Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Prosesi Unik di balik kekayaan budaya Indonesia

Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Prosesi Unik di balik kekayaan budaya Indonesia

Pernikahan Tradisional

Setelah kita membahas tradisi pernikahan adat betawi melalui pertemuan budaya dalam busana tradisional pengantin Betawi, maka kini kita akan membahas tentang prosesi unik khas tradisi ibu kota Indonesia yang kaya akan unsur budaya. Masyarakat Betawi memiliki ragam tata cara pernikahan dengan karakteristik yang cukup unik, Dialog spontan, rileks dan terkesan ceplas ceplos menjadi ciri dari masyarakat betawi. Berikut kita akan membahas beberapa tata cara adat penikahan yang masih sering di lakukan oleh para pengantin Betawi.

Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Ngelamar Pengantin Wanita

Melamar atau dalam bahasa Betawi di sebut Ngelamar, adalah proses pernyataan atau permintaan resmi dari pihak keluarga pengantin pria kepada pihak pengantin wanita sebelum acara pernikahan. Ngelamar dalam adat betawi di lakukan oleh beberapa orang utusan yang di sertai dengan membawa sejumlah barang bawaan wajib, seperti Sirih embun, Pisang Raja, Roti tawar atau roti buaya, dan Uang Sembah lamaran. Setelah acara Ngelamar selesai, maka akan di lanjutkan dengan pembicaraan mengenai mas kawin, uang belanja, plangkah (jika sang pengantin wanita mendahului kakak kandungnya) dan Kekundang ( makanan kesukaan calon pengantin wanita).

Screenshot_62

Screenshot_63

Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Piare Calon None Penganten

Dalam proses pernikahan adat betawi, setelah proses lamaran dan sebelum acara pernikahan akan ada masa pingit atau dalam tradisi betawi di sebut Piare Calon none penganten. Mada Dipiare yaitu masa calon pengantin wanita di pelihara oleh tukang piare selama satu bulan. Proses ini bermaksud untuk mengontrol kegiatan, kesehatan, dan memelihara kecantikan calon none penganten. Selain akan ada proses perawatan fisik, dalam masa Piare ini sang pengantin wanita akan menjalani progam diet dengan pantang makanan tertentu dan di berikan jamu godok dan air akar secang untuk menjaga berat tubuh ideal sang None. Dalam pernikahan adat betawi modern, masa Piare ini agak sulit di lakukan dalam waktu satu bulan. Maka masa piare bagi none pengaten ini di persingkat menjadi 1-2 minggu sebelum pernikahan.

Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Malam Pacar

Ini malam yang cukup meriah sebelum acara pernikahan, karna di hadiri para kerabat serta teman-teman dekat dari calon mempelai wanita. Ritual ini hampir sama dengan malam bainai dalam adat padang atau malam midodareni dalam adat jawa. Ritual pemakaian Pacar di lakukan oleh tukang piare dan para sahabat seta teman dekat calon pengantin wanita. [Ra]

Screenshot_65

Screenshot_64

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait:

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp