Ini Dia Makna Dari Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Ini Dia Makna Dari Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Ini Dia Makna Pemasangan Bleketepe Yang Kamu Harus Tau

Indonesia memiliki berbagai macam adat pernikahan, salah satunya adalah Pernikahan Adat Jawa. Di dalam adat Jawa sendiri banyak prosesi yang harus dilakukan. Seperti, siraman, nyantri, dan salah satunya adalah bleketepe. Semua prosesi adat yang dilakukan tersebut tentu memiliki makna, seperti pemasangan bleketepe ini. Untuk mengenal lebih dalam, simak baik-baik Makna Dari Pemasangan Bleketepe di bawah ini :

Apa itu Bleketepe?

Bleketepe merupakan anyaman dari daun pohon kelapa. Daun kelapa yang digunakan untuk bleketepe, menggunakan daun yang masih hijau dengan ukuran rata-rata 50 cm x 200 cm. Tradisi pemasangan bleketepe ini untuk dijadikan atap atau peneduh saat resepsi pernikahan berlangsung.

Sejarah Bleketepe

Tradisi pemasangan Bleketepe ini merupakan peninggalan dari Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Ki Ageng Tarub saat itu akan menikahkan anaknya yang bernama Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan. Karena Ki Ageng memiliki rumah yang kecil dan sempit. Akhirnya, Ki Ageng pun membuat peneduh dari anyaman daun kelapa, agar para tamu yang berada di luar tetap merasa teduh.

foto tuwuhan bleketepe pernikahan adat jawa alienco photography

Waktu Pemasangan Bleketepe

Pemasangan bleketepe ini memang tidak memiliki aturan waktu. Namun, biasanya masyarakat Jawa akan melakukan pemasangan Bleketepe ini sebelum acara siraman. Seperti acara siraman, pemasangan bleketepe ini akan dilakukan oleh orang tua pengantin.

Ukuran Bleketepe

Pemasangan bleketepe ini akan dilakukan oleh orang tua pengantin pada awal pemasangan Tarub. Bleketepe yang merupakan anyaman daun kelapa yang masih hijau ini tentu memiliki ukuran. Daun kelapa yang biasanya digunakan untuk bleketepe memiliki ukuran kisaran 50 cm x 200 cm.

Baca juga,

Arti di Balik Pasang Padi atau Tuwuhan di Dalam Prosesi Siraman

Filosofi Bleketepe

Bleketepe terdiri dari dua suku kata, yang masing-masingnya memiliki arti berbeda. Bleketepe merupakan Bla atau Bale yang artinya tempat. Sedangkan katapi berasal dari kata tapi. Mempunyai makna membersihkan dan serta memilah kotoran-kotoran untuk kemudian dibuang. Nah, dengan kedua arti kata tersebut, bleketepe memiliki filosofi. Berarti orang tua mengajak calon pasanan pengantin untuk membersihkan diri dan hatinya.

Arti Bleketepe

Bleketepe ini, tidak hanya berarti untuk calon pasangan pengantin saja. Sebenarnya pemasangan Bleketepe dapat diartikan secara luas sebagai ajakan Bapak Ibu dan calon pengantin kepada semua orang. Supaya semua yang terlibat pada acara hajatan tersebut untuk berproses mensucikan hati bersama. Selain itu, siapapun tamu undangan yang datang, atau orang yang masuk dikelilingi bleketepe. Serta mengikuti upacara yang dilaksanakan tersebut maka dengan harapan akan bersih lahir batin.

Makna Bleketepe

Selanjutnya makna dari pemasangan Bleketepe ini ditujukan kepada semua orang. Khususnya semua para tamu undangan yang masuk ke tempat upacara tersebut. Jika harapan untuk menjadi suci terwujud. Maka, para tamu undangan yang masuk ke tempat upacara akan menjadi suci serta dapat memancarkan cahaya kesucian. Semua orang yang terlibat di dalam upacara tersebut memancarkan cahaya, yang disimbolkan dengan adanya pemasangan janur. Selain itu, pemasangan Bleketepe ini dimaksudkan untuk tolak bala atau permohonan. Diharapkan agar upacara penikahan berjalan dengan baik dan lancar. Juga agar terhindar dari mara bahaya dan segala hal yang jahat. Baik itu yang terlihat atau tidak.

Baca juga,

Urutan Lengkap Upacara Panggih, Ritual Khas Pernikahan Jawa

Seperti itulah sedikit ulasan mengenai Makna Dari Pemasangan Bleketepe. Semga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan pengetahuan bagi para pembaca ya.