Mengetahui Semua tentang Perjanjian Sebelum Pernikahan

Mengetahui Semua tentang Perjanjian Sebelum Pernikahan

Mengetahui Semua tentang Perjanjian Sebelum Pernikahan

Kadang-kadang kita juga mendengar adanya perjanjian sebelum pernikahan (pre-nuptial agreement). Sebenarnya apa itu perjanjian pra nikah, apa kegunaannya, kapan harus dibuat, apakah ada masa kadaluarsanya, seperti apa bentuknya, lalu yang penting lagi bagaimana cara membuatnya? Nah kali ini kamu akan mengetahui semua tentang perjanjian sebelum pernikahan, jangan lupa baca sampai tuntas, ya!

Diatur Dalam Hukum Perdata

Diatur dalam ketentuan hukum perdata perjanjian pra nikah merupakan perjanjian dari dua pihak yaitu masing-masing dari pasangan yang akan menikah. Apakah akan membuatnya beberapa waktu sebelum acara pernikahan atau mau membuatnya sebelum akad nikah dilangsungkan itu boleh-boleh saja. Tapi, tentu pertimbangkan juga isi perjanjiannya, jadi akan lebih pas kalau dibuat waktu khusus untuk membuatnya sebelum acara pernikahan. Ingat, ya! Jangan sesudah acara pernikahan. Otomatis akan berlaku begitu selesai acara pernikahan dilangsungkan sampai berakhirnya masa perjanjian yang disebut dalam perjanjiannya.

Jika kamu menganggap perjanjian pra nikah penting untuk kebaikan semua, maka sebaiknya dibuat dalam bentuk akta notaris sehingga lebih kuat dalam legalitasnya. Selain itu pada waktu pernikahan perjanjian dimasukkan dalam catatan di buku nikah dan petugas harus melihatnya juga. Tanpa pencatatan di buku nikah maka sama saja tidak ada perjanjian pra nikah, rugi kan? Sudah capek-capek membuatnya malah tidak berlaku. Jadi perhatikan, ya.

Meskipun sebagian orang menganggap penting perjanjian ini, namun di masyarakat tertentu yang mempertimbangkan nilai-nilai sosial budaya atau aspek agama bisa menganggap bahwa perjanjian ini merupakan hal yang kurang layak (sopan) untuk dibuat. Kok bisa ya? Tentu bisa, karena perjanjian pra nikah ini biasanya berisi tentang kepemilikan harta, bagi keuntungan atau hal-hal terkait harta ketika pasangan tersebut bercerai. Nah mereka menganggap membicarakan hal-hal tersebut di masa sebelum pernikahan sangat tidak layak, mengesankan kekurangtulusan dan kekurangsungguhan dalam melangsungkan pernikahan.  Jadi pertimbangkan juga hal ini.

Baca juga, 3 Hal yang Wajib Kamu Hindari Sebelum Hari Pernikahan

Perlukah?

Bagi sebagian yang lain, mereka menganggap bahwa perjanjian pra nikah adalah hal yang baik karena akan dapat mengantisipasi hal-hal yang terjadi di masa pernikahan yang mungkin tidak diharapkan terjadi, misalnya dalam penjagaan kepemilikan harga masing-masing. Tanpa perjanjian pra nikah, jika terjadi kebangkrutan di satu pihak maka hutang harus dilunasi oleh harta kedua pihak. Tapi jika dalam perjanjian pra nikah sudah ditetapkan, maka hal ini dapat dihindarkan. Hanya harta pihak yang pailit yang harus digunakan membayar hutang sedangkan harta pihak lainnya tetap aman.

Dalam perjanjian pra nikah yang paling umum digunakan adalah pemisahan harta sepenuhnya (sempurna), maksudnya harta perolehan suami tetap menjadi milik suami dan harta perolehan istri juga demikian. Tidak ada istilah harta berdua, jadi benar-benar terpisah. Kebalikannya adalah pencampuran harta, di sini malah tidak ada istilah harta suami atau istri. Semua dianggap harta milik bersama. Isi perjanjian lainnya menyangkut hal yang lain dapat juga disebutkan dalam perjanjian ini.

 

Nah mungkin itu saja artikel mengenai mengetahui semua tentang perjanjian sebelum pernikahan yang harus kamu ketahui! Apakah kamu akan membuat perjanjian pra nikah juga? Boleh kok, namun kamu harus lebih dahulu membicarakannya dengan pasanganmu, karena ini sifat perjanjian ini sangat sensitif bagi sebagian orang jadi perlu kebijaksanaan dan kehati-hatian dalam memutuskan apakah akan membuatnya atau tidak.

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp