Syarat Pernikahan dalam Islam

Syarat Pernikahan dalam Islam

Syarat Pernikahan dalam Islam

Syarat Pernikahan dalam IslamSyarat dalam pernikahan ada banyak, penjelasannya adalah sebagai berikut:

foto keluarga adrian maulana artis indonesia

Rukun akad nikah dalam Islam ada tiga:

  1. Adanya kedua mempelai yang tak mempunyai penghalang keabsahan nikah seperti adanya hubungan dari keturunan, sepersusuan. Atau pihak laki-laki adalah kafir sementara wanitanya muslimah atau semacamnya.
  2. Adanya ijab (penyerahan), yang diucap wali atau orang yang mengganti posisinya dengan mengucapkan pada calon suami, ‘Saya nikahkan saudara dengan fulanah’ atau ucapan semacamnya.
  3. Adanya qabul (penerimaan), ialah kata yang diucapkan suami atau adanya orang yang menggantikan posisin dengan mengucapkan, ‘Saya menerimnya.’ atau semacamnya.

Syarat-syarat sahnya menikah adalah:

    1. Kedua mempelai telah ditentukan, baik dengan isyarat, nama ataupun sifat.
    2. Kerelaan kedua mempelai.
    3. Yang melakukan akad untuk pihak wanita adalah walinya. diKarenakan dalam masalah pernikahan, Allah mengarahkan perintahnya pada para wali.
    4. Ada saksi dalam akad nikah.

Adapun syarat untuk wali, sebagai berikut:

  1. Berakal.
  2. Baligh.
  3. Merdeka (bukan budak).
  4. Kesamaan agama. Maka tidak sah wali kafir bagi orang Islam laki-laki dan perempuan. Begitu juga tak sah perwalian orang Islam untuk orang kafir laki-laki ataupun perempuan.
  5. Adil,. Sebagian ulama menjadikan hal itu sebagai syarat, tapi sebagian lainnya menselesaikan dengan syarat sebelumnya. Sebagian lagi menyelesaikan syarat dengan kemaslahatan untuk yang diwali untuk menikahkan.
  6. Laki-laki.
  7. Bijak, yaitu orang yang bisa mengetahui kesetaraan dan kemaslahatan pernikahan.

Para wali harusruntut menurut ahli fiqih. Maka tidak diperbolehkan melewati wali terdekat, kecuali bila wali terdekat tidak ada atau tidak memenuhi syarat. Wali wanita adalah ayahnya, lalu orang yang diwasiatkan supaya menjadi walinya, kemudian kakek dari bapak sampai atas, terus  anak laki-lakinya, lalu cucu sampai ke bawah. Lalu saudara laki-laki sekandung,  berikutnya saudara lelaki seayah, lalu anak dari keduanya.  Lalu paman sekandung, lalu paman sebapak, lalu anak dari keduanya. Kemudian yang terdekat dari keturunan dari asobah seperti dalam waris. Kemudian penguasa muslim sebagai wali bagi yang tidak mempunyai perwalian.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang syarat pernikahan dalam Islam, semoga bermanfaat informasi sedikit yag kami sampaikan.

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp