Sebagai Simbol Pernikahan, Sejarah Cincin Yang Wajib Kamu Ketahui!

Sebagai Simbol Pernikahan, Sejarah Cincin Yang Wajib Kamu Ketahui!

Sebagai Simbol Pernikahan, Sejarah Cincin Yang Wajib Kamu Ketahui!

Pernahkan terfikir oleh kamu, mengapa ya kok pernikahan sering dilambangkan dengan cincin atau mengapa harus jari manis yang memakainya? Untuk mengatasi kekepoan kamu, berikut ini artikel mengenai sebagai simbol pernikahan, sejarah cincin agar kamu jadi lebih tahu.

Lambang lingkaran yang jika diikuti bentuknya ternyata tanpa ujung, ini dianggap oleh penguasa Mesir merupakan lambang yang pas untuk pernikahan yang abadi. Namun begitu penggunaan cincin sebagai lambang pernikahan belum dipakai sampai resmi digunakan di masa Romawi.

Pada masa-masa awal, hanya bahan besi yang digunakan untuk membuat cincin pernikahan. Mungkin karena besi adalah bahan yang paling banyak ditemukan pada masa itu dan mudah dibentuk menjadi cincin. Selanjutnya digunakan juga logam-logam lainnya yang dianggap lebih berharga seperti perak dan emas. Penggunaan emas sebagai bahan pembuat cincin menjadikannya lebih indah apalagi emas lebih mudah dipadukan dengan berbagai batu mulia permata seperti berlian, ruby atau safir.  Batu ruby menjadi pilihan awal karena warna merah yang berarti juga warna dari hati yang tulus kasih. Batu mulia lainnya seperti berlian, safir juga mulai populer digunakan yang dimaksudkan untuk melambangkan keabadian, kehidupan yang menyenangkan (seperti di surga).

Berlian menjadi batu mulia yang terpopuler untuk dipakai pada cincin pernikahan karena sifatnya yang sangat keras sehingga sulit dihancurkan. Oleh karena itu banyak muncul mitos di berbagai tempat terkait dengan sifat berlian ini. Berlian dipercaya berkekuatan magis yang dapat mengusir makhluk jahat bagi orang India Kuno. Sedangkan  di masa Yunani menganggap bahwa berlian merupakan percikan bintang jatuh yang membuatnya mampu melindungi pemiliknya.

Di masa awal penggunaan cincin pernikahan ternyata belum ada tradisi pertukaran cincin, tradisi ini baru muncul di tahun 1300-an oleh kaum Yunani Orthodox.

Baca juga, Fakta Penting tentang Cincin Kawin

Mengapa jari manis ya yang pakai cincin pernikahan?

Ada banyak sebab mengapa jari manis digunakan untuk memasangkan cincin pernikahan. Jari manis merupakan jari yang tidak terlalu sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari selain itu juga ukurannya cocok untuk dipasangi cincin pernikahan. Menjadikan tampilan keseluruhan menjadi lebih anggun

Di daerah Cina penggunaan jari manis ternyata mempunyai arti khusus, jari manis adalah lambang dari pasangan yang tak terpisahkan sehingga jari manis paling pas untuk memakai cincin pernikahan, dengan harapan bahwa pasangan nantinya akan abadi dan tak terpisahkan.

Wajibkah tangan kiri untuk memakai cincin pernikahan?

Orang di masa Yunani Kuno atau Romawi Kuno meyakini jari manis tangan kanan  memiliki pembuluh darah utama yang menuju jantung dan mereka menyebutnya vena amoris (pembuluh darah cinta). Oleh karena itu mereka menggunakan tangan kanan yang mengenakan cincin pernikahan karena dianggap paling pas dengan keyakinannya.

Namun untuk alasan praktis, orang lebih suka memasang cincin pernikahan di jari manis tangan kiri. Karena tangan ini tidak terlalu sering dipakai untuk melakukan kegiatan sehari-hari sehingga cincin pernikahan pun akan lebih awet dipasangkan di tangan kiri.

 

Demikian lah sejarah cincin yang digunakan sebagai simbol pernikahan. Jadi, tangan mana yang akan kamu pakai untuk cincin pernikahanmu? Kamu boleh kok pakai tangan mana saja untuk cincin pernikahanmu karena cincin itu sendiri kan adalah lambang cinta. Jadi dimanapun dipasang akan tetap pas. Jadi don’t worry about it.

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp