Penuh Makna! Filosofi Upacara Pedang Pora pada Pernikahan

Penuh Makna! Filosofi Upacara Pedang Pora pada Pernikahan

Penuh Makna! Filosofi Upacara Pedang Pora pada Pernikahan

Saat menghadiri pernikahan seorang anggota militer tentunya kamu pernah melihat Upacara Pedang Pora. Kesolidan dan keseragaman dari para perwira upacara selalu mengundang decak kagum tamu undangan yang hadir.

Upacara Pedang Pora ini sebagai tanda melepas lajang dari sang perwira yang menjadi mempelai pria. Berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang, upacara ini diiringi dengan rangkaian hunusan pedang yang membentuk gapura. Pedang-pedang milik rekan ataupun adik angkatan dari mempelai pria.

Tidak hanya untuk lulusan Akmil. Upacara Pedang Pora dilakukan juga untuk seluruh perwira pria yang aktif dalam militer dan merupakan anggota AAU, AAL, maupun Akpol. Namun, upacara ini hanya dilakukan satu kali saja. Jikalau nantinya sang perwira menduda atau akan menikah lagi, Upacara Pedang Pora tidak akan dilakukan lagi. Dan Pedang Pora hanya diperuntukkan bagi perwira pria. Bagi perwira wanita, Pedang Pora hanya dilakukan apabila sang perwira menikahi seorang perwira pria.

Prosesi Pedang Pora

Diawali dengan formasi banjar saling berhadapan yang terdiri dari 12 perwira Pasukan Pedang Pora berseragam lengkap. Komandan Regu akan melapor kepada pengantin pria bahwa pasukan sudah siap. Setelah itu secara serempak pasukan akan menghunuskan pedang hingga membentuk sebuah gapura.

Kedua pengantin akan mulai berjalan melewati Gapura Pedang. Yang nantinya di bawah gapura Pedang Pora tersebut akan dilakukan penyematan cincin pernikahan dan penyerahan pakaian seragam Persit (Persatuan Istri Tentara) kepada sang mempelai wanita.

Setelahnya Komandan Regu akan menyerukan aba-aba Tegak Pedang dan dilanjut dengan pembacaan puisi. Kemudian, kedua pengantin akan berjalan menuju ke pelaminan.

Baca juga Syarat Menikah Dengan TNI AD, TNI AL & TNI AU

Upacara Pedang Pora

Tujuan dan Makna Upacara Pedang Pora

Makna lain dari Upacara Pedang Pora, selain sebagai tanda melepas lajang sang perwira yang menjadi pengantin, upacara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dunia angkatan bersenjata kepada mempelai wanita.

Melambangkan solidaritas dan persaudaraan, Gapura Pedang Pora juga memiliki arti bahwa kedua pengantin memasuki gerbang baru di kehidupan mereka. Dan memohon perlindungan Tuhan.

Dalam suka dan duka di kehidupan sang perwira akan melibatkan sang istri. Dengan selalu bersikap dan berjiwa ksatria, kedua pengantin akan selalui siap dalam mengatasi berbagai rintangan dan hambatan yang akan ditemui di kehidupan pernikahan mereka dengan bekerjasama.

Saat kedua mempelai melewati Gapura Pedang, hal ini juga mencerminkan doa untuk keduanya dan formasi banjar yang melambangkan kegembiraan rekan dan adik angkatan sang perwira sekaligus bukti loyalitas mereka.

 

Nah demikianlah filosofi ritual Pedang Pora dari pernikahan seorang perwira angkatan bersenjata. Tentunya tidak hanya Pedang Pora saja, banyak pernikahan di Indonesia yang memiliki ritual berbeda dan unik lainnya. Dalam satu makna yang sama, yaitu mendoakan kebaikan bagi kedua mempelai.

Untuk mendapatkan dokumentasi pernikahan yang menarik seperti foto-foto di atas, yuk hubungi Admin Alienco. Alienco Photography menerima jasa foto prewedding dan wedding di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, dan sekitarnya. Cek juga instagram kami di @aliencophoto

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp