Keunikan Busana Pengantin Solo Basahan Wajib Diketahui!

Keunikan Busana Pengantin Solo Basahan Wajib Diketahui!

Foto Pernikahan Adat Jawa Basahan 

foto pernikahan paes jawa jogja solo surabaya madiun (2)
alienco

Busana Pengantin Solo Basahan. – Sudah pernah dengar istilah “Jawa Basahan”? Bagi anda yang bukan berasal dari suku Jawa tentu istilah ini sangat asing ya. Namun bagi anda yang berasal dari Jawa meski tidak paham pasti pernah mendengarnya. Beragam hal mungkin terlintas di pikiran saat mendengar mengenai istilah Jawa Basahan.

Jawa Basahan merupakan suatu tradisi dalam hal busana pengantin di daerah Jawa, khususnya Solo. Bagi anda yang asing, mungkin lebih familiar dengan busana dodot. Ya, busana pengantin adat Jawa Solo biasa dikenal dengan sebutan busana dodot. Nah yuk simak artikel Alienco berikut ini tentang Busana Pengantin Solo Basahan :

Busana Pengantin Solo Basahan – Pengantin Wanita

Secara umum busana pengantin Solo memiliki dua mode, yaitu busana pengantin Solo Puteri dan Solo Basahan. Solo Basahan atau dodot, memiliki pola batik khas Solo dengan warna gelap. Motif batik Solo seperti bintang dan tumbuhan hutan umum menjadi pola pada busana pengantin dodot tersebut. Meski semakin berkembangnya jaman yang seiring beragamnya motif batik, masyarakat Solo masih banyak yang menggunakan motif tersebut. Hal ini guna mempertahankan nilai filosofi warisan budaya. Filosofi busana Solo Basahan memiliki arti berserah diri terhadap kehendak Tuhan dengan perjalanan hidup yang akan datang. Selain busana Solo Basahan, pengantin wanita juga mengenakan kain Cinde Kembang yang warnanya menyesuaikan warna dodot.

Untuk melengkapi busana pengantin Solo Basahan, pengantin juga mengenakan sangkelat, stagen, longtorso, udet, januran, serta bathokan. Panjang kain Cinde Kembang yang disebutkan sebelumnya biasanya sekitar 3.5 meter. Udet yang merupakan selendang kecil ini berfungsi sebagai ikat pinggang dengan panjang sekitar 2.5 meter. Sementara stagen yang terbuat dari kain tenun biasanya memiliki panjang sekitar 5 meter.

Busana Pengantin Solo Basahan – Pengantin Pria

Seperti halnya pengantin wanita, pengantin pria Solo Basahan juga menggunakan dodot. Namun dengan dilengkapi cinde, epek, timang, 3 buah ukup, kalung wulur, dan buntal yang panjangnya sekitar 1.2 meter. Busana pengantin pria Solo Basahan juga dilengkapi dengan sumping dan bunga keris. Model busana Solo Basahan ini sedikit banyak dipengaruhi oleh tradisi para Raja Jawa.

Meski umumnya dodotan biasanya dipakai di acara pernikahan, namun masa kini juga banyak dipakai saat acara formal lainnya lho. Kain dodot ini bagi kaum pria digunakan sebagai baju takwa. Semacam baju beskap yang pada zaman dahulu hanya boleh digunakan oleh Ingkang Sinuhun.

Cara Memasang Hiasan Pengantin Solo Basahan

Pertama, hiasan yang dipasang adalah dua buah centhung diletakkan di pangkal pengampit. Kemudian 9 buah cundhuk menthol dipasang menghadap ke belakang dilanjutkan dengan semyok berbentuk garuda di tengah sanggul pengantin. Pada sanggul sebelah kanan diletakkan tiba dada wiji timun. Sedangkan pada pengantin pria, rambut dikeringkan dan dirapikan kemudian menggunakan kuluk matak. Kuluk matak yang dipakai berwarna kebiru-biruan dengan bunga melati di telinga kanan dan kiri untuk sumping.

Baca juga,

List Barang Wajib Ada di Tas Pengantin Wanita Saat Hari Pernikahan

Demikian lah informasi dari Alienco tentang Busana Pengantin Solo Basahan. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kita tentang budaya yang ada di Indonesia ya! Semoga bermanfaat dan selamat berbahagia!

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp