Mahar Pernikahan Dalam Islam

Mahar Pernikahan Dalam Islam

Mahar Pernikahan Dalam Islam

Mahar Pernikahan Dalam Islam tidak diwajibkan harus dalam bentuk harta benda. Secara umum ialah sebagian harta dari calon suami yang diberikan kepada istri agar halal hubungan mereka. Bentuk mahar merupakan ungkapan kesetiaan suami pada sang istri. Mahar adalah hak istri yang mana ia berhak spenuhnya meminta apa yang diinginkan dari sang calon suami yang bisa saja bukan berupa harta benda, bisa berupa jasa tergantung apa yang diminta istri.

Mahar Pernikahan Dalam Islam

Mahar Pernikahan Dalam Islam dalam bentuk benda seperti peralatan untuk sholat seperti sajadah, mukena, mushaf alquran hukumnya boleh. Apabila sang suami mengatakan maharnya ialah mengajarkan alquran. Maka dia bertanggung jawab mengajari si istri membaca alquran benar tajwidnya, pemahaman maknanya, dan pemraktekannya dalam sehari-hari.

Nilai nominal mahar juga tidak disebutkan berapa aturan jumlahnya yang baku. Namun dalam agama islam memandang seorang wanita sholihah yang baik dia yang paling sedikit permintaan nilai maharnya. Lelaki yang baik yang mengerti hukum agama dia akan memberikan mahar yang lebih tinggi. Rasulullah SAW bersabda kurang lebih bunyinya “pernikahan yang barakah ialah pernikahan yang sedikit biayanya”.

Apabila calon suami memang benar-benar miskin tidak mempunyai harta benda yang berharga maka dalam islam dia boleh memberikan apa yang ia punya meskipun nilai nominalnya sangat rendah. Karena dalam agama islam mahar bukanlah harga seorang wanita karena mahar tidak ada hubungannya dengan akad jual beli. Maka apabila seorang beranggapan seorang wanita dapat dinikahi dengan mahar hanya 100.000 atau bahkan lebih kecil adalah wanita yang murah, maka itu adalah anggapan yang sepenuhnya salah.

Baca juga Perhatikan Hal Ini Ketika Mengurus Surat Nikah di KUA!

Sering kita saksikan acara ijab kabul antara calon suami dengan wali pengantin perempuan menyebutkan nilai nominal tertentu disertai kata-kata “tunai”. Di dalam Islam tidak wajib membayar mahar dengan tunai, boleh saja seorang suami memberi mahar kepada istrinya dengan “dicicil” dalam tenggang tertentu. Diucapkan pada saat ijab kabul. Demikianlah ulasan pandangan Mahar Pernikahan Dalam Islam, semoga bermanfaat ya!

 

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp