8 Mitos tentang Pernikahan yang Ada di Indonesia

8 Mitos tentang Pernikahan yang Ada di Indonesia

8 Mitos tentang Pernikahan yang Ada di Indonesia

Dengan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia, tentunya juga menimbulkan banyak mitos-mitos yang berhubungan dengan pernikahan. Apakah kamu pernah mendengarnya? Atau kamu malah sangat yakin? Cek 8 mitos tentang pernikahan yang ada di Indonesia berikut ini mungkin kamu pernah mendengar sebelumnya.

Susah dapat pasangan kalau kita malas mendatangi pernikahan

Mungkin ini sebagai motivasi agar kita tidak malas mendatangi undangan pernikahan, sehingga muncul mitos seperti ini. Ada baiknya juga yaitu agar kita lebih memberi apresiasi kepada teman, tetangga yang telah bersusah payah mengundang kita. Selain itu ada juga kewajiban untuk mendatangi undangan pernikahan di dalam agama tertentu.

Berkonsultasi dengan orang pintar untuk penentuan tanggal pernikahan

Penentuan tanggal pernikahan di daerah tertentu kadang tidak bisa dilakukan secara sembarangan, khususnya pada adat jawa, pengaruh pendapat orang pintar dianggap sangat menentukan. Perhitungan-perhitungan khusus hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tersebut untuk penentuan tanggal pernikahan yang tepat dengan memperhitungkan informasi tanggal lahir dari pasangan. Ini dianggap berpengaruh pada penentuan masa depan rumah tangga pasangan tersebut.

Baca juga, Mitos Ketika Merencanakan Pernikahan yang Sebaiknya Dihindari

Pantang memakan sayap ayam bagi seorang gadis yang ingin dekat jodoh

Kadang mungkin agak tidak logis mengkaitkan hubungan memakan sayap ayam dengan jodoh yang juga ikut terbang. Sayap ayam ikut menerbangkan jodoh seketika dimakan oleh seorang gadis. Tapi menurut pendapat medis memang tidak disarankan untuk banyak makan sayap ayam, karena hormon pertumbuhan yang disuntikkan dari bagian tersebut membuatnya mempunyai kandungan

Kakak sulit mendapat jodoh jika dilangkahi adik

Jika seorang kakak didahului oleh adik pernikahannya maka ada sebagian daerah menganggap bahwa sang kakak akan sulit mendapat jodoh, jadi perlu dilaksanakan acara khusus yaitu “langkahan” yang mewajibkan adik memberikan persembahan hadiah untuk kakak.

Hiasan bunga di rambut pengantin wanita mempercepat jodoh datang

Ini syaratnya kamu harus mengambilnya tanpa ketahuan ya. Memang tidak mudah kok, tapi kalau kamu yakin kamu tentu akan berusaha keras.

Penangkal hujan dengan celana dalam calon pengantin perawan

Hujan yang turun memang merupakan berkah bagi kehidupan di bumi, tetapi bagi sebuah acara pernikahan, turunnya hujan dapat merusak suasana yang sedang berlangsung. Cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan menyewa pawang hujan bagi yang punya hajat yang mempunyai kepercayaan terhadap pawang hujan. Sebagian orang ada juga yang mempunyai kepercayaan menangkal hujan dengan melempar celdam pengantin perawan di atap rumah. Anehkan? Hubungannya apa ya?

Sabtu keramas bakal memperoleh suami yang suka memukul

Para gadis yang yakin dengan mitos ini akan menghindari berkeramas pada hari Sabtu. Mereka meyakini kalau hal tersebut akan memberi mereka seorang suami yang suka memukul. Tapi kalau kamu tidak yakin dengan mitos ini, silakan keramas kapan saja, apalagi kalau rambut kamu sudah lepek, masa dibiarin?

Pantangan duduk di depan pintu

Bagi orang yang belum menikah di sebagian tempat, mengangap pantang untuk duduk di depan pintu, bahkan orang tua yang meyakini mitos ini segera mengingatkan, takut nanti jodohnya sulit, kata mereka. Apa iya ya? Mungkin takut masuk angin, kan angin masuk lewat pintu, atau takut nanti kejepit, sakit juga pastinya. Mungkin maksudnya agar kita menghindari hal-hal yang kurang enak terjadi.

 

Sekian artikel mengenai 8 mitos tentang pernikahan yang ada di Indonesia kali ini. Mungkin kalau ada mitos lain yang kamu ketahui, boleh lho tulis di comment section di bawah!

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp