Menikah Dengan Warga Negara Asing? Ini Dia Prosedur Pernikahannya!

Menikah Dengan Warga Negara Asing? Ini Dia Prosedur Pernikahannya!

Ini Dia Prosedur Pernikahan Dengan WNA!

Menikah Dengan Warga Negara Asing. – Di jaman global seperti sekarang ini, interaksi antar manusia tidak hanya terjadi di lingkup nasional. Di daerah tertentu bahkan kadang-kadang kita juga menjumpai banyak warga negara asing yang tinggal. Apakah karena  mencari pekerjaan, penugasan dari negara asal, tugas belajar, atau hanya sekedar berlibur.

Interaksi dengan warga negara asing kadang juga menimbulkan bibit-bibit percintaan yang dapat berlanjut ke jenjang pernikahan. Nah jika pasangan kamu akan menikah dengan warga negara asing, kamu juga penting untuk mencari informasi semua hal yang terkait dengan prosedur pernikahan untuk pasangan yang berbeda kewarganegaraan. Karena pernikahan beda kewarganegaraan memiliki persyaratan yang lebih rumit dari pernikahan biasa. Pastikan kamu mengetahuinya dengan baik, agar nantinya tidak menjadi penghalang bagi kamu dengan pasangan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Beritahukan pejabat pencatat pernikahan paling tidak 10 hari kerja sebelum pelaksanaan acara pernikahan, jika lebih awal akan lebih baik. Nanti kamu akan lebih banyak waktu untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang harus kamu sampaikan.

Calon Pengantin dari Negara Asing

  1. KTP/paspor sebagai identitas diri (fotokopi)
  2. Akte Kelahiran(fotokopi)
  3. Surat Keterangan tidak dalam status pernikahan, atau
  4. Akte Cerai bila sudah pernah nikah; atau
  5. Akte Kematian istri bila istri terdahulunya telah meninggal
  6. Surat Keterangan yang menyatakan bahwa diperkenankan menikah dengan WNI. Surat keterangan tersebut dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya.

Semua surat di atas harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah dan mendapat legalisasi dari kedutaan negara WNA tersebut di Indonesia.

Calon Pengantin Warga Negara Indonesia

  1. KTP (fotokopi)
  2. Akte Kelahiran (fotokopi)
  3. Data orang tua calon mempelai
  4. Surat pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa kamu tidak ada halangan untuk melangsungkan perkawinan.

Setelah semua sudah disiapkan dan komplit maka dari pihak pencatat pernikahan akan memberi surat keterangan kepada kamu, biasanya terkait dengan informasi bahwa syarat pasangan yang akan melakukan pernikahan sudah dipenuhi dan telah mengikuti ketentuan Undang-Undang pernikahan yang berlaku.

Bagi pasangan penganut agama Islam dapat mengurusnya ke Kantor Urusan Agama setempat sesuai dengan domisili pasangan yang berkewarganegaraan Indonesia. Sedangkan bagi pasangan yang beragama lain dapat mengajukan urusan pernikahan ini di Kantor Catatan Sipil.

Menikah Dengan Warga Negara Asing

Kemudian pernikahan tersebut akan  diumumkan di tempat yang sudah ditentukan agar dapat dibaca oleh masyarakat lainnya. Jika ada penolakan dari pihak KUA atau Kantor Catatan Sipil, maka ada jalan lain yaitu dengan melaporkan ke pengadilan mengenai penolakan tersebut. Kamu bisa menerangkan bahwa penolakan yang disampaikan tidak mempunyai alasan yang kuat.

Sepuluh hari adalah waktu yang ditentukan untuk masa pengumuman pernikahan kamu. Nah jika dalam sepuluh hari tersebut tidak ada yang menyampaikan pengaduan atau keberatan terkait dengan pernikahan kamu, maka baru acara pernikahan boleh diselenggarakan. Ketentuan pelaksanaan pernikahan harus sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut kedua pasangan. Pernikahan ini juga harus dicatat oleh pegawai pencatat perkawinan dan disaksikan oleh dua saksi dari kedua pihak pasangan pengantin.

Bagi kamu yang menikah dengan sesama warga Indonesia, yuk simak juga Mengurus Surat dan Dokumen Pernikahan Pada Beberapa Agama

Sekarang kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan jika Menikah Dengan Warga Negara Asing kan? Nah pastikan kamu update terus semua informasi dan ketentuan yang berlaku ya. Semoga pernikahan kamu sukses, seperti yang diharapkan!