Seri Belajar fotografi : Mengenal Tentang Aperature dan Fungsinya

Seri Belajar fotografi : Mengenal Tentang Aperature dan Fungsinya

Seri Belajar fotografi : Mengenal Tentang Aperature dan Fungsinya

Sobat pasti pernah mendengar istilah Aperature dalam dunia fotografi. Termasuk kedalam salah satu dari segitiga emas fotografi, Aperature memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan hasil akhir jepretan sobat. oleh karena itu, sebagai calon fotografer profesional sobat harus tahu  dan fungsi dari Aperature.

Mengenal Aperature :

Aperature/ diafragma merupakan bukaan lensa kamera dimana cahaya akan masuk kedalamnya. Cara kerjanya adalah apabila bukaan besar maka cahaya yang akan masuk juga akan besar, dan begitu juga sebaliknya. Selain itu Aperature juga dapat difungsikan juga untuk mengendalikan kedalaman ruang. Mekanisme Aperature seperti ini dapat kita manfaatkan apabila didalam lingkungan dengan full pencahayaan maka sobat bisa menutup Aperature sehingga lebih sedikit cahaya yang akan masuk ke dalam. Apabila kondisi lingkungan minim cahaya/ gelap maka sobat bisa membuka lensa sehingga akan didapatkan foto yang maksimal.

Fungsi Dari Aperature :

Adapun fungsi dari Aperature adalah:

  1. Mengatur kedalaman sempit dan lebarDOF-Shallow-Deep Mengenal Tentang Aperature dan Fungsinya

Aperature juga dapat digunakan untuk mengendalikan kedalaman ruang, artinya apabila Aperature besar menjadikan kedalaman ruang menjadi tipis dan akibatnya latar belakang subjek menjadi kabur/ blur. Begitu jugas sebaliknya, apabila Aperature kecil maka kedalaman bidang menjadi besar sehingga mengakibatkan semua bidang yang ada di dalam foto terlihat tajam serta berada pada dalam fokus.

  1. Menghasilkan Difraksi

Defraksi adalah penyebaran gelombang cahaya yang dihasilkan karena terdapat sebuah halangan. Apabila sobat mengatur Aperature dengan nilai terkecil maka akan menghasilkan efek starbrush pada objek yang mempunyai sumber cahaya. Efek ini akan semakin terlihat nyata ketika sobat mengambil foto lampu pada malam hari. Semakin besar angka f Aperaturenya maka penyebaran efek dari difraksipun juga akan semakin luas.

  1. Berpengaruh terhadap kecepatan lensa

Pada lensa kamera yang sobat atur dengan menggunakan diameter Aperature yang lebih besar (nilain bukaan kecil) maka itu dianggap akan lebih cepat karena pada mode seperti itu lensa mampu meneruskan intensitas cahaya yang lebih besar kepada permukaan bidang fokal.

Bagaimana, sekarang sobat menjadi lebih paham mengenai apa itu Aperature dan apa saja fungsinya. Semoga artikel Seri Belajar fotografi : Mengenal Tentang Aperature dan Fungsinya dapat bermanfaat, terimakasih.

Seri Belajar Fotografi : Memahami ISO, Aperture, Shutter Speed

Seri Belajar Fotografi : Memahami ISO, Aperture, Shutter Speed

Seri Belajar Fotografi : Memahami ISO, Aperture, Shutter Speed

Untuk menjadi seorang fotografer profesional sobat harus memahami segitiga emas dalam dunia Fotografi. Apa itu segitiga emas fotografi? segitiga emas fotografi merupakan unsur penting yang ada di kamera DSLR yang wajib sobat ketahui yang terdiri dari ISO, Aperture, dan Shutter Speed. Ketiga unsur tersebut sangat penting dalam dunia fotografi karena dari ketiganyalah akan menentukan kualitas akhir dari hasil jepretan sobat.segitiga fotografi

Belajar Mengenal ISO

ISO merupakan ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Ukaranya pun beragam mulai dari 50, 80, 100 dan akan berlipat ganda hingga 3200 atau bahkan bisa lebih besar lagi. ISO dengan ukuran yang kecil memiliki arti bahwa sensitivitas terhadap cahayanya juga kecil. Sedangkan ISO dengan angka yang besar menunjukan sensitivitasnya terhadap cahaya juga besar. ISO dengan angka yang besar/ tinggi justru akan menurunkan kualitas dari gambar karena muncul bintik- bintik yang disebut dengan “noise”, namun dalam kondisi yang minim cahaya seperti dalam ruangan ISO yang tinggi kadang- kadang malah diperlukan.

Belajar Mengenal Aperture

Aperture atau bisa disebut dengan bukaan atau Diafragma ini merupakan bukaan lensa kamera dimana cahaya akan masuk. Apabila bukaan besar maka akan banyak cahaya yang masuk jika dibandingkan dengan aperture yang kecil. Selain berfungsi untuk mengendalikan cahaya yang masuk, aperture juga dapat mengendalikan kedalaman ruang. Dalam praktek fotografi, apabila sobat berada pada lingkungan yang memiliki pencahayaan yang sangat terang, maka sobat bisa menutup bukaan sehingga lebih sedikit cahaya yang masuk ke dalam dan begitu juga sebaliknya.

Belajar Mengenal Shutter Speed

Shutter Speed atau bisa juga disebut dengan kecepatan rana merupakan waktu yang dibutuhkan kamera untuk membuka sensor guna menyerap cahaya. Semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka semakin banyak cahaya yang akan masuk ke dalam kamera serta hasil fotonya pun akan bertambah terang.

Bagaimana sobat sudah sedikit paham bukan dengan segitiga emas dalam fotografi yakni ISO, Aperture, dan Shutter Speed. Semoga artikel Seri Belajar Fotografi : Memahami ISO, Aperture, Shutter Speed ini bermanfaat, terimakasih.

8 Hal Penting Belajar Fotografi HDR (High Dynamic Range)

8 Hal Penting Belajar Fotografi HDR (High Dynamic Range)

8 Hal Penting Belajar Fotografi HDR (High Dynamic Range), Wajib diketahui !

Sobat pernah melihat foto yang menampilkan preposisi yang detail antara area gelap dan area terang dengan kontras yang tinggi. Apabila iya itu adalah merupakan salah satu teknik memotret dalam dunia fotografi yang bisa disebut dengan Fotografi HDR. Pasti sobat penasaran apasih yang dinamakan fotografi HDR itu!

Balajar Memahami Arti Fotografi HDR

HDR (High Dynamic Range) merupakan teknik fotografi yang bisa merekam rentang dianamik selebar mungkin dengan berbagai cara. Dalam fotografi HDR ini diperoleh dari kombinasi beberapa foto dengan tone yang bermacam- macam sehingga dapat menghasilkan sebuah karya foto dengan tonal yang melebihi kemampuan asli kamera.apasih hdr itu contoh foto hdr

8 Hal Yang Harus Sobat Pahami Dalam Fotografi HDR

Delapan hal tersebut adalah:

  1. Gunakan kamera minimal DSLR
  2. Gunakanlah tripod agar hasil fotonya tajam dan tak berbayang. Karena nantinya kita akan menggabungkan beberapa foto.
  3. Jangan sampai mengganti nilai aperture dalam satu sesi pemotretan untuk 1 buah objek. Sebaiknya sobat mensetting mode aperture priority.
  4. Settinglah fokus dalam manual focusing. Sobat bisa mencoba beberapa shutter untuk menentukan fokus yang ada di mode autofokus, setelah sobat menentukan fokusnya, maka gantilah focusing pada mode manual.
  5. Gunakan evaluative metering atau bisa juga matrix matering. Hal ini akan membuat kamera kamu mengukur semua objek foto sebelum berapa besarnya eksposur yang diperlukan.
  6. Atur automatic bracketing pada kamera sobat untuk menghasilkan 3,5 hingga 7 buah foto dengan kecepatan shutter yang bervariasi, lalu lihatlah manual kamera digital masing- masing. Dengan menggunakan bantuan fitur bracketing maka kamera akan secara otomatis menaik turunkan nilai eksposur secara cepat.
  7. Pilih objek dan angle yang proposional, Ini penting untuk menunjang hasil akhir dari jepretan sobat. setelah susah- susah mengatur kamera sobat, jangan sampai hasil jepretan tidak maksimal gara- gara salah memilih objek dan angle yang tepat.
  8. Sabar dan terus mencoba, Teknik ini memang sedikit rumit untuk diterapkan, namun sobat harus sabar dan selalu mencobanya agar mendapatkan fotografi HDR yang sempurna.

Itulah 8 Hal Penting Belajar Fotografi HDR (High Dynamic Range), semoga bermanfaat.

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp