4 Hal Ini Menandakan Kamu Diterima Oleh Keluarga Pasangan

4 Hal Ini Menandakan Kamu Diterima Oleh Keluarga Pasangan

4 Hal Ini Menandakan Kamu Diterima Oleh Keluarga Pasangan

Ketika pacar mengajak kamu bertemu keluarganya pasti sedikit banyak akan membuat kamu senang sekaligus juga gugup dan khawatir. Senang karena itu merupakan petanda bahwa dia akan benar-benar serius berhubungan dengan kamu, tetapi tentunya juga akan terbersit rasa kawatir apakah mereka akan menyambut baik kedatangan kamu ke dalam keluarga besar mereka atau malah mereka acuh tak acuh, dan tidak terlalu menganggap kehadiran kamu. Ada banyak teknik yang dapat dipakai agar keluarga pacar dapat lebih dekat dengan kamu. Ada sinyal-sinyal khusus yang perlu kamu deteksi yang akan menunjukkan bahwa kehadiran kamu telah dapat diterima.

 

Penyambutan yang baik

Jika keluarga pacar menyambut kehadiran kamu dengan hangat, ini biasa menjadi tanda awal bahwa kamu akan selanjutnya akan dapat diterima oleh mereka. Penyambutan yang sedikit lebih istimewa dari tamu biasa dapat menjadi tolok ukurnya. Mungkin mereka merasa perlu membuat persiapan khusus untuk kehadiran kamu. Kalau demikian, kamu bisa merasa lega dan lebih yakin nantinya kehadiran kamu akan sangat diterima.

Diundang ke acara keluarga

Sebuah keluarga kadang-kadang mengadakan acara khusus yang hanya diperuntukkan untuk kalangan keluarga tersebut. Arisan keluarga adalah salah satunya, ada juga acara silaturahmi hanya untuk kalangan keluarga tertentu misalnya pada hari raya. Jika kehadiran kamu diharapkan juga oleh mereka, atau ada undangan special, ini bisa menjadi tanda bahwa kamu mungkin sudah dapat diterima dan boleh untuk hadir dalam acara-acara khusus tersebut.

Pertanyaan masalah hubungan kamu dengan pacar

Jika mereka berharap kamu dapat masuk menjadi anggota keluarga mereka, tentu hal yang sering dipertanyakan adalah tentang keseriusan kamu dengan pacar kamu. Jika kamu mendapat pertanyaan seperti ini tentunya kamu wajib menjawabnya dengan jelas dan jujur mengenai harapan kamu terhadap pacar kamu. Dengan demikian, masing-masing pihak nantinya akan bisa merencanakan ke depannya apa yang mesti dilakukan.

Lihat juga,  Tips Mempersiapkan Pernikahan dengan Bantuan Calon Ibu Mertua

Kamu sering dikirimi oleh-oleh

Tanda lain yang dapat kamu lihat adalah kalau kamu sering dibawakan sesuatu oleh kedua orang tuanya, dari hal kecil seperti camilan yang kamu sukai, atau mungkin baju dengan warna favorit kamu. Hal ini merupakan perhatian khusus yang diberikan kepada kamu dari keluarga pasangan.

Hal-hal di atas merupakan beberapa petanda baik untuk kamu dalam hubungan dengan calon keluarga besar kamu nantinya. Kamu boleh merasa bahagia jika hal-hal itu terjadi, tetap kamu juga harus tetap menjaga sopan dan santun kepada mereka. Pertahankan kesan baik dan berikan perhatian juga kepada mereka akan dapat menambah kemantapan dari keluarga pasangan  terhadap kamu.  Bagaimana kalau mereka tak memperlihatkan tanda-tanda yang seperti di atas? Jangan terlalu dibawa perasaan dulu ya, kadang-kadang sebuah keluarga tak selalu menyambut calon anggota baru dalam keluarga dengan cara yang ekspresif, mungkin hanya sekedarnya atau memang mereka merasa tidak perlu secara khusus memperlakukan kamu. Nah kalau kamu menghadapi hal seperti ini, tetap optimis dan tetaplah berusaha untuk menggali informasi lebih lanjut mungkin melalui pembicaraan-pembicaraan dengan pacar kamu. Dari sini setidaknya kamu akan mendapat sedikit gambaran mengenai bagaimana sambutan keluarganya kepada kamu.

 

Pilih mana? 5 Alasan Pro Dan Kontra Dalam Menunda Bulan Madu

Pilih mana? 5 Alasan Pro Dan Kontra Dalam Menunda Bulan Madu

Pilih mana? 5 Alasan Pro Dan Kontra Dalam Menunda Bulan Madu

Acara bulan madu biasanya merupakan kelanjutan setelah pelaksanaan acara pernikahan. Di masa bulan madu, pasangan yang baru menikah benar-benar ingin menikmati kebersamaan hanya berdua. Dan biasanya bulan madu ini sudah direncanakan sebelumnya, jadi setelah acara pernikahan, pasangan sudah siap untuk berbulan madu ke tempat yang telah direncanakan. Namun karena satu dan lain hal mungkin juga pasangan harus menunda bulan madu ini. Bisa jadi acara pernikahan yang cukup melelahkan atau masih ada urusan yang harus diselesaikan sehingga membuat bulan madu yang terencana harus ditunda terlebih dahulu. Nah untuk masalah ini kamu bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah alasan PRO dan KONTRA mengenai menunda bulan madu bagi pengantin baru :

PRO

Bulan madu lebih maksimal dipersiapkan

Jika bulan madu dipersiapkan secara khusus tentunya akan lebih maksimal hasilnya, hal ini karena persiapan untuk acara pernikahan sangat memerlukan perhatian yang lebih, jadi untuk urusan bulan madu nanti saja setelah acara pernikahan. Yang penting sudah menjadi pasangan yang sah, bulan madu nanti bisa lebih dipersiapkan secara khusus dan matang apalagi dipersiapkan bersama-sama tentu akan lebih baik, selain itu tak ada lagi persoalan dengan acara pernikahan, jadi pikiran akan lebih fokus.

 

Lebih pas dalam memilih tujuan

Tempat bulan madu yang menjadi tujuan juga akan lebih sesuai jika dipersiapkan bersama-sama. Kamu juga sudah lebih bisa saling mengenal dan memahami apa yang benar-benar diinginkan oleh pasangan kamu. Jadi nantinya pemilihan tempat tujuan bulan madu akan sesuai dengan ekspetasi dan favorit kalian berdua.

Punya anggaran lebih

Mungkin ketika merencanakan bulan madu di awal, kamu tentu juga telah mengalokasikan anggaran tertentu. Jika kamu menunda acara bulan madu, tentu waktu yang tersedia lebih panjang dan kamu bisa menambah anggaran bulan madu, mungkin dari sumbangan yang biasanya diberikan oleh tamu pernikahan, atau kamu mendapat penghasilan tambahan lain. Jadi bulan madu kamu bisa lebih longgar dalam urusan anggaran dan bisa memilih tempat yang lebih baik dengan anggaran yang lebih banyak.

Yuk simak, Tips Ampuh Gelar Pernikahan Minim Budget

Waktu cuti panjang

Kalau kamu telah bekerja tentu ada jatah waktu tertentu untuk cuti dari pekerjaan. Jika berbarengan dengan bulan madu tentunya nanti waktu yang tersedia untuk bulan madu akan lebih sedikit karena juga dipakai untuk acara pernikahan. Jika kamu mengalokasikan waktu khusus untuk bulan madu tentunya waktu yang akan disediakan juga bisa lebih panjang untuk berdua.

Manajemen stress

Stress yang timbul pada waktu persiapan dan acara pernikahan tentu masih akan terasa setelah acara pernikahan. Mungkin banyak hal dapat menyebabkannya. Diantaranya soal konsumsi yang mungkin belum sesuai harapan, soal vendor yang kurang memberikan pelayanan maksimal, atau juga kerabat dekat yang kamu harapkan ternyata tidak dapat menghadiri pernikahan kamu. Jika kamu memaksakan untuk langsung berbulan madu mungkin rasa stress akan dapat mengganggu pikiran kan? Jadi mungkin dengan menunda beberapa waktu, pikiran dan perasaan kamu bisa menjadi lebih tenang, sehingga acara bulan madu berjalan tanpa ada beban.

KONTRA

Persiapan terganggu

Jika kamu tidak segera berbulan madu, mungkin setelah menikah kamu akan lebih disibukkan oleh pekerjaan rutin yang harus kamu lakukan, pekerjaan menjadi lebih banyak karena harus ditunda oleh cuti yang kamu ambil untuk acara pernikahan, jadi daripada terhalang nantinya lebih baik sekalian saja mengambil cuti untuk berbulan madu.

Yang penting kebersamaan

Bulan madu yang dilaksanakan segera setelah pernikahan akan menjadi momen yang tepat untuk menikmati kebersamaan berdua. Sebagai ajang untuk mulai saling belajar mengenali lebih jauh satu dengan yang lain. Jadi sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum hal yang lain.

Anggaran sudah dialokasikan

Menunda bulan madu mungkin berpotensi mengurangi anggaran untuk acara ini karena mungkin ada kebutuhan-kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Tempat tinggal yang baru, kendaraan atau  perlengkapan rumah baru juga membutuhkan anggaran tersendiri. Jadi sebelum anggaran yang sudah kamu alokasikan terpakai, lebih baik segera digunakan untuk bulan madu. Sedangkan untuk keperluan lainnya nanti bisa dipikirkan setelah acara bulan madu selesai.

Liburan cuti yang terbatas

Tidak semua kantor mengijinkan karyawannya untuk cuti agak lama beberapa kali dalam setahun. Jadi mumpung ada waktu yang lebih panjang untuk acara pernikahan, sebaiknya dimanfaatkan waktu yang ada untuk berbulan madu. Mungkin nanti akan ada banyak pekerjaan yang menyita waktu sehingga tak mendapat kesempatan untuk mengambil cuti lagi.

Nah, baca juga 5 Keuntungan Menggelar Resepsi Pernikahan Di Hari Kerja

Waktunya sudah expired

Waktu bulan madu yang tertunda mungkin akan terasa menjadi kadaluarsa karena sudah kurang terasa momennya. Memang momen yang pas adalah setelah pernikahan, jadi jangan tertunda lama, malah mungkin akan terasa seperti libur biasa.

 

Nah kamu dan pasangan sepakat dengan yang mana, nih? Yuk share di kolom komentar!

Jangan Kaget! 4 Hal Ini Pasti Berubah Setelah Menikah

Jangan Kaget! 4 Hal Ini Pasti Berubah Setelah Menikah

Jangan Kaget! 4 Hal Ini Pasti Berubah Setelah Menikah

Menikah dan belum menikah tentunya merupakan hal yang berbeda. Dua pribadi yang berbeda bergabung dalam sebuah kebersamaan tentu akan menjadikan sesuatu yang berbeda dari sebelum masuk dalam biduk rumah tangga. Banyak hal yang akan berubah pada saat kamu nantinya masuk dalam sebuah rumah tangga, tetapi tentunya tidak akan langsung terasa. Seiring berjalannya waktu, akan terasa juga hal-hal yang berbeda dari sebelum kamu berumah tangga. Nah apa saja sih hal yang berubah setelah menikah? Yuk simak 4 hal yang pasti berubah setelah menikah di bawah ini :

Berubahnya Kebiasaan Makan dan Tidur

Awal pernikahan merupakan awal-awal terasanya perubahan yang besar daripada kehidupan kamu sebelumnya. Jika sebelumnya kamu mungkin biasanya dilayani oleh pembantu, atau mungkin kamu menyiapkan sendiri, setelah menikah tentu ada suami yang juga harus dilayani. Mempersiapkan sarapan pagi, makan siang, dan makan malam akan menjadi rutinitas harian yang akan kamu hadapi. Mungkin sudah saatnya juga kamu mulai bereksplorasi dengan berbagai resep makanan untuk memanjakan lidah suami. Selain soal makan, tidur juga menjadi hal yang sangat terasa perubahannya. Ketika sendiri mungkin kamu bebas memakai ranjang, tetapi setelah bersama, tentu harus berbagi dengan suami. Dan mungkin kamu juga harus bersiap dengan segala kebiasaan tidur suami yang mungkin sedikit membuat kamu kurang nyaman.

Yuk simak juga, 3 Pertanyaan Setelah Menikah Yang Pasti Ditanyakan

Keuangan

Setelah berumah tangga, urusan keuangan tentu juga menjadi urusan bersama. Biasanya pihak wanita menjadi pengatur urusan keuangan ini sedangkan pihak laki-laki biasanya menjadi pencari nafkah /sumber keuangan untuk keluarga. Setelah menikah, urusan keuangan sebagian besar menjadi tanggung jawab suami, jadi kalau kamu sebagai isteri tentu mempunyai hak untuk meminta sesuatu yang mungkin kamu inginkan kepada suami tanpa perlu risih seperti sebelum menjadi suami istri.

Saling Terbuka

Setelah menikah semua  sifat pribadi kamu akan terbuka kepada pasangan kamu, dan semua kepribadiannya juga terbuka kepadamu. Kekurangan dan kelebihan akan saling terasa, yang sebelumnya mungkin tidak diperlihatkan. Kamu akan menjadi diri kamu sendiri apa adanya. Demikian juga pasangan kamu juga akan menjadi dirinya  sendiri.  Sedikit banyak perlu untuk saling memahami dan memaklumi. Akan lebih baik lagi jika masing-masing pihak untuk saling berintrospeksi sehingga dapat menutupi kekurangan masing-masing dan saling menunjang untuk meningkatkan kelebihan masing-masing.

Baca juga, Pertimbangan Penting Saat Mengontrak Rumah Sebagai Pasangan Baru

Teman Hidup

Setelah menikah, maka status juga berubah menjadi pasangan hidup. Rekanan untuk mengarungi kehidupan rumah tangga dari masa kini sampai ke masa mendatang. Jika sebelum menikah mungkin lebih banyak terpikirkan hal-hal yang bersifat kesenangan untuk kegiatan bersama seperti jalan-jalan romantis atau menonton film bersama, setelah kamu menikah tentu kamu juga akan terfikirkan untuk hal-hal yang lebih serius misalnya untuk membesarkan anak, mengasuhnya atau mengejar cita-cita bersama. Masing-masing pasangan akan menganggap satu sama lain adalah teman hidup.

 

Nah bagaimana, brides? Sudah siapkah kamu dengan semua perubahan tersebut? Perubahan pasti akan terjadi, yang pasti be ready ya!

 

7 Makanan Wajib Dihindari Sebelum Hari Pernikahan

7 Makanan Wajib Dihindari Sebelum Hari Pernikahan

7 Makanan Wajib Dihindari Sebelum Hari Pernikahan

Menjaga penampilan dan kesehatan sebelum pelaksanaan acara pernikahan merupakan hal pokok yang harus dilakukan oleh calon pengantin. Jangan sampai pada hari pernikahan tiba, sang pengantin terlihat kurang prima atau bahkan mengalami gangguan kesehatan, ini akan mengganggu jalannya acara pernikahan, dan tentunya tak kamu inginkan terjadi di pernikahan kamu nantinya. Selain menjaga stamina dengan olahraga dan istirahat yang cukup, calon pengantin juga harus memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Karena asupan yang baik akan memberi efek yang baik pula tentunya. Di hari-hari menjelang pernikahan ada baiknya beberapa makanan ini dihindari dulu ya :

Garam

Makan tanpa garam rasanya tentunya kurang nikmat. Tetapi kamu perlu menjaga asupan garam ini menjelang hari H pernikahan kamu. Bukankah kamu ingin tampil prima dan tidak tampak lebih melar kan? Kandungan garam berlebihan dapat menyebabkan efek ini, karena garam sifatnya mengikat air di dalam tubuh, jadi tubuh akan lebih banyak menyimpan air.

Alkohol

Minuman yang beralkohol tidak boleh kamu konsumsi. Minuman ini akan memberi efek negatif dalam tubuh, tubuh akan kelihatan bengkak sehingga terlihat kurang fit. Selain minuman alkohol, ternyata gula alkohol juga terkandung dalam pemanis buatan. Memang tidak memabukkan, tetapi efek kembung yang timbul akan memberikan  perasaan yang tidak nyaman.

Makanan Pedas

Jenis makanan pedas paling berpotensi menimbulkan diare. Jadi meskipun kamu termasuk penggemar makanan jenis ini, sebaiknya cobalah mengurangi sedikit-sedikit konsumsi kamu. Karena tentunya pada hari sakral, akan sangat memalukan jika kamu harus sering ke kamar mandi karena sakit perut. Jadi mencegah sebelum terjadi adalah keputusan yang bijak, kan?

Baca juga, Wajib Baca! 4 Tips Tampil Cantik dan Fit di Hari Pernikahan

Makanan mengandung banyak lemak

Mengandung banyak lemak juga kurang baik dikonsumsi, oleh karena itu kamu perlu menghindarinya terutama di hari-hari menjelang pernikahan. Makanan yang digoreng, yang mengandung santan atau makanan lain yang mengandung lemak berpotensi mengurangi metabolisme makanan di dalam tubuh dengan memperlambat terjadinya proses pencernaan.

Produk susu dan Gluten

Jenis makanan tertentu dapat menimbulkan efek kembung oleh karena kandungan gas yang dikeluarkannya. Produk susu seperti susu, keju dan mentega berpotensi besar menimbulkan efek gas ini. Jadi ada baiknya kamu membatasi konsumsi jenis makanan ini paling tidak selama dua minggu menjelang pernikahan.

Kopi dan makanan mengandung kafein

Bagi kamu penggemar kopi, sebaiknya di hari menjelang pernikahan, usahakan untuk menahan diri terhadap jenis konsumsi yang banyak mengandung kafein. Efek yang ditimbulkan dapat berupa tenaga yang berlebihan, jadi kamu bisa jadi akan merasa hiperaktif ketika hari H tiba. Nah sementara kamu hindari dulu ya, jika memang tak bisa langsung, bisa dengan cara mengurangi kadarnya sedikit demi sedikit.

Sayuran segar

Meskipun jenis makanan ini mempunyai efek yang baik  terhadap kesehatan kamu, tetapi kamu harus mencoba menghindarinya. Jenis-jenis sayuran tertentu banyak menyebabkan kembung karena kandungan gas yang keluar dari  sayuran segar.Untuk sementara, rebuslah sayuran yang ingin kamu makan, karena jika kurang higenis terutama pada saat pencuciannya, ada kemungkinan kamu dapat mengalami keracunan karenanya.

 

Nah mungkin itu saja 7 makanan wajib dihindari sebelum hari pernikahan. Semoga kamu tetap fit dan prima di hari pernikahanmu, ya!

4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan

4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan

4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan

Dua pribadi yang bertemu dalam sebuah bingkai rumah tangga tentunya juga akan menghadirkan perselesihan karena adanya perbedaan diantaranya keduanya. Perselisihan bukanlah sesuatu yang tak mungkin terjadi, banyak hal yang bisa menyulut perselisihan dalam sebuah keluarga. Masalah kebiasaan masing-masing, sampai masalah ekonomi dapat menimbulkan konflik. Dalam rumah tangga, perselisihan ini merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi, yang perlu disadari adalah untuk saling menjaga agar konflik tidak berkepanjangan yang akan menimbulkan dampak negatif. Di samping akibat negatif, konflik yang timbul kadang diperlukan. Mengapa?

Sebagai tanda saling peduli

Perselisihan memang sangat mungkin timbul, dalam sebuah keluarga yang baru dibangun atau yang sudah lama, karena memang masalah dalam rumah tangga memang selalu beragam. Cara pandang yang berbeda dalam menyikapi suatu persoalan akan menimbulkan perselisihan antara kedua pasangan. Tetapi itu juga tanda bahwa masiing-masing pasangan saling merasa peduli, sehingga perlu menyampaikan hal-hal yang dianggapnya penting untuk kebaikan bersama.

Proses pendewasaan

Konflik mungkin timbul karena kedua pasangan belum mampu bersikap dewasa satu sama lain. Sehingga timbulnya konflik ini akan lebih memberikan proses pendewasaan untuk kedua belah pihak. Tidak selalu satu pihak merasa lebih baik dari pihak lain, bukan kemenangan yang dicari. Kalaupun konflik harus terjadi, biarlah hal tersebut menjadi proses yang akan mendewasakan keduanya. Ambil hikmah yang terjadi dalam konflik yang timbul, saling menyikapi dengan baik terhadap sebuah konflik, akan lebih membuat masing-masing pasangan menjadi lebih dewasa.

Saling memaklumi

Saat memasuki sebuah pernikahan, dua pribadi tidak lagi menjadi pribadi dengan ego masing-masing. “Aku” dan “Kamu” harus ditranformasi menjadi “Kita”. Jangan sampai timbul saling mendominasi, meskipun sebelumnya kamu lebih sering mendapat perhatian lebih dari keluarga. Nah pada saat berumah tangga kamu juga perlu memberikan perhatian kepada pasangan secara proporsional. Tak perlu saling memaksakan ego sendiri meskipun terasa lebih memuaskan. Jika memang diperlukan, cobalah untuk mengalah dengan harapan akan mengurangi tensi atau bad mood yang terjadi. Cobalah cari solusi pada saat masing-masing sudah dapat berfikir dengan tenang.

Yuk simak, Mengetahui Semua tentang Perjanjian Sebelum Pernikahan

Jadilah pendengar yang baik

Konflik yang timbul dalam sebuah rumah tangga paling mungkin terjadi karena adanya kurang komunikasi  antara pasangan suami isteri. Komunikasi sebagai upaya untuk menyampaikan pendapat atau menyatakan hal-hal yang dirasakan merupakan komunikasi yang diperlukan. Dalam berkomunikasi perlu saling toleransi antara kedua belah pihak. Masing-masing harus mau menjadi pendengar yang baik untuk semua hal yang disampaikan oleh pasangannya. Dengan demikian akan timbul rasa saling hormat menghormati, sehingga akan timbul rasa harmonis dalam berumah tangga.

 

Nah demikianlah 4 Alasan Terkadang Konflik Dalam Rumah Tangga Juga Diperlukan yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

4 Tips Mudah dan Tepat Dalam Mencari Jodoh

4 Tips Mudah dan Tepat Dalam Mencari Jodoh

4 Tips Mudah dan Tepat Dalam Mencari Jodoh

Banyak cara menuju jodoh. Ya seperti halnya peribahasa yang menyebutkan banyak jalan menuju Roma, maka banyak ada banyak pula jalan untuk memperoleh jodoh yang diinginkan. Dari mulai mencari sendiri melalui pergaulan sehari-hari, melalui komunikasi di media sosial, semua dapat dilakukan. Tetapi tentunya tidak semua cara itu pasti mendatangkan hasil. Kadang jodoh yang diharapkan tak datang-datang. Nah apa salahnya jika seseorang yang kamu percaya mencoba mencarikan jodoh buat kamu? Tentunya wajarkan karena tentu teman atau keluarga  sangat berharap yang terbaik untuk kamu. Jika kamu juga harus menempuh jalan ini tentu tidak salah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ya:

Bersikap Kritis

Kritis disini berarti bersikap aktif untuk mengetahui calon pasangan yang akan dijodohkan kepada kamu. Meskipun kamu yakin jodoh yang ditawarkan adalah yang terbaik untuk kamu, kamu tentu boleh mengenalinya lebih dulu. Hal ini dapat dilihat melalui media sosial yang dimilikinya yang biasanya merupakan tempat yang paling sering menjadi ajang untuk mengetahui pribadi seseorang dari kebiasaan atau hal –hal yang disampaikan dan dipikirkan.

Bersikap Terbuka

Meskipun kamu adalah orang yang pernah mengalami kegagalan dalam menjalin sebuah hubungan, bukan berarti ini akan terjadi juga jika kamu mengikuti proses perjodohan. Lupakan masa lalu, mantan biarlah berlalu, sudah waktunya bagi kamu untuk membuka diri untuk suatu wawasan yang baru. Tak perlu mengenang hubungan yang pernah terjadi. Jika masih ada ganjalan yang harus diselesaikan, segera tuntaskan agar kamu dapat segera bebas menyongsong lembar kehidupan baru perjodohan kamu.

Easy Going

Hindari bersikap berlebihan terhadap proses perjodohan kamu. Jangan sampai timbul kesan “jual mahal” atau pun “murahan” karena sikap yang kamu ambil. Kamu bisa menganggap perjodohan ini sebagai upaya untuk menambah luas pergaulan kamu.  Kalaupun berjodoh nantinya anggaplah sebagai berkah, tetapi jika tidak berjodoh, apa boleh buat. Tetapi tentunya kamu paling tidak sudah mempunyai teman baru kan? Syukuri hal ini.

Baca juga, Lamaran di Rumah? Ini dia Kelebihan dan Kekurangannya

Mengambil Sikap Proporsional

Kegagalan atau keberhasilan sebuah proses perjodohan merupakan hal yang sangat mungkin terjadi. Jika kamu merasa mungkin kamu bisa menjalin hubungan lebih lanjut dengan orang yang dijodohkan dengan kamu, cobalah untuk sedikit demi sedikit mencari informasi lebih lanjut tentangnya. Tidak perlu tergesa-gesa agar kamu dapat lebih menyaring dan mengenal siapa sebenarnya nanti yang akan menjadi teman hidup kamu.

Demikian juga jika kamu tak merasa cocok dengan jodoh yang ditawarkan, kamu bisa menyampaikannya dengan tenang. Tak perlu menunjukkan ketidaksukaan, tentu akan membuatnya jadi tersinggung.

 

Darimana pun jodoh kamu datang, hendaklah kamu syukuri. Tetaplah berusaha dan memohon petunjuk dari Tuhan agar kamu mendapat jodoh yang terbaik.

5 Hal Ini Kadang Terpikirkan Oleh Tamu Ketika Menghadiri Pernikahan

5 Hal Ini Kadang Terpikirkan Oleh Tamu Ketika Menghadiri Pernikahan

5 Hal Ini Kadang Terpikirkan Oleh Tamu Ketika Menghadiri Pernikahan

Acara pernikahan tanpa tamu tentu akan terasa aneh kan? Bukankah kehadiran tamu undangan merupakan satu hal yang sangat diharapkan? Makin banyak tamu undangan yang hadir, banyak banyak pula doa-doa yang diberikan bagi pasangan. Dalam sebuah acara pesta pernikahan, tamu juga merupakan pihak yang sangat perlu dipertimbangkan. Tentu sangat tidak bijak jika tamu yang kamu undang nanti tidak merasa nyaman dengan acara pernikahan kamu. Jadi kamu perlu juga mengetahui apa kira-kira yang muncul di benak pikiran para tamu yang datang ke sebuah acara pernikahan. Yuk simak 5 hal ini kadang terpikirkan oleh tamu ketika menghadiri pernikahan di bawah ini

“Tempatnya kurang nyaman ya”

Ya, tempat yang kamu pilih untuk acara pernikahan kamu harus benar-benar kamu pertimbangkan. Jika memang kamu dapat mencari tempat yang strategis, tak ada salahnya kamu lakukan. Karena tempat strategis akan memudahkan tamu untuk sampai ke tempat acara yang kamu selenggarakan. Jika memang harus memakai tempat yang mungkin tidak terlalu strategis, cobalah memberikan denah/informasi yang  jelas dan mudah  sehingga tamu tak perlu mencari-cari lokasi pernikahan kamu.

Selain tempat juga parkiran perlu kamu siapkan. Tamu tentunya tidak ingin terepotkan oleh urusan perparkiran kendaraan. Tamu berharap datang  dan pulang dengan mudah, tak perlu repot urusan kendaraan atau tempat parkir. Jadi usahakan tempat yang cukup dan jarak yang tidak jauh dari lokasi pernikahan kamu.

“Konsumsinya oke”

Menyajikan hidangan yang terbaik tentunya menjadi kewajiban bagi kamu selaku tuan rumah.  Biasanya dalam sebuah acara pernikahan, urusan hidangan yang disajikan kepada tamu bisa menjadi poin tersendiri bagi tuan rumah. Tamu yang merasa puas dengan hidangan yang disajikan tentunya nanti akan mendapat kesan yang sangat baik.

Jadi pastikan kamu menyajikan yang terbaik untuk para tamu, Kamu bisa mencari-cari info vendor catering yang memang benar-benar favorit untuk urusan ini.

Yuk simak, Wajib Baca! 7 Pertanyaan yang Harus Kamu Tanyakan ke Vendor Catering

“Layanan prima dan suasana yang nyaman”

Suasana yang nyaman perlu dihadirkan dalam sebuah acara pernikahan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyiapkannya dengan baik, siapkan penyambut atau pelayan tamu yang cukup, sehingga kamu tamu tidak perlu menjadi tidak nyaman. Piring-piring kotor bekas makanan tamu segera diambil dan dibersihkan. Kursi-kursi yang kurang tertata mungkin karena tamu memindah-mindahkan sendiri perlu dirapikan kembali.

Pastikan suasana kondusif dan nyaman benar-benar dapat dirasakan oleh para tamu. Baik lewat penataan tempat, alur masuk keluar tamu juga perlu diatur agar para tamu mudah mengikuti acara yang kamu selenggarakan.

“Salah taruh tempat duduk, nih!”

Penataan kursi atau pun meja untuk para tamu juga harus kamu lakukan dengan sebaik mungkin. Kamu bisa juga meminta masukan dari orang yang sudah berpengalaman dalam hal ini.

Tamu-tamu juga ingin menikmati suasana acara pernikahan kamu. Nah jangan sampai mereka merasa terganggu hanya oleh hal-hal kecil seperti masalah penataan tempat. Siapkan juga pendingin ruangan, apakah dengan kipas angin atau ac ruangan jika memang tersedia. Biasanya yang cukup mengganggu dalam acara pernikahan adalah suasana yang panas, sehingga tamu merasa kepanasan. Bisa juga kamu siapkan kipas tangan jika memang ada. Agar tamu yang jauh dari jangkauan kipas angin dapat menggunakan kipas tangan.

“Bosan ah, cuma-cuma itu saja, pulang duluan ah”

Banyak hal yang dapat membuat tamu merasa bosan hadir dalam sebuah acara pernikahan. Dapat disebabkan oleh musik yang menemani atau susunan acara yang itu-itu saja, atau makanannya biasa saja. Nah untuk mengantisipasi hal ini, kamu menyusun atau menyiapkan acara-acara yang tidak membuat para tamu merasa bosan, variasikan pengisi acara atau hiburan yang kamu adakan agar para tamu merasa ikut menikmati suasana dan acara pernikahan kamu.

Mungkin kamu juga tertarik untuk mengetahui Cara Memilih MC Pernikahan supaya acara pernikahanmu terpandu dengan seru dan tidak membosankan!

 

Nah mungkin itu saja yang perlu kamu ketahui. Atau mungkin ada hal lain yang di pikiranmu ketika menjadi tamu pernikahan orang lain? Boleh share di kolom komentar 🙂

4 Hal Yang Menandakan Pria Sudah Siap Menikah

4 Hal Yang Menandakan Pria Sudah Siap Menikah

4 Hal Yang Menandakan Pria Sudah Siap Menikah

Menjalin hubungan dengan seorang pria mempunyai seni tersendiri. Seorang pria mempunyai pemikiran yang agak sulit ditebak. Meskipun telah menjalin hubungan yang cukup lama dengan seorang pria, terkadang hal tersebut tak selalu menjadi petunjuk bahwa seorang pria benar-benar serius dalam hubungannya. Apalagi terkait dengan sebuah pernikahan, bagi seorang pria hal tersebut akan memberikan konsekuensi besar dan komitmen jangka panjang. Jadi mungkin memerlukan waktu yang cukup panjang untuk memikirkannya. Tetapi tentunya kamu tidak ingin tergantung-gantung dalam ketidakpastian  kelanjutan hubungan kalian kan? Apalagi jika dia benar-benar orang yang kamu sayangi dan sangat kamu harapkan. Kamu bisa melihat tanda-tandanya kok jika seorang pria  benar-benar serius dan siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Mengajak Kamu Dalam Acara-acara Yang Melibatkan Keluarganya

Salah satu hal yang dapat menjadi acuan kamu adalah kalau kamu sering diajakan untuk ikut menghadiri acara-acara yang dilakukan oleh keluarganya. Pria biasanya akan mengajak pasangannya bertemu keluarganya jika  ia telah benar-benar serius untuk hubungan lebih lanjut. Meskipun mungkin hanya sekedar acara kecil, namun kehadiran kamu akan dapat dianggap sebagai mewakili calon keluarga nantinya.

Menabung

Menabung merupakan alternatif untuk menghadapi suatu keadaan yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Terlebih untuk sebuah acara pernikahan, banyak persiapan yang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Dari persiapan yang bersifat formal legal (biaya pengurusan surat-surat) sampai persiapan teknis pelaksanaan (tempat, konsumsi, dekorasi, dokumentasi dan lain-lain). Umumnya biaya-biaya ini lebih banyak ditanggung oleh pihak pengantin pria. Disini, bagi pria yang memang berusaha menyiapkan ke arah pernikahan, tentu akan serius pula dalam menyiapkan anggaran yang diperlukan. Salah satu jalannya adalah dengan menabung. Jadi kamu bisa melihat pasangan kamu dalam hal ini, apakah dia juga telah menyiapkannya? Paling tidak, ada usaha untuk ke arah itu, jika ada berarti mungkin memang dia telah lebih serius menikah dengan kamu.

Membahas Topik-topik Untuk Masa Depan

Masa depan memang bukan sesuatu yang pasti terjadi. Jika seorang pria telah serius mengajak pasangannya untuk mengarungi masa depan bersama, mungkin ia ingin menjajaki pemikiran pasangannya tentang kehidupan nantinya. Mungkin dia hanya sekedar membicarakan masalah pekerjaan, apa usaha yang akan dikerjakan, bagaimana soal anak, berapa yang diinginkan. Pembicaraan seperti ini bisa menjadi salah satu tanda bagi kamu bahwa dia akan segera menyiapkan diri untuk ke sana.

Senang Menemani Ke Wedding Fair

Pesta pernikahan memang harus-harus benar disiapkan. Yang bisa menjadi acuan atau untuk informasi yang up to date adalah acara Wedding Fair. Nah di sini kamu dapat mengajaknya untuk ikut menemani kamu ke acara tersebut, walaupun hanya untuk sekadar ikut melihat-lihat suasana.  Kamu bisa melihat bagaimana responnya terhadap ajakan ini, jika ia tidak terlalu tertarik mungkin ia belum ingin ke tahap tersebut. Tetapi jika ia juga mempunyai passion yang sama dengan kamu, bisa jadi itu sinyal positif untuk kelanjutan ke jenjang pernikahan.

Nah, memang tidak mudah menebak kemauan seorang pria terlebih dalam hubungannya dengan kesiapannya menikah. Tetapi mungkin tanda-tanda yang dapat kamu lihat dari pasangan kamu bisa memberi petunjuk  lebih pasti akan kemana kelanjutannya. Boleh juga kok kamu memintanya untuk menyampaikan bagaimana kelanjutan hubungan yang saat ini terjalin. Dengan begitu kalian berdua nanti lebih tenang dalam  hubungan yang lebih pasti.

Bagi kalian yang butuh tips saat ke Wedding Fair/Wedding Expo, lihat juga artikel Persiapkan Hal Ini Jika Berkunjung Ke Wedding Expo ya!

 

Demikianlah 4 hal yang menandakan pria sudah siap menikah. Semoga bermanfaat, ya!

Tips Menghadapi Pacar Yang Cuek Pada Persiapan Pernikahan

Tips Menghadapi Pacar Yang Cuek Pada Persiapan Pernikahan

Tips Menghadapi Pacar Yang Cuek Pada Persiapan Pernikahan

Mempersiapkan pernikahan bagi pengantin wanita merupakan momen-momen yang menyenangkan. Terkadang  calon pengantin wanita sampai rela untuk lebih banyak meluangkan waktu untuk urusan tersebut. Nah bagaimana dengan calon pengantin pria? Pria biasanya tidak selalu sangat interest untuk urusan ini, bahkan mungkin cuek karena merasa bahwa hal-hal seperti ini adalah urusan wanita. Toh mungkin selera wanita lebih pas untuk urusan-urusan yang terkait dengan persiapan pernikahan. Jika pasangan kamu termasuk kelompok ini, tentunya kamu perlu ekstra sabar, brides! Mungkin sebagian besar harus kamu lakukan sendiri, tapi tentu ada juga yang tetap harus dilakukan bersama-sama. Nah bagaimana menyikapinya jika ini terjadi? Yuk simak tips menghadapi pacar yang cuek pada persiapan pernikahan di bawah ini :

Tetap Tenang

Kalau kamu harus menghandel banyak hal sendiri, pastikan kalau kamu melakukannya dengan hati yang tenang, jangan sampai emosi tersulut untuk urusan-urusan yang mungkin sepele. Jika memang harus benar-benar melibatkan pasangan kamu, usahakan mengajaknya dengan sabar. Mungkin memang dia tidak sempat, jadi kamu perlu mencari waktu yang tepat untuk mencoba mengajaknya sedikit terlibat dalam persiapan. Boleh jadi ia memang sudah benar-benar memasrahkan semuanya padamu, jadi mungkin kamu tidak perlu mendesaknya untuk meminta pendapatnya. Cukup kamu sampaikan saja info yang terkait. Nanti jika memang dia ingin memberi masukan, biarlah dia sendiri yang menyampaikannya.

Yuk simak juga, Ini Dia 5 Tips Agar Tetap Tenang Saat Ijab Kabul!

Komunikasi dan Negoisasi

Hal yang paling penting jika memang pasangan kamu tidak banyak terlibat dalam persiapan pernikahan adalah untuk tetap berkomunikasi dengannya. Pastikan juga dia tetap up to date dengan semua persiapan yang telah kamu lakukan.

Kamu harus tetap menjaga komunikasi dengannya tetap berjalan dengan baik. Kabari dia jika ada perkembangan baru yang telah kamu buat. Jika memang ada waktu luang yang dimilikinya, kamu bisa mengajaknya walaupun hanya sekadar mengantar saja untuk mengurus berbagai hal untuk pernikahan kamu. Sesekali kamu bisa mengajaknya untuk membicarakannya dengan kamu. Kamu bisa memintanya untuk mengutarakan berbagai hal yang menjadi ganjalan bagi dia, atau dapat juga kamu mengutarakan semua uneg-uneg yang kamu rasakan. Cobalah untuk meminta pendapatnya,  meskipun tidak terlalu detil mungkin dia dapat menyampaikan. Kamu bisa berbagi mana hal dapat kamu lakukan sendiri mana hal yang memang harus melibatkan pasangan kamu.

Positive Thinking

Setelah semua hal yang kamu upayakan untuk melibatkannya dalam kehebohan kamu tak mendapat respon yang bersemangat darinya, kamu mungkin perlu mengambil sisi positif terhadap sikap yang diambilnya. Mungkin dia memang tidak terlalu hobi untuk urusan-urusan terkait persiapan sebuah pesta. Mungkin memang dia ingin kamu benar-benar mempunyai kesempatan untuk mengekspresikan semua keinginan kamu untuk acara pernikahanmu. Jadi kamu tidak perlu terlalu repot-repot untuk meminta banyak pertimbangan darinya. Kamu bisa memutuskan banyak hal yang lebih pas dengan pilihan kamu. Tetapi pastikan juga ya, pasangan kamu juga mengetahuinya.

 

Nah memang harus banyak bersabar sih. Semoga tips menghadapi pacar yang cuek pada persiapan pernikahan di atas bisa bermanfaat, ya! Siapa tau nanti pacarmu menjadi lebih peka dan menjadi lebih terlibat pada persiapan ini, brides!

5 Tanda Ini Buktikan Kamu Sudah Siap Menikah!

5 Tanda Ini Buktikan Kamu Sudah Siap Menikah!

5 Tanda Ini Buktikan Kamu Sudah Siap Menikah!

Mungkin sesekali terbersit dalam pikiran kamu pertanyaan “Benarkah saya sudah siap memasuki jenjang pernikahan ini? Apakah pernikahan ini tidak terlalu tergesa-gesa hanya karena teman-teman kamu sudah menikah?”

Tentu saja pertanyaan ini sering terbersit juga bagi calon pengantin lain yang memang telah mulai masuk tahap persiapan untuk melakukan pernikahan. Hal yang wajar tentunya karena keputusan menikah benar-benar merupakan keputusan yang besar dalam kehidupan seseorang. Kesiapan lahir maupun batin benar-benar diperlukan, apalagi kehidupan berkeluarga adalah kehidupan yang mungkin akan sangat panjang. Persiapan yang benar-benar matang tentu sangat diperlukan.

Ada beberapa pertimbangan yang dapat kamu ambil dalam hal ini, jika kriteria-kriteria ini terpenuhi tentunya kamu mengambil kesimpulan kalau kamu memang siap. Namun demikian jika belum semua kriteria terpenuhi tidak berarti kamu belum siap memasuki pernikahan. Sebagai acuan, tentunya dapat kamu pertimbangkan. Sambil berjalannya waktu, kamu bisa kok menjadi sosok yang lebih siap untuk memasuki jenjang pernikahan.

Saling memahami dan menerima

Setiap orang tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal ini tentunya sangat wajar, memang demikian adanya dalam kehidupan manusia. Yang diperlukan adalah kemauan saling menerima dan memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jika pasangan kamu bukan orang yang terlalu rapih, hendaknya dapat kamu pahami dan terima, mungkin karena memang dalam keluarganya hal tersebut tidak terlalu ditekankan. Banyak hal nantinya yang akan kalian hadapi dalam kehidupan berumah tangga, setelah menikah nantinya lebih banyak lagi terungkap kekurangan atau kelebihan masing-masing. Satu-satunya jalan untuk mengatasi hal ini adalah dengan kemauan untuk saling menerima dan memahami dan berusaha untuk saling berbuat yang terbaik untuk melengkapi kekurangan masinig-masing, sehingga akan menjadi keluarga yang harmonis.

Bersiap menghadapi semua hal baik dan buruk yang terjadi

Jika hal-hal yang baik terjadi dalam kehidupan keluarga tentu masing-masing pasangan akan lebih siap menghadapinya. Tetapi jika harus menghadapi hal-hal yang buruk, mungkin tidak semua orang akan siap menghadapinya. Ini pun bisa terjadi ketika kamu dalam masa persiapan pernikahan. Nah di sini kamu bisa mulai belajar lebih bersabar menghadapinya, mulailah dari kekurangan-kekurangan kecil. Menahan diri dan berusaha mencari solusi yang lebih baik untuk hal buruk yang terjadi tentunya akan memberi efek yang positif.

Yuk simak juga, Ini Dia 5 Tips Agar Tetap Tenang Saat Ijab Kabul!

Kamu mengenalnya lebih dari siapapun

Setelah lama bergaul dan berkomunikasi tentunya kamu makin mengenalnya lebih banyak. Hal-hal kecil yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang lain, kamu tentu juga telah mengenalnya dengan baik.

Saling membuka diri di masa sebelum pernikahan akan membantu kamu berdua untuk saling mengenal dan memahami kelebihan dan kekurangan. Sebaiknya hal-hal yang penting dibicarakan lebih dini. Jangan sampai timbul permasalahan dikemudian hari karenanya. Bukan tidak mungkin akan timbul permasalahan yang besar diantara kalian jika saling merasa tertipu. Kamu tak mau kan mengalaminya nanti?

Saling mendukung

Sikap saling mendukung adalah yang benar-benar diharapkan oleh sepasang suami isteri. Jika kamu dapat memberi dukungan penuh kepada pasangan kamu, ia akan merasa sangat senang dan lebih bersemangat menghadapi kehidupan keluarga kalian. Jika kamu tidak bisa mendukung secara langsung kegiatan yang dia lakukan, kamu bisa memberikannya dengan melakukan hal-hal kecil yang mungkin membantunya. Jangan terlalu banyak mengkritik, jika memang harus memberikan kritik, berikan juga masukan-masukan bagaimana memberi solusinya.

Lihat juga, Tips Mempersiapkan Pernikahan dengan Bantuan Calon Ibu Mertua

Atasi perbedaan pendapat dengan cara dewasa

Perbedaan pendapat bukanlah hal yang tabu terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Seorang isteri tak selalu sama pendapatnya dengan suami dalam suatu persoalan. Jika kamu harus berbeda pendapat bahkan sampai menimbulkan perselisihan, hendaknya kamu berusaha untuk mencari solusi secara dewasa dan usahakanlah untuk mencari jalan keluar dari perbedaan tersebut. Jika masih menemukan jalan buntu, jangan kamu mengambil sikap dengan saling mendiamkan, hal ini justru akan lebih menyulitkan untuk mencari solusi yang terbaik. Kamu berdua bisa saling mentoleransi dan mengurangi kekerasan hati masing-masing.

 

Demikianlah 5 tanda yang membuktikan bahwa kamu sudah siap menikah. Semoga bermanfaat ya!

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp