Ini Dia Prosedur Mengurus Pernikahan di Gereja Katolik!

Ini Dia Prosedur Mengurus Pernikahan di Gereja Katolik!

Ini Dia Prosedur Mengurus Pernikahan di Gereja Katolik!

Acara pernikahan merupakan acara penting bagi kedua calon pengantin. Semua persiapan telah dilakukan untuk menyambut acara ini. Gaun pernikahan, tema dan konsep pernikahan sudah ditentukan. Bagi yang beragama Kristen atau Katolik tentu juga harus mempersiapkan upacara pernikahan di gereja. Namun demikian untuk upacara pernikahan ini juga kamu perlu mengkonfirmasi dengan pihak gereja ya, karena tidak setiap saat gereja bisa dipakai untuk upacara pernikahan. Jadi buat kamu yang ingin mempersiapkan upacara pernikahan gereja, tips berikut ini dapat membantu kamu.

Mendaftar Kursus Pra Nikah

Sebelum menikah, pasangan pengantin katolik harus mengikuti kursus. Kursus ini dilaksanakan paling tidak pada waktu 6 bulan sebelum upacara pemberkatan. Tujuan kursus ini untuk menyiapkan pasangan pengantin menjalani kehidupan berkeluarga nantinya. Siapkan diri ya, datangi gereja katolik yang kamu pilih dan siapkan yatu:

  1. Surat pengantar dari gereja masing-masing : Surat ini dapat kamu peroleh dari gereja katolik yang kamu ikuti. Bisa jadi kamu berasal dari gereja yang sama, kalau demikian akan lebih mudah. Tapi kalau dari gereja yang tidak sama, kamu harus meminta surat pengantar ini dari masing-masing gereja yang diikuti.
  2. Salinan Surat Baptis
  3. Salinan akte kelahiran
  4. Salinan kartu KK dari gereja katolik masing-masing.

Setelah melakukan pendaftaran, petugas dari pihak gereja memilihkan jadwal yang kosong dan juga menentukan lokasi pelaksanaan kursus nanti. Oh ya kamu juga harus mempersiapkan biayanya ya, besarnya dapat kamu tanyakan ke gereja tempat kamu mendaftar.

Mengikuti Acara Kursus

Jadwal kursus biasanya ditentukan pada tiga hari weekend. Jadi kamu siapkan diri ya. Materi yang akan diberikan adalah beberapa hal yang terkait dengan kehidupan setelah pernikahan yang meliputi pengenalan diri, pengelolaan ekonomi, kehidupan sex dalam keluarga, kehidupan berkeluarga secara umum dan persiapan rencana untuk masa mendatang. Jika kamu selesai, gereja akan memberikan sertifikat kursus sebagai tanda kamu telah mengikuti kursus pra nikah ini. Sertifikat ini wajib dibawa ketika pendaftaran pernikahan nanti di gereja, jadi simpan baik-baik ya.

Simak juga, Mengurus Surat dan Dokumen Pernikahan Pada Beberapa Agama

Pendaftaran Untuk Penyelidikan Kanonik

Penyelidikan Kanonik ini adalah istilah dari pihak gereja untuk memastikan kalau kamu benar-benar siap memasuki masa pernikahan sebenarnya. Di sini hanya dilakukan wawancara oleh Pastur atau Romo jadi tidak perlu takut ya. Hal yang sangat ditekankan oleh Pastur atau Romo ini adalah apakah kamu memang benar-benar telah menyiapkan diri untuk membina kehidupan berkeluarga. Jangan sampai nanti setelah menikah ternyata salah satu dari pasangan tidak siap sehingga akan terjadi hal yang tak diinginkan. Untuk pendaftaran ini kamu bawa beberapa dokumen penting di antaranya :

  1. Surat pengantar dari gereja masing-masing yang asli
  2. Surat baptis yang asli, surat ini sudah diperbarui paling tidak 6 bulan sebelumnya.
  3. Selinan sertifikat kursus Pra Nikah untuk diserahkan kepada petugas gereja, sedangkan aslinya juga harus kamu tunjukkan ya.
  4. Fotokopi kartu KK Gereja katolik masing-masing
  5. Fotokopi akte kelahiran
  6. Fotokopi KTP pengantin
  7. Foto berdampingan 4 x 6 sebanyak 4 lembar dengan pengantin pria berdiri sebelah kanan.

Jika pasangan kamu tidak beragama katolik, siapkan juga 2 orang saksi untuk datang pada waktu penyelidikan kanonik. Kamu harus benar-benar hati-hati memilih saksi ini ya. Kenapa? Karena saksi ini nanti akan diminta penjelasan  mengenai pasangan kamu belum menikah dan tidak berhalangan untuk melakukan pernikahan dengan kamu.

Sedangkan bila kedua pasangan yang beragama katolik, Kursus Persiapan Pernikahan dan Penyelidikan Kanonik ini akan dilaksanakan di gereja paroki dari calon wanita. Jika nantinya kamu repot harus ke gereja masing-masing, mungkin karena kamu dan pasangan tinggal di suatu tempat sedangkan gereja asal jaraknya cukup jauh. Nah kamu dapat “menumpang” upacara pernikahan di gereja setempat. Tetapi kamu harus membawa surat pengantar dari pastor paroki di daerah tersebut untuk menikah di gereja pilihan.

Nah agar tidak repot-repot dua kali kerjaan, nih. Waktu pendaftaran penyelidikan katolik ini sekalian saja kamu daftarkan pernikahan kamu di kantor catatan sipil. Jadi lebih mudah, karena pihak gereja akan sangat senang memberikan bantuan. Beberapa dokumen juga kamu harus siapkan lagi ya:

  1. Surat baptis terbaru dan salinan surat nikah
  2. Salinan akte kelahiran
  3. Salinan KTP
  4. Salinan KK yang sudah dilegalisir
  5. Salinan surat keterangan menikah yang dikeluarkan oleh kelurahan
  6. Salinan KTP saksi pernikahan
  7. Foto Calon berdampingan ukuran 4×6 sejumlah 6 lembar

Mendaftarkan Tanggal Upacara Pernikahan

Waktu pendaftaran Kursus Persiapan pernikahan ini kamu juga bisa sekalian mendaftarkan tanggal pernikahan kamu. Nah untuk jadwal ini kamu tidak bisa menentukan sendiri ya, karena kamu juga harus konfirmasi ke pihak gereja kapan waktu yang tersedia untuk pelaksanaan acara pernikahan. Pada waktu perayaan Advent dan Pra paskah gereja Katolik tidak akan menerima upacara pemberkatan untuk pernikahan. Jadi pastikan kamu tidak memilih di tanggal-tanggal ini ya. Untuk pastinya, kamu bisa tanyakan dulu kapan waktu kosong yang bisa kamu pilih. Lalu, kamu kompromikan dengan jadwal rencana pernikahan kamu ya.

Baca juga artikel 8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

Biaya Pernikahan

Untuk melaksanakan upacara pemberkatan pernikahan di gereja ini tentulah kamu juga harus menyiapkan biayanya ya. Berapa besar biaya yang harus disiapkan bisa kamu tanyakan langsung ke pihak gereja. Karena memang tidak ada keseragaman untuk masing-masing gereja dalam menentukan besaran biaya ini. Yang pasti biasanya adalah biaya listrik dan AC, selain itu juga siapkan biaya untuk persembahan berupa buah, bunga dan bunga persembahan untuk Goa Maria, persembahan ini dilakukan pada waktu misa pemberkatan pernikahan.

Biaya lain adalah biaya untuk tempat, yang biasanya adalah tambahan untuk penataan ruang gereja dengan dekorasi khusus. Selain itu jika kamu mempunyai request khusus untuk acara pemberkatan ini, siapkan juga biaya-biaya yang diperlukan, agar nanti pada waktu pemberkatan, kamu sudah tenang karena semua sudah disiapkan.

 

Nah setelah semua persiapan ini, kamu juga perlu mempersiapkan buku misa untuk pemberkatan kamu. Tapi sebelumnya, kamu harus meminta persetujuan dari Romo/Pastur yang akan memberikan pemberkatan pernikahan. Saat ini ada peraturan baru yang harus diikuti, yaitu adanya pemilihan lagu-lagu gereja untuk mengiringi upacara pemberkatan.

 

Ini Dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Ini Dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Ini Dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Pernikahan memang harus direncanakan, karena pernikahan ada acara yang bersifat monumental bagi semua pasangan. Nah dalam persiapan ini ada juga lho yang merasa yakin bahwa ada hal-hal yang harus dilakukan, sehingga seolah-olah menjadi mitos yang harus dipercaya. Nah mitos-mitos ini memang ada karena dipercaya oleh banyak kalangan. Jadi kamu akan mendapat tips yang tepat untuk menghindari mitos tersebut ya. Apa saja sih mitos pernikahan yang banyak dipercaya? Yuk simak 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui di bawah ini

Persiapan pernikahan minimal 1 tahun

Sekilas mitos ini ada benarnya, hidup setelah pernikahan akan berlangsung dalam waktu yang lama. Jadi tentunya membutuhkan persiapan dalam waktu yang lama agar nantinya benar-benar matang dalam pelaksanaan pernikahannya. Namun demikian ternyata tidak demikian adanya, kamu bisa kok mempersiapkan pernikahan dalam waktu yang lebih singkat, misalnya 6 bulan sebelum acara pernikahan. Namun jika karena suatu hal, kamu harus melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat dan benar-benar urgent, sebaiknya gunakan jasa Perencana pernikahan, ini mengingat bahwa mereka umumnya telah memiliki jam terbang lebih banyak untuk persiapan sebuah pernikahan.

Bridezilla Syndrome!

Bisa jadi sebuah mempersiapkan sebuah acara pernikahan menjadikan hal yang membuat pihak pengantin menjadi panik secara berlebihan. Hal ini sangatlah wajar karena biasanya pernikahan adalah hal yang baru pertama di alami. Agar terhindar dari hal ini, sebaiknya cobalah untuk menyertakan pasanan dalam setiap hal yang terjadi, jika pasangan mungkin tak punya waktu bisa juga kamu mengajak teman atau keluarga. Jadi kamu bisa berbagi beban kepada mereka. Beberapa hal dapat kamu percayakan kepada orang yang kamu yakini bisa melaksanakan tugas tersebut. Jadi kamu nanti akan tetap santai tapi serius.

Harus pakai vendor mahal

Sebagian pengantin wanita merasa bahwa mempersiapkan pernikahan ini harus benar-benar dilakukan dengan sempurna sesuai dengan yang diimpikan sehingga harus membutuhkan vendor yang mahal. Kata pepatah ada uang ada barang. Namun demikian ternyata tidak selalu demikian, pernikahan impian dapat diwujudkan oleh vendor yang benar-benar berpengalaman dan memahami konsep dan tema atau keinginan pengantin yang dilayani meskipun tanpa harus membayar cukup mahal. Justru vendor yang berpengalaman biasanya tahu mencari celah bagaimana mewujudkan suatu konsep pernikahan dengan biaya yang dapat disesuaikan kebutuhan.

Cari vendor? Yuk simak artikel Tips Cerdas Memilih Vendor dengan Media Sosial

Hari pernikahan adalah milik berdua

Memang dalam pernikahan ini akan menyatukan dua anak manusia. Ya, kamu dan pasanan kamu dan hari pernikahan memang menjadi hari yang akan membuat kamu dan pasangan kamu mendapat perhatian lebih dari tamu undangan. Namun demikian jangan dilupakan juga bahwa masih ada keluarga dari kedua belah pihak. Nah kamu juga tetap harus memperhatikan masukan atau koreksi dari mereka. Bagaimanapun juga mereka tentu lebih berpengalaman dari kamu dalam beberapa hal. Nah kamu dapat meminta ide-ide dari mereka semua dan mengkompromikannya untuk acara pernikahan  kamu. Dengan demikian semua menjadi merasa dihargai dan dihormati.

Pengiring adalah teman satu kelompok di sekolah dulu

Pengiring pengantin memang biasanya diambil dari orang yang benar-benar dianggap dekat bagi kedua pengantin. Dan kamu tentunya tidak harus mengambil semua teman kelompok kamu di sekolah dulu untuk menjadi pengiring pengantin kamu nantinya. Kamu bisa memilih orang yang benar-benar kamu anggap dekat dan juga merasa cocok dengan kamu dan pasangan kamu. Tidak semua orang senang kok menjadi pengiring pengantin, apalagi harus berseragam khusus.

Harus memakai gaun putih

Warna putih memang menjadi warna favorit untuk sebuah pernikahan, apalagi untuk gaun yang dikenakan atau baju yang dipakai oleh pengantin laki-laki. Namun demikian sah-sah saja kamu memilih warna lain yang merupakan warna kesukaanmu untuk acara spesial kamu tersebut. Yang penting kamu harus memperhatikan juga suasana dan konsep pernikahan kamu, agar nanti warna yang kamu pilih untuk gaun dan pakaian tetap cocok dengan dekorasi atau konsep warna untuk acara pernikahan kamu.

Nah simak juga nih artikel Beberapa Inspirasi Gaun Pengantin Berwarna ini!

Hari pernikahan adalah pelabuhan akhir cinta setiap pasangan sehingga kamu menjadi perfeksionis di depan undangan.

Memang benar bahwa sebaiknya pernikahan adalah menjadi perjalanan akhir cinta sepasang manusia yang belum mempunyai pasangan. Tetapi ingat bahwa masih panjang kehidupan yang akan dijalani nanti setelah pernikahan. Dengan mengingat hal ini, kamu tidak perlu menjadi perfeksionis dalam persiapan pernikahan kamu, sehingga semua hal harus menjadi hal yang paling sempurna dan tidak boleh ada kesalahan. Kamu bisa kok menyiapkan hal-hal yang memang benar-benar cukup sempurna dengan persiapan biaya yang secukupnya. Tidak perlu memaksakan harus melaksanakan suatu acara jika memang biaya yang ada tidak cukup. Apalagi harus meminjam kepada keluarga lain atau orang lain.

Tak perlu repot dengan biaya nikah, toh nanti balik modal

Memang benar makin banyak tamu undangan yang diundang ke sebuah acara pernikahan, maka biasanya uang hadiah yang diterima oleh pengantin maupun orang tua cukup besar. Apalagi jika yang diundang adalah orang-orang terpandang atau orang-orang kaya, biasanya uang yang diberikan cukup besar. Namun demikian tentunya ini bersifat gambling, toh kamu tidak boleh menjadikan hal ini sebagai andalan untuk menutupi biaya pernikahan nantinya. Sebaiknya kamu siapkan benar-benar biaya yang memang diperlukan dan jangan sampai kamu berhutang setelah acara pernikahan ini. Apalagi jika memakai jasa vendor, tentu vendor telah menyiapkan segalanya dengan berharap akan dibayar pada tepat waktu.

 

Nah itu dia 8 Mitos Pernikahan Yang Wajib Kamu Ketahui, kamu boleh percaya atau tidak. Yang jelas semoga artikel tersebut bermanfaat, ya!

 

 

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan di Koto Gadang!

Kamu pasti sudah pernah membaca artikel Mengabadikan Keunikan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau Ala Alienco ini, kan? Nah sebagai bagian dari Suku Minangkabau, tradisi di Koto  Gadang memiliki banyak kesamaan dengan tradisi yang ada pada Suku Minangkabau termasuk dalam hal ini adalah tradisi pengantin. Prosesi pengantin pada Suku Minangkabau memiliki tatacara yang cukup banyak. Namun demikian, pada adat di Nagari Koto Gadang hal ini dibuat lebih sederhana. Jika ingin lebih tahu mengenai tradisi pernikahan di Koto Gadang, Yuk Simak Tradisi Prosesi Pernikahan Koto Gadang di bawah ini!

Mencari Jodoh

Sebagaimana layaknya pada banyak suku di Indonesia, jodoh bagi seorang gadis lebih ditentukan oleh pihak orang tua ataupun orang-orang yang lebih tua dari kalangan keluarga. Tradisi ini juga berlaku pada Suku Minangkabau. Setelah melihat sang gadis telah menjadi perawan yang telah tiba waktunya untuk menikah maka orangtua dan kerabat yang dituakan di kalangan keluarga si gadis telah bersiap mencari-cari dan memilihkan suami yang akan menjadi pendamping si gadis. Acara ini dilaksanakan secara khusus dengan mengadakan pertemuan dan permusyawaratan di rumah sang ibu. Di sini yang diajak dalam permusyawaratan antara lain ayah dan ibu, mamak-mamak (paman) si gadis dan saudara perempuan ibu lainnya. Pelaksanaan pertemuan khusus ini sengaja dilakukan pada malam hari agar tidak banyak diketahui oleh tetangga ataupun pihak lainnya.

Maresek-resek

Acara ini merupakan langkah penjajakan kepada kedua orang tua calon dari jodoh yang dianggap sesuai. Di sini yang berperan adalah saudara-saudara perempuan ibu dan kerabat dekat lainnya dari pihak perempuan. Acara dilakukan dengan kunjungan ke orang tua calon yang diinginkan untuk dijodohkan. Tentunya tidak secara langsung karena memang di Indonesia ini basa-basi masih sangat berperan. Setelah bertemu dengan kedua orang tua calon jodoh yang diharapkan, maka diadakan percakapan-percakapan yang bersifat silaturahmi dan saling menanyakan kabar. Dilanjutkan dengan bincang-bincang ringan, dan selanjutnya dilanjutkan dengan acara inti yaitu menyampaikan keinginan melakukan perjodohan anak gadis dengan anak laki-laki tuan rumah.

Ma Antakan Tando

Jika kedua orang tua calon jodoh menerima dan menyambut baik langkah perjodohan ini maka akan dilakukan acara selanjutnya yaitu pertemuan dengan kerabat lain yang lebih banyak. Dalam acara ini diharapkan hadir adalah mamak-mamak, orang Sumando, mak dang, Etek, Bako dan Ipa-Bisan lainnya yang mungkin belum tahu tentang hal ini. Di sini disampaikan hasil dari pertemuan dengan calon jodoh laki-laki. Setelah itu dibuatlah persiapan untuk melakukan acara Ma Antakan Tando yaitu memberi antara sebagai tanda perjodohan. Di suku Minangkabau ini yang berperan aktif dalam hal ini adalah dari pihak perempuan. Sedangkan dari pihak keluarga besar calon jodoh melakukan persiapan menyambut kedatangan pihak wanita. Hal ini dilakukan melalui musyawarah dengan keluarga besar lainnya dari pihak laki-laki.

Upacara Pernikahan

Lazimnya pernikahan dilakukan pada siang hari sebelum waktu sholat dzhuhur. Acara dilaksanakan di kediaman pengantin wanita. Sebelum sampai di acara pernikahan (akad nikah), dilakukan penjemputan calon pengantin laki-laki oleh utusan dari keluarga wanita. Utusan ini dibekali dengan berbagai perangkat bawaan diantaranya Boko (kotak) yang berisi pilih pan japuik. Ini merupakan simbol dari adat penjemputan. Pada acara ini di sediakan uang sebesar Rp 10.000. Dari uang ini separuh diberikan kepada Kekerabatan Anak nagari dan separuh lagi diberikan kepada orang tua pengantin laki-laki. Tak lupa disertakan carano (dulang) sirih lengkap yang merupakan bawaan yang tak boleh dilupakan. Kelengkapan lainnya adalah uang logam Rp 100 an sebanyak 10 buah dan Rp 1000an sebanyak 10 buah. Untuk mahar biasanya diberikan seperangkat alat sholat yang dibawa oleh Anak Mamak.

Menjemput Calon Pengantin Pria

Sebagai bagian terpenting dalam tradisi upacara pernikahan di Koto Gadang adalah acara penjemputan pengantin. Rombongan penjemput dari pengantin wanita ini datang ke tempat pengantin laki-laki untuk melakukan upacara penjemputan. Setelah sampai di tempat pengantin pria, maksud kedatangan rombongan ini disampaikan oleh utusan yang mendapat tugas khusus dari Niniak Mamak pengantin wanita. Di sini disampaikan bahwa kedatangan mereka beramai-ramai ini tak lain dan tak bukan adalah melakukan penjemputan pengantin wanita. Tak lupa juga rombongan ini membawa barang-barang yang telah disiapkan. Setelah penyampaian maksud kedatangan, barang-barang bawaan ini diserahkan untuk diterima dan dicek oleh pihak pengantin pria. Saat ini acara pemeriksaan ini biasanya bersifat formalitas, dan setelah diterima baik dan dianggap telah terpenuhi syarat yang diinginkan oleh pihak pengantin wanita barulah rombongan diperbolehkan membawa calon pengantin pria ini. Selain dari rombongan penjemput, keluarga pihak  pengantin pria juga menyertakan rombongan pengantar yaitu orang tua, mamak, bako dan keluarga lainnya yang dihormati.

Simak juga nih Sentuhan Adat Dalam Sesi Foto Prewedding

Sesampainnya di rumah Anak Daro rombongan penjemput dan pengantar calon pengantin ini. Kemudian Bako (keluarga dari pihak ayah) mempersilakan Marapulai yaitu pengantin laki-laki dan pengantarnya yang terdiri dari laki-laki ditempatkan di ujung rumah. Di dalam rumah penghulu dan kerabat pengantin wanita telah bersiap menyaksikan acara pernikahan ini.

Akad Nikah

Karena agama Islam merupakan agama mayoritas dan hampir sebagian besar suku Minangkabau beragama Islam, maka pernikahan dilakukan mengikuti tradisi syariat Islam. Kedua pengantin dihadirkan tetapi di sini tidak disandingkan. Hal ini berbeda dari masa lalu dimana pengantin wanita tidak menghadiri acara akad ini tetapi diwakili oleh ayah. Sedangkan mahar yang sekarang menjadi favorit sebagai syarat pernikahan adalah seperangkat alat sholat. Setelah semua siap barulah penghulu melaksanakan akad nikah sebagaimana telah ditentukan dalam syariat Islam.

Acara selanjutnya adalah makan Bajamba, di sini semua yang hadir membuat lingkaran. Biasanya terdiri dari 5-6 orang. Makanan disediakan untuk setiap lingkaran yang ada, makanan diletakkan di bagian tengah dan kemudian disantap bersama-sama oleh semua hadirin. Hidangan yang umum disajikan adalah Lauak Kadang, Bibia, Bulai Bubadak juga tak lupa karabu randang. Pada acara ini tamu selain makan juga melakukan percakapan-percakapan yang mengakrabkan kedua belah pihak. Setelah semua menikmati hidangan yang disediakan dan makan minum telah selesai acara ini ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Batandang

Acara berikutnya merupakan acara khusus bagi kedua pengantin. Pada kira-kira jam 19.00 atau jam 20.00 ini kedua pengantin datang ke rumah Bako. Di sini telah hadir undangan yang khusus diberikan kepada anak-anak muda yang akan menemani Anak Daro (pengantin wanita) dan Marapulai (pengantin pria). Biasanya dilakukan perbincangan-perbincangan sambil bercanda dan bersenda gurau ala anak muda. Tak lupa juga dihidangkan makanan dan minuman untuk menemani tamu dan kedua pengantin. Baju khusus untuk acara ini adalah baju Suto yaitu baju yang dibuat dari kain sutra sebagai baju resmi acara batandang ini.

Selanjutnya pada esok hari, kedua orang tua dari marapulai melakukan penjemputan Anak Daro dan meminta mereka mau datang berkunjung pada malam harinya. Di sini juga diadakan acara yang sama seperti yang dilakukan di rumah Bako sebelumnya, kedatangan mereka disambut oleh anak-anak muda yang merupakan teman-teman dekat dari pengantin pria yang akan menemani kedua pengantin.

 

Nah demikianlah acara pernikahan di Nagari Koto Gadang. Jadi jika nantinya kamu mendapat jodoh dari sana, kamu sudah dapat membayangkan apa yang akan kamu laksanakan nanti.

Hindari Memilih 5 Jenis Souvenir Pernikahan Ini!

Hindari Memilih 5 Jenis Souvenir Pernikahan Ini!

Hindari Memilih 5 Jenis Souvenir Pernikahan Ini!

Souvenir merupakan salah satu pelengkap yang dapat juga memberikan kesan untuk acara pernikahan yang kamu adakan. Mencari souvenir yang pas memang bukan hal yang mudah. Biasanya sebuah souvenir yang dianggap berguna akan langsung diletakkan begitu saja. Jadi ketika menentukan souvenir apa yang kira-kira akan membuat  para tamu terkesan. Kamu juga harus mempertimbangkan apa saja yang kira-kira akan membuat tamu merasa kecewa dengan souvenir yang diperolehnya. Nah ini dia jenis-jenis souvenir yang kadang membuat tamu pernikahan kecewa :

 

 

Gunting kuku yang kurang tajam

Sebagai sebuah alat perawatan pribadi berupa gunting kuku tentunya akan sangat berguna bagi pemiliknya. Gunting kuku yang berkualitas akan membuatnya pemakainya menjadi mudah untuk melakukan perawatan kuku. Jadi jika kamu memilih gunting kuku sebagai souvenir, hendaknya kamu minta penyedianya agar benar-benar menyiapkan barang yang berkualitas. Kamu bisa juga mengeceknya dengan meminta contoh untuk kamu coba terlebih dahulu.

Mug berhias foto pengantin

Kalau kamu ingin memilih mug untuk souvenir, ada baiknya kamu pertimbangkan untuk hiasan yang akan ditempelkan di sekeliling mug. Kamu tidak perlu menempelkan foto pengantin di mug itu. Mungkin akan terasa aneh kan kalau ketika kamu minum ditatap wajah foto pengantin di mug itu. Jadi jangan sampai nanti tamu undangan kamu akan mengalami hal tersebut. Alternatifnya kamu bisa menuliskan nama kamu berdua dan ornamen yang menarik.

Kipas cepat rusak

Salah satu pilihan souvenir yang cukup favorit adalah kipas tangan. Memang terkadang menghadiri sebuah acara pernikahan tamu akan merasa kepanasan karena memang yang hadir banyak orang. Jadi meskipun sudah ada standing fan yang cukup, hawa panas kadang masih terasa. Kipas tangan dapat menjadi solusi untuk hal ini. Tetapi kalau kipas cepat rusak akan mengecewakan karena menjadi tak berguna. Kamu pilih kipas yang benar-benar kuat sehingga dapat dipakai untuk waktu yang cukup lama ya.

Yuk simak juga, Bingung memilih Souvenir Unik? Simak Macam – macam Souvenir Unik ini !

Souvenir bertuliskan nama dan waktu pernikahan kamu

Jika kamu ingin menorehkan kenangan di souvenir yang akan kamu berikan kepada para tamu, sebaiknya buatlah penulisannya tidak mencolok. Kamu bisa menuliskannya di pojok atau di balik yang tidak terlihat mencolok. Ini selain tidak membuat tamu yang menerima souvenir merasa kecewa, kamu tetap dapat menyisipkan kenangan walaupun hanya berupa nama dan waktu pernikahan kalian.

 

Hiasan untuk rumah

Jika vendor pernikahan kamu menawarkan souvenir berupa hiasan yang bisa dipajang di rumah tamu nantinya, sebaiknya kamu hindari ya. Belum tentu kan hiasan yang kamu berikan cocok dengan selera tamu. Bisa jadi malah hanya akan menjadi sampah karena dirasa kurang cocok untuk di pasang di rumah mereka.

Nah untuk mencari perbandingan harga souvenir di beberapa tempat, kamu bisa simak Perbandingan Harga Souvenir Pernikahan di Pasar Asemka dan Pasar Jatinegara

 

Memang tidak mudah mencari souvenir yang pas. Carilah souvenir yang nantinya akan benar-benar dapat diterima oleh para tamu. Yang pasti jika itu berupa barang yang banyak dipakai, pastikan kamu memilih yang benar-benar berkualitas. Jangan sampai nanti akan membuat penerimanya merasa kecewa, sehingga kesan terhadap pernikahan kamu menjadi berkurang. Juga kamu pertimbangkan agar souvenir yang diberikan tidak merepotkan ketika di bawa oleh penerimanya. Selamat berburu ya!

6 Alasan Untuk Memberitahu Seseorang “Tidak Diundang”

6 Alasan Untuk Memberitahu Seseorang “Tidak Diundang”

6 Alasan Untuk Memberitahu Seseorang “Tidak Diundang”

Kehadiran tamu undangan dalam pernikahan merupakan hal yang sangat diharapkan. Untuk masalah ini kadang memerlukan pengaturan tersendiri yang tentunya membutuhkan kepiawaian juga. Kadang-kadang dari banyak pilihan tamu yang ingin diundang tentu kamu juga harus memilih dan menempatkan prioritas mana yang lebih dulu diundang. Apalagi jika kamu tidak mengadakan acara pesta pernikahan yang besar dengan jumlah undangan yang banyak. Kamu harus benar-benar selektif dalam menempatkan prioritas tamu undangan yang benar-benar kamu perlukan kehadirannya di momen bahagiamu.

Setelah melakukan seleksi prioritas nanti akan tampak siapa-siapa saja yang akan menjadi tamu undangan dan siapa saja yang mungkin dengan terpaksa tidak kamu undang untuk acara ini. Dari orang-orang yang termasuk kelompok tak diundang bisa jadi juga berasal dari mereka yang pernah dekat atau merupakan keluarga jauh. Nah usahakan kamu dapat memberikan penjelasan yang tepat agar tidak menimbulkan ketersinggungan dan memberi kesan kurang baik kepada kamu dan keluarga kamu.

Ada banyak alasan yang dapat dikemukakan. Beberapa alternatif di bawah ini dapat kamu berikan sebagai penjelasan yang mungkin akan masuk akal untuk mereka yang terpaksa tak dapat kamu undang.

Anggaran pernikahan yang mepet

Faktor yang sangat berperan dalam menentukan jumlah tamu yang diundang dalam pernikahan adalah jumlah anggaran yang dipersiapkan untuk pernikahan. Apalagi jika acara pernikahan ini cukup mendadak, mungkin karena faktor tertentu. Jadi kamu dan pasangan atau keluarga tidak sempat mengumpulkan anggaran yang cukup banyak. Kemudian memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan yang simpel dan sederhana.  Dengan alasan ini mungkin mereka yang tak diundang akan sangat memaklumi kondisi yang ada. Juga tidak merasa tersinggung karena tidak menerima undangan pernikahan kamu.

Biaya mandiri

Alasan lain yang tentunya akan dapat diterima oleh relasi yang tidak kamu undang adalah bahwa kamu ingin mencoba mandiri. Yaitu dengan menanggung biaya pernikahan tanpa menyulitkan orang tua masing-masing. Memang bagi pasangan dengan keinginan seperti itu akan merupakan kebanggaan sendiri bagi mereka. Jadi sangat mungkin relasi akan memahami kondisi kamu dengan keterbatasan yang telah mereka maklumi juga.

Yuk simak juga Tips Ampuh Gelar Pernikahan Minim Budget

Kamu ingin pernikahan yang intim

Hal lain yang dapat kamu kemukakan sebagai alasan adalah kalau kamu dan pasangan kamu menerapkan konsep pernikahan intim. Dalam konsep ini, tamu undangan juga benar-benar terbatas. Biasanya hanya kerabat yang dekat atau teman/relasi yang benar-benar telah dianggap sebagai keluarga. Konsep ini tidak terkait dengan hubungan masalah pribadi yang terjadi yang mungkin ada. Ini juga tentu dapat dimaklumi oleh relasi atau kerabat kamu yang lain yang tak masuk di daftar undangan.

Sudah banyak undangan dari relasi orang tua/mertua

Untuk acara pernikahan yang kamu adakan, tentu orang tua kadang ingin juga mengundang relasi yang mereka punyai. Hal ini tentu tidak bisa ditolak karena tentu orang tua juga punya alasan khusus mengundang relasi-relasi tersebut. Nah jika demikian, kamu dapat memberi alasan kepada orang yang tak dapat kamu undang karena keterbatasan ini. Masuk akal juga ini bagi relasi atau teman kamu lho.

Mengalihkan ke acara lain

Penjelasan atau alasan adalah satu hal sangat ingin diketahui oleh relasi atau teman yang tak kamu undang. Tinggal nanti bagaimana penerimaan mereka terhadap alasan yang kamu berikan. Jika mereka benar-benar sangat memahami tentu tak akan terjadi kekecewaan atau ketersinggungan. Tetapi jika kamu punya acara lain yang telah kamu rencanakan, mungkin berupa kumpul-kumpul bareng atau acara kebersamaan lainnya. Tak ada salahnya kamu berusaha keras untuk dapat mengundang mereka. Ini dapat menjadi penghibur jika ada yang merasa sedikit kecewa.

Tak ada masalah pribadi

Nah dari semua yang kamu sampaikan kepada relasi yang tak kamu undang, pastikan bahwa itu memang harus demikian terjadi. Dan itu tidak dikaitkan dengan masalah pribadi yang mungkin ada. Jadi benar-benar bahwa kondisi yang memaksa harus begitu.

Jika ada kekecewaan dari relasi atau teman tentu merupakan hal yang wajar. Apalagi mereka yang mungkin sudah mengenal kamu dan pasangan kamu sebelumnya. Tetapi keputusan mengundang atau tidak, tentu ada di tanganmu. Hak kamu untuk mengatur acara pernikahan yang kamu adakan.

 

Nah semoga tips tersebut dapat bermanfaat ya! Kamu juga bisa simak artikel 5 Cara Tentukan Tamu Undangan Pernikahan ini lho

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Wedding Venue Rumah Sarwono Hadirkan Nuansa Jawa Di Ibukota

Melaksanakan pernikahan dengan menggunakan upacara adat merupakan salah satu alternatif bagi sebagian masyarakat  Indonesia. Terlebih lagi bagi orangtua yang masih merasa sangat terikat dengan budaya dan adat istiadat daerahnya. Pernikahan menggunakan adat daerah asalnya menjadi satu-satunya pilihan yang diambil, selain dalam upaya menghormati leluhur. Juga dalam rangka melestarikan adat budaya yang saat ini makin dirasakan semakin sedikit digunakan. Apalagi untuk pernikahan yang diselenggarakan di daerah perkotaan. Banyak dari pengantin yang akan menikah lebih memilih konsep kekinian dalam pelaksanaannya. Namun, tidak sedikit juga yang masih mempertahankan budaya daerahnya dalam melaksanakan pernikahan. Bukan dari tekanan orangtua namun keinginan dari diri pasangan.

Pernikahan Adat Jawa

Bagi masyarakat Jawa, khususnya dari daerah Jawa Tengah ataupun Yogyakarta, pernikahan dengan upacara adat masih sangat terasa kental. Sekilas memang terasa agak rumit karena banyak sekali prosesi-prosesi yang harus dijalani. Juga banyak uborampe dan sarana-sarana yang harus disiapkan sampai pilihan tempat atau venue yang tersedia. Bagi orang Jawa perantauan, pelaksanaan pernikahan menggunakan Adat Jawa menjadi hambatan tersendiri,  khususnya di kota-kota besar. Salah satunya adalah masalah tempat/venue yang memadai. Terlebih lagi jika pengantin dan keluarganya mempunyai relasi yang cukup banyak sehingga perlu mengundang tamu yang cukup banyak. Masalah venue atau tempat penyelenggaraan pernikahan benar-benar harus diperhatikan. Banyak alternatif tempat penyelenggaraan pernikahan yang tersedia, tetapi belum tentu tempat-tempat tersebut mendukung untuk penyelenggaraan adat pernikahan tersebut. Sebuah pernikahan yang bernuansa Adat Jawa khususnya.

Nah, buat kamu yang masih mencari alternatif venue yang pas untuk pernikahan Adat Jawa ini, pastikan untuk memilih Rumah Sarwono sebagai pilihan utama. Berikut ini hal-hal yang direkomendasikan mengapa Rumah Sarwono menjadi pilihan utama.

Tempat yang strategis

Pertimbangan utama dalam pemilihan sebuah venue pernikahan adalah tempat yang strategis. Disini berarti bahwa yang dipilih adalah tempat yang mudah dijangkau oleh tamu-tamu yang diundang dan keluarga. Rumah Sarwono yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu KM 18.2 RT. 12 RW. 1, Pejaten Timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain mudah dijangkau juga dekat dengan pusat kota. Jadi bagi tamu undangan khususnya yang berada di daerah Jakarta, akan sangat mudah menjangkau Rumah Sarwono. Baik dengan kendaraan pribadi maupun taksi. Selain itu juga tersedia lokasi parkir kendaraan yang memadai sehingga tamu tidak akan merasa kesulitan untuk masalah kendaraan ini. Tentu hal ini menjadi nilai tambah buat pernikahan kamu, karena tamu akan merasa nyaman menghadiri acara pernikahan kamu.

Fasilitas tersedia sangat lengkap

Untuk melaksanakan pernikahan menurut Adat Jawa akan lebih mengesankan jika venue penyelengaraan pernikahan tersebut juga bernuansa Jawa. Rumah Sarwono sebagai venue yang spesifik untuk penyelenggaraan pernikahan dengan menggunakan Adat Jawa telah menyiapkan semuanya itu secara lengkap.  Tersedia banyak fasilitas yang cukup mendukung untuk itu. Ruangan-ruangan yang berupa aula, rumah Joglo dan taman memberikan nuansa tradisional Jawa yang kental di setiap sudutnya. Sejak masuk dari gerbang utama, nuansa kejawaan sudah sangat terasa, terutama dengan bentuk gedung yang berupa rumah Joglo yang merupakan ciri utama Rumah Jawa.  Selain ruangan yang tersedia, ada pula panggung dan gebyok antik, ini memang sangat khas untuk pernikahan Jawa. Juga tersedia koleksi-koleksi peninggalan kuno yang  ditata sedemikian rupa sehingga tampak mengesankan suasana di rumah-rumah tradisional Jawa.

Salah satu bangunan utama lainnya yaitu Pendopo Solo. Tempat ini sebagai tempat tambahan untuk pelaksanaan pesta pernikahan yang membutuhkan ruangan yang lebih luas lagi. Sering digunakan sebagai tempat untuk upacara agama yang berupa akad nikah bagi yang beragama Islam dan pemberkatan bagi yang beragama Kristen. Pendopo Solo ini adalah pilihan yang tepat. Selain itu tempat ini juga dapat digunakan sebagai perluasan tempat untuk penyelenggaraan resepsi jika untuk bangunan utama dirasakan masih kurang. Tentunya dengan penataan ulang agar sesuai dengan peruntukan sebagai penyelenggaraan resepsi.

Fasilitas tambahan lainnya berupa pendingin udara (AC) untuk setiap ruangan telah tersedia. Sehingga tamu undangan tidak perlu merasa kepanasan. Area parkir yang luas adalah pilihan yang tepat untuk yang berkendara.

Baca juga, Tips Cerdas Ketika Memilih Venue Pernikahan

Fasilitas tambahan

Selain itu pemandangan yang tersaji di tempat ini merupakan pemandangan yang bernuansa perkampungan Jawa. Juga terdengar musik khas Jawa dari gamelan yang dimainkan serta ada pembatik dan pemahat kayu yang turut serta menambah kekhasan suasana Jawa.

Dan yang tak kalah pentingnya untuk sebuah acara pernikahan adalah hidangan yang disajikan. Di sini tersedia berbagai menu tradisional Jawa dan juga menu internasional. Beragam hidangan khas Jawa ini dapat dipesan untuk menemani tamu yang datang. Tinggal pilih paket hidangan mana yang cocok dengan pesta pernikahan yang diselenggarakan.

Sebagai event organizer pernikahan khususnya yang bernuansa Adat Jawa. Rumah Sarwono juga telah menyiapkan semua yang diperlukan acara pernikahan, dari dekorasi sampai uborampe atau pernik-pernik yang diperlukan. Jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi mencari vendor  lain untuk keperluan tersebut.

Paket pernikahan yang ditawarkan lengkap

Sebagai event organizer dan penyedia venue pernikahan Jawa ini, Rumah Sarwono telah menyiapkan banyak paket pilihan yang bisa kamu ambil. Kamu bisa memilih paket semi outdoor atau paket outdoor, semua dapat dilayani di Rumah Sarwono ini. Tentunya kamu pastikan juga paket yang kamu pilih sesuai dengan anggaran yang kamu sediakan ya. Untuk penggunaan tempat sebagai venue saja, tersedia paket wedding seharga Rp 25.000.000 dengan kapasitas tamu 1000 orang dan waktu penggunaan selama 6 jam. Paket ini juga mencakup fasilitas kamar rias 3 buah, 2 buah gebyok untuk pelaminan, 1 set kursi pelaminan, 150 kursi besi, 1 set meja dan kursi akad nikah. Jugs petugas kebersihan dan parkir, mushola, dan perijinan. Jika undangan tidak banyak, kamu bisa menyewa separuh area dengan fasilitas sama, dan harganya hanya Rp 17.000.000. Kalau dalam waktu 6 jam masih kurang, kamu bisa menambahnya dengan perhitungan harga Rp 1.000.000 untuk setiap jam tambahan. Jadi tidak perlu khawatir!

Sedangkan untuk paket khusus, tersedia paket Joglo seharga Rp 32.500.000 dengan kapasitas tamu 600 orang. Jika membutuhkan lebih banyak tempat untuk tamu. Di Rumah Sarwono tersedia paket Joglo + Taman dengan kapasitas tamu 800 orang seharga Rp 40.500.000. Sedangkan untuk penggunaan seluruh Area dengan maksimal tamu 1000 orang, dipatok harga Rp 50.500.000. Semua paket khusus ini sudah mencakup penyediaan tenda, dekorasi, dan tambahan lainnya serta standing AC, lho!

Adapun untuk hidangan acara pernikahan, Rumah Sarwono mempunyai paket istimewa dengan harga mulai 80.000 sampai Rp 110.000/pax untuk paket menu buffet minimal 200 tamu undangan. Nah jika kamu ingin memakai menu pondokan, tersedia paket dengan kisaran harga Rp 15.000 – Rp 25.000 saja!

 

Rumah Sarwono sebagai penyelenggaraan acara pernikahan bernuansa Adat Jawa tentu akan melayani semua kebutuhan kamu secara profesional, rapi, dan memuaskan. Rumah Sarwono akan sangat senang memberikan pelayanannya secara maksimal. Jadi pastikan pilihan utama kamu ke Rumah Sarwono ya!

Ini Dia 6 Tips Agar PDKT dengan Calon Ibu Mertua Sukses!

Ini Dia 6 Tips Agar PDKT dengan Calon Ibu Mertua Sukses!

Ini Dia 6 Tips Agar PDKT dengan Calon Ibu Mertua Sukses!

Menjalin hubungan dengan calon mertua merupakan keharusan buat calon pengantin. Karena pada saatnya nanti toh mertuapun akan menjadi orang tua juga, tentu setelah pernikahan biasanya. Namun bisa juga hal tersebut dapat dirasakan meskipun pernikahan belum terjadi. Dengan sering berhubungan dengan calon mertua setelah kamu resmi menjadi calon pengantin dengan pasangan kamu.

Salah satu jalan adalah dengan mengajak mertua untuk ikut merencanakan atau memikirkan acara pernikahan yang nantinya akan dilaksanakan. Kalaupun mungkin terjadi perbedaan karena adanya keinginan atau maksud yang berbeda tetapi dengan begitu kamu jadi lebih memahami seperti apa nanti mertua kamu, dan kamupun dapat mempersiapkan strategi apa yang perlu kamu lakukan dalam bergaul nantinya.

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk itu, simak baik-baik artikel di bawah ini ya!

Mengadakan waktu khusus bersama dengan mertua

Bersantai sambil melakukan perawatan tubuh agaknya merupakan acara yang cukup pas untuk ini. Karena mertua tentunya ingin tetap tampil cantik menarik meskipun usia yang sudah tidak muda lagi. Kecantikan adalah kebutuhan mutlak seorang wanita. Jadi akan lebih mudah mengajak calon mertua untuk bersama-sama ke salon sambil menikmati perawatan yang disediakan. Waktu yang santai, suasana yang mendukung akan lebih mudah untuk melakukan komunikasi pribadi.

Menonton pameran

Melihat pameran pernikahan dapat juga menjadi media untuk menjalin kebersamaan. Di ajang pameran ini kamu dan calon mertua tentu dapat berdiskusi atau dapat saling memberi pendapat. Memilih vendor mana kiranya yang pas nanti untuk melayani acara pernikahan yang kamu adakan. Kadang-kadang masukan dari calon mertua juga dapat memberi inspirasi juga lho buat kamu.

Yuk simak juga Persiapkan Hal Ini Jika Berkunjung Ke Wedding Expo

Belanja bersama

Untuk acara pernikahan yang kamu siapkan tentunya banyak sekali barang-barang yang perlu dibeli. Nah, tak ada salahnya kamu mengajak calon mertua untuk ikut belanja keperluan-keperluan ini. Dengan begitu mungkin calon mertua akan dengan satu hati memberi masukan-masukan, kira-kira item mana yang cocok untuk pernikahan kamu. Selain itu juga calon mertua kamu juga akan merasa dihargai dan merasa diperhatikan pendapatnya.

Tidak egois

Perbedaan pendapat merupakan hal wajar yang mungkin terjadi di antara calon mertua dan calon menantu. Salah satunya mungkin perbedaan keinginan dalam menyelenggarakan acara pernikahan. Di satu sisi calon mertua mungkin orang yang sangat ketat dengan budaya tradisi, sehingga ingin acara pernikahan sedapat mungkin mengikuti adat istiadat salah satu pihak. Sedangkan kamu mungkin hanya menginginkan acara pernikahan dilakukan dengan sederhana tetapi berkesan. Tentunya tidak bijaksana jika kedua belah pihak bersitegang dengan pendapat masing-masing. Karena ini merupakan acara bersama ada baiknya didiskusikan bersama agar masing-masing keinginan nantinya dapat diakomodir dan dapat saling menerima.

Memilih katering bersama

Katering merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam acara pernikahan. Nah kamu bisa mengajak calon mertua untuk merencanakan menu yang akan dihidangkan di acara pernikahan nanti baik untuk menu makanan besar atau pun makanan tambahan seperti camilan dan buah-buahan. Tak ada salahnya calon mertua ikut memberi masukan makanan apa yang kiranya cocok. Apalagi jika calon mertua kamu termasuk ‘expert’ dalam hal masak-memasak.

Baca juga Catat ini ! Jika Kamu ingin Food Test Catering Untuk Acara Pesta Pernikahan mu

Memanggil dengan panggilan orang tua

Hubungan yang telah terjalin erat dan baik pada saatnya akan memecahkan batas. Tak ada salahnya kamu mencoba memanggil calon mertua seperti panggilan kamu kepada orang tua sendiri. Mungkin dengan menyebut ‘ibu’, ‘mama’, ‘umi’ dan lain-lain. Dengan panggilan seperti itu akan lebih mengeratkan hubungan yang sudah terjalin. Calon mertua akan merasa bahwa kamu memang benar-benar menganggap sebagai orang tuamu sendiri.

 

Nah itu dia 6 Tips Agar PDKT dengan Calon Ibu Mertua Sukses, selamat mencoba ya!

Waspada! 5 Gejala Ini Merupakan Tanda Kamu Menjadi Bridezilla!

Waspada! 5 Gejala Ini Merupakan Tanda Kamu Menjadi Bridezilla!

Waspada! 5 Gejala Ini Merupakan Tanda Kamu Menjadi Bridezilla!

Saat persiapan pernikahan akan menjadi saat yang dapat membuat calon pengantin wanita menjadi bridezilla. Apa saja ya gejala-gejala kalau kamu sudah menjadi bridezilla? Yuk simak 5 gejala yang menjadi tanda bahwa kamu adalah bridezilla!

Makan siangmu lebih banyak bertemu dengan vendor

Jam makan siang merupakan waktu favorit yang banyak dipakai  untuk meeting dengan vendor yang akan mempersiapkan acara pernikahan kamu. Tentu saja ini buat bridezilla yang bekerja. Kadang-kadang karena terlalu bersemangat dalam persiapan acara pernikahan ini, calon pengantin  jadi kurang memperhatikan kondisi kesehatannya. Akibatnya pada saat pernikahan kondisi semakin parah dan down. Di acara pernikahan pengantin pria harus menerima tamu sendiri, tentunya agak mengecewakan, kan? Nah hal ini sebaiknya tidak kamu alami ya!

Pacar kamu menghindari obrolan soal pernikahan

Hal ini dapat saja terjadi mungkin karena pasangan kamu merasa bosan dengan bahan obrolan tentang pernikahan. Dan jika ini juga terjadi pada pasangan kamu, sebaiknya kamu juga harus mengerti. Jangan terlalu memaksa pasangan kamu untuk membicarakan acara pernikahan saja. Banyak kok kegiatan lain yang bisa kamu lakukan. Cobalah untuk mencari acara yang akan membuat kondisi kamu dan pasangan merasa fresh. Maka akan lebih nyaman ketika harus kembali mulai membahas acara pernikahan.

Baca juga, Brides! Yuk Simak Cara Hindari Stres Jelang Pernikahan

Merasa Tertekan!

Kadang banyak hal tak terpenuhi seperti yang telah kamu bayangkan. Mungkin hal-hal teknis yang terjadi membuat kamu merasa tidak nyaman. Persiapan yang kamu rencanakan ternyata mungkin harus menghadapi kendala karena berbagai sebab. Itu adalah hal yang wajar yang mungkin terjadi, namun tak ada salahnya kamu mencoba mencari jalan keluar bagaimana baiknya. Mungkin kamu bisa sedikit mengubah hal-hal tertentu sehingga masih tetap dalam toleransi yang masih dapat kamu terima sehingga kamu tidak menjadi tertekan karenanya.

Berlebihan melakukan diet dan olahraga

Salah satu hal yang sangat diperhatikan bagi calon pengantin wanita adalah soal penampilan. Mungkin kamu terlalu terobsesi dengan hal ini sehingga menjadi lupa bahwa persiapan berupa diet atau berolahraga juga harus ada porsinya. Tidak boleh terlalu berlebihan atau tidak dilakukan sama sekali. Yang lebih parah adalah kalau kamu sampai harus jatuh sakit karena hal ini. Sebaiknya kamu benar-benar memperhatikan hal ini jangan sampai kamu jatuh sakit atau stress pada hari H, sehingga mengecewakan tamu undangan ataupun keluarga dan pasangan kamu tentunya.

Diet yang sehat seperti apa? Yuk simak 3 Program Diet Ampuh! Rahasia Langsing Para Selebriti

Terus menerus membicarakan pernikahan

Kalau kamu terobsesi dengan persiapan pernikahan kamu tentunya hal yang wajar juga. Mungkin hal ini selalu menjadi topik pembicaraan kamu dengan teman atau pasangan kamu. Dari mulai obrolan tentang acara pernikahan sampai pernik-pernik yang sudah kamu siapkan atau vendor yang kamu gunakan. Setiap saat obrolan kamu isi dengan soal pernikahan.

 

Nah itu sinyal-sinyal yang menandakan kamu telah menjadi seorang bridezilla. Jika ini kamu rasakan sebaiknya kamu tetap harus berusaha untuk mengurangi obsesi sehingga tidak membuat kamu stress sendiri atau membuat hubungan kamu dengan teman atau keluarga menjadi kurang harmonis. Sayang kan sesuatu yang seharusnya menyenangkan menjadi sesuatu yang membosankan apalagi memuakkan!

 

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

Acara pernikahan sudah usai, saatnya untuk menata hidup baru dengan keluarga baru. Di masa-masa awal pernikahan ini mungkin kamu sementara harus tinggal di rumah mertua, nah kalau demikian halnya sebaiknya kamu juga perlu mempersiapkan diri menghadapi suasana baru yang dihadapi. Nah yuk simak 8 hal wajib kamu ketahui sebelum tinggal dengan mertua di bawah ini!

Jadi omongan

Masa awal hidup berkeluarga dengan mertua terkadang merupakan awal yang cukup berat dan sulit apalagi jika kamu belum begitu dekat dengan mertua atau mungkin belum sempat berkenalan jauh dengan mereka. Penyesuaian diri tentunya harus segera kamu lakukan, baik dengan kondisi rumah. Begitu juga tentang mengurus suami, juga beradaptasi dengan tetangga atau teman-teman mertua. Mungkin kamu juga terpaksa harus menjadi bahan ‘rujakan’ tetangga atau teman-teman mertua karena sesuatu yang mungkin belum mereka terima. Bersabarlah sambil secara perlahan kamu mempelajari kebiasaan di dalam keluarga mertua.

Dianggap pemalas

Buat kamu yang mungkin tidak biasa melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, mungkin di rumah kamu kebanyakan pekerjaan tersebut dilakukan oleh asisten rumah tangga. Nah sebaiknya mulailah untuk belajar sedikit ‘rajin’. Kalau tidak, demikian mungkin kamu akan dianggap istri yang malas, tidak enak kan.

Boleh kok kamu sedikit bermalas-malasan, tetapi jangan terlalu sering. Pekerjaan kamu mengurus rumah ataupun mengurus suami menjadi terganggu. Jaga hubungan baik dengan mertua dan terus bangun kesan yang baik untuk mertua kamu.

Banyak protes

Di awal kamu hadir dalam keluarga mertua mungkin hal yang sangat berat adalah untuk melakukan penyesuaian dengan keluarga baru. Apalagi jika mertua kamu tipe orang yang banyak keinginan. Mungkin mertua kamu benar-benar ingin memperoleh menantu yang ideal seperti yang mereka bayangkan. Mungkin terkesan sedikit cerewet terhadap perilaku sehari-hari kamu, atau mungkin terhadap kebiasaan kamu yang menurut mertua kamu kurang sesuai. Kadang terasa ada batas-batas yang belum dapat dilewati. Masih akan terasa saling asing.  Langkah yang cukup bijak adalah dengan mencoba memahami mertua kamu, dan juga menerima kritikan yang disampaikan dengan sabar. Tentunya mertua kamu juga ingin kebaikan untuk anak-anaknya, termasuk kamu juga yang  dianggap sebagai anaknya.

Yuk simak juga, 4 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Pertama

Terlalu banyak saran

Hal yang wajar jika mertua kamu terkesan sering memberi banyak saran. Ini terjadi mungkin karena belum terbiasa atau karena perbedaan umur dan pola pikir, sehingga mertua kamu mungkin memberikan saran-saran yang sesuai dengan masa-masa mereka dulu. Namun pastinya kondisi yang berbeda antara masa dulu dan sekarang mungkin membuat kamu merasa kalau saran yang mereka berikan berbeda dengan apa yang ingin kamu lakukan. Ada baiknya jika kamu mencoba untuk mendengarkan saran yang mereka sampaikan. Tak perlu kamu membantah atau melawan kata-kata mertua. Nantinya toh tetap kamu yang akan mengambil keputusan untuk persoalan yang kamu hadapi.

Mertua yang “campur tangan”

Sebagai orang tua, tentunya kadang-kadang merasa harus ikut membantu menyelesaikan masalah anak-anaknya. Tetapi tidak menutup kemungkinan kadang keinginan tersebut terasa membuat kamu terganggu. Mungkin masalahnya tidak seberat yang dibayangkan oleh mertua kamu, sehingga tidak perlu sampai mereka ikut campur. Kalau terlalu sering mungkin kamu juga merasa privasi keluarga baru kamu terganggu. Nah sebaiknya cobalah untuk saling memahami atau saling berkomunikasi untuk hal-hal yang cukup peka ini. Upayakan agar masalah yang terjadi internal kalian tidak perlu sampai ke mertua.

Baca juga, Tips Mempersiapkan Pernikahan dengan Bantuan Calon Ibu Mertua

Suka memerintah

Hal yang juga mungkin akan kamu alami nanti adalah mertua yang suka menyuruh ini dan itu, bahkan mungkin untuk hal-hal yang sepele. Nah kalau demikian kamu sebaiknya juga ekstra sabar ya, mungkin mertua ingin menguji kamu, atau mungkin memang mertua kamu beranggapan “ada menantu kok yang bisa mengerjakan, kenapa tidak?”. Solusinya, cobalah untuk lebih dekat dengan mertua sehingga dengan keakraban yang timbul, tak ada lagi terasa beban untuk melakukan hal-hal yang disuruhkan oleh mertua. Dan kamu jadi lebih bisa memahami mertua kamu.

Merasa anaknya tetap milik sendiri

Setelah menikah sebagai orang tua yang bijak hendaknya mulai menyadari bahwa anak-anaknya telah mempunyai  kehidupan sendiri, mempunyai pasangan hidup yang menjadi tanggung jawabnya. Namun terkadang ada orang tua yang masih merasa kalau anaknya yang sudah mempunyai istri adalah miliknya, sehingga mungkin meminta perhatian lebih banyak daripada perhatian untuk kamu. Jika kamu menghadapi hal ini sebaiknya dibicarakan dengan pasangan kamu, agar dapat memberi pengertian sedikit demi sedikit sehingga tidak terjadi persaingan tidak sehat nantinya.

Caper

Perhatian yang diberikan oleh anak kadang terasa berlebihan diminta oleh mertua. Mulai dari hal-hal kecil mungkin meminta didampingi ke acara keluarga atau mungkin minta dibelikan makanan atau minuman untuk makan siang atau makan malam. Kalau terlalu sering terjadi mungkin akan merasa terganggu juga nantinya kan, jadi sebaiknya hal ini dikomunikasikan dengan baik agar nantinya bisa saling menjaga perasaan masing-masing.

 

Nah sekarang keputusan di tangan kamu, apapun itu sebaiknya kamu memang benar-benar mempersiapkan diri baik fisik maupun mental. Hal yang terpenting adalah kamu harus tetap menghormati mertua kamu, karena bagaimanapun juga mereka adalah orang tua kamu juga. Tetaplah menjaga hubungan baik dan berlaku baik kepada mertua ya!

8 Tips Mengirim Undangan Pernikahan Secara Online

8 Tips Mengirim Undangan Pernikahan Secara Online

8 Tips Mengirim Undangan Pernikahan Secara Online

Efek kemajuan di bidang teknologi juga kini telah merambah semua bidang. Dari toko online, kantor online, semua sekarang serba menjadi online. Demikian juga dalam mengadakan acara pernikahan salah satu hal yang tak kalah penting adalah undangan pernikahan. Undangan pernikahan dibuat dengan berbagai pertimbangan, baik secara artistik maupun seninya. Namun saat ini telah mulai marak tren mengirimkan undangan melalui media online dan yang sering digunakan adalah email. Banyak pertimbangan menggunakan media online ini, salah satunya adalah kecepatan undangan sampai ke tujuan, selain itu juga menghemat waktu dan biaya. Ada 8 tips mengirim undangan pernikahan secara online yang perlu kamu ketahui, yuk simak :

Undangan cadangan

Meskipun kamu sudah mengirimkan undangan secara digital melalui email, tetapi mungkin tidak setiap orang aware dan mempunyai akun email atau media sosial, sehingga untuk  ini kamu juga perlu menyiapkan kartu undangan  cetakan tersebut.

Update alamat email  undangan

Mengirim undangan ke email yang sudah tidak dipakai berisiko tidak sampainya atau tidak terbacanya undangan yang kamu kirimkan. Karena itu sebaiknya kamu memastikan alamat-alamat email yang kamu kirimkan  adalah alamat email terbaru. Kecewa kan kalau ternyata undangan kamu tidak sampai hanya karena alamat yang sudah kadaluarsa?

Konfirmasikan undangan yang dikirim

Hal lain yang perlu kamu lakukan adalah mengkonfirmasi undangan yang kamu kirimkan. Bisa lewat telpon atau lewat pesan diemail untuk membalas atau mengkonfirmasi bahwa email kamu sudah mereka terima. Dengan kepastian ini kamu tentu akan lebih nyaman dalam mempersiapkan acara pernikahan nantinya karena paling tidak  kamu telah bisa memperkirakan tamu yang akan datang.

Lihat juga, 5 Cara Tentukan Tamu Undangan Pernikahan

Hubungi kembali

Terkadang, email yang kamu kirimkan masuk ke kotak spam. Mungkin karena merupakan email baru sehingga tidak mengenali alamat email kamu, jadi bisa dianggap spam. Jika demikian ada kemungkinan orang yang kamu undang  tidak membalas email. Nah jika itu terjadi sebaiknya kamu kontak kembali siapa saja yang mungkin belum membalas email, paling tidak beberapa hari sebelum acara pernikahan.

Pencantuman kontak RSVP

Jika undangan yang kamu kirimkan cukup banyak dan tidak mungkin rasanya untuk membalas satu persatu kamu bisa menggunakan pencantuman RSVP kontak agar ada kepastian kehadiran tamu tersebut dan kepastian akan telah sampainya undangan. Jadi pekerjaan lanjutan akan  lebih ringan nantinya.

Hindari pengiriman lewat grup

Meskipun cara pengiriman sekaligus ke banyak orang merupakan cara yang dianggap paling praktis, untuk masalah undangan pernikahan ini sebaiknya dihindari ya. Karena tentunya akan terkesan kurang menghormati. Undangan kan sifatnya personal jadi kurang pas jika dikirim secara serempak dalam grup.

Video attachment

Salah satu kelebihan undangan online ini adalah kamu bisa melampirkan gambar atau audio bahkan video. Nah tinggal kamu kreatifkan cara mengirimkan undangan dengan membuat video khusus kamu dan pasangan kamu secara pribadi mengharapkan kehadiran mereka di acara pernikahan ini. Tak ada salahnya kamu mengeluarkan anggaran khusus untuk ini untuk menambah kesan penerima undangan.

Baca juga artikel Kenali Istilah Dokumentasi Pernikahan 

Buat website khusus pernikahan

Kalau kamu punya waktu atau anggaran khusus, kamu bisa kok membuatkan web khusus untuk sekilas memberikan perkenalan dirimu dan pasangan kamu. Kamu bisa menulis cerita mengenai latar belakang, kondisi saat ini dan cita-cita nanti kalian berdua setelah berkeluarga. Kamu bisa juga menyajikan foto-foto sebagai penambah tampilan agar lebih menarik. Bisa juga kamu sertakan peta menuju acara pernikahan kamu serta hal-hal lain yang nantinya akan mempermudah tamu untuk sampai ke tempat pernikahan yang kamu selenggarakan.

 

Nah semoga 8 Tips Mengirim Undangan Pernikahan Secara Online di atas dapat bermanfaat, ya!

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp