Hukum Pernikahan dalam Islam

Hukum Pernikahan dalam Islam

Hukum Pernikahan dalam Islam

Hukum Pernikahan dalam Islam-Dalam kehidupan manusia telah diatur oleh hukum baik hukum negara, hukum adat dan hukum agama, semuanya telah  diatur sedemikian rupa. Dalam hal perkawinan juga sudah diatur menurut agama manapun telah mengatur hukum perkawinan.

Mengenai hukum melakukan perkawinan. Golongan Zhahiriah berkata jika perkawinan itu hukumnya Wajib, ulama malikiyah mutakhirin berpendapat jika perkawinan itu Wajib hukumnya untuk sebagian orang, Sunnah untuk beberapa orang, dan Mubah untuk golongan lainnya. Semua pendapat itu berdasar pada kepentingan kemaslahatan dan pendapat diatas juga telah punya alasan. Namun Ibnu Rusyd menambahkan bahwa perbedaan pendapat itu dikarenakan adanya penafsiran bentuk kalimat perintah dalam ayat dan hadits yang berhubunga dengan masalah ini, haruskah berarti Wajib, Sunnah, atau Mubah ?.

Foto Pernikahan
www.Alienco.net
  1. Pernikahan hukumnya Wajib

Untuk orang yang telah mampu untuk melangsungkan pernikahan, tapi nafsunya telah mendesak dan takut terjerumus dalam perzinaan wajib untuk dia untuk menikah, sedang untuk itu tak bisa dilakukan dengan baik kecuali dengan jalan menikah.

  1. Perkawinan hukumnya Sunnah

Bagi orang-orang yang nafsunya telah mendesak lagi mampu menikah, tapi masih bisa menahan dirinya dari zina, maka sunnahlah ia menikah. Menikah untuknya lebih utama dari tekun dalam ibadah, dikarenakan menjalankan hidup sebagai pendeta tidak dibenarkan Islam.

  1. Perkawinan hukumnya Haram

Untuk seseorang yang tak bisa memenuhi nafkah lahir dan batin pada istrinya nafsunya tidak mendesak, haramlah ia menikah. Qurthuby berpendapat : “Bila seorang laki-laki sadar tidak bisa membelanja istrinya ataupun membayar maharnya ataupun memenuhi hak-hak istri, maka tidak boleh ia menikah, sebelum ia terus terang menjelaskan keadaannya kepada istri atau sampai datang ketika ia mampu memenuhi hak-hak istrinya.

  1. Perkawinan hukumnya Makruh

Makruhnya menikah untuk seorang yang lemah syahwat dan tidak bisa memberi belanja istri, walau tak merugikan istri, karena ia kaya dan tak punya syahwat yang kuat. Makruh hukumnya jika lemah syahwat tersebut ia berhenti dari melakukan ibadah.

  1. Perkawinan hukumnya Mubah

Untuk lelaki yang tak terdesak oleh alasan yang mewajibkan segera menikah atau karena alasan yang mengharamkan untuk menikah, maka hukumnya mubah.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang hukum pernikahan dalam Islam, semoga bermanfaat informasi sedikit yag kami sampaikan.

 

 

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp