Do And Don’t : Ketika Kamu Menjadi Tamu Pernikahan

Do And Don’t : Ketika Kamu Menjadi Tamu Pernikahan

Do And Don’t : Ketika Kamu Menjadi Tamu Pernikahan

Diundang dalam sebuah pernikahan menjadi kegembiraan tersendiri. Ini berarti bahwa kamu menjadi orang yang dianggap perlu untuk menghadiri acara pernikahan seseorang atau sahabat atau keluarga kamu. Biasanya yang sering dipersiapkan adalah apa baju atau setelan yang akan dipakai nanti untuk menghadiri undangan. Selain itu juga mungkin kamu perlu membawakan hadiah/kado khusus untuk pengantin, nah ini juga harus kamu siapkan baik-baik ya. Dan yang paling penting kamu perhatikan adalah pada saat nanti kamu hadir di acara pernikahan tersebut. Ada beberapa etika yang wajib kamu perhatikan agar nanti kamu tidak dianggap sebagai tamu yang kurang sopan karena tidak mempunyai etika sebagai tamu undangan.

Yang perlu dilakukan :

RSVP

Memang istilah RSVP kurang dikenal di negara kita, hal ini karena acara pernikahan biasanya mengundang banyak tamu. Karena acara pernikahan memang dianggap sesuatu yang harus dirayakan secara besar-besaran, jadi tidak perlu RSVP.

Namun jika suatu saat ke acara pernikahan yang dipersiapkan secara khusus untuk kalangan terbatas, atau lebih sering dikenal dengan konsep warm and intimate. Disini kamu sebaiknya melakukan RSVP Ini agar host dapat mempersiapkan hal-hal yang perlu diberikan kepada para tamu. Terutama jumlah konsumsi yang akan dihidangkan nantinya.

On Time!

Acara pernikahan kadang memang tidak menentukan kapan jam kehadiran tamu, biasanya waktu yang disediakan cukup panjang. Jadi jika kamu diundang pada acara pernikahan seperti itu, kamu bisa menentukan kapan waktu yang sempat kamu ambil untuk mendatangi acara pernikahan tersebut. Apalagi jika pernikahan besar yang dilakukan sampai sehari semalam (sabtu sampai minggu biasanya). Kamu bisa memilih kapan akan mendatangi acara tersebut. Tetapi jika acara  pernikahan ini dilakukan pada rentang waktu tertentu mengingat terbatasnya waktu pemakaian tempat. Atau memang ada acara khusus. Jika kamu diundang untuk hadir pada acara ijab kabul atau pemberkatan di gereja, tentu kamu harus benar-benar memperhatikan waktu kedatangan kamu ya. Jangan sampai terlambat sehingga mengganggu kekhusukan acara yang sedang berlangsung. Kalau terpaksa terlambat, agar tidak menganggu, tunggulah sampai acara tersebut selesai.

Berpakaian yang ‘kondusif’

Kadang agak sulit memilih mana baju yang akan dipakai jika diundang  ke sebuah acara pernikahan. Tetapi usahakanlah kamu memilih pakaian yang memang benar-benar pas untuk acara pernikahan yang kamu hadiri nanti. Selain itu kamu juga bisa memperkirakan pakaian ini dengan melihat acara tempat  dan konsep yang diterapkan untuk acara pernikahan tersebut. Untuk pernikahan yang biasa atau berkonsep umum kamu bisa memakai pakaian mana saja yang pantas sebagai tamu undangan. Jika tuan rumah memakai adat tertentu untuk acara pernikahan yang diselenggarakan, kamu bisa juga mencoba memakai baju adat tradisional yang digunakan untuk acara pernikahan tersebut.  Yang perlu kamu perhatikan adalah bahwa pakaian yang akan kamu pilih nantinya terasa nyaman, ini menjaga agar kamu tetap merasa santai dan nyaman di acara tersebut.

Hadiah

Jangan lupa siapkan hadiah untuk pengantin. Kamu bisa menyiapkannya dengan membeli kebutuhan yang biasanya sering diperlukan setelah menjadi keluarga baru, misalnya seprei, handuk spesial, piring, dan lain-lain. Kalau tidak berupa hadiah barang, kamu juga bisa menyiapkan amplop sebagai angpao.

Baca juga Penuh Kesan! 5 Ide Kado Pernikahan untuk Sahabat

Jangan dilakukan ya :

Ajak teman

Kalau kamu diundang dalam acara pernikahan, sebaiknya kamu tidak mengajak orang lain yang itu meskipun teman tetapi tidak diundang dalam acara pernikahan tersebut. Apalagi yang kamu ajak jumlahnya heboh, tentu akan terasa sangat tidak pantas. Jadi sebaiknya kamu datang dengan pasangan kamu saja, atau jika kamu masih single, kamu bisa mengajak kakak atau adik untuk menemani.

Posting tanpa ijin

Kalau kamu ingin mengabarkan tentang pernikahan teman kamu, kan kamu undangan juga, memang tidak ada salahnya. Sebagai tanda ikut berbahagia dengan menyampaikan kabar gembira kepada orang yang kamu kenal dan juga mungkin dikenal oleh pengantin yang mengundang kamu.  Tapi ingat juga ya kamu perlu minta ijin dari pasangan tersebut, hal ini mengingat tak semua pasangan suka dengan penyebaran di media sosial karena pernikahan ini bersifat pribadi, sehingga tak semua orang harus mengetahuinya.

Sibuk Online

Datang ke acara pernikahan memang tidak lengkap jika tidak membawa gadget. Dengan perangkat ini kamu bisa juga ikut mengabadikan acara pernikahan untuk dokumentasi pribadi. Meskipun demikian kamu jangan sampai larut dengan gadget ya, kamu malah sibuk sendiri dengan gadget sehingga lupa kalau kamu sedang menikmati sebuah acara pernikahan.

Yuk simak juga Hindari 4 Sikap ini Saat Menjadi Bridesmaid

Menjadi pusat perhatian

Sebagai tamu yang baik, hal ini tidak layak dilakukan ya. Karena kamu hanya undangan sebaiknya berikan perhatian tamu undangan hanya kepada kedua pasangan yang sedang menikah. Kamu tidak perlu mencari perhatian lebih mungkin dengan cara berisik atau sok heboh.

 

Mungkin masih banyak hal lain yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan, tetapi setidaknya beberapa hal di atas merupakan hal yang cukup penting untuk kamu perhatikan ya. Semoga bermanfaat ya!

Ini Dia 7 Cara Berpose Cantik di Foto Pernikahanmu!

Ini Dia 7 Cara Berpose Cantik di Foto Pernikahanmu!

Ini Dia 7 Cara Berpose Cantik di Foto Pernikahanmu!

Suatu acara pernikahan akan terasa tidak lengkap jika tak didokumentasikan. Karena itu kehadiran fotografer atau videografer sangat diharapkan, kan? Dengan adanya foto-foto atau video pesta pernikahan sebuah pesta pernikahan menjadi lengkap dan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Kenangan ini akan terbawa lama sampai kehadiran anak dan cucu nanti. Nah karena itu kamu harus memastikan bahwa vendor dokumentasi yang kamu pilih benar-benar profesional agar nanti hasil yang diperoleh tak sia-sia. Jangan lupa, kamu juga harus menyiapkan anggaran yang sesuai dengan keinginan kamu ya.

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah persiapan kamu sendiri ya. Jangan sampai nanti fotografer yang kamu sewa tidak dapat menghasilkan hasil yang bagus karena penampilan kamu kurang maksimal. Yuk simak tips di bawah ini

Berpose dengan tegak

Berpose di depan kamera memang bukan hal yang mudah. Nah untuk memaksimalkan penampilan tubuh kamu, usahakanlah untuk mencoba berpose dengan tubuh yang tegak. Selain akan terlihat langsing juga akan menampilkan dirimu seutuhnya. Jangan lupa untuk tetap santai dan tidak tegang meskipun berpose tegak ini memang lebih gampang membuat kamu menjadi lelah. Untuk menguranginya, kamu bisa menarik napas dalam-dalam agar leher dan bahu lebih rileks.

Bergaya artis

Tak ada salahnya untuk momen yang penting  ini kamu bergaya bak seorang artis. Coba kamu browsing di video-video di internet bagaimana artis bergaya di depan kamera. Nah untuk pemanasan kamu coba berlatih dulu di depan cermin, pilih pose-pose yang menurut kamu pas untuk diabadikan nanti.

Tips ala artis lainnya, yuk simak 3 Program Diet Ampuh! Rahasia Langsing Para Selebriti

Jagalah wajahmu tetap santai

Memasang raut wajah yang tersenyum dalam foto untuk acara pernikahan memang cukup melelahkan. Agar selalu dapat menampilkan wajah yang tetap cantik menarik, kamu juga sesekali perlu menyantaikan wajah dan memberi waktu istirahat sejenak. Hal ini dapat dilakukan dengan menutup mata sambil berkonsentrasi untuk menenangkan diri. Kalau dirasa sudah cukup kamu bisa melanjutkan kembali sesi foto kamu.

Jangan tampilkan lipatan dagu

Pose menunduk sebaiknya dihindari ya. Pose ini nanti bisa menampilkan lipatan di dagu menjadi tampak jelas. Tubuh akan terlihat seolah-olah lebih gemuk meskipun sebenarnya kamu kurus. Jadi cobalah untuk mengangkat wajahmu agar leher menjadi tampak lebih jenjang sehingga kamu tak terlihat lebih gemuk.

Senyuman mata

Wajah yang menarik dan senyum di bibir akan terasa lebih lengkap jika tatapan mata pun menyiratkan tatapan yang penuh kebahagiaan. Ini juga berarti senyuman tampak melalui sinar mata yang kamu pancarkan.

Baca juga, Tips Foto Prewedding Outdoor Terbaik

Cobalah mengangkat lengan sedikit saja

Mengangkat lengan merupakan cara yang paling mudah dilakukan agar lengan tidak terlihat lebih gemuk. Tetapi jangan terlalu tinggi mengangkatnya ya, jangan sampai ketiak kamu terlihat jelas di foto. Ini biasanya terjadi karena gaun pengantin yang sering dibuat tanpa lengan. Jadi agar tetap terlihat lebih kurus dan juga tidak memperlihatkan ketiak, kamu bisa mengangkat lenganmu sedikit saja ke arah samping agar nanti terlihat normal.

Lepaskan tawamu

Tak ada salahnya kamu berpose dengan tertawa lepas kalau memang suasananya membawa seperti itu. Ini akan tampak alami sehingga hasilnya lebih natural dan berkesan. Usahakan pose wajahmu benar-benar menampilkan kebahagiaan dan kegembiraan yang kamu rasakan.

 

Itu sedikit tips  agar kamu dapat memperoleh kenangan yang sangat manis untuk hari yang membahagiakan. Mudah-mudahan bermanfaat ya…

 

6 Alasan Untuk Memberitahu Seseorang “Tidak Diundang”

6 Alasan Untuk Memberitahu Seseorang “Tidak Diundang”

6 Alasan Untuk Memberitahu Seseorang “Tidak Diundang”

Kehadiran tamu undangan dalam pernikahan merupakan hal yang sangat diharapkan. Untuk masalah ini kadang memerlukan pengaturan tersendiri yang tentunya membutuhkan kepiawaian juga. Kadang-kadang dari banyak pilihan tamu yang ingin diundang tentu kamu juga harus memilih dan menempatkan prioritas mana yang lebih dulu diundang. Apalagi jika kamu tidak mengadakan acara pesta pernikahan yang besar dengan jumlah undangan yang banyak. Kamu harus benar-benar selektif dalam menempatkan prioritas tamu undangan yang benar-benar kamu perlukan kehadirannya di momen bahagiamu.

Setelah melakukan seleksi prioritas nanti akan tampak siapa-siapa saja yang akan menjadi tamu undangan dan siapa saja yang mungkin dengan terpaksa tidak kamu undang untuk acara ini. Dari orang-orang yang termasuk kelompok tak diundang bisa jadi juga berasal dari mereka yang pernah dekat atau merupakan keluarga jauh. Nah usahakan kamu dapat memberikan penjelasan yang tepat agar tidak menimbulkan ketersinggungan dan memberi kesan kurang baik kepada kamu dan keluarga kamu.

Ada banyak alasan yang dapat dikemukakan. Beberapa alternatif di bawah ini dapat kamu berikan sebagai penjelasan yang mungkin akan masuk akal untuk mereka yang terpaksa tak dapat kamu undang.

Anggaran pernikahan yang mepet

Faktor yang sangat berperan dalam menentukan jumlah tamu yang diundang dalam pernikahan adalah jumlah anggaran yang dipersiapkan untuk pernikahan. Apalagi jika acara pernikahan ini cukup mendadak, mungkin karena faktor tertentu. Jadi kamu dan pasangan atau keluarga tidak sempat mengumpulkan anggaran yang cukup banyak. Kemudian memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan yang simpel dan sederhana.  Dengan alasan ini mungkin mereka yang tak diundang akan sangat memaklumi kondisi yang ada. Juga tidak merasa tersinggung karena tidak menerima undangan pernikahan kamu.

Biaya mandiri

Alasan lain yang tentunya akan dapat diterima oleh relasi yang tidak kamu undang adalah bahwa kamu ingin mencoba mandiri. Yaitu dengan menanggung biaya pernikahan tanpa menyulitkan orang tua masing-masing. Memang bagi pasangan dengan keinginan seperti itu akan merupakan kebanggaan sendiri bagi mereka. Jadi sangat mungkin relasi akan memahami kondisi kamu dengan keterbatasan yang telah mereka maklumi juga.

Yuk simak juga Tips Ampuh Gelar Pernikahan Minim Budget

Kamu ingin pernikahan yang intim

Hal lain yang dapat kamu kemukakan sebagai alasan adalah kalau kamu dan pasangan kamu menerapkan konsep pernikahan intim. Dalam konsep ini, tamu undangan juga benar-benar terbatas. Biasanya hanya kerabat yang dekat atau teman/relasi yang benar-benar telah dianggap sebagai keluarga. Konsep ini tidak terkait dengan hubungan masalah pribadi yang terjadi yang mungkin ada. Ini juga tentu dapat dimaklumi oleh relasi atau kerabat kamu yang lain yang tak masuk di daftar undangan.

Sudah banyak undangan dari relasi orang tua/mertua

Untuk acara pernikahan yang kamu adakan, tentu orang tua kadang ingin juga mengundang relasi yang mereka punyai. Hal ini tentu tidak bisa ditolak karena tentu orang tua juga punya alasan khusus mengundang relasi-relasi tersebut. Nah jika demikian, kamu dapat memberi alasan kepada orang yang tak dapat kamu undang karena keterbatasan ini. Masuk akal juga ini bagi relasi atau teman kamu lho.

Mengalihkan ke acara lain

Penjelasan atau alasan adalah satu hal sangat ingin diketahui oleh relasi atau teman yang tak kamu undang. Tinggal nanti bagaimana penerimaan mereka terhadap alasan yang kamu berikan. Jika mereka benar-benar sangat memahami tentu tak akan terjadi kekecewaan atau ketersinggungan. Tetapi jika kamu punya acara lain yang telah kamu rencanakan, mungkin berupa kumpul-kumpul bareng atau acara kebersamaan lainnya. Tak ada salahnya kamu berusaha keras untuk dapat mengundang mereka. Ini dapat menjadi penghibur jika ada yang merasa sedikit kecewa.

Tak ada masalah pribadi

Nah dari semua yang kamu sampaikan kepada relasi yang tak kamu undang, pastikan bahwa itu memang harus demikian terjadi. Dan itu tidak dikaitkan dengan masalah pribadi yang mungkin ada. Jadi benar-benar bahwa kondisi yang memaksa harus begitu.

Jika ada kekecewaan dari relasi atau teman tentu merupakan hal yang wajar. Apalagi mereka yang mungkin sudah mengenal kamu dan pasangan kamu sebelumnya. Tetapi keputusan mengundang atau tidak, tentu ada di tanganmu. Hak kamu untuk mengatur acara pernikahan yang kamu adakan.

 

Nah semoga tips tersebut dapat bermanfaat ya! Kamu juga bisa simak artikel 5 Cara Tentukan Tamu Undangan Pernikahan ini lho

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Salah satu bagian dari prosesi pernikahan Adat Jawa lengkap adalah Upacara Panggih. Upacara Panggih ini ada sedikit perbedaan di berbagai bagian daerah di Jawa. Hal ini terutama karena perbedaan latar belakang juru rias atau dalam sebuah perkawinan Jawa disebut Juru Sumbaganya. Orang awam kadang menyebutnya “dukun”. Juru rias inilah yang akan menjadi penuntun pelaksanaan sebuah acara pernikahan Adat Jawa.

Kata Panggih adalah kata bahasa Jawa yang berarti “temu”. Jadi sesuai dengan asal katanya, Upacara Panggih ini merupakan upacara pertemuan antara pengantin lelaki dan pengantin perempuan.  Acara ini biasanya dilaksanakan setelah acara akad nikah secara agama.  Sedangkan acara Panggih ini mempunyai tujuan agar kedua mempelai dipertemukan dalam sebuah pertemuan yang disaksikan oleh seluruh undangan dan keluarga. Ini bertujuan agar nantinya dapat mencapai tujuan perkawinan yang diharapkan yaitu ketenangan dan kasih sayang dalam sebuah rumah tangga.

Untuk pelaksanaan Upacara Panggih yang umum dilaksanakan ada urut-urutannya juga yang harus diikuti oleh kedua pengantin. Orang tua dan para tamu juga harus mengikuti lho. Nah, di sini akan diuraikan urut-urutan Upacara Panggih yang dilaksanakan menurut Adat Jawa. Jikalau nanti kamu akan melaksanakan pernikahan mengikuti Adat Jawa akan mempunyai gambaran apa saja kira-kira yang akan dilaksanakan, ya!

Sanggan

Pada acara Sanggan ini pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa uborampe yang harus disiapkan sebelumnya. Yaitu Sanggan yang terdiri dari pisang raja setangkep, sirih ayu, kembang setaman, dan benang lawe.  Perlengkapan ini dibawa oleh utusan dari pihak pengantin pria. Ini merupakan simbol untuk menebus pengantin wanita oleh pengantin pria kepada keluarga agar dapat dikeluarkan dan dipertemukan. Selain itu hal ini juga sebagai tanda perhatian kepada keluarga pengantin wanita dengan membawakan buah tangan atau oleh-oleh.

Setelah bertemu dengan keluarga pengantin wanita, diadakan prosesi kembar mayang.  Adapun kembar mayang adalah rangkaian janur yang dipasang di sekeliling batang pisang. Ini akan membentuk gunung dengan hiasan utama bunga pinang, ditambah dengan daun beringin, nanas, melati, padi, kapas, dan cengkir. Singkatnya kembar mayang ini melambangkan bahwa dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dihadapi dengan tabah dan lurus. Sehingga akan terbentuk kehidupan yang saling mengayomi, berbahagia dan indah. Selain itu juga keluarga akan menjadi makmur dengan melimpahnya sandang dan pangan.

Disini kembar mayang berjumlah empat buah yang melambangkan status kedua mempelai masih bujangan dan perawan. Dalam acara ini kembar mayang disentuhkan kepada kedua mempelai dan setelah itu dibuang ke tempat tertentu. Dengan membuang kembang mayang ini diharapkan kesialan atau bencana juga ikut terbuang. Dengan harapan kedua pasangan pengantin nantinya tidak menghadapi kesulitan dalam perjalanan kehidupannya.

Adapun jumlah kembar mayang yang dipakai ada versi yang berbeda. Ada yang memakai 4 buah, tetapi ada yang mencukupkan dengan 2 buah saja. Hal ini tidak menjadi masalah mungkin yang penting adalah acara pembuangan yang dilambangkan seperti yang diuraikan di atas.

Balangan Gantal

Prosesi selanjutnya adalah acara Balangan Gantal (melempar gantal). Disini pengantin pria dan wanita saling melempar gantal. Gantal yang dilemparkan ini sudah disiapkan sebelumnya yang merupakan lintingan daun sirih sebanyak tujuh buah. Yang empat buah diberikan kepada pengantin pria sedangkan yang tiga buah diberikan kepada pengantin wanita. Prosesi ini merupakan lambang bertemunya pengantin dalam sebuah perjodohan yang diikat dengan benang kasih. Dan dengan benang kasih tersebut, dapat menghalau gangguan-gangguan yang bersifat ghaib. Hal inilah maksud dari pelemparan.

Wijikan dan Mecah Endog

Setelah acara Gantalan selesai kemudian diikuti dengan prosesi Wijikan. Dalam prosesi pengantin wanita membungkuk dan membasuh kaki pengantin pria dengan baki yang sudah disiapkan. Wijikan ini merupakan perlambangan bahwa seorang istri harus berbakti kepada suami yang menjadi pemimpinnya. Adapun kewajiban suami adalah mengayomi (melindungi) dan mengayemi (memberi ketenangan) kepada sang istri. Prosesi ini diikuti dengan mecah endog (memecah telur). Disini telur yang akan dipecahkan sudah disiapkan terlebih dahulu. Telur diambil oleh Juru Rias selanjutnya disentuhkan ke dahi mempelai. Setelah itu telur dipecah dengan cara dilemparkan ke bawah. Makna prosesi ini adalah bahwa suami istri dalam keluarga harus selalu berusaha mengutamakan pikiran dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang  dihadapi. Dengan demikian dapat diperoleh solusi yang merupakan hasil dari pemikiran bersama.

Untuk prosesi ini ada juga yang memakai urutan dengan memecah telur lebih dahulu oleh pengantin pria dengan cara diinjak di atas baki. Baru setelah itu kaki pengantin pria yang kotor dicuci oleh pengantin wanita. Disini yang ingin dilambangkan adalah bahwa pengantin prialah yang akan mengambil tanggung jawab atas pengantin wanita yang telah dinikahinya. Begitu juga semua hal yang nantinya akan dialami oleh keluarganya. Adapun istri selalu mendukung suami dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab tersebut.

Ngombe Degan

Ngombe Degan ini berarti minum air kelapa muda. Di sini pengantin pria dan wanita saling minum air kelapa muda yang telah disiapkan.  Harapannya dengan prosesi ini keluarga yang terbentuk nanti akan menjadi keluarga yang berguna bagi masyarakat. Seperti halnya pohon kelapa yang merupakan pohon yang mempunyai banyak kegunaan. Selain itu juga, kehidupan keluarga akan selalu merasakan kesegaran dan kebahagiaan.

Singeb Sindur dan Kanthen Astha

Di prosesi ini sang ibu dari pengantin wanita menyelimutkan sindur (selendang) ke punggung mempelai. Kemudian ayah mempelai wanita memegangi ujung sindur dan kemudian membimbing kedua pengantin menuju kursi pelaminan. Pengantin pria dan pengantin wanita berjalan pelan-pelan sambil bergandengan kelingking (yaitu kelingking kiri pria menggandeng kelingking kanan wanita).

Dalam menjalankan prosesi ini diharapkan bahwa kedua pengantin akan selalu saling bersama dalam menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Selain itu juga orang tua masih tetap dapat memberi bimbingan kepada kedua pengantin.

Timbangan/Pangkon

Pangkon artinya pangku, disini dilaksanakan dengan cara sang ayah pengantin wanita duduk kemudian pengantin pria dan pengantin wanita masing-masing duduk di lutut. Sang ayah disini menimbang-nimbang kasih sayang yang akan diberikan terhadap kedua pengantin. Biasanya ibu pengantin wanita bertanya kepada sang ayah “awrat ingkang pundi?” (mana yang lebih berat). Dan sang ayah memberikan jawaban “niki sami mawon awrate” (ini sama saja beratnya). Di sini orang tua pengantin wanita dianggap sudah tidak membedakan lagi status anak dan menantu, pengantin pria sudah dianggap sama yaitu seperti anak-anaknya sendiri. Beliau tidak akan membedakan kasih sayang ataupun bimbingan yang akan diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang telah menikah tersebut.

Selanjutnya ayah memegang kedua pundak anak dan membimbing keduanya untuk duduk di pelaminan. Di sini sebagai orang tua sudah mengesahkan kedua anak untuk duduk berdampingan dan menempatkannya dalam sebuah rumah tangga.

Kacar Kucur atau Tampa Kaya (menerima penghasilan)

Prosesi ini dilaksanakan dengan cara pengantin pria menuangkan kaya (penghasilan nafkah). Dilambangkan dengan biji-bijian, bunga, uang logam, beras kuning, dan bumbu dapur. Kaya ini dituangkan ke kain yang dibentangkan oleh pengantin wanita. Setelah semua kaya dituangkan, kemudian pengantin wanita membungkusnya baik-baik lalu menyerahkannya kepada sang ibu.

Disini dilambangkan bahwa dalam rumah tangga, pengantin pria sebagai penanggung jawab ekonomi keluarga, harus memenuhi kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selanjutnya nafkah ini dikelola oleh pengantin wanita selaku istri.  Sang istri harus benar-benar mengelola dengan baik semua penghasilan yang telah diperoleh dan menggunakannya untuk keperluan keluarganya. Dan jika telah tercukupi, dapat juga ikut membantu orang tua.

Yuk simak juga Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco

Dhahar Klimah/Dhahar Kembul/Dulangan

Dalam acara Dhahar Klimah ini pengantin pria membuat kepalan-kepalan nasi yang diambil dari nasi kuning yang disiapkan, juga lauk pauk dan air minum. Selanjutnya pengantin wanita makan kepalan-kepalan nasi yang telah dibuatkan pengantin pria berikut lauk pauk dan yang lain.  Maksud yang dikandung adalah bahwa pengantin pria nantinya sebagai suami harus selalu memenuhi kebutuhan sang istri baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Hal itu berupa bimbingan-bimgingan dalam kehidupan berumah tangga. Selain itu juga sang istri diharapkan dapat menjaga rahasia keluarga dengan baik.

Sungkeman

Sungkeman menjadi prosesi terakhir yang dilaksanakan dalam Upacara Panggih. Kedua orangtua dari pihak pengantin pria maupun pengantin wanita duduk di tempat yang telah disediakan.  Pertama, pengantin wanita melakukan sungkem kepada ayahnya yaitu dengan cara berjongkok di hadapan ayah. Kemudian memohon restu ayah. Dalam keluarga Jawa yang bersifat patriarki, pria dianggap menjadi pemimpin keluarga, jadi pengantin wanita mendahulukan sungkem kepada ayah. Setelah selesai sungkeman kepada ayah dilanjutkan kepada ibu.  Pengantin pria juga melakukan sungkem kepada ayah mertua dan ibu mertua.  Sungkeman awal ini dilakukan kepada orang tua dari pengantin wanita dengan menghormatinya sebagai tuan rumah dan yang mempunyai hajad di acara pernikahan ini. Sungkeman selanjutnya kepada kedua orang tua pengantin pria. Disini pengantin pria melakukan sungkeman kepada ayah lalu kepada ibunya. Setelah selesai dilanjutkan oleh pengantin wanita kepada ayah mertua dan ibu mertua.

Makna yang terkandung berupa ungkapan rasa terima kasih kepada kedua orang tua yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Juga memohonkan doa restu agar nantinya keluarga yang akan dibina menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Itu juga berarti bahwa anak-anak bagaimanapun tinggi kedudukan ataupun pangkat yang dimilikinya tetaplah harus menaruh hormat kepada orangtua. Karena kedua orangtua lah yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Selesailah Upacara Panggih, yang merupakan bagian utama dalam sebuah perkawinan Adat Jawa.  Ada sedikit tambahan, yaitu Acara Mertui. Yaitu acara penjemputan orang tua pengantin pria oleh orang tua pengantin wanita di depan rumah. Acara ini biasanya dilakukan sebelum sungkeman. Tetapi untuk saat ini di masyarakat umum tidak banyak dilakukan. Tetapi untuk pengantin Adat Jawa yang ketat, terutama bagi bangsawan atau keturunan bangsawan atau Kraton Jawa. Hal ini masih dilakukan sebagai salah satu prosesi wajib yang tak dapat ditinggalkan.

Baca juga artikel Tradisional Yang Elegan! Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

Acara pernikahan sudah usai, saatnya untuk menata hidup baru dengan keluarga baru. Di masa-masa awal pernikahan ini mungkin kamu sementara harus tinggal di rumah mertua, nah kalau demikian halnya sebaiknya kamu juga perlu mempersiapkan diri menghadapi suasana baru yang dihadapi. Nah yuk simak 8 hal wajib kamu ketahui sebelum tinggal dengan mertua di bawah ini!

Jadi omongan

Masa awal hidup berkeluarga dengan mertua terkadang merupakan awal yang cukup berat dan sulit apalagi jika kamu belum begitu dekat dengan mertua atau mungkin belum sempat berkenalan jauh dengan mereka. Penyesuaian diri tentunya harus segera kamu lakukan, baik dengan kondisi rumah. Begitu juga tentang mengurus suami, juga beradaptasi dengan tetangga atau teman-teman mertua. Mungkin kamu juga terpaksa harus menjadi bahan ‘rujakan’ tetangga atau teman-teman mertua karena sesuatu yang mungkin belum mereka terima. Bersabarlah sambil secara perlahan kamu mempelajari kebiasaan di dalam keluarga mertua.

Dianggap pemalas

Buat kamu yang mungkin tidak biasa melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, mungkin di rumah kamu kebanyakan pekerjaan tersebut dilakukan oleh asisten rumah tangga. Nah sebaiknya mulailah untuk belajar sedikit ‘rajin’. Kalau tidak, demikian mungkin kamu akan dianggap istri yang malas, tidak enak kan.

Boleh kok kamu sedikit bermalas-malasan, tetapi jangan terlalu sering. Pekerjaan kamu mengurus rumah ataupun mengurus suami menjadi terganggu. Jaga hubungan baik dengan mertua dan terus bangun kesan yang baik untuk mertua kamu.

Banyak protes

Di awal kamu hadir dalam keluarga mertua mungkin hal yang sangat berat adalah untuk melakukan penyesuaian dengan keluarga baru. Apalagi jika mertua kamu tipe orang yang banyak keinginan. Mungkin mertua kamu benar-benar ingin memperoleh menantu yang ideal seperti yang mereka bayangkan. Mungkin terkesan sedikit cerewet terhadap perilaku sehari-hari kamu, atau mungkin terhadap kebiasaan kamu yang menurut mertua kamu kurang sesuai. Kadang terasa ada batas-batas yang belum dapat dilewati. Masih akan terasa saling asing.  Langkah yang cukup bijak adalah dengan mencoba memahami mertua kamu, dan juga menerima kritikan yang disampaikan dengan sabar. Tentunya mertua kamu juga ingin kebaikan untuk anak-anaknya, termasuk kamu juga yang  dianggap sebagai anaknya.

Yuk simak juga, 4 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Pertama

Terlalu banyak saran

Hal yang wajar jika mertua kamu terkesan sering memberi banyak saran. Ini terjadi mungkin karena belum terbiasa atau karena perbedaan umur dan pola pikir, sehingga mertua kamu mungkin memberikan saran-saran yang sesuai dengan masa-masa mereka dulu. Namun pastinya kondisi yang berbeda antara masa dulu dan sekarang mungkin membuat kamu merasa kalau saran yang mereka berikan berbeda dengan apa yang ingin kamu lakukan. Ada baiknya jika kamu mencoba untuk mendengarkan saran yang mereka sampaikan. Tak perlu kamu membantah atau melawan kata-kata mertua. Nantinya toh tetap kamu yang akan mengambil keputusan untuk persoalan yang kamu hadapi.

Mertua yang “campur tangan”

Sebagai orang tua, tentunya kadang-kadang merasa harus ikut membantu menyelesaikan masalah anak-anaknya. Tetapi tidak menutup kemungkinan kadang keinginan tersebut terasa membuat kamu terganggu. Mungkin masalahnya tidak seberat yang dibayangkan oleh mertua kamu, sehingga tidak perlu sampai mereka ikut campur. Kalau terlalu sering mungkin kamu juga merasa privasi keluarga baru kamu terganggu. Nah sebaiknya cobalah untuk saling memahami atau saling berkomunikasi untuk hal-hal yang cukup peka ini. Upayakan agar masalah yang terjadi internal kalian tidak perlu sampai ke mertua.

Baca juga, Tips Mempersiapkan Pernikahan dengan Bantuan Calon Ibu Mertua

Suka memerintah

Hal yang juga mungkin akan kamu alami nanti adalah mertua yang suka menyuruh ini dan itu, bahkan mungkin untuk hal-hal yang sepele. Nah kalau demikian kamu sebaiknya juga ekstra sabar ya, mungkin mertua ingin menguji kamu, atau mungkin memang mertua kamu beranggapan “ada menantu kok yang bisa mengerjakan, kenapa tidak?”. Solusinya, cobalah untuk lebih dekat dengan mertua sehingga dengan keakraban yang timbul, tak ada lagi terasa beban untuk melakukan hal-hal yang disuruhkan oleh mertua. Dan kamu jadi lebih bisa memahami mertua kamu.

Merasa anaknya tetap milik sendiri

Setelah menikah sebagai orang tua yang bijak hendaknya mulai menyadari bahwa anak-anaknya telah mempunyai  kehidupan sendiri, mempunyai pasangan hidup yang menjadi tanggung jawabnya. Namun terkadang ada orang tua yang masih merasa kalau anaknya yang sudah mempunyai istri adalah miliknya, sehingga mungkin meminta perhatian lebih banyak daripada perhatian untuk kamu. Jika kamu menghadapi hal ini sebaiknya dibicarakan dengan pasangan kamu, agar dapat memberi pengertian sedikit demi sedikit sehingga tidak terjadi persaingan tidak sehat nantinya.

Caper

Perhatian yang diberikan oleh anak kadang terasa berlebihan diminta oleh mertua. Mulai dari hal-hal kecil mungkin meminta didampingi ke acara keluarga atau mungkin minta dibelikan makanan atau minuman untuk makan siang atau makan malam. Kalau terlalu sering terjadi mungkin akan merasa terganggu juga nantinya kan, jadi sebaiknya hal ini dikomunikasikan dengan baik agar nantinya bisa saling menjaga perasaan masing-masing.

 

Nah sekarang keputusan di tangan kamu, apapun itu sebaiknya kamu memang benar-benar mempersiapkan diri baik fisik maupun mental. Hal yang terpenting adalah kamu harus tetap menghormati mertua kamu, karena bagaimanapun juga mereka adalah orang tua kamu juga. Tetaplah menjaga hubungan baik dan berlaku baik kepada mertua ya!

6 Pembagian Jatah Dana Rumah Tangga di Pernikahan

6 Pembagian Jatah Dana Rumah Tangga di Pernikahan

6 Pembagian Jatah Dana Rumah Tangga di Pernikahan

Berbagai kebutuhan untuk acara pernikahan diupayakan untuk dipenuhi meskipun mungkin akan memakan biaya yang besar. Untuk sebuah acara pernikahan, sebuah keluarga kadang merasakan hal ini sebagai pertaruhan untuk sebuah kehormatan. Jadi, apapun pengorbanan harus dilakukan. Tidak jarang setelah acara pernikahan selesai kehidupan terasa harus dimulai dari awal. Dan untuk itu sudah harus disiapkan rencana untuk pengumpulan dana untuk kelanjutan hidup berkeluarga. Ada beberapa kebutuhan yang tentunya perlu disiapkan alokasi dananya.

Anggaran untuk Keperluan Darurat

Sesuai dengan namanya, anggaran darurat memang dialokasikan khusus untuk keperluan yang bersifat mendadak dan mendesak. Anggaran harus benar-benar dialokasikan untuk ini. Meskipun tidak selalu sama bagi setiap keluarga dalam hal jumlah, tetapi sebagai patokan bisa dengan mengalokasikan tiga kali dari  pemasukan bulanan atau bisa juga dilihat dari pengeluaran bulanan. Untuk anggaran darurat ini perlu dibuatkan rekening khusus yang mudah dicairkan sewaktu-waktu dibutuhkan. Anggaran darurat ini bisa digunakan antara lain untuk keperluan ketika tiba-tiba suami harus berhenti bekerja, atau ada anggota keluarga yang jatuh sakit dll.

Anggaran untuk Tempat Tinggal

Salah satu kebutuhan pokok untuk sebuah keluarga adalah tempat tinggal.  Anggaran ini perlu disiapkan jika memang rumah idaman belum dimiliki atau jika memiliki rumah tapi belum sesuai dengan keinginan. Kebutuhan tempat tinggal ini merupakan salah satu kebutuhan yang memerlukan persiapan anggaran yang cukup besar. Harga rumah yang terus naik setiap tahun membuat kamu harus benar-benar menyiapkan anggaran untuk ini. Cobalah untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang rumah yang diinginkan. Jika memang belum terjangkau secara tunai, kamu bisa mengambil alternatif untuk membeli rumah secara cicilan. Nah untuk ini kamu bisa mulai dengan menabung untuk dana uang muka yang biasanya juga agak besar. Tetapi tak ada salahnya kan. Menyiapkan tempat tinggal yang nyaman akan merupakan langkah awal yang baik bagi sebuah keluarga.

Baca juga, 4 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Pertama

Anggaran untuk Kelahiran Anak

Kelahiran anak dalam rumah tangga adalah salah satu hal yang sangat diharapkan. Anak yang lahir akan menjadi pengikat erat dan penambah kebahagiaan sebuah keluarga. Kehadiran anak selain membawa kebahagiaan juga membutuhkan kesiapan anggaran yang cukup besar. Biaya rumah sakit atau bidan untuk persalinan bukan sesuatu yang bisa ditawar. Jadi tak ada salahnya jika ini sudah kamu persiapkan jauh-jauh hari. Selain untuk kebutuhan persalinan, kebutuhan untuk bayi yang telah lahir pun juga sebaiknya dipikirkan dan disiapkan.

Anggaran Pendidikan untuk Anak

Dana pendidikan untuk anak merupakan salah satu anggaran yang harus disiapkan juga. Apalagi pada saat ini pendidikan membutuhkan dana yang cukup besar, dari sejak pendidikan Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi. Setiap tahun biaya akan meningkat. Meskipun anak masih kecil atau masih dalam kandungan, tentunya bijak juga untuk mempersiapkan anggaran untuk pendidikannya nanti. Berapa jumlah yang harus disiapkan? Tentunya dana yang harus disiapkan juga diperhitungkan baik-baik. Cobalah mencari informasi berapa besaran biaya-biaya yang sering dikeluarkan untuk pendidikan saat ini. Proyeksikan untuk kebutuhan pendidikan di masa mendatang, mungkin sepuluh atau dua puluh tahun kedepan. Dengan demikian jumlah anggaran yang harus disiapkan bisa lebih terencana.

Anggaran Pensiun

Jika sekarang kamu sudah bekerja dan mendapat penghasilan rutin setiap bulan, tentunya kamu juga harus mempersiapkan juga apabila suatu hari nanti harus pensiun dari pekerjaan. Meskipun tidak terlalu besar tentunya dalam jangka panjang anggaran yang dikumpulkan akan cukup untuk menunjang kehidupan di hari tua tanpa harus memberatkan anak-anak.  Anggaran pensiun ini selain untuk kebutuhan sendiri bisa juga untuk membantu anak-anak jika memang mereka membutuhkannya.

Anggaran Liburan

Liburan merupakan salah satu acara yang paling disukai dalam sebuah keluarga. Tak ada salahnya merencanakan liburan secara khusus ke tempat-tempat spesial. Wisata keluar negeri, berangkat haji atau ziarah ke tempat-tempat suci membutuhkan anggaran yang cukup besar. Jadi mulailah dari sekarang untuk mengalokasikan sebagian pendapatan yang diperoleh setiap bulan untuk acara liburan ini.

 

Alangkah bijaknya jika di awal kehidupan keluarga, kedua pasangan mulai untuk menyiapkan hal-hal yang akan dilaksanakan nanti. Kebutuhan anggaran juga perlu diprediksi agar sesegera mungkin mulai bisa menyisihkan pendapatan yang diperoleh untuk dialokasikan ke rencana yang telah disiapkan. Selamat menabung ya!

 

6 Tips Penampilan Keren Bagi Pengantin Pria Pada Hari H

6 Tips Penampilan Keren Bagi Pengantin Pria Pada Hari H

6 Tips Penampilan Keren Bagi Pengantin Pria Pada Hari H

Seperti halnya pengantin wanita, tampil maksimal dan menarik juga harus dilakoni oleh pengantin pria untuk acara pernikahan yang diadakan. Kamu berdua akan menjadi pusat perhatian semua undangan dan keluarga. Dan untuk dapat membuat mereka terkesan, penampilan harus benar-benar diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik. Nah bagi pengantin pria, tak ada salahnya mencoba 6 tips penampilan keren bagi pengantin pria pada hari H berikut:

Gunakan gaya rambut yang baru seperlunya

Hal yang paling banyak dilakukan untuk memperlihatkan penampilan yang lebih oke bagi pengantin pria adalah tatanan rambut. Gaya rambut yang dipakai akan menjadi perhatian tersendiri bagi para tamu. Jika kamu menggunakan gaya rambut yang baru, upayakan agar tetap simple dan tidak terlalu tampak perubahan yang sangat drastis, nanti malah membuat tamu menjadi pangling. Gaya rambut yang tertata dan rapi dan menarik akan memberi kesan lebih baik.

Mencukur rambut

Jika rambut terasa sudah waktunya dipotong/dicukur, sebaiknya lakukan beberapa hari sebelum pernikahan. Meskipun tidak masalah kalau kamu baru memotong rambut menjelang hari H tapi mungkin agak terasa kaku nantinya. Rambut yang baru saja dicukur masih terasa belum alami di kepala, setelah beberapa hari mungkin akan lebih terasa bahwa potongan rambut yang baru akan terlihat lebih alami.

Mencukur rambut di wajah

Jika merasa perlu untuk mencukur rambut di wajah, misalnya kumis atau janggut, maka hal ini sebaiknya dilakukan beberapa hari sebelumnya. Wajah yang lebih rapih dan segar memang lebih memberi kesan baik, apalagi nanti para tamu akan lebih dekat ketika bersalaman dan saling melihat kepada muka pengantin. Jangan sampai pada waktu hari H ada bekas luka di wajah kamu mungkin karena terluka tanpa sengaja ketika bercukur. Jika beberapa hari sebelumnya kamu sudah bercukur hal ini bisa diantisipasi, biasanya bekas luka akan hilang dalam beberapa hari.

Perawatan wajah

Penampilan wajah yang cemerlang dan menarik tentu akan menyenangkan bagi yang melihat. Untuk ini lakukanlah perawatan wajah yang benar-benar serius agar nanti penampilan yang diinginkan dapat diperoleh dan dapat memberikan kesan yang mendalam. Meskipun hanya dengan perawatan yang sederhana, mungkin dengan pelembab wajah yang digunakan sebelum tidur, akan dapat memberikan wajah penampilan yang lebih istimewa nantinya.

Tips untuk bride-to-be bisa simak di Wajib Baca! 4 Tips Tampil Cantik dan Fit di Hari Pernikahan

Memutihkan gigi

Gigi yang putih dan bersih tentu akan menarik untuk dilihat. Di hari pernikahan tentunya pengantin wajib menyambut para tamu dengan senyuman. Nah senyuman yang menarik dan menampakan gigi-gigi yang putih dan bersih menjadi nilai tambah untuk pengantin.

Jadi usahakan untuk mempertahankan penampilan gigi-gigi ini maksimal untuk hari pernikahan. Tidak harus dilakukan treatment khusus ke dokter gigi, perawatan sederhana untuk membuat gigi putih bisa dikerjakan sendiri kok. Cobalah cari resep-resepnya di internet, tentunya menyediakan info-info yang cukup banyak, diantaranya adalah penggunaan baking soda, perasan jeruk dan lain-lain.

Memakai lip balm

Hal penting juga yang perlu dijaga adalah kondisi bibir pengantin. Pada hari pernikahan dengan kehadiran banyak tamu undangan dan banyaknya acara yang diikuti dapat menyebabkan kelelahan dan dehidrasi kurang minum air. Agar hal ini tidak terjadi terhadap bibir, lip balm bisa menjadi solusinya, gunakan sebelum tidur agar kelembaban bibir tetap dapat terjaga. Jadi tersenyum sepanjang hari tidak menjadi beban lagi.

 

Nah silakan coba tips-tips di atas, semoga sukses dan penampilanmu super keren di hari bahagia tersebut, ya!

Pilih mana? 5 Alasan Pro Dan Kontra Dalam Menunda Bulan Madu

Pilih mana? 5 Alasan Pro Dan Kontra Dalam Menunda Bulan Madu

Pilih mana? 5 Alasan Pro Dan Kontra Dalam Menunda Bulan Madu

Acara bulan madu biasanya merupakan kelanjutan setelah pelaksanaan acara pernikahan. Di masa bulan madu, pasangan yang baru menikah benar-benar ingin menikmati kebersamaan hanya berdua. Dan biasanya bulan madu ini sudah direncanakan sebelumnya, jadi setelah acara pernikahan, pasangan sudah siap untuk berbulan madu ke tempat yang telah direncanakan. Namun karena satu dan lain hal mungkin juga pasangan harus menunda bulan madu ini. Bisa jadi acara pernikahan yang cukup melelahkan atau masih ada urusan yang harus diselesaikan sehingga membuat bulan madu yang terencana harus ditunda terlebih dahulu. Nah untuk masalah ini kamu bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah alasan PRO dan KONTRA mengenai menunda bulan madu bagi pengantin baru :

PRO

Bulan madu lebih maksimal dipersiapkan

Jika bulan madu dipersiapkan secara khusus tentunya akan lebih maksimal hasilnya, hal ini karena persiapan untuk acara pernikahan sangat memerlukan perhatian yang lebih, jadi untuk urusan bulan madu nanti saja setelah acara pernikahan. Yang penting sudah menjadi pasangan yang sah, bulan madu nanti bisa lebih dipersiapkan secara khusus dan matang apalagi dipersiapkan bersama-sama tentu akan lebih baik, selain itu tak ada lagi persoalan dengan acara pernikahan, jadi pikiran akan lebih fokus.

 

Lebih pas dalam memilih tujuan

Tempat bulan madu yang menjadi tujuan juga akan lebih sesuai jika dipersiapkan bersama-sama. Kamu juga sudah lebih bisa saling mengenal dan memahami apa yang benar-benar diinginkan oleh pasangan kamu. Jadi nantinya pemilihan tempat tujuan bulan madu akan sesuai dengan ekspetasi dan favorit kalian berdua.

Punya anggaran lebih

Mungkin ketika merencanakan bulan madu di awal, kamu tentu juga telah mengalokasikan anggaran tertentu. Jika kamu menunda acara bulan madu, tentu waktu yang tersedia lebih panjang dan kamu bisa menambah anggaran bulan madu, mungkin dari sumbangan yang biasanya diberikan oleh tamu pernikahan, atau kamu mendapat penghasilan tambahan lain. Jadi bulan madu kamu bisa lebih longgar dalam urusan anggaran dan bisa memilih tempat yang lebih baik dengan anggaran yang lebih banyak.

Yuk simak, Tips Ampuh Gelar Pernikahan Minim Budget

Waktu cuti panjang

Kalau kamu telah bekerja tentu ada jatah waktu tertentu untuk cuti dari pekerjaan. Jika berbarengan dengan bulan madu tentunya nanti waktu yang tersedia untuk bulan madu akan lebih sedikit karena juga dipakai untuk acara pernikahan. Jika kamu mengalokasikan waktu khusus untuk bulan madu tentunya waktu yang akan disediakan juga bisa lebih panjang untuk berdua.

Manajemen stress

Stress yang timbul pada waktu persiapan dan acara pernikahan tentu masih akan terasa setelah acara pernikahan. Mungkin banyak hal dapat menyebabkannya. Diantaranya soal konsumsi yang mungkin belum sesuai harapan, soal vendor yang kurang memberikan pelayanan maksimal, atau juga kerabat dekat yang kamu harapkan ternyata tidak dapat menghadiri pernikahan kamu. Jika kamu memaksakan untuk langsung berbulan madu mungkin rasa stress akan dapat mengganggu pikiran kan? Jadi mungkin dengan menunda beberapa waktu, pikiran dan perasaan kamu bisa menjadi lebih tenang, sehingga acara bulan madu berjalan tanpa ada beban.

KONTRA

Persiapan terganggu

Jika kamu tidak segera berbulan madu, mungkin setelah menikah kamu akan lebih disibukkan oleh pekerjaan rutin yang harus kamu lakukan, pekerjaan menjadi lebih banyak karena harus ditunda oleh cuti yang kamu ambil untuk acara pernikahan, jadi daripada terhalang nantinya lebih baik sekalian saja mengambil cuti untuk berbulan madu.

Yang penting kebersamaan

Bulan madu yang dilaksanakan segera setelah pernikahan akan menjadi momen yang tepat untuk menikmati kebersamaan berdua. Sebagai ajang untuk mulai saling belajar mengenali lebih jauh satu dengan yang lain. Jadi sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum hal yang lain.

Anggaran sudah dialokasikan

Menunda bulan madu mungkin berpotensi mengurangi anggaran untuk acara ini karena mungkin ada kebutuhan-kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Tempat tinggal yang baru, kendaraan atau  perlengkapan rumah baru juga membutuhkan anggaran tersendiri. Jadi sebelum anggaran yang sudah kamu alokasikan terpakai, lebih baik segera digunakan untuk bulan madu. Sedangkan untuk keperluan lainnya nanti bisa dipikirkan setelah acara bulan madu selesai.

Liburan cuti yang terbatas

Tidak semua kantor mengijinkan karyawannya untuk cuti agak lama beberapa kali dalam setahun. Jadi mumpung ada waktu yang lebih panjang untuk acara pernikahan, sebaiknya dimanfaatkan waktu yang ada untuk berbulan madu. Mungkin nanti akan ada banyak pekerjaan yang menyita waktu sehingga tak mendapat kesempatan untuk mengambil cuti lagi.

Nah, baca juga 5 Keuntungan Menggelar Resepsi Pernikahan Di Hari Kerja

Waktunya sudah expired

Waktu bulan madu yang tertunda mungkin akan terasa menjadi kadaluarsa karena sudah kurang terasa momennya. Memang momen yang pas adalah setelah pernikahan, jadi jangan tertunda lama, malah mungkin akan terasa seperti libur biasa.

 

Nah kamu dan pasangan sepakat dengan yang mana, nih? Yuk share di kolom komentar!

Jangan Kaget! 4 Hal Ini Pasti Berubah Setelah Menikah

Jangan Kaget! 4 Hal Ini Pasti Berubah Setelah Menikah

Jangan Kaget! 4 Hal Ini Pasti Berubah Setelah Menikah

Menikah dan belum menikah tentunya merupakan hal yang berbeda. Dua pribadi yang berbeda bergabung dalam sebuah kebersamaan tentu akan menjadikan sesuatu yang berbeda dari sebelum masuk dalam biduk rumah tangga. Banyak hal yang akan berubah pada saat kamu nantinya masuk dalam sebuah rumah tangga, tetapi tentunya tidak akan langsung terasa. Seiring berjalannya waktu, akan terasa juga hal-hal yang berbeda dari sebelum kamu berumah tangga. Nah apa saja sih hal yang berubah setelah menikah? Yuk simak 4 hal yang pasti berubah setelah menikah di bawah ini :

Berubahnya Kebiasaan Makan dan Tidur

Awal pernikahan merupakan awal-awal terasanya perubahan yang besar daripada kehidupan kamu sebelumnya. Jika sebelumnya kamu mungkin biasanya dilayani oleh pembantu, atau mungkin kamu menyiapkan sendiri, setelah menikah tentu ada suami yang juga harus dilayani. Mempersiapkan sarapan pagi, makan siang, dan makan malam akan menjadi rutinitas harian yang akan kamu hadapi. Mungkin sudah saatnya juga kamu mulai bereksplorasi dengan berbagai resep makanan untuk memanjakan lidah suami. Selain soal makan, tidur juga menjadi hal yang sangat terasa perubahannya. Ketika sendiri mungkin kamu bebas memakai ranjang, tetapi setelah bersama, tentu harus berbagi dengan suami. Dan mungkin kamu juga harus bersiap dengan segala kebiasaan tidur suami yang mungkin sedikit membuat kamu kurang nyaman.

Yuk simak juga, 3 Pertanyaan Setelah Menikah Yang Pasti Ditanyakan

Keuangan

Setelah berumah tangga, urusan keuangan tentu juga menjadi urusan bersama. Biasanya pihak wanita menjadi pengatur urusan keuangan ini sedangkan pihak laki-laki biasanya menjadi pencari nafkah /sumber keuangan untuk keluarga. Setelah menikah, urusan keuangan sebagian besar menjadi tanggung jawab suami, jadi kalau kamu sebagai isteri tentu mempunyai hak untuk meminta sesuatu yang mungkin kamu inginkan kepada suami tanpa perlu risih seperti sebelum menjadi suami istri.

Saling Terbuka

Setelah menikah semua  sifat pribadi kamu akan terbuka kepada pasangan kamu, dan semua kepribadiannya juga terbuka kepadamu. Kekurangan dan kelebihan akan saling terasa, yang sebelumnya mungkin tidak diperlihatkan. Kamu akan menjadi diri kamu sendiri apa adanya. Demikian juga pasangan kamu juga akan menjadi dirinya  sendiri.  Sedikit banyak perlu untuk saling memahami dan memaklumi. Akan lebih baik lagi jika masing-masing pihak untuk saling berintrospeksi sehingga dapat menutupi kekurangan masing-masing dan saling menunjang untuk meningkatkan kelebihan masing-masing.

Baca juga, Pertimbangan Penting Saat Mengontrak Rumah Sebagai Pasangan Baru

Teman Hidup

Setelah menikah, maka status juga berubah menjadi pasangan hidup. Rekanan untuk mengarungi kehidupan rumah tangga dari masa kini sampai ke masa mendatang. Jika sebelum menikah mungkin lebih banyak terpikirkan hal-hal yang bersifat kesenangan untuk kegiatan bersama seperti jalan-jalan romantis atau menonton film bersama, setelah kamu menikah tentu kamu juga akan terfikirkan untuk hal-hal yang lebih serius misalnya untuk membesarkan anak, mengasuhnya atau mengejar cita-cita bersama. Masing-masing pasangan akan menganggap satu sama lain adalah teman hidup.

 

Nah bagaimana, brides? Sudah siapkah kamu dengan semua perubahan tersebut? Perubahan pasti akan terjadi, yang pasti be ready ya!

 

4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan

4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan

4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan

Dua pribadi yang bertemu dalam sebuah bingkai rumah tangga tentunya juga akan menghadirkan perselesihan karena adanya perbedaan diantaranya keduanya. Perselisihan bukanlah sesuatu yang tak mungkin terjadi, banyak hal yang bisa menyulut perselisihan dalam sebuah keluarga. Masalah kebiasaan masing-masing, sampai masalah ekonomi dapat menimbulkan konflik. Dalam rumah tangga, perselisihan ini merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi, yang perlu disadari adalah untuk saling menjaga agar konflik tidak berkepanjangan yang akan menimbulkan dampak negatif. Di samping akibat negatif, konflik yang timbul kadang diperlukan. Mengapa?

Sebagai tanda saling peduli

Perselisihan memang sangat mungkin timbul, dalam sebuah keluarga yang baru dibangun atau yang sudah lama, karena memang masalah dalam rumah tangga memang selalu beragam. Cara pandang yang berbeda dalam menyikapi suatu persoalan akan menimbulkan perselisihan antara kedua pasangan. Tetapi itu juga tanda bahwa masiing-masing pasangan saling merasa peduli, sehingga perlu menyampaikan hal-hal yang dianggapnya penting untuk kebaikan bersama.

Proses pendewasaan

Konflik mungkin timbul karena kedua pasangan belum mampu bersikap dewasa satu sama lain. Sehingga timbulnya konflik ini akan lebih memberikan proses pendewasaan untuk kedua belah pihak. Tidak selalu satu pihak merasa lebih baik dari pihak lain, bukan kemenangan yang dicari. Kalaupun konflik harus terjadi, biarlah hal tersebut menjadi proses yang akan mendewasakan keduanya. Ambil hikmah yang terjadi dalam konflik yang timbul, saling menyikapi dengan baik terhadap sebuah konflik, akan lebih membuat masing-masing pasangan menjadi lebih dewasa.

Saling memaklumi

Saat memasuki sebuah pernikahan, dua pribadi tidak lagi menjadi pribadi dengan ego masing-masing. “Aku” dan “Kamu” harus ditranformasi menjadi “Kita”. Jangan sampai timbul saling mendominasi, meskipun sebelumnya kamu lebih sering mendapat perhatian lebih dari keluarga. Nah pada saat berumah tangga kamu juga perlu memberikan perhatian kepada pasangan secara proporsional. Tak perlu saling memaksakan ego sendiri meskipun terasa lebih memuaskan. Jika memang diperlukan, cobalah untuk mengalah dengan harapan akan mengurangi tensi atau bad mood yang terjadi. Cobalah cari solusi pada saat masing-masing sudah dapat berfikir dengan tenang.

Yuk simak, Mengetahui Semua tentang Perjanjian Sebelum Pernikahan

Jadilah pendengar yang baik

Konflik yang timbul dalam sebuah rumah tangga paling mungkin terjadi karena adanya kurang komunikasi  antara pasangan suami isteri. Komunikasi sebagai upaya untuk menyampaikan pendapat atau menyatakan hal-hal yang dirasakan merupakan komunikasi yang diperlukan. Dalam berkomunikasi perlu saling toleransi antara kedua belah pihak. Masing-masing harus mau menjadi pendengar yang baik untuk semua hal yang disampaikan oleh pasangannya. Dengan demikian akan timbul rasa saling hormat menghormati, sehingga akan timbul rasa harmonis dalam berumah tangga.

 

Nah demikianlah 4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp