demikian, pada adat di Nagari Koto Gadang hal ini dibuat lebih sederhana. Jika ingin lebih tahu mengenai tradisi pernikahan di Koto Gadang, Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan Koto Gadang di bawah ini!

Mencari Jodoh

Sebagaimana layaknya pada banyak suku di Indonesia, jodoh bagi seorang gadis lebih ditentukan oleh pihak orang tua ataupun orang-orang yang lebih tua dari kalangan keluarga. Tradisi ini juga berlaku pada Suku Minangkabau. Setelah melihat sang gadis telah menjadi perawan yang telah tiba waktunya untuk menikah maka orangtua dan kerabat yang dituakan di kalangan keluarga si gadis telah bersiap mencari-cari dan memilihkan suami yang akan menjadi pendamping si gadis. Acara ini dilaksanakan secara khusus dengan mengadakan pertemuan dan permusyawaratan di rumah sang ibu. Di sini yang diajak dalam permusyawaratan antara lain ayah dan ibu, mamak-mamak (paman) si gadis dan saudara perempuan ibu lainnya. Pelaksanaan pertemuan khusus ini sengaja dilakukan pada malam hari agar tidak banyak diketahui oleh tetangga ataupun pihak lainnya.

Maresek-resek

Acara ini merupakan langkah penjajakan kepada kedua orang tua calon dari jodoh yang dianggap sesuai. Di sini yang berperan adalah saudara-saudara perempuan ibu dan kerabat dekat lainnya dari pihak perempuan. Acara dilakukan dengan kunjungan ke orang tua calon yang diinginkan untuk dijodohkan. Tentunya tidak secara langsung karena memang di Indonesia ini basa-basi masih sangat berperan. Setelah bertemu dengan kedua orang tua calon jodoh yang diharapkan, maka diadakan percakapan-percakapan yang bersifat silaturahmi dan saling menanyakan kabar. Dilanjutkan dengan bincang-bincang ringan, dan selanjutnya dilanjutkan dengan acara inti yaitu menyampaikan keinginan melakukan perjodohan anak gadis dengan anak laki-laki tuan rumah.

Ma Antakan Tando

Jika kedua orang tua calon jodoh menerima dan menyambut baik langkah perjodohan ini maka akan dilakukan acara selanjutnya yaitu pertemuan dengan kerabat lain yang lebih banyak. Dalam acara ini diharapkan hadir adalah mamak-mamak, orang Sumando, mak dang, Etek, Bako dan Ipa-Bisan lainnya yang mungkin belum tahu tentang hal ini. Di sini disampaikan hasil dari pertemuan dengan calon jodoh laki-laki. Setelah itu dibuatlah persiapan untuk melakukan acara Ma Antakan Tando yaitu memberi antara sebagai tanda perjodohan. Di suku Minangkabau ini yang berperan aktif dalam hal ini adalah dari pihak perempuan. Sedangkan dari pihak keluarga besar calon jodoh melakukan persiapan menyambut kedatangan pihak wanita. Hal ini dilakukan melalui musyawarah dengan keluarga besar lainnya dari pihak laki-laki.

Upacara Pernikahan

Lazimnya pernikahan dilakukan pada siang hari sebelum waktu sholat dzhuhur. Acara dilaksanakan di kediaman pengantin wanita. Sebelum sampai di acara pernikahan (akad nikah), dilakukan penjemputan calon pengantin laki-laki oleh utusan dari keluarga wanita. Utusan ini dibekali dengan berbagai perangkat bawaan diantaranya Boko (kotak) yang berisi pilih pan japuik. Ini merupakan simbol dari adat penjemputan. Pada acara ini di sediakan uang sebesar Rp 10.000. Dari uang ini separuh diberikan kepada Kekerabatan Anak nagari dan separuh lagi diberikan kepada orang tua pengantin laki-laki. Tak lupa disertakan carano (dulang) sirih lengkap yang merupakan bawaan yang tak boleh dilupakan. Kelengkapan lainnya adalah uang logam Rp 100 an sebanyak 10 buah dan Rp 1000an sebanyak 10 buah. Untuk mahar biasanya diberikan seperangkat alat sholat yang dibawa oleh Anak Mamak.

Menjemput Calon Pengantin Pria

Sebagai bagian terpenting dalam tradisi upacara pernikahan di Koto Gadang adalah acara penjemputan pengantin. Rombongan penjemput dari pengantin wanita ini datang ke tempat pengantin laki-laki untuk melakukan upacara penjemputan. Setelah sampai di tempat pengantin pria, maksud kedatangan rombongan ini disampaikan oleh utusan yang mendapat tugas khusus dari Niniak Mamak pengantin wanita. Di sini disampaikan bahwa kedatangan mereka beramai-ramai ini tak lain dan tak bukan adalah melakukan penjemputan pengantin wanita. Tak lupa juga rombongan ini membawa barang-barang yang telah disiapkan. Setelah penyampaian maksud kedatangan, barang-barang bawaan ini diserahkan untuk diterima dan dicek oleh pihak pengantin pria. Saat ini acara pemeriksaan ini biasanya bersifat formalitas, dan setelah diterima baik dan dianggap telah terpenuhi syarat yang diinginkan oleh pihak pengantin wanita barulah rombongan diperbolehkan membawa calon pengantin pria ini. Selain dari rombongan penjemput, keluarga pihak  pengantin pria juga menyertakan rombongan pengantar yaitu orang tua, mamak, bako dan keluarga lainnya yang dihormati.

Simak juga nih Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

Sesampainnya di rumah Anak Daro rombongan penjemput dan pengantar calon pengantin ini. Kemudian Bako (keluarga dari pihak ayah) mempersilakan Marapulai yaitu pengantin laki-laki dan pengantarnya yang terdiri dari laki-laki ditempatkan di ujung rumah. Di dalam rumah penghulu dan kerabat pengantin wanita telah bersiap menyaksikan acara pernikahan ini.

Akad Nikah

Karena agama Islam merupakan agama mayoritas dan hampir sebagian besar suku Minangkabau beragama Islam, maka pernikahan dilakukan mengikuti tradisi syariat Islam. Kedua pengantin dihadirkan tetapi di sini tidak disandingkan. Hal ini berbeda dari masa lalu dimana pengantin wanita tidak menghadiri acara akad ini tetapi diwakili oleh ayah. Sedangkan mahar yang sekarang menjadi favorit sebagai syarat pernikahan adalah seperangkat alat sholat. Setelah semua siap barulah penghulu melaksanakan akad nikah sebagaimana telah ditentukan dalam syariat Islam.

Acara selanjutnya adalah makan Bajamba, di sini semua yang hadir membuat lingkaran. Biasanya terdiri dari 5-6 orang. Makanan disediakan untuk setiap lingkaran yang ada, makanan diletakkan di bagian tengah dan kemudian disantap bersama-sama oleh semua hadirin. Hidangan yang umum disajikan adalah Lauak Kadang, Bibia, Bulai Bubadak juga tak lupa karabu randang. Pada acara ini tamu selain makan juga melakukan percakapan-percakapan yang mengakrabkan kedua belah pihak. Setelah semua menikmati hidangan yang disediakan dan makan minum telah selesai acara ini ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Batandang

Acara berikutnya merupakan acara khusus bagi kedua pengantin. Pada kira-kira jam 19.00 atau jam 20.00 ini kedua pengantin datang ke rumah Bako. Di sini telah hadir undangan yang khusus diberikan kepada anak-anak muda yang akan menemani Anak Daro (pengantin wanita) dan Marapulai (pengantin pria). Biasanya dilakukan perbincangan-perbincangan sambil bercanda dan bersenda gurau ala anak muda. Tak lupa juga dihidangkan makanan dan minuman untuk menemani tamu dan kedua pengantin. Baju khusus untuk acara ini adalah baju Suto yaitu baju yang dibuat dari kain sutra sebagai baju resmi acara batandang ini.

Selanjutnya pada esok hari, kedua orang tua dari marapulai melakukan penjemputan Anak Daro dan meminta mereka mau datang berkunjung pada malam harinya. Di sini juga diadakan acara yang sama seperti yang dilakukan di rumah Bako sebelumnya, kedatangan mereka disambut oleh anak-anak muda yang merupakan teman-teman dekat dari pengantin pria yang akan menemani kedua pengantin.

 

Nah demikianlah acara pernikahan di Nagari Koto Gadang. Jadi jika nantinya kamu mendapat jodoh dari sana, kamu sudah dapat membayangkan apa yang akan kamu laksanakan nanti.

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Melaksanakan pernikahan dengan menggunakan upacara adat merupakan salah satu alternatif bagi sebagian masyarakat  Indonesia. Terlebih lagi bagi orangtua yang masih merasa sangat terikat dengan budaya dan adat istiadat daerahnya. Pernikahan menggunakan adat daerah asalnya menjadi satu-satunya pilihan yang diambil, selain dalam upaya menghormati leluhur. Juga dalam rangka melestarikan adat budaya yang saat ini makin dirasakan semakin sedikit digunakan. Apalagi untuk pernikahan yang diselenggarakan di daerah perkotaan. Banyak dari pengantin yang akan menikah lebih memilih konsep kekinian dalam pelaksanaannya. Namun, tidak sedikit juga yang masih mempertahankan budaya daerahnya dalam melaksanakan pernikahan. Bukan dari tekanan orangtua namun keinginan dari diri pasangan.

Pernikahan Adat Jawa

Bagi masyarakat Jawa, khususnya dari daerah Jawa Tengah ataupun Yogyakarta, pernikahan dengan upacara adat masih sangat terasa kental. Sekilas memang terasa agak rumit karena banyak sekali prosesi-prosesi yang harus dijalani. Juga banyak uborampe dan sarana-sarana yang harus disiapkan sampai pilihan tempat atau venue yang tersedia. Bagi orang Jawa perantauan, pelaksanaan pernikahan menggunakan Adat Jawa menjadi hambatan tersendiri,  khususnya di kota-kota besar. Salah satunya adalah masalah tempat/venue yang memadai. Terlebih lagi jika pengantin dan keluarganya mempunyai relasi yang cukup banyak sehingga perlu mengundang tamu yang cukup banyak. Masalah venue atau tempat penyelenggaraan pernikahan benar-benar harus diperhatikan. Banyak alternatif tempat penyelenggaraan pernikahan yang tersedia, tetapi belum tentu tempat-tempat tersebut mendukung untuk penyelenggaraan adat pernikahan tersebut. Sebuah pernikahan yang bernuansa Adat Jawa khususnya.

Nah, buat kamu yang masih mencari alternatif venue yang pas untuk pernikahan Adat Jawa ini, pastikan untuk memilih Rumah Sarwono sebagai pilihan utama. Berikut ini hal-hal yang direkomendasikan mengapa Rumah Sarwono menjadi pilihan utama.

Tempat yang strategis

Pertimbangan utama dalam pemilihan sebuah venue pernikahan adalah tempat yang strategis. Disini berarti bahwa yang dipilih adalah tempat yang mudah dijangkau oleh tamu-tamu yang diundang dan keluarga. Rumah Sarwono yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu KM 18.2 RT. 12 RW. 1, Pejaten Timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain mudah dijangkau juga dekat dengan pusat kota. Jadi bagi tamu undangan khususnya yang berada di daerah Jakarta, akan sangat mudah menjangkau Rumah Sarwono. Baik dengan kendaraan pribadi maupun taksi. Selain itu juga tersedia lokasi parkir kendaraan yang memadai sehingga tamu tidak akan merasa kesulitan untuk masalah kendaraan ini. Tentu hal ini menjadi nilai tambah buat pernikahan kamu, karena tamu akan merasa nyaman menghadiri acara pernikahan kamu.

Fasilitas tersedia sangat lengkap

Untuk melaksanakan pernikahan menurut Adat Jawa akan lebih mengesankan jika venue penyelengaraan pernikahan tersebut juga bernuansa Jawa. Rumah Sarwono sebagai venue yang spesifik untuk penyelenggaraan pernikahan dengan menggunakan Adat Jawa telah menyiapkan semuanya itu secara lengkap.  Tersedia banyak fasilitas yang cukup mendukung untuk itu. Ruangan-ruangan yang berupa aula, rumah Joglo dan taman memberikan nuansa tradisional Jawa yang kental di setiap sudutnya. Sejak masuk dari gerbang utama, nuansa kejawaan sudah sangat terasa, terutama dengan bentuk gedung yang berupa rumah Joglo yang merupakan ciri utama Rumah Jawa.  Selain ruangan yang tersedia, ada pula panggung dan gebyok antik, ini memang sangat khas untuk pernikahan Jawa. Juga tersedia koleksi-koleksi peninggalan kuno yang  ditata sedemikian rupa sehingga tampak mengesankan suasana di rumah-rumah tradisional Jawa.

Salah satu bangunan utama lainnya yaitu Pendopo Solo. Tempat ini sebagai tempat tambahan untuk pelaksanaan pesta pernikahan yang membutuhkan ruangan yang lebih luas lagi. Sering digunakan sebagai tempat untuk upacara agama yang berupa akad nikah bagi yang beragama Islam dan pemberkatan bagi yang beragama Kristen. Pendopo Solo ini adalah pilihan yang tepat. Selain itu tempat ini juga dapat digunakan sebagai perluasan tempat untuk penyelenggaraan resepsi jika untuk bangunan utama dirasakan masih kurang. Tentunya dengan penataan ulang agar sesuai dengan peruntukan sebagai penyelenggaraan resepsi.

Fasilitas tambahan lainnya berupa pendingin udara (AC) untuk setiap ruangan telah tersedia. Sehingga tamu undangan tidak perlu merasa kepanasan. Area parkir yang luas adalah pilihan yang tepat untuk yang berkendara.

Baca juga, Tips Cerdas Ketika Memilih Venue Pernikahan

Fasilitas tambahan

Selain itu pemandangan yang tersaji di tempat ini merupakan pemandangan yang bernuansa perkampungan Jawa. Juga terdengar musik khas Jawa dari gamelan yang dimainkan serta ada pembatik dan pemahat kayu yang turut serta menambah kekhasan suasana Jawa.

Dan yang tak kalah pentingnya untuk sebuah acara pernikahan adalah hidangan yang disajikan. Di sini tersedia berbagai menu tradisional Jawa dan juga menu internasional. Beragam hidangan khas Jawa ini dapat dipesan untuk menemani tamu yang datang. Tinggal pilih paket hidangan mana yang cocok dengan pesta pernikahan yang diselenggarakan.

Sebagai event organizer pernikahan khususnya yang bernuansa Adat Jawa. Rumah Sarwono juga telah menyiapkan semua yang diperlukan acara pernikahan, dari dekorasi sampai uborampe atau pernik-pernik yang diperlukan. Jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi mencari vendor  lain untuk keperluan tersebut.

Paket pernikahan yang ditawarkan lengkap

Sebagai event organizer dan penyedia venue pernikahan Jawa ini, Rumah Sarwono telah menyiapkan banyak paket pilihan yang bisa kamu ambil. Kamu bisa memilih paket semi outdoor atau paket outdoor, semua dapat dilayani di Rumah Sarwono ini. Tentunya kamu pastikan juga paket yang kamu pilih sesuai dengan anggaran yang kamu sediakan ya. Untuk penggunaan tempat sebagai venue saja, tersedia paket wedding seharga Rp 25.000.000 dengan kapasitas tamu 1000 orang dan waktu penggunaan selama 6 jam. Paket ini juga mencakup fasilitas kamar rias 3 buah, 2 buah gebyok untuk pelaminan, 1 set kursi pelaminan, 150 kursi besi, 1 set meja dan kursi akad nikah. Jugs petugas kebersihan dan parkir, mushola, dan perijinan. Jika undangan tidak banyak, kamu bisa menyewa separuh area dengan fasilitas sama, dan harganya hanya Rp 17.000.000. Kalau dalam waktu 6 jam masih kurang, kamu bisa menambahnya dengan perhitungan harga Rp 1.000.000 untuk setiap jam tambahan. Jadi tidak perlu khawatir!

Sedangkan untuk paket khusus, tersedia paket Joglo seharga Rp 32.500.000 dengan kapasitas tamu 600 orang. Jika membutuhkan lebih banyak tempat untuk tamu. Di Rumah Sarwono tersedia paket Joglo + Taman dengan kapasitas tamu 800 orang seharga Rp 40.500.000. Sedangkan untuk penggunaan seluruh Area dengan maksimal tamu 1000 orang, dipatok harga Rp 50.500.000. Semua paket khusus ini sudah mencakup penyediaan tenda, dekorasi, dan tambahan lainnya serta standing AC, lho!

Adapun untuk hidangan acara pernikahan, Rumah Sarwono mempunyai paket istimewa dengan harga mulai 80.000 sampai Rp 110.000/pax untuk paket menu buffet minimal 200 tamu undangan. Nah jika kamu ingin memakai menu pondokan, tersedia paket dengan kisaran harga Rp 15.000 – Rp 25.000 saja!

 

Rumah Sarwono sebagai penyelenggaraan acara pernikahan bernuansa Adat Jawa tentu akan melayani semua kebutuhan kamu secara profesional, rapi, dan memuaskan. Rumah Sarwono akan sangat senang memberikan pelayanannya secara maksimal. Jadi pastikan pilihan utama kamu ke Rumah Sarwono ya!

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Salah satu bagian dari prosesi pernikahan Adat Jawa lengkap adalah Upacara Panggih. Upacara Panggih ini ada sedikit perbedaan di berbagai bagian daerah di Jawa. Hal ini terutama karena perbedaan latar belakang juru rias atau dalam sebuah perkawinan Jawa disebut Juru Sumbaganya. Orang awam kadang menyebutnya “dukun”. Juru rias inilah yang akan menjadi penuntun pelaksanaan sebuah acara pernikahan Adat Jawa.

Kata Panggih adalah kata bahasa Jawa yang berarti “temu”. Jadi sesuai dengan asal katanya, Upacara Panggih ini merupakan upacara pertemuan antara pengantin lelaki dan pengantin perempuan.  Acara ini biasanya dilaksanakan setelah acara akad nikah secara agama.  Sedangkan acara Panggih ini mempunyai tujuan agar kedua mempelai dipertemukan dalam sebuah pertemuan yang disaksikan oleh seluruh undangan dan keluarga. Ini bertujuan agar nantinya dapat mencapai tujuan perkawinan yang diharapkan yaitu ketenangan dan kasih sayang dalam sebuah rumah tangga.

Untuk pelaksanaan Upacara Panggih yang umum dilaksanakan ada urut-urutannya juga yang harus diikuti oleh kedua pengantin. Orang tua dan para tamu juga harus mengikuti lho. Nah, di sini akan diuraikan urut-urutan Upacara Panggih yang dilaksanakan menurut Adat Jawa. Jikalau nanti kamu akan melaksanakan pernikahan mengikuti Adat Jawa akan mempunyai gambaran apa saja kira-kira yang akan dilaksanakan, ya!

Sanggan

Pada acara Sanggan ini pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa uborampe yang harus disiapkan sebelumnya. Yaitu Sanggan yang terdiri dari pisang raja setangkep, sirih ayu, kembang setaman, dan benang lawe.  Perlengkapan ini dibawa oleh utusan dari pihak pengantin pria. Ini merupakan simbol untuk menebus pengantin wanita oleh pengantin pria kepada keluarga agar dapat dikeluarkan dan dipertemukan. Selain itu hal ini juga sebagai tanda perhatian kepada keluarga pengantin wanita dengan membawakan buah tangan atau oleh-oleh.

Setelah bertemu dengan keluarga pengantin wanita, diadakan prosesi kembar mayang.  Adapun kembar mayang adalah rangkaian janur yang dipasang di sekeliling batang pisang. Ini akan membentuk gunung dengan hiasan utama bunga pinang, ditambah dengan daun beringin, nanas, melati, padi, kapas, dan cengkir. Singkatnya kembar mayang ini melambangkan bahwa dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dihadapi dengan tabah dan lurus. Sehingga akan terbentuk kehidupan yang saling mengayomi, berbahagia dan indah. Selain itu juga keluarga akan menjadi makmur dengan melimpahnya sandang dan pangan.

Disini kembar mayang berjumlah empat buah yang melambangkan status kedua mempelai masih bujangan dan perawan. Dalam acara ini kembar mayang disentuhkan kepada kedua mempelai dan setelah itu dibuang ke tempat tertentu. Dengan membuang kembang mayang ini diharapkan kesialan atau bencana juga ikut terbuang. Dengan harapan kedua pasangan pengantin nantinya tidak menghadapi kesulitan dalam perjalanan kehidupannya.

Adapun jumlah kembar mayang yang dipakai ada versi yang berbeda. Ada yang memakai 4 buah, tetapi ada yang mencukupkan dengan 2 buah saja. Hal ini tidak menjadi masalah mungkin yang penting adalah acara pembuangan yang dilambangkan seperti yang diuraikan di atas.

Balangan Gantal

Prosesi selanjutnya adalah acara Balangan Gantal (melempar gantal). Disini pengantin pria dan wanita saling melempar gantal. Gantal yang dilemparkan ini sudah disiapkan sebelumnya yang merupakan lintingan daun sirih sebanyak tujuh buah. Yang empat buah diberikan kepada pengantin pria sedangkan yang tiga buah diberikan kepada pengantin wanita. Prosesi ini merupakan lambang bertemunya pengantin dalam sebuah perjodohan yang diikat dengan benang kasih. Dan dengan benang kasih tersebut, dapat menghalau gangguan-gangguan yang bersifat ghaib. Hal inilah maksud dari pelemparan.

Wijikan dan Mecah Endog

Setelah acara Gantalan selesai kemudian diikuti dengan prosesi Wijikan. Dalam prosesi pengantin wanita membungkuk dan membasuh kaki pengantin pria dengan baki yang sudah disiapkan. Wijikan ini merupakan perlambangan bahwa seorang istri harus berbakti kepada suami yang menjadi pemimpinnya. Adapun kewajiban suami adalah mengayomi (melindungi) dan mengayemi (memberi ketenangan) kepada sang istri. Prosesi ini diikuti dengan mecah endog (memecah telur). Disini telur yang akan dipecahkan sudah disiapkan terlebih dahulu. Telur diambil oleh Juru Rias selanjutnya disentuhkan ke dahi mempelai. Setelah itu telur dipecah dengan cara dilemparkan ke bawah. Makna prosesi ini adalah bahwa suami istri dalam keluarga harus selalu berusaha mengutamakan pikiran dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang  dihadapi. Dengan demikian dapat diperoleh solusi yang merupakan hasil dari pemikiran bersama.

Untuk prosesi ini ada juga yang memakai urutan dengan memecah telur lebih dahulu oleh pengantin pria dengan cara diinjak di atas baki. Baru setelah itu kaki pengantin pria yang kotor dicuci oleh pengantin wanita. Disini yang ingin dilambangkan adalah bahwa pengantin prialah yang akan mengambil tanggung jawab atas pengantin wanita yang telah dinikahinya. Begitu juga semua hal yang nantinya akan dialami oleh keluarganya. Adapun istri selalu mendukung suami dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab tersebut.

Ngombe Degan

Ngombe Degan ini berarti minum air kelapa muda. Di sini pengantin pria dan wanita saling minum air kelapa muda yang telah disiapkan.  Harapannya dengan prosesi ini keluarga yang terbentuk nanti akan menjadi keluarga yang berguna bagi masyarakat. Seperti halnya pohon kelapa yang merupakan pohon yang mempunyai banyak kegunaan. Selain itu juga, kehidupan keluarga akan selalu merasakan kesegaran dan kebahagiaan.

Singeb Sindur dan Kanthen Astha

Di prosesi ini sang ibu dari pengantin wanita menyelimutkan sindur (selendang) ke punggung mempelai. Kemudian ayah mempelai wanita memegangi ujung sindur dan kemudian membimbing kedua pengantin menuju kursi pelaminan. Pengantin pria dan pengantin wanita berjalan pelan-pelan sambil bergandengan kelingking (yaitu kelingking kiri pria menggandeng kelingking kanan wanita).

Dalam menjalankan prosesi ini diharapkan bahwa kedua pengantin akan selalu saling bersama dalam menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Selain itu juga orang tua masih tetap dapat memberi bimbingan kepada kedua pengantin.

Timbangan/Pangkon

Pangkon artinya pangku, disini dilaksanakan dengan cara sang ayah pengantin wanita duduk kemudian pengantin pria dan pengantin wanita masing-masing duduk di lutut. Sang ayah disini menimbang-nimbang kasih sayang yang akan diberikan terhadap kedua pengantin. Biasanya ibu pengantin wanita bertanya kepada sang ayah “awrat ingkang pundi?” (mana yang lebih berat). Dan sang ayah memberikan jawaban “niki sami mawon awrate” (ini sama saja beratnya). Di sini orang tua pengantin wanita dianggap sudah tidak membedakan lagi status anak dan menantu, pengantin pria sudah dianggap sama yaitu seperti anak-anaknya sendiri. Beliau tidak akan membedakan kasih sayang ataupun bimbingan yang akan diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang telah menikah tersebut.

Selanjutnya ayah memegang kedua pundak anak dan membimbing keduanya untuk duduk di pelaminan. Di sini sebagai orang tua sudah mengesahkan kedua anak untuk duduk berdampingan dan menempatkannya dalam sebuah rumah tangga.

Kacar Kucur atau Tampa Kaya (menerima penghasilan)

Prosesi ini dilaksanakan dengan cara pengantin pria menuangkan kaya (penghasilan nafkah). Dilambangkan dengan biji-bijian, bunga, uang logam, beras kuning, dan bumbu dapur. Kaya ini dituangkan ke kain yang dibentangkan oleh pengantin wanita. Setelah semua kaya dituangkan, kemudian pengantin wanita membungkusnya baik-baik lalu menyerahkannya kepada sang ibu.

Disini dilambangkan bahwa dalam rumah tangga, pengantin pria sebagai penanggung jawab ekonomi keluarga, harus memenuhi kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selanjutnya nafkah ini dikelola oleh pengantin wanita selaku istri.  Sang istri harus benar-benar mengelola dengan baik semua penghasilan yang telah diperoleh dan menggunakannya untuk keperluan keluarganya. Dan jika telah tercukupi, dapat juga ikut membantu orang tua.

Yuk simak juga Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Dhahar Klimah/Dhahar Kembul/Dulangan

Dalam acara Dhahar Klimah ini pengantin pria membuat kepalan-kepalan nasi yang diambil dari nasi kuning yang disiapkan, juga lauk pauk dan air minum. Selanjutnya pengantin wanita makan kepalan-kepalan nasi yang telah dibuatkan pengantin pria berikut lauk pauk dan yang lain.  Maksud yang dikandung adalah bahwa pengantin pria nantinya sebagai suami harus selalu memenuhi kebutuhan sang istri baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Hal itu berupa bimbingan-bimgingan dalam kehidupan berumah tangga. Selain itu juga sang istri diharapkan dapat menjaga rahasia keluarga dengan baik.

Sungkeman

Sungkeman menjadi prosesi terakhir yang dilaksanakan dalam Upacara Panggih. Kedua orangtua dari pihak pengantin pria maupun pengantin wanita duduk di tempat yang telah disediakan.  Pertama, pengantin wanita melakukan sungkem kepada ayahnya yaitu dengan cara berjongkok di hadapan ayah. Kemudian memohon restu ayah. Dalam keluarga Jawa yang bersifat patriarki, pria dianggap menjadi pemimpin keluarga, jadi pengantin wanita mendahulukan sungkem kepada ayah. Setelah selesai sungkeman kepada ayah dilanjutkan kepada ibu.  Pengantin pria juga melakukan sungkem kepada ayah mertua dan ibu mertua.  Sungkeman awal ini dilakukan kepada orang tua dari pengantin wanita dengan menghormatinya sebagai tuan rumah dan yang mempunyai hajad di acara pernikahan ini. Sungkeman selanjutnya kepada kedua orang tua pengantin pria. Disini pengantin pria melakukan sungkeman kepada ayah lalu kepada ibunya. Setelah selesai dilanjutkan oleh pengantin wanita kepada ayah mertua dan ibu mertua.

Makna yang terkandung berupa ungkapan rasa terima kasih kepada kedua orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Juga memohonkan doa restu agar nantinya keluarga yang akan dibina menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Itu juga berarti bahwa anak-anak bagaimanapun tinggi kedudukan ataupun pangkat yang dimilikinya tetaplah harus menaruh hormat kepada orangtua. Karena kedua orangtua lah yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Selesailah Upacara Panggih, yang merupakan bagian utama dalam sebuah perkawinan Adat Jawa.  Ada sedikit tambahan, yaitu Acara Mertui. Yaitu acara penjemputan orang tua pengantin pria oleh orang tua pengantin wanita di depan rumah. Acara ini biasanya dilakukan sebelum sungkeman. Tetapi untuk saat ini di masyarakat umum tidak banyak dilakukan. Tetapi untuk pengantin Adat Jawa yang ketat, terutama bagi bangsawan atau keturunan bangsawan atau Kraton Jawa. Hal ini masih dilakukan sebagai salah satu prosesi wajib yang tak dapat ditinggalkan.

Baca juga artikel Tradisional Yang Elegan! Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

Memilih Tempat Yang Cocok Untuk Prosesi Pernikahan Bandung

Memilih Tempat Yang Cocok Untuk Prosesi Pernikahan Bandung

Memilih Tempat Yang Cocok Untuk Prosesi Pernikahan Bandung

Memilih Tempat Yang Cocok Untuk Prosesi Pernikahan BandungMenikah adalah takdir semua orang. Tujuan menikah sebenarnya sangat mulia yaitu untuk membuat keturunan. Namun menikah tidak bisa diangap main-main karena banyak sekali yang harus difikirkan. Sebelum menikah banyak sekali pasangan yang bingung dimana nanti mereka mau menikah? Dirumah, gedung atau di hotel. Saran kami kalau anda mempunyai rumah yang cukup luas ya sebaiknya dirumah saja karena akan lebih menghemat pengeluaran. Namun kalau anda rumahnya di perumahan yang tidak mempunyai lahan cukup anda bisa merencanakan pernikahan anda di hotel atau gedung. Untuk itulah, mari kita tulis apa saja kebutuhan pernikahan kita nanti.  Kebutuhan tersebut adalah gedung, makan, kostum, dekorasi, biaya penghulu, jasa dokumentasi foto / video, transportasi, dll. Karena keterbatasan kami maka artikel tentang list tersebut kami pecah dengan harapan agar lebih mudah di cerna oleh pembaca.

Pada sesi pertama ini lokasi akad dan walimahannya harus kita tentukan karena di daerah perkotaan mencari gedung dan hotel yang tepat tidaklah mudah, selain itu menyewa pun juga harus 1 bulan sebelum hari pernikahan. Disini kami merekomendasikan tepat yang cocok untuk acara pernikahan anda.

Informasi Memilih Tempat Yang Cocok Untuk Prosesi pernikahan bandung

Gedung dan hotel yang baik untuk acara pernikahan kita adalah yang sesuai dengan budget kita pastinya, selain itu tempatnya harus strategis, mempunyai lahan parkir yang luas dan dekat dengan akses jalan raya.

  1. Hotel EMERALD

hotel emerald

Hotel ini beralamat di Jl. Cimuncang No. 30-32 Bandung. Kalau anda tertarik untuk mengadakan hajatan disini hubungi saja nomor telepon ini (0) 7271832.

Informasi terahir untuk sewa hotel ini adalah Rp 7.500.000,-. Hotel ini cukup luas karena daya tampung hotel ini mencapai 1000 orang. Ada juga tawaran untuk harga Rp 15.000.000 untuk kapasitas 2000 orang.

  1. Gedung KEUANGAN

Gedung KEUANGAN

Untuk sewa gedung bisa langsung ke alamat  Jl. Asia Afrika 114 Bandung. Untuk contact personnya bisa hubungi Bp. Jajang: 4230129 Ext. 184. Untuk sewa gedung ini cukup fantastis yaitu Rp 14.000.000,-. Yang mana dapat menampung 1000 orang undangan.

  1. Padma Hotel

Padma Hotel

Apabila anda ingin melaksanankan pernikahan di tempat yang memiliki pemandangan alam yang indah di Bandung, Padma hotel lah yang cocok untuk anda pilih sebagai tempat pernikahan anda. Selain Pemandangan yang indah, fasilitas yang disediakan pun lengkap. Disini anda dapat memilih paket pernikahan yang sesuai keinginan dan kebutuhan anda.

Demikianlah informasi tentang Memilih Tempat Yang Cocok Untuk Prosesi pernikahan bandung Semoga bermanfaat untuk anda yang akan melangsungkan pernikahan. terimkasih

Harga Jasa Fotografi Wedding Bogor

Harga Jasa Fotografi Wedding Bogor

Harga Jasa Fotografi Wedding Bogordaftar harga foto prewedding

Harga jasa fotografi wedding Bogor – Fotografi merupakan salah satu aset terbesar bagi seseorang yang memiliki hobi dalam dunia pengambilan gambar. Apalagi pengambilan gambar untuk acara pernikahan, baik itu pre wedding atau pun pre wedding banyak yang menggunakan jasa fotografer untuk  pengambilan gambar pernikahan. Dengan maraknya acara pernikahan yang menggunakan jasa fotografi sekarang banyak bermunculan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang fotografi serta mereka menyediakan jasa photo dan video shooting. Ini merupakan hal  yang sangat menguntungkan baik bagi perusahaan tersebut maupun bagi orang-orang yang akan menggunakan jasa photography mereka.

Seiring berjalannya waktu banyak perusahaan yang mempromosikan dirinya menggunakan berbagai media diantaranya internet dan iklan-iklan yang di pasang di banyak tempat. Bagi kita yang berdomisili di sekitar kota Bogor, banyak perusahaan-perusahaan yang bergerak salam bidang fotografi. Mereka menawarkan harga-harga untuk jasa yang mereka miliki dengan terang-terangan. Karena perusahaan yang bergerak di bidang fotografi ini tidak hanya satu maka beberapa perusahaan yang lain juga ikut menunjukkan harga yang mereka tawarkan. Perusahaan-perusahaan ini saling bersaing antara satu dengan yang lain.  Harga jasa fotografi wedding Bogor juga sangat beragam, mulai dari yang murah dan ada juga yang mahal, semuanya tergantung dari pilihan kita masing-masing. Ada beberapa contoh harga serta fasilitas yang ditawarkan sebagai berikut:

  • Paket yang seharga Rp. 2.000.000,00

Paket ini memiliki fasilitas satu album kolase  box magnet ukuran 20 x 30 cm dengan 22 halaman. Satu foto yang lengkap dengan bingkainya dengan unuran 30 x 40 cm.  Video shotingnya juga tidak ketinggalan dengan durasi dua jam beserta master videonya. Pada paket ini menyediakan satu fotografer dan satu videografer yang dilengkapi juga dengan foto mini studio.

  • Paket 2 seharga Rp. 2.500.000,00

Fasilitas yang mirip dengan paket satu namun yang membedakan ialah album yang digunakan merupakan album kolase KOPER unutan 20 x 30  22 halaman.

  • Paket 3 seharga 3.200.000,00

Yang ketiga ini sama dengan dua paket sebelumnya  namun album yang digunakan adalah dua album.

Demikian info harga jasa fotografi wedding Bogor.

Seri Persiapan Pernikahan: tahap Pendaftaran KUA

Seri Persiapan Pernikahan: tahap Pendaftaran KUA

Seri Persiapan Pernikahan: Tahap Pendaftaran KUA

Tahap pendaftaran KUA harus diikuti yaa! bagi kamu  yang mau pernikahannya bukan hanya diakui agama tapi negara beserta isinya juga ikut menyatakan kesyahan hubungan kamu dan pasangan. Bagi kamu yang baru menikah atau belum pernah menikah bingung pastinya langkah regrestrasi KUA atau tahap pendaftaran KUA apa saja!!

foto pernikahan tanda tangan di kua

Berikut tahapan yang harus kamu lalui dan lakukan:

Tahap pertama, Administrasi dengan RT

Datanglah kamu ke rumah ketua RT (Rukun Tetangga) dengan tujuan untuk meminta surat pengantar yang akan ditujukan kepada kepala Desa (Kelurahan). Surat pengantar untuk Kepala Desa  (lurah) akan didapat setelah kamu melengkapi data diri dan kedua orang tua, status perkawinan (harus tertulis BELUM KAWIN atau  CERAI atau DUDA MATI). Seluruh identitas data diri  disesuaikan dengan Akta Kelahiran atau Ijazah.

Tahap Kedua, Administrasi dengan Desa (Kelurahan)

Setelah dapat surat pengantar dari RT, maka kamu harus membawa surat tersebut kepada kepala Desa (kelurahan). Disana kamu akan mendapatkan form yang harus diisi dengan benar yaitu berupa N1, N2,  N4, PM1. Setelah diisi, maka akan ditanda tangani oleh kepala Desa (Lurah).

N1 adalah surat keterangan untuk nikah berisikan data orang tua (wali) dan keterangan status belum kawin. N2 adalah surat keterangan asal usul berisikan nama kedua orang tua. N4 adalah surat keterangan orang tuaberisikan penjelasan data otang tua seperti status, usia, agama kedua orang tua dan lain-lain. PM1 adalah surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa atas sepengetahuan camat setempat, sang pengantin siap melaksanakan pernikahan di tempat sesuai kesepakatan dan dapat dijalankan. Sedangkan N3 didapat setelah akad nikah atau setelah resmi menikah.

Tahap Ketiga, Persiapkan Persyaratan

Sebelum mendaftarkan diri ke KUA, kamu harus persiapkan beberapa persiapan yang harus dibawa ke KUA nantinya. Persyaratan ini terbagi  dua, yaitu persiapan umum dan persyaratan khusus. Persyaratan umum merupakan persyaratan yang harus dipersiapkan calon pengantin pada umumnya. Sedangkan persyaratan khusus adalah persyaratan yang harus dipersiapkan oleh calon pengantin pada golongan tertentu, seperti TNI, POLRI atau PNS.  Persyaratan khusus juga diperuntukkan untuk calon pengantin yang memiliki latar belakang pernikahan yang berbeda pada umumnya, misalnya cerai, dibawah umur, dan lain-lain.

Persyaratan Umum:

  1. Foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk masing-masing calon pengantin
  2. Foto ukuran 4×6 masing-masing 5 lembar
  3. Rekomendasi nikah bagi calon pengantin di luar kecamatan

Persyaratan Khusus:

  1. Anggota TNI/POLRI dan PNS melampirkan Surat Izin Kawin dari Atasan
  2. Anggota TNI/Polri foto menggunakan pakaian Dinas
  3. Status CERAI melampirkan Akta Cerai Asli
  4. Status DUDA MATI melampirkan Surat Kematian
  5. Usia kurang dari 19 tahun (laki-laki) dan kurang 16 tahun (perempuan) harus melampirkan surat Izin atau Dispensasi Pengadilan Agama
  6. Laki-laki Berpoligami memiliki surat Izin atau Dispensasi Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri
  7. Usia kurang 21 tahun melampirkan N5 (surat izin orang tua)

Tahap Keempat, Administrasi KUA

Datanglah kamu ke KUA membawa semua persyaratan yang dibutuhkan. Jangan kaget dengan biaya yang harus di keluarkan untuk biaya administrasi, biaya resmi 0 rupiah untuk yang menikah di Kantor dan 600rb rupiah untuk yang minakah diluar kantor KUA Pastikan Administrasi di pihak laki-laki telah lebih dahulu dilaksanakan, baru pihak perempuan mengurus administrasi. Waktu pendaftaran akan nikah sekurang-kurangnya 10 hari kerja dari waktu pelaksanaan akad nikah.

Tahap Kelima, Sedikit Bernafas Lega menyambut hari Bahagia 🙂

Itulah lima Tahap Pendaftaran KUA yang harus kamu jalanin sebelum tahap syah bersama pendamping kehidupan. Selamat Berbahagia. [LS]

 

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp