Hukum Pernikahan Beda agama

Hukum Pernikahan Beda agama

Hukum Pernikahan Beda agama

Hukum pernikahan beda agama – Pernikahan beda keyakinan menjadi polemik yang kontroversial dalam masyarakat, khususnya di negara yang mempunyai bermacam-macam penduduk dengan agama yang berbeda.Indonesia adalah negara mayoritas muslim banyak di seluruh dunia, tapi sering muncul pertanyaan tentang pernikahan. Bolehkah seorang muslim menikahi seorang yang bukan muslim bila boleh, bagaimanakah Islam menyikapi hal itu? Ayo kita lihat dari dua sudut pandang pada hukum pernikahan beda agama tersebut terlebih dulu. Pernikahan beda agama, bisa dibedakan menjadi dua berdasar pasangan yang menikah, sebagai berikut:

seorang lelaki muslim menikahi perempuan dan kebalikannya, seorang muslim perempuan yang menikahi seorang laki-laki non muslim, pembagian ini diperbuat karena hukum di antara masing-masing berbeda. Bagaimana hukum dalam Islam?

Hukum laki-laki muslim menikahi perempuan non muslim (berbeda agama)

Pernikahan laki-laki muslim menikahi seorang yang non muslim dibolehkan, tapi di lain sisi juga dilarang dalam Islam, untuk itu lebih dulu sebaiknya kita pahami terlebih dulu dari non muslim itu sendiri.

    1. laki-laki yang menikah dengan perempuan ahli kitab (Agama Samawi), agama samawi atau ahli kitab disini yaitu orang (non muslim) yang sudah diturunkan kitab padanya sebelum Al Quran. Dalam hal itu ulama sepakat dengan agama Injil dan Taurat, begitu juga nasrani dan yahudi yang sama sumbernya. Untuk hal seperti itu pernikahan diperbolehkan dalam islam.
    2. Lelaki muslim menikah dengan perempuan bukan ahli kitab. Yang dimaksudkan non muslim bukan ahli kitab disini yaitu kebalikan dari agama langit (samawi), yaitu agama bumi (ardhiy). Agama bumi (Ardhiy), adalah agama yang kitab tidak diturunkan dari Allah swt, tapi dibuat di bumi oleh manusia itu sendiri. Untuk yang seperti ini, maka dikatakan haram

Perempuan muslimah menikahi lelaki non muslim.

Pernikahan seorang muslim perempuan menjadi mutlak diharamkan dalam islam, bila seorang perempuan tetap memaksakan diri untuk menikahi laki-laki yang tidak seagama dengannya, apapun yang mereka kerjakan selama bersama menjadi suami istri dianggap sebagai zina.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang Hukum pernikahan beda agama, semoga bermanfaat informasi sedikit yag kami sampaikan.

sumber

 

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp