5 Settingan Kamera Yang Wajib di Cek, Sebelum Melakukan Foto Prewedding Outdoor

5 Settingan Kamera Yang Wajib di Cek, Sebelum Melakukan Foto Prewedding Outdoor

Settingan Kamera Pemotretan Outdoor Yang Wajib Diketahui

Sebagai seorang fotografer foto prewedding tentu saja banyak tantangan yang harus dihadapi. Lokasi foto prewedding indoor maupun outdoor memiliki plus dan minus yang semua fotografer merasakan. Nah, ketika anda mengerjakan foto prewedding outdoor anda tentu pernah menghadapi situasi hasil foto over atau under exposure. Ini merupakan kesalahan mendasar dari fotografer pemula. Sebaiknya segera disadari dan diperbaiki. Jangan sampai sedang asik foto prewedding outdoor tanpa memperhatikan settingan kamera hasilnya jadi runyam semua. Tentu klien tidak akan mentoleransi kesalahan seperti ini. Penting mengetahui settingan kamera pemotretan outdoor.

Untuk menghindari kesalahan seperti itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu settingan kamera saat pemotretan di lokasi outdoor yang wajib diketahui. Apa aja sih? Yuk simak penjelasan di bawah ini :

Highlight Warning/Bracketing

Pengetahuan paling mendasar dari seorang fotografer, yaitu mensetting kamera pada titik normal. Highlight Warning ini adalah suatu penanda di layar LCD yang akan memperingatkan anda tentang foto under, normal, dan over exposure. Hal ini diatur dengan memainkan segitiga exposure kamera, ISO, shutter speed, dan diafragma.

Kombinasi segitiga exposure harus pas agar foto yang diambil paling tidak berpencahayaan normal. Saat di lokasi outdoor dan tidak banyak pepohonan menutupi matahari disarankan menggunakan ISO di angka terendah. ISO ini mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa anda. Nantinya shutter speed dan diafragma dapat menyesuaikan dengan angle atau komposisi dan kecepatan gerak subyek anda.

White Balance

White balance adalah pengaturan yang sangat penting ketika kita mengambil foto dimanapun. Begitu juga di lokasi outdoor. Gunakan settingan White Balace yang sesuai dengan kondisi di lokasi. White Balance yang paling banyak digunakan biasanya Daylight karena foto prewedding outdoor menggunakan natural light dari matahari. Jika anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengatur manual jangan khawatir. Mudah saja, anda bisa menggunakan pengaturan Auto White Balance. Banyak fotografer prewedding yang memilih menggunakan pengaturan manual karena lebih akurat untuk warna objek dalam foto.

Pengaturan ISO

Sudah dibahas secara singkat di atas mengenai setting ISO. ISO merupakan salah satu dari segitiga exposure, yaitu elemen penting saat pengambilan foto apapun. Selain itu, ISO merupakan penentu seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya. Semakin kecil angkanya maka cahaya yang masuk sedikit, hal ini baik digunakan di lokasi yang sudah banyak sumber cahaya. Kalau di tempat lebih gelap ISO harus dinaikkan, agar sensor kamera lebih peka dan menarik cahaya masuk lebih banyak.

Tentunya dalam foto prewedding outdoor sebaiknya ISO di atur dengan angka yang kecil agar gambar terlihat tajam. Karena pada pengambilan foto prewedding outdoor anda memiliki banyak cahaya yang masuk. Nah ISO ini juga untuk meredam pencahayaan yang over. Aturlah ISO dengan baik sebelum anda memulai sesi foto ya!

Metering

Sering disepelekan, banyak orang memotret tanpa memperhatikan settingan meteringnya terlebih dahulu. Metering apa sih? Ini adalah salah satu program di kamera yang digunakan untuk mengukur cahaya yang menyinari objek foto anda. Ada beberapa pilihan metering kamera, dan di tiap kamera pun penyebutannya berbeda-beda. Namun, fungsi dan tujuannya sama.

Hal ini mempengaruhi seberapa luas jangkauan sensor anda dalam menghitung cahaya di objek. Ada yang secara rata-rata menghitung semua area pada frame ada juga yang hanya berfokus pada salah satu titik saja. Semua ini bergantung pada kebutuhan anda dalam mengambil foto prewedding outdoor. Jadi anda boleh memakai yang manapun.

foto prewedding
foto prewedding

Format File dan Ukuran Memori

Memilih format foto di kamera adalah hal yang paling sering dilupakan oleh banyak fotografer nih. Kamera memiliki beberapa pilihan format foto. Pada kamera Nikon ada SMALL, MEDIUM, FINE, LARGE, RAW, dan RAW + FINE. Format tersebut mempengaruhi ukuran satuan pada foto anda. Semakin besar yang anda pilih tentu semakin besar pula ukuran filenya. Ini berarti anda akan membutuhkan kapasitas memori cukup besar sebelum melakukan pemotretan. Jangan sampai tidak memperhatikan settingan format file foto, di tengah pemotretan mengalami Card Full. Parahnya lagi kalau sampai tidak membaca memori cadangan. Aduh jangan sampai deh!

Baca juga,

13 Venue Wedding Outdoor Jakarta dan Sekitarnya

Nah mungkin itu saja informasi yang bisa Alienco berikan mengenai settingan kamera pemotretan outdoor yang wajib diketahui! Semoga bermanfaat! Cek juga hasil foto Alienco Photo di @aliencophoto ya!