Kisah : Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan

Kisah : Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan

Kisah : Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan

Rasa ingin tahu tentang asal-usul janur kuning pernikahan yang kerap kali dipasang di depan rumah calon pengantin pada saat resepsi pernikahan, tentu sekilas pernah terbesit dalam benak pikiran anda. Pemasangan janur kuning tentunya memiliki tujuan dan maksud. Janur Kuning sendiri berarti daun kelapa berwarna kuning. Asal kata janur berasal dari bahasa Jawa, yaitu sejane neng nur yang berarti arah menggapai cahaya Illahi. Sementara kuning bermakna dari kata sabda dadi, yang berarti kun fayakun Allah SWT yang berasal dari hati dan jiwa yang bening. Begitu dalam makna religi pada kata janur kuning, dimana pihak yang memiliki hajat pesta resepsi pernikahan  disimbolkan harapannya untuk menggapai ridho Illahi dengan ketetapan Allah SWT melalui jasmani rohani yang bersih pada pelaksanaan hajatnya. Harapan yang baik pada acara yang baik itulah esensi sesungguhnya yang ada pada janur kuning.

contoh foto janur kuning

Untuk pembuatan janur kuning, pada artikel ini akan dibahas mengenai tutorial janur kuning pernikahan. Pembuatan janur kuning itu susah, namun gampang bagi yang telah bisa dan terbiasa. Dibutuh keuletan dan pantang menyerah bagi mereka yang baru mulai belajar membuat janur kuning. Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat janur kuning pernikahan diantaranya pisau kecil atau cutter, paku, benang kasur, jarum pentul, steples beserta isinya, janur atau daun kelapa berwarna kuning sebanyak 7 papah, gedebong pisang, tempolong, dan hiasan janur (buah-buahan atau bunga). Janur kuning yang biasa dipasang di depan rumah dikenal dengan sebutan umbul-umbul. umbul-umbul digunakan sebagai simbol bahwa adanya resepsi pernikahan. Umbul-umbul dibuat dengan bidang sebatang bambu, disepanjang bambu dihiasi dengan daun kelapa yang kuning hingga melambai di ujung bambu.

Sedangkan jenis janur kuning pernikahan lainnya adalah kembar mayang dan mayang sari. Kembar mayang dibuat sebanyak dua buah yang sejenis, sesuai namanya kembar. Kembar mayang merupakan simbol dari kedua mempelai pengantin yang harus memiliki kesamaan perasaan hati, pikiran dan perbuatan satu sama lain. Bagian-bagian yang terdapat pada kembar mayang  diantaranya tatakan, awak, dan mahkota. Jenis janur kuning selanjutnya adalah mayang sari. Jenis janur kuning mayang sari biasa ditempatkan di kanan dan kiri kursi pelaminan. Pada umumnya, mayang sari memiliki tinggi 180cm. Mengenai bentuk, disesuaikan selera pembuatnya dan identik dengan hiasan bunga dan buah dibagian atas. Mayang sari terdiri dari mahkota (kipas, buah-buahan dan bunga), badan bagian atas, badan bagian bawah dan tatakan.

Bila anda ingin membeli janur kuning pernikahan, harga yang ditawarkan untuk janur kuning yang besar kisaran Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) sedangkan untuk ukuran kecil janur kuning dihargai Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah). Namun, bila anda ingin membuat janur kuning sendiri untuk itu membutuhkan keahlian khusus. Anda kreasikan batang janur (daun kelapa berwarna kuning) dengan menggunakan gunting dan streples. Rangkai setiap batang yang telah anda kreasikan hingga melingkari batang bambu panjang yang telah dipersiapkan. Komposisi banyaknya janur harus disesuaikan dengan keseimbangan bambu pada saat didirikan. Agar saat berdiri, lambaian janur akan nampak cantik dan tidak terlalu melengkung atau terlalu kaku. Selain itu, pastikan pula anda mengikat telah mengikat kencang bambu yang digunakan dengan tali dan paku yang telah dipersiapkan. Agar janur tidak jatuh sehingga membahayakan orang yang melintas.

Demikianlah  Asal-Usul & Tutorial Janur Kuning Pernikahan, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Selamat berbahagia LS].

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp