Makna Riasan Paes Jawa, Sarat Akan Filosofi Yang Penting Diketahui

Makna Riasan Paes Jawa, Sarat Akan Filosofi Yang Penting Diketahui

Sarat Filosofi, Inilah Makna Riasan Paes Jawa

Pernikahan tradisional dengan konsep suatu adat mungkin sudah kerap kita jumpai ya. Banyaknya suku dan budaya di Indonesia menjadikan beragam pula tradisi adat istiadatnya, terlebih dalam hal pernikahan. Tak hanya mengenai busana dan tatacaranya saja, namun ada pula perbedaan makna riasannya. Sebagai contoh, kali ini Alienco akan membahas mengenai Makna Riasan Paes Jawa. Kalau kalian pernah menonton film Mantan Manten, pada film itu menceritakan tentang pemaes Jawa. Riasan Paes Jawa dan pelaksanaannya sangat sarat akan filosofi dan makna.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang makna riasan paes Jawa, alangkah baiknya kita tau mengenai beberapa detil penting pada riasan Jawa :

Sanggul

Makna Riasan Paes Jawa

  • Bokor mengkurep

Sanggul bokor mengkurep ini merupakan sanggul khas pengantin Jawa Yogyakarta. Pada sanggul ini diberi hiasan bunga melati dan daun pandan. Makna sanggul dan hiasan bunga ini merupakan harapan agar pengantin dapat menjadi pribadi yang bermanfaat.

  • Bangun tulak

Sanggul pada pengantin Solo disebut bangun tulak. Paesnya merupakan paes basahan dan merupakan lambang penghindar masalah atau penolak bala. Seperti harapan pada tradisi lainnya, diharapkan agar rumah tangga pengantin dijauhkan dari kesialan maupun mara bahaya. Biasanya terdapat sasakan sunggar yang dipasang di dekat telinga. Untuk simbol dan harapan agar pengantin dapat menjadi pendengar yang baik.

Alis menjangan

Dalam bahasa Jawa, menjangan berarti Rusa. Rusa dikenal dengan bentuk tanduknya yang khas. Tanduk inilah yang menjadi inspirasi dari riasan paes pengantin Jawa. Dipilihnya rusa, karena rusa memiliki karakter yang cerdas dan anggun. Diharapkan kedua pengantin dapat menjadi pasangan yang mampu menghadapi lika liku kehidupan pernikahan secara cerdas dan anggun seperti rusa.

Untaian

  • Gajah ngoling

Tidak hanya sanggul, pasti kamu pernah melihat untaian bunga melati di sisi kanan hiasan kepala pengantin wanita Jawa. Jika di adat Sunda disebut sebagai ronce melati. Untaian ronce melati yang panjangnya 40 cm pada sanggul pengantin Jawa ini disebut untaian gajah ngoling. Arti dari untaian gajah ngoling ini adalah kesucian dalam rumah tangga.

  • Tibo dodo

Pengantin Jawa Solo juga menggunakan ronce melati. Hiasan rambut ini dsebut dengan untaian tibo dodo. Panjang untaian tibo dodo dari kepala sampai pinggang atau paha, tergantung dari jenis paes yang diaplikasikan.

Berikut ini penjelasan mengenai anatomi dan makna riasan paes Jawa :

  • Gajahan/panunggul

Khas dari riasan paes Jawa adalah lekukan pada dahi pengantin wanita. Lekukan ini pada paes Solo disebut gajahanpanunggul untuk paes ageng. Bentuk lekukan tersebut melambangkan Tiga Kekuatan Dewa Tunggal atau Trimurti. Hal ini berarti harapan agar derajat dan kehormatan pengantin wanita ditinggikan. Jika ingin membedakan bentuk paes Solo atau Yogyakarta, kalian boisa melihat dari bentuk lekukan ini. Paes Ageng memiliki bentuk yang lebih ramping. Sedangkan paes Yogyakarta memiliki ujung yang terlihat runcing.

  • Pengapit

Tak hanya gajahan/panunggul, di samping kanan dan kiri terdapat lekukan yang mengapit, biasa disebut dengan pengapit dan jumlahnya dua buah, satu di kanan dan di kiri. Pengapit ini juga memiliki arti tersendiri, yaitu harapan agar pengantin dapat berjalan mencapai tujuan pernikahan secara lurus meski banyaknya rintangan dalam kehidupan pernikahan.

  • Penitis

Terdapat penitis yang ada di sebelah masing-masing pengapit.  Lekukan penitis tidak runcing tau sebesar gajahan/panunggulPenitis ini merupakan simbol agar kedua pengantin memiliki visi misi pernikahan yang dijalankan dengan baik dan efektif.

  • Citak

Seperti pada foto di atas, di tengah alis digambar sebuah berlian pada dahi pengantin. Berlian ini melambangkan pusat ide dari mata Dewa Siwa. Citak ini ada pada semua paes Jawa, yang tidak menggunakan citak adalah paes putri Solo. Berlian citak ini juga melambangkan harapan agar pengantin dapat menjadi wanita yang berakhlak baik dan cerdas.

  • Godheg

Jika kita perhatikan dengan baik, di dekat telinga pengantin ada lekukan lagi. Lekukan di dekat telinga ini disebut godheg. Arti dari godheg ini adalah sebagai pengingat calon pengantin agar instropeksi diri. Hal ini juga merupakan doa supaya pengantin diberikan keturunan.

Baca juga,

Info Lengkap Busana Pengantin Adat Buton dari Kepulauan Buton

Nah, menarik juga ya Makna Riasan Paes Jawa. Semua detilnya memiliki makna filosofi dan harapan yang baik bagi pengantin yang meggunakannya. Jika kamu merupakan calon pengantin yang akan menerapkan adat Jawa di pernikahan, setidaknya kamu perlu tau tentang makna riasan paes Jawa. Semoga artikel ini bermanfaat!