8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

8 Hal Wajib Kamu Ketahui Sebelum Tinggal Dengan Mertua

Acara pernikahan sudah usai, saatnya untuk menata hidup baru dengan keluarga baru. Di masa-masa awal pernikahan ini mungkin kamu sementara harus tinggal di rumah mertua, nah kalau demikian halnya sebaiknya kamu juga perlu mempersiapkan diri menghadapi suasana baru yang dihadapi. Nah yuk simak 8 hal wajib kamu ketahui sebelum tinggal dengan mertua di bawah ini!

Jadi omongan

Masa awal hidup berkeluarga dengan mertua terkadang merupakan awal yang cukup berat dan sulit apalagi jika kamu belum begitu dekat dengan mertua atau mungkin belum sempat berkenalan jauh dengan mereka. Penyesuaian diri tentunya harus segera kamu lakukan, baik dengan kondisi rumah. Begitu juga tentang mengurus suami, juga beradaptasi dengan tetangga atau teman-teman mertua. Mungkin kamu juga terpaksa harus menjadi bahan ‘rujakan’ tetangga atau teman-teman mertua karena sesuatu yang mungkin belum mereka terima. Bersabarlah sambil secara perlahan kamu mempelajari kebiasaan di dalam keluarga mertua.

Dianggap pemalas

Buat kamu yang mungkin tidak biasa melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, mungkin di rumah kamu kebanyakan pekerjaan tersebut dilakukan oleh asisten rumah tangga. Nah sebaiknya mulailah untuk belajar sedikit ‘rajin’. Kalau tidak, demikian mungkin kamu akan dianggap istri yang malas, tidak enak kan.

Boleh kok kamu sedikit bermalas-malasan, tetapi jangan terlalu sering. Pekerjaan kamu mengurus rumah ataupun mengurus suami menjadi terganggu. Jaga hubungan baik dengan mertua dan terus bangun kesan yang baik untuk mertua kamu.

Banyak protes

Di awal kamu hadir dalam keluarga mertua mungkin hal yang sangat berat adalah untuk melakukan penyesuaian dengan keluarga baru. Apalagi jika mertua kamu tipe orang yang banyak keinginan. Mungkin mertua kamu benar-benar ingin memperoleh menantu yang ideal seperti yang mereka bayangkan. Mungkin terkesan sedikit cerewet terhadap perilaku sehari-hari kamu, atau mungkin terhadap kebiasaan kamu yang menurut mertua kamu kurang sesuai. Kadang terasa ada batas-batas yang belum dapat dilewati. Masih akan terasa saling asing.  Langkah yang cukup bijak adalah dengan mencoba memahami mertua kamu, dan juga menerima kritikan yang disampaikan dengan sabar. Tentunya mertua kamu juga ingin kebaikan untuk anak-anaknya, termasuk kamu juga yang  dianggap sebagai anaknya.

Yuk simak juga, 4 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Pertama

Terlalu banyak saran

Hal yang wajar jika mertua kamu terkesan sering memberi banyak saran. Ini terjadi mungkin karena belum terbiasa atau karena perbedaan umur dan pola pikir, sehingga mertua kamu mungkin memberikan saran-saran yang sesuai dengan masa-masa mereka dulu. Namun pastinya kondisi yang berbeda antara masa dulu dan sekarang mungkin membuat kamu merasa kalau saran yang mereka berikan berbeda dengan apa yang ingin kamu lakukan. Ada baiknya jika kamu mencoba untuk mendengarkan saran yang mereka sampaikan. Tak perlu kamu membantah atau melawan kata-kata mertua. Nantinya toh tetap kamu yang akan mengambil keputusan untuk persoalan yang kamu hadapi.

Mertua yang “campur tangan”

Sebagai orang tua, tentunya kadang-kadang merasa harus ikut membantu menyelesaikan masalah anak-anaknya. Tetapi tidak menutup kemungkinan kadang keinginan tersebut terasa membuat kamu terganggu. Mungkin masalahnya tidak seberat yang dibayangkan oleh mertua kamu, sehingga tidak perlu sampai mereka ikut campur. Kalau terlalu sering mungkin kamu juga merasa privasi keluarga baru kamu terganggu. Nah sebaiknya cobalah untuk saling memahami atau saling berkomunikasi untuk hal-hal yang cukup peka ini. Upayakan agar masalah yang terjadi internal kalian tidak perlu sampai ke mertua.

Baca juga, Tips Mempersiapkan Pernikahan dengan Bantuan Calon Ibu Mertua

Suka memerintah

Hal yang juga mungkin akan kamu alami nanti adalah mertua yang suka menyuruh ini dan itu, bahkan mungkin untuk hal-hal yang sepele. Nah kalau demikian kamu sebaiknya juga ekstra sabar ya, mungkin mertua ingin menguji kamu, atau mungkin memang mertua kamu beranggapan “ada menantu kok yang bisa mengerjakan, kenapa tidak?”. Solusinya, cobalah untuk lebih dekat dengan mertua sehingga dengan keakraban yang timbul, tak ada lagi terasa beban untuk melakukan hal-hal yang disuruhkan oleh mertua. Dan kamu jadi lebih bisa memahami mertua kamu.

Merasa anaknya tetap milik sendiri

Setelah menikah sebagai orang tua yang bijak hendaknya mulai menyadari bahwa anak-anaknya telah mempunyai  kehidupan sendiri, mempunyai pasangan hidup yang menjadi tanggung jawabnya. Namun terkadang ada orang tua yang masih merasa kalau anaknya yang sudah mempunyai istri adalah miliknya, sehingga mungkin meminta perhatian lebih banyak daripada perhatian untuk kamu. Jika kamu menghadapi hal ini sebaiknya dibicarakan dengan pasangan kamu, agar dapat memberi pengertian sedikit demi sedikit sehingga tidak terjadi persaingan tidak sehat nantinya.

Caper

Perhatian yang diberikan oleh anak kadang terasa berlebihan diminta oleh mertua. Mulai dari hal-hal kecil mungkin meminta didampingi ke acara keluarga atau mungkin minta dibelikan makanan atau minuman untuk makan siang atau makan malam. Kalau terlalu sering terjadi mungkin akan merasa terganggu juga nantinya kan, jadi sebaiknya hal ini dikomunikasikan dengan baik agar nantinya bisa saling menjaga perasaan masing-masing.

 

Nah sekarang keputusan di tangan kamu, apapun itu sebaiknya kamu memang benar-benar mempersiapkan diri baik fisik maupun mental. Hal yang terpenting adalah kamu harus tetap menghormati mertua kamu, karena bagaimanapun juga mereka adalah orang tua kamu juga. Tetaplah menjaga hubungan baik dan berlaku baik kepada mertua ya!

Halo! Klik dibawah ini untuk melakukan chat via WhatsApp dengan Renny.

Chat dengan kami via WhatsApp